Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 14


__ADS_3

     Langit akan melakukan penyusupan ke ruang kepala sekolah, dengan membawa perlengkapannya di tas punggung, tidak lupa dia juga memakai kacamata yang bisa melihat dalam kegelapan. Dia memasuki gedung itu dengan berlari dan melompati tembok. Langkahnya yang ringan tidak menimbulkan suara sama sekali.


     Selain belajar ilmu beladiri, si Trio Kancil juga belajar (parkour)parkur. Mereka di ajari oleh Peter, yang sudah dianggap ahli dalam parkur oleh komunitasnya. Langit pun setidaknya bisa memanfaatkan kemampuannya ini saat penyusupan.


     Langit akhirnya berhasil memasuki ruang kepala sekolah. Dia pun cepat-cepat masuk ke dalam toilet yang dikatakan oleh Honda. Ternyata toilet di ruang kepala sekolah kecil, jauh dari bayangannya.


     Langit pun meraba-raba dinding di sana, yang diduga sebagai pintu menuju ruang rahasia. Dia melihat ada bufet wastafel, maka di geser oleh Langit. Dia mengalami kesulitan, bufet itu nggak bergerak sama sekali.


"Ini bagaimana caranya, agar bisa bergeser?" Langit bergumam dan merasa kesal karena bufet tidak mau juga bergeser.


     Langit berusaha beberapa kali, dan itu masih saja tidak bergerak. Kesal karena banyak waktu yang terbuang hanya untuk menggeserkan bufet. Tanpa sengaja Langit menendang tong sampah yang ada di sana.


    Bufet wastafel itu bergeser ke kanan, dan menampakan satu jalan menuju lorong yang gelap. Langit pun masuk ke lorong itu dengan hati-hati. Saat dia masuk ke sana, tiba-tiba bufet itu bergeser menutup kembali.


*******


     Bersamaan dengan Langit yang sedang melakukan penyusupan. Ternyata di bagian ruang lainnya yang ada di gedung itu. Seorang berpostur tubuh seperti wanita, juga sedang melakukan penyelidikan di dalam gedung. Dia juga hendak memasuki ruang kantor kepala sekolah.


     Wanita itu berpakaian seperti ninja, dengan wajahnya yang ditutup, hingga yang tersisa adalah matanya saja. Gerakannya juga lincah, dan sesekali dia mengawasi sekitarnya. 


     Dia masuk kedalam kantor kepala sekolah, setelah Langit terlebih dahulu masuk ke toilet. Sehingga mereka tidak saling bertemu.


     Berbeda dengan Langit yang menggunakan kacamata untuk membantunya dalam penglihatan di kegelapan. Wanita itu menggunakan senter kecil dalam pemeriksaannya di dalam kantor kepala sekolah. Dia membuka beberapa dokumen yang ada di atas meja. Juga beberapa dokumen yang ada di laci meja dan loker yang menempel ke dinding.


     Ada beberapa dokumen yang direkam olehnya. Wanita itu membawa sebuah kamera video. Tujuannya untuk merekam isi dari dokumen-dokumen yang banyak dan sangat penting. Sebab dalam waktu singkat dia harus mengumpulkan informasi yang dia butuhkan dalam menjalankan misinya.


     Wanita itu terkejut saat mendengar ada suara di dalam toilet. Maka dia pun tiba-tiba menundukkan badannya, seolah sedang bersembunyi. Agar penyusupannya tidak di ketahui.


"Apa ada orang di dalam?" gumamnya dalam hatinya. Matanya menatap tajam ke arah pintu kamar mandi karena mungkin saja ada orang yang tiba-tiba keluar saja.

__ADS_1


     Hampir lima menit wanita itu bersembunyi. Namun orang yang ada di dalam kamar mandi tidak keluar juga.


"Apa tadi hanya pendengaranku saja, ya?" gumamnya lagi.


     Wanita itu pun masuk ke toilet dan diadakan siapa-siapa di sana. Malah yang dia lihat adalah tong sampah yang terguling.


"Mungkin ini tadi yang sudah membuat aku terkejut!" Wanita itu pun membenarkan lagi posisi tong sampah itu.


    Langit memasuki lorong yang gelap itu. Dia tidak tahu dimana saklar untuk menyalakan lampu di lorong. Untungnya dia memakai kacamata yang bisa melihat dalam kegelapan. Langkah lebarnya membuat dia cepat sampai ke sebuah ruangan yang cukup luas. 


     Banyak lemari buku yang berjajar di dinding tembok sebelah sisi kanan. Sementara di sebelah kirinya banyak piala dan piagam. 


     Awalnya Langit mengira itu buku bacaan biasa, seperti yang dia sering temui di perpustakaan. Namun, saat dia membuka salah satu buku yang ada di sana. Betapa terkejutnya dia, ternyata buku yang dia pegang adalah karangan atau dibuat pada tahun awal abad ke-20. Isinya tentang mengawetkan jasad yang sudah mati.


     Langit yang penasaran dengan buku-buku yang lainnya. Maka dia mengambil secara acak buku yang ada di deretan lemari. Sampul buku berwarna biru itu berisi, cara membuat obat malaria. Ini juga dibuat awal-awal abad ke-20.


    Langit pun berjalan menelusuri lemari semakin ke tengah. Buku bersampul merah kali ini yang menarik perhatiannya. Ternyata buku ini dibuat pada awal abad ke-21. Buku itu berisi cara merancang robot Android yang bisa melakukan pekerjaan sebagai perawat. Tertulis nama pembuat buku itu. Kaide Honda, Kazumi Mitsubishi, John Lancer, dan Elias Ford.


     Setiap judul yang menarik bagi dirinya, maka Langit akan mengambil dan membacanya sebagian. Kalau menurut dia buku itu ada kemungkinan saut paut dengan kasus, yang sedang diembannya. Maka Langit akan memasukkannya ke dalam ranselnya.


     Ada buku berwarna silver, dan


paling pojok, hampir tidak terlihat. Langit sangat penasaran dengan isinya. Diambil dan dibaca isinya. Betapa kagetnya Langit saat dia tahu isinya.


     Buku itu dibuat oleh lima orang, Kaide Honda, Kazumi Mitsubishi, Kenzo Kawasaki, Masumi Toyota, dan Akagi Subaru. Saat mereka menyelesaikan gelar master. Buku ini berisi, cara membuat virus dan vaksin untuk mengobatinya.


     Menurut Langit hanya orang gila saja yang sengaja membuat suatu virus penyakit. Namun mereka sendiri juga yang membuat obatnya.


     Biasanya orang-orang akan membuat obat dari suatu penyakit yang sudah ada menyebar di masyarakat. Mereka akan meneliti penyakit itu.

__ADS_1


     Apa penyebab awal datangnya penyakit? 


     Gejala yang dialami oleh penderita? 


     Efek dari penyakit itu, apa?


      Maka mereka akan melakukan penelitian kepada beberapa orang penderita. Setelah itu mereka akan mengkaji dan meneliti. Selanjutnya membuat obat penangkal penyakit itu.


     Langit pun memasukkan buku itu ke dalam tas ranselnya. Langit juga mengelilingi bagian piagam dan piala yang dipajang. Ternyata itu semua piala dan piagam dari awal didirikannya Academy Matsumoto sampai tahun ke limapuluh tahun berdirinya sekolah.


    Ada satu foto yang menarik bagi Langit. Di foto itu ada sekitar tujuh anak berseragam SMA Academy Matsumoto dan dua orang guru pendamping. Dua diantaranya berwajah mirip orang Asia Tenggara. 


"Siapa mereka, ya?" Langit bermonolog sambil menatap foto yang ada di lemari kaca itu.


"Bukannya, ini adalah Honda san?" tanya Langit pada dirinya saat mengenali salah satu guru pendampingnya mirip Honda.


"Lalu siapa ini yang satu orang lagi?" Langit kini bergumam dalam hatinya.


"Apa dua orang berwajah Asia Tenggara ini, adalah orang Indonesia?" Langit merekam foto itu lewat video telepon genggamnya.


*******


Buat teman-teman yang masih setia membaca TRIO KANCIL, Aku ucapkan banyak terima kasih.


Meski sekarang Up-nya cuma 1 BAB/hari. Itu karena Aku sedang belajar mengikuti kelas menulis agar karya Aku lebih baik lagi. Kalian juga akan semakin nyaman dengan tulisanku.


Semoga bulan depan Aku bisa Up lebih banyak lagi.


Terima kasih atas perhatian kalian 🥰

__ADS_1


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


__ADS_2