
Siang hari Cantika menghabiskan waktunya di dapur untuk membuat makan siang. Walau sudah ada koki, tapi Cantika lebih suka memasak makanan Indonesia. Dan para koki itu hanya membuat makanan manis saja, sesuai keinginan Si Trio Kancil. Alex dan keluarganya akan pulang ke mansion milik Alex nanti sore. Jadi Cantika sudah harus menyiapkan segala kebutuhan keluarganya.
Dengan cekatan Cantika memasak daging rendang dan oseng capcay. Semalam Arthur bilang ingin makan rendang buatan Cantika, seperti yang dulu pernah dibuatkan saat datang ke Indonesia. Sedangkan Alex ingin makan sama oseng capcay plus kerupuk. Selesai memasak Cantika, segera berganti baju. Karena akan pergi ke kantor Alex bersama anak-anaknya. Sedangkan makan siang milik Arthur akan diambil oleh asistennya.
Cantika dan Si Trio Kancil dijemput oleh supir perusahaan GALAXY. Ini bukan pertama kali bagi mereka datang ke perusahaan GALAXY. Dulu setelah mereka habis bulan madu, Alex membawa keluarganya ke Amerika. Alex mengadakan pesta perayaan pernikahannya dengan sangat mewah dan megah. Banyak orang-orang terkenal dan terpandang yang hadir disana. Bahkan teman-temannya yang berada di luar negeri pun sengaja datang di hari pesta pernikahan Alex.
Cantika sudah dikenal di kalangan para pegawai Perusahaan GALAXY. Penampilannya yang memakai hijab, langsung menjadi sorotan semua orang. Ditambah sifat Cantika yang ramah dan murah senyum, membuat orang yang baru mengenalnya langsung suka padanya. Cantika membawa bekal makanan di tangan kanannya sedangkan tas jinjingnya di tangan kirinya. Sementara Si Trio Kancil sudah jalan duluan di depannya. Mereka bertiga menyapa setiap orang yang berpapasan dengannya. Dan perbuatan mereka bertiga mendapat sambutan hangat dari para karyawan. Si Trio Kancil akan memanggil semua karyawan laki-laki dengan sebutan Mister dan karyawan perempuan dengan sebutan Madam.
Alex sedang berada di ruang kantor miliknya. Saat mereka masuk ke sana, ternyata ada Fernando yang duduk di sofa sedang mengerjakan beberapa laporan anak perusahaan GALAXY.
" Assalamu'alaikum, Papa!" Teriak Si Trio Kancil dengan suaranya yang nyaring sambil berlarian masuk ke dalam ruang kantor Alex. Alex langsung menghentikan pekerjaannya dan memilih datang menyambut keluarga kecilnya.
" Wa'alaikumsalam, Sayang!" Jawab Alex sambil mencium kening anaknya satu persatu. Kemudian beralih ke Cantika. Dan saat Alex akan mencium bibirnya, Cantika dengan cepat menahan bibir Alex memakai dua jarinya.
" Ada Fernando!" Bisiknya pada Alex.
Mendengar ucapan Cantika barusan, membuat Alex tertawa. Teringat percakapannya tadi pagi dengan Fernando saat dia baru saja datang ke perusahaan, setelah kembali dari kantor Arthur. Leher Alex yang kokoh, ditandai dengan tanda merah di beberapa tempat. Dan itu langsung memancing reaksi Fernando. Karena seumur-umur dia baru melihat leher Alex yang diberi tanda cinta. Mungkin bagi orang-orang disana itu tidaklah aneh. Tapi bagi Fernando sesuatu kejadian yang langka. Fernando sampai memuji kehebatan Cantika, dan Alex menghadiahi jitakan di kepala Fernando dua kali.
" Honey, kamu tidak tahu. Aku sering lihat dia berciuman dengan kekasihnya. Jadi nggak masalah kalau aku juga melakukan di depannya." Kata Alex.
Mendengar ucapan Alex barusan, Cantika langsung mencubit kuat paha Alex. Dan itu membuat Alex kesakitan.
" Kita harus punya adab!" Kata Cantika kemudian meninggalkan Alex dan duduk di kursi kerja Alex sambil memasang muka ditekuk.
__ADS_1
Alex merutuki kebodohannya, karena sudah membuat Cantika kesal. Alex kadang lupa kalau Cantika hidup di lingkungan yang memegang adat timur dan menjunjung tinggi adab dan ilmu agama.
Walau Alex juga tidak mengikuti gaya hidup bebas seperti teman-temannya. Tapi bagi Alex yang sering melihat orang-orang disekitarnya melakukan skinship/ skin to skin, itu sudah biasa dilakukan di tempat umum.
" Honey, maafkan aku." Pinta Alex dengan memasang wajah penuh penyesalan.
" Sayang, makanya jangan dibiasakan. Jadinya kan kamu kebiasaan." Ucap Cantika masih memasang wajah cemberutnya.
" Habisnya kalau melihat kamu, tanpa sadar tubuhku itu bergerak sendiri." Alex berjongkok di depan Cantika yang duduk di kursi kerja miliknya, dengan menatapnya penuh penyesalan dan meminta maaf.
" Mulai sekarang harus tahan diri kalau di tempat umum." Kata Cantika akhirnya luluh juga saat ditatap mata biru langit milik Alex penuh dengan kesungguhan.
" Tapi ini bukan tempat umum, ini ruangan pribadi milik aku." Balas Alex dengan senyuman jahilnya.
" Kalau gitu ayo, ikut aku dulu!" Alex menuntun Cantika masuk kedalam kamar tidur yang ada di dalam kantornya. Tentu saja Cantika tahu tempat itu.
Interaksi antara Alex dan Cantika, tak luput dari penglihatan Fernando. Melihat tingkah atasannya itu membuat Fernando terpana tak percaya dengan sisi lain dari Alex. Dalam pikiran Fernando tak menyangka kalau Alex takluk juga kalau istrinya sedang marah.
" Nah kalau disini, berarti tidak apa-apa, ya." Kata Alex begitu masuk ke dalam kamar pribadinya. Alex memegang wajah Cantika menggunakan kedua tangannya. Dan mendongakkan wajah Cantika hingga kini mereka saling menatap.
Belum juga Cantika menjawab, Alex langsung mencium Cantika. Cantika sudah menyerah, dan membiarkan Alex berbuat sesukanya.
*******
__ADS_1
Setelah makan siang bersama, Cantika dan Si Trio Kancil pulang ke mansion Arthur diantarkan kembali oleh sopir. Saat mereka melewati jalan yang banyak berderet butik-butik ternama. Tanpa sengaja Cantika melihat seorang perempuan yang mirip Sylvia sedang bertengkar dengan seseorang di pinggir jalan. Mereka berdua saling jambak dan saling menampar satu sama lain. Cantika sangat terkejut saat dengan jelas melihat wajah wanita itu adalah memang Sylvia.
" Sylvia, ngapain mereka berkelahi di jalanan umum begitu?" Tanya Cantika sambil matanya tak lepas dari sosok Sylvia.
Sylvia didorong jatuh oleh lawannya, sampai terduduk di jalan. Kemudian lawannya itu pergi dengan mengendarai mobil mewahnya. Sedangkan Sylvia masih duduk saja di jalan itu sambil nangis. Cantika pun meminta sopir untuk berhenti sebentar. Akhirnya Cantika mendatangi Sylvia yang masih dulu di jalanan.
" Apa yang sedang kamu lakukan disana!" Cantika mengulurkan tangannya membantu Sylvia berdiri. Walau awalnya Sylvia enggan menerima uluran itu. Tapi akhirnya menerimanya juga. Sylvia sungguh malu kepada Cantika, di saat dirinya dalam keadaan memalukan. Malah Cantika yang ada di dekatnya.
" Dimana butik milik kamu?" Tanya Cantika sambil memberikan tisu dari tasnya kepada Sylvia, karena ada darah di sudut bibirnya.
" Terima kasih. Butikku ada disana!" Tunjuk Sylvia pada sebuah butik yang lumayan besar dan bagus desain bangunannya.
" Ayo aku antar kamu kesana, sekalian aku ingin melihat butik milikmu." Cantika menarik Sylvia menuju butik miliknya.
" Anak-anak ayo turun dulu, kita mampir dulu ke butik Aunty Sylvia!" Teriak Cantika kepada Si Trio Kancil yang sedang memperhatikan dari dalam mobil.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
__ADS_1
TERIMA KASIH.