Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 68


__ADS_3

" Aku tahu siapa itu sebenarnya Sylvia !"


" Kamu jangan percayai setiap Omongan Sylvia !" Alex gusar karena Cantika tidak memberitahu apa pembicaraan mereka tadi padanya.


" Ya, Aku lebih percaya sama kamu, Alex. Dari pada kepada Sylvia yang baru saja aku temui siang tadi." Jawab Cantika dengan suara dinginnya.


     Mendengar perkataan barusan Alex terkejut. Dia merasa kalau Cantika yang sedang berdiri di hadapannya bukan Cantika yang dia kenal.


      Alex menatap Cantika secara intens, dan itu membuat Cantika malu, jantungnya berdetak lebih kencang. Akhirnya Cantika menundukkan kepalanya, berusaha menetralkan kembali detak jantungnya. Tapi Alex menanggapi beda, dengan tindakan Cantika. Alex merasa kalau Cantika marah padanya.


" Sepertinya kamu tidak percaya padaku ," Kata Alex dingin.


     Dan itu malah membuat Cantika merasa sakit hati. Padahal Cantika benar - benar percaya kalau Alex adalah orang yang baik. Cantika mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Alex. Senyuman yang penuh luka, dimana dia sangat percaya pada orang yang berdiri didepannya. Tapi orang itu tidak percaya pada dirinya.


" Alex, sini sebentar. Ada yang mau aku tanyakan !" Teriak Fatih di ambang pintu.


     Alex pun pergi mengikuti Fatih dan meninggalkan Cantika. Dan Cantika masih berdiri dengan perasaan sesak di dadanya. Dia tak sadar kalau air matanya telah jatuh membasahi pipinya. Cantika menepuk - nepuk dadanya berusaha menghilangkan rasa sakit di dadanya. Ternyata begitu sakit rasanya saat tidak dipercayai oleh orang yang kita percaya.


     Cantika duduk di balkon kamar Alex yang sekarang ditempati oleh dirinya dan anak - anaknya. Cantika berpikir mungkin dengan melihat matahari terbenam, perasaannya lebih baik. Banyak hal yang sedang Cantika pikirkan.


     Alex yang kebetulan ke luar berdiri di berada balkon kamar, yang bersebelahan dengan kamar Cantika. Melihat Cantika sedang melamun. Bahkan Cantika tidak tahu kalau Alex berdiri sambil memperhatikannya.


" Honey," panggilnya dengan suara lirihnya.


     Cantika masih diam tak bergeming dengan panggilan Alex. Alex begitu takut kalau Cantika akan membatalkan pernikahan dengannya. Dan Cantika memilih pergi meninggalkan dirinya. Karena hasutan dari Sylvia.


    Tadi William sudah sampai ke Indonesia, dan langsung datang ke markas. Katanya begitu sampai di bandara, dia menelepon Fatih dan mendapat kabar tentang penyerangan semalam. Saat Alex akan pulang, William memberitahu kalau Sylvia juga sedang berada di Indonesia. Sylvia langsung datang ke Indonesia setelah mendapat kabar dari Arthur, kalau Alex akan menikah dengan wanita berkebangsaan Indonesia. Dan Alex tak menyangka kalau pertemuan Cantika dan Sylvia akan secepat ini. Bahkan Alex belum cerita akan masa lalunya pada Cantika. Niatnya kemarin saat pulang dari Rumah Sakit. Tapi malah banyak orang yang ikut nginap di rumah Cantika, jadinya dia urungkan.


    Alex masih setia memandangi wajah cantik milik Cantika dari samping. Dilihatnya wajah yang biasanya berseri dengan senyuman manisnya kini telah tiada. Dan Alex menatap sedih kearah Cantika. Ingin sekali dia berbuat sesuatu agar senyum itu bisa terbit lagi di wajahnya. Cantika kemudian masuk kembali kedalam kamar karena sebentar lagi akan magrib.


     Aurora yang melihat ada yang aneh dengan tingkah laku Alex. Dia menanyakan apa ada masalah yang sedang dihadapinya, sehingga wajah yang biasanya berseri - seri itu, kini terlihat sangat sedih. Alex pun menceritakan semuanya yang terjadi pada dia dan Cantika.


" Alex, kalau Cantika sudah bilang dia percaya sama kamu. Maka kamu harus bisa menjaga kepercayaannya itu."


" Mama tahu Cantika bukan orang yang suka berkubang di cerita masa lalu."


" Yang dilihat Cantika adalah masa depannya dengan kamu."


" Cantika dulu bilang pada Mama. Kalau dia akan menerima kamu apa adanya. Bahkan dengan masa lalu kamu."

__ADS_1


" Dia wanita baik - baik. Jadi perlakukan dia dengan baik."


     Alex diam mendengarkan perkataan dari Aurora. Terlintas bayangan masa lalunya di dalam otaknya. Padahal dia sudah menguburnya dalam - dalam.


" Apa kamu akan menceritakan masa lalu kamu pada Cantika ?" Tanya Aurora.


     Alex hanya diam dan memandang Aurora, dengan tatapan sedihnya.


" Bagaimana kalau Cantika tidak bisa menerima masa lalu ku itu ?"


" Apa kamu ingin Mama yang menceritakan masa lalu kamu ke Cantika ?" Tanya Aurora pada Alex.


          * * * * * * *


     Setelah waktu isya, Aurora mengajak Cantika bicara empat mata di ruang kerja milik Khalid yang ada di mansion itu.


" Cantika, Mama lihat kamu tidak semangat hari ini. Ada apa ?" Tanya Aurora.


     Cantika pun menceritakan semua kejadian saat dirinya bertemu Sylvia di cafe. Terus sikap Alex yang berubah.


" Cantika apa kamu mau tahu cerita masa lalu Alex. Kenapa dia memiliki trauma terhadap wanita ?" Aurora menatap Cantika.


" Tuh kan apa kata Mama bilang. Kalau kamu wanita baik yang mau menerima Alex apa adanya."


" Tapi Alex ingin kamu tahu akan masa lalunya. Apa kamu masih mau bertahan bersamanya atau akan pergi melepasnya. Setelah tahu masa lalunya. Walau menurut Mama sich bukan salah Alex. Tapi Alex adalah korban."


 " Kalau itu keinginan Alex. Baiklah Cantika akan mendengarkan ceritanya." Jawab Cantika.


" Ini cerita di mulai dari mana ya ?" Aurora bingung.


" Mulai dari mommy yang sangat sayang banget pada Alex. Waktu dulu Mama pernah menyinggungnya."


" Oke. Baiklah."


                 * * * * * * *


Dua puluh tujuh tahun yang lalu, 


Indonesia,

__ADS_1


" Alex dan Willi mau ikut Fatih ke pesantren Mbah buyut nggak !" Teriak Fatih di depan pintu kamar tamu. Bocah yang baru berumur tiga tahun itu setia menunggu saudaranya di depan pintu kamar.


Ceklek


     Suara pintu dibuka dari dalam, tampak seorang wanita cantik berdiri disana.


" Wah Fatih sudah siap - siap ya ? Alex sama Willi masih tidur." Kata wanita itu sambil berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan sang keponakan.


" Aunty Ana, apa Alex dan Willi akan jadi ikut ke pesantren bersama Fatih hari ini ?"


" Tunggu Aunty bangunkan mereka dulu," Anatasya pun beranjak dari sana menuju kasur dimana kedua bocah itu sedang tidur.


" Alex.... Willi.... Apa kalian mau ikut Fatih ke pesantren ?"


" Besok aja Ana, acara puncaknya kan besok. Sekarang kita mau pergi ke Kebun Binatang Ragunan bersama Arthur." Jawab William masih memejamkan matanya.


" Fatih katanya mereka besok mau pergi ke pesantrennya. Hari ini mau pergi ke Kebun Binatang Ragunan." Kata Anatasya.


" Apa Fatih mau ikut juga main ke Kebun Binatang ?"


" Nggak Aunty. Fatih mau ikut Mama saja."


" Kalau begitu Fatih pamit dulu." Fatih mencium tangan Anatasya dengan takzim.


" Aurora kamu hebat dalam mendidik anak." gumam Anatasya.


" Apa Alex juga akan menjadi anak yang baik dan sopan seperti Fatih, ya ?" Anatasya bertanya pada dirinya sendiri.


Anatasya rela bulak - balik Indonesia - Amerika agar Alex dan Willi bisa tumbuh bersama dengan Fatih anak sepupunya yang sangat dia sayangi.



\* \* \* \* \* \* \*


Alex dan Cantika itu pertama kali bertemu di kebun binatang ,ya. Bukan di Bali. Walau mereka tidak ingat.


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, SAMA VOTE NYA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS, YA.


__ADS_2