
" Honey, kita akan pergi bulan madu kemana?" Tanya Alex sambil memeluk Cantika untuk merasakan kehangatan tubuhnya.
" Hmm, aku ingin pergi ke Lembang Bandung atau ke Garut, di sana banyak mata air panas. Aku ingin pergi kesana!" Kata Cantika sambil memandang wajah Alex yang langsung berubah saat mendengar keinginan dirinya.
" Honey, apa itu tidak terlalu dekat ?!" Alex sungguh terkejut saat mendengar tempat bulan madu yang ingin dituju oleh Cantika.
" Memangnya kalau pergi berbulan madu itu harus yang jauh ?" Tanya Cantika polos.
" Ya, setidaknya jangan terlalu dekat juga. Kalau mau ke Bandung atau Garut, kita bisa pergi saat liburan dengan anak - anak." Kata Alex.
" Kalau begitu, kita pergi ke wilayah Indonesia Timur saja. Disana banyak tempat yang indah, terserah Sayang mau tempatnya dimana ?" Cantika tersenyum manis, dan itu membuat Alex ingin menggarapnya sekali lagi.
" Honey, gimana kalau kita bulan madunya pergi ke luar negeri saja ?" Tanya Alex.
" Sayang, apa nggak kejauhan ?" Cantika sesungguhnya kurang setuju.
" Tidak, justru bagus. Biar tidak ada yang mengganggu." Bisik Alex dan malah membuat Cantika jadi bergairah kembali.
" Kemana?" Suara parau Cantika terdengar di telinga Alex.
" Pilih, ke Maldives, ke Pulau Caribbean, Dubai atau ke Eropa." Kata Alex.
" Tapi Sayang menurutku wisata di Indonesia lebih indah dan menarik untuk dikunjungi." Cantika tetap lebih senang pergi bulan madunya di Indonesia.
" Honey, kalau kita pergi bulan madunya di Indonesia, mereka pasti akan ikut dan mengganggu kita !"
" Siapa mereka itu ?" Tanya Cantika.
" Ya, seperti Kakek Willi, Ghazali, dan aku yakin kalau Fatih pun akan ikut. Karena acara bulan madunya dulu kan, harus keganggu karena Mbah Buyut sakit." Jawab Alex.
Sebenarnya beberapa bulan yang lalu saat Fatih mengungkapkan keinginannya untuk menikahi Zahra. William mengajak Alex, kalau saat Fatih pergi bulan madu, maka mereka akan mengikutinya dan mengganggu acara mereka. Tapi saat itu tidak terlaksana karena Alex sibuk mengejar cinta Cantika, dan William sibuk mengurus Daddy-nya yang sakit. Jadi saat ini, suasana aman, damai, dan tentram. Ada kemungkinan William akan melancarkan aksinya itu. Dan Alex tidak mau kalau acara bulan madunya di ganggu sama saudaranya itu. Ditambah sekarang ada Ghazali, yang baru ketahuan kalau dia yang menyuruh anaknya tidur di kamarnya saat malam pengantin kemarin. Pasti makin ricuh bulan madunya.
" Bagus dong Sayang, jadi makin ramai suasananya nanti." Kata Cantika dengan senyum dan matanya berbinar. Dan Alex tidak percaya dengan apa yang ada di pikiran istrinya itu.
" Aku nggak mau Honey. Aku hanya ingin berdua denganmu saja, tanpa ada yang lainnya." Tolak Alex.
" Kalau gitu terserah Sayang, saja." Cantika langsung hilang semangatnya. Dan Alex yang melihat itu langsung merasa bersalah.
" Ya, sudahlah. Kita pergi ke pulau hadiah dari Mbah Buyut saja di Hawaii." Kata Alex.
\* \* \* \* \* \* \*
Pagi - paginya saat semua sedang sarapan Alex membicarakan tentang keinginannya pergi berbulan madu dengan Cantika.
__ADS_1
" Jadi kalian mau pergi bulan madu kemana ?" Tanya Lukman.
" Mungkin ke pulau yang dihadiahkan Mbah Buyut." Jawab Alex.
" Asik nih. Boleh ikut nggak, Kak Al ?" Tanya Ghazali.
" Tidak boleh !" Kata Alex tegas.
" Mama…. Papa…. Apa kita boleh ikut ?" Tanya Bintang.
Alex dan Cantika saling pandang saat Bintang mengutarakan keinginannya itu.
" Bintang kan harus sekolah." Kata Cantika merasa bersalah.
" Berangkatnya setelah kita selesai ujian aja, Ma !" Kata Angkasa.
" Iya hari Senin ini kita ujian akhir semester. Setelah itu kita libur selama dua Minggu." Kata Langit penuh semangat.
" Benar tuh, Al. Kita sekalian saja pergi bulan madunya. Aku juga berencana pergi berbulan madu sama Zahra, begitu selesai resepsi nanti." Kata Fatih.
" Bagus juga Sayang, kalau kita bisa pergi bulan madunya bareng Kak Fatih sama Zahra," Kata Cantika antusias.
" Bagaimana Sayang ?" Tanya Cantika lagi.
Alex menggerutu dalam hatinya. Ternyata apa yang ada di pikirannya, jadi nyata. Kalau acara bulan madunya bakalan dikacaukan oleh saudara - saudaranya.
Khalid dan Aurora yang melihat ekspresi wajah Alex yang seolah tidak rela acara bulan madunya diganggu. Malah tersenyum menahan tawanya.
" Sayang, sepertinya kita harus menunda dulu pergi bulan madunya. Karena anak - anak mau ujian." Kata Cantika yang baru ingat kembali pada ujian sekolah anaknya.
" Ya sudah kalau begitu." Jawab Alex dengan tidak semangat.
" Apa Kak Fatih mau menangguhkan dulu acara bulan madunya sampai anak - anak libur sekolah ?" Tanya Cantika pada Fatih.
" Nggak masalah, kalau kita akan pergi sama - sama." Jawab Fatih.
Sebenarnya Cantika juga kasihan melihat suaminya, karena dia sudah semangat mau pergi ketempat mana saja saat di pulau hadiah pernikahannya itu.
Saat akan masuk kedalam mobil untuk mengantarkan anak - anaknya sekolah. Cantika membisikan sesuatu pada Alex. Sehingga Alex kembali bersemangat.
" Mama juga mau ikut mengantar kita ?" Tanya Langit saat melihat Cantika ikut masuk kedalam mobil.
" Iya, Mama kan harus mengurus cafe." Jawab Cantika.
" Berarti nanti Mama akan ikut kita main bersama Papa." Tanya Bintang penuh semangat.
__ADS_1
" Kalau di cafe tidak sibuk, Mama akan ikut."
. * * * * * * *
" Kakek Willi apa kamu tahu, kalau Ka Al mau pergi berbulan madu ?" Tanya Ghazali yang sedang menelepon Willi di pojokan kantin sekolahnya.
" Wah, benarkah ?" Willi sangat bahagia mendengar kabar ini, sebahagia saat dia mendapatkan tender kerjasama yang akan menghasilkan banyak keuntungan untuknya.
" Ya, dan rencananya Kak Al akan pergi bulan madu ke Hawaii. Nanti setelah ujian akhir semester Si Trio Kancil selesai." Ghazali bercerita penuh semangat.
" Hehehe…. Jadi nggak kita membuntuti mereka ?" Kata Ghazali lagi.
" Tentu pastinya, harus itu. Kita akan pergi menyusul mereka." Kata Willi.
" Nggak perlu nyusul. Ikut satu pesawat saja sekalian. Ajak juga yang lainnya, biar rame !" Ghazali memberi ide.
" Nanti Si Al, marah. Kalau kita tiba - tiba ikut pergi dengannya !" Kata Willi ragu.
" Kita manfaatkan aja bocahnya. Jadi kita bisa liburan bersama di pulau miliknya." Kata Ghazali sambil tertawa jahat.
" Benar juga. Kalau anak - anaknya ikut, berarti dia bakal butuh orang untuk menjaga anak - anaknya. Bagus ide kamu, Ghaza !" Willi tersenyum jahat saat di otak kepalanya sudah banyak ide yang terlintas dipikirannya.
" Aku akan ajak Mentari untuk ikut. Kamu mau ajak siapa ?" Tanyanya pada Ghazali.
" Aku akan ajak Erlangga dan Aria. Buat teman saat bermain disana," Kata Ghazali.
" Sepertinya akan ramai kalau Arga juga di ajak, ya ?" Willi makin jahat aja idenya.
" Hohoho…. Benar juga kayaknya seru. Kapan lagi kita jahili Kak Al." Ghazali sudah tertular mode jahatnya sama William.
" Tapi Kakek Willi, yakin nih Kak Al, nggak akan marah - marah pada kita nantinya. Kan serem juga kalau Kak Al marah dan memberi kita hukuman ?!" tanya Ghazali yang baru kembali kesadarannya.
" Tenang saja, kali ini dia sudah punya pawang yang bisa menjinakkan dirinya," Jawab Willi.
\* \* \* \* \* \* \*
Nantikan Bab selanjutnya bulan madunya Alex dan Cantika.
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, VOTE NYA.
KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS YA.
TERIMA KASIH.
__ADS_1