Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 21


__ADS_3

Alex dan ketiga orang itu, sudah berada di lantai dua. Mereka memasuki kamar yang ada di samping kanan tangga. Di dalam kamar tidur itu tidak ditemukan barang pribadi pemilik rumah.


" Ini sepertinya kamar tamu." Kata Alex begitu dia membuka lemari pakaian yang kosong. Hanya ada sprei dan selimut saja di dalam sana, yang masih utuh tidak terbakar.


" Ayo kita masuk ke ruangan yang lainnya!" Ajak Alex dan keluar dari kamar itu.


     Sudah tiga kamar yang dimasuki, dan sepertinya ketiga kamar itu hanya untuk tamu mereka. Dan saat mereka masuk ke kamar yang keempat. Mereka menemukan foto seorang pemuda yang sebagiannya sudah terbakar.


" Siapa pemuda ini?" Tanya Erlangga, sambil menunjuk pada pigura foto yang menempel di dinding kamar tidur itu.


    Alex berjalan menghampiri Erlangga. Dan dilihatnya foto pemuda itu, dengan seksama.


" Aku rasa dia adalah anak sopir, yang diangkat sebagai anak oleh Dokter Paramitha." Jawab Alex.


" Eh, ada cerita seperti itu?" Tanya Erlangga lagi.


" Kamu ingat foto pemuda yang selalu ada bersama Ayah di dalam foto yang kita temukan di rumah hantu itu?" Alex mengingatkan Erlangga dengan sosok pemuda yang selalu ada diantara keluarga Ayahnya.


" Ah, iya. Habisnya foto ini kelihatan sudah dewasa!" Erlangga tertawa.


" Kira - kira usia dia seumuran dengan siapa ya?" Tanya Erlangga lagi.


" Bisa saja seumuran dengan Ayah, atau lebih tua atau lebih muda dari Ayah." Jawab Alex, kemudian dia berjalan mendekati lemari buku yang masih ada sebagian yang masih utuh.


     Alex melihat Akira sedang asik membaca buku yang ada disana. Saking asiknya dia membaca, tidak sadar kalau Alex sudah berada di sampingnya.


" Kamu sedang baca apa?" Tanya Alex dengan suara rendahnya.


" Aaaaaakh!" Akira sangat terkejut dan menjatuhkan bukunya.


" Bos, kamu itu jangan ngagetin aku!" Akira memegang dadanya yang berdetak dengan kencang.


" Habis kamu itu asik banget membaca bukunya." Alex malah tertawa tertahan melihat Akira. Kemudian dia mengambil buku yang dibaca oleh Akira tadi.


" Kamu baca buku beginian, dengan sangat khusyuk!" Alex membolak balikkan buku yang tadi dibaca oleh Akira.


" Bos!" Akira menarik lengan Alex dan mengarahkan pandangannya ke arah Michael, yang sedang asik membaca buku seperti buku yang di baca oleh Akira, tetapi beda nomor serialnya.


" Aku tidak tahu apa yang ada di otak kalian!" Alex gemas dengan dua temannya itu.


" Kalian baca buku komik Si Petruk*( karya TATANG S) sampai tidak sadar sekarang sedang berada dimana!" Ucap Alex sambil memelototi kedua orang itu.


" Habis seru Bos!" Jawab keduanya. Dan itu membuat Alex mendengus.

__ADS_1


" Bos ini boleh dibawa pulangkan?" Tanya Michael pada Alex dengan pandangan memohon.


" Kamu itu…." Alex kehabisan kata - katanya saat Michael menangkupkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya. Alex baru pertama kali melihat Michael sangat ingin membaca sebuah buku komik. Apalagi buku komik itu karya lokal.


" Penasaran Bos!" Akira ikut nimbrung.


     Alex menarik napasnya dan mengalihkan pandangannya melihat ke seluruh ruangan kamar itu.


" Er, kamu juga jangan ikut - ikutan mereka berdua!" Kata Alex saat melihat Erlangga juga ikut membaca buku itu.


" Hehehe…. Seru ceritanya, Kak." Erlangga ketawa garing.


" Aku juga mau membacanya." Lanjut Erlangga.


" Bagus Er!" Kata Akira dan Michael tanpa suara.


" Hah, terserah kalian saja!" Alex keluar dari kamar itu.


     Ketiga orang itu membawa semua buku komik Si Petruk, yang ada di lemari buku yang hanya sebagiannya sudah hangus terbakar.


    Alex mendekati tangga yang menuju lantai tiga. Alex menaiki anak tangga dengan hati - hati sambil memperhatikan ada beberapa bekas tembakan di dinding temboknya. Diantara pigura - pigura foto para penghuni rumah itu. Berbeda dengan pigura foto yang ada di rumah hantu di atas bukit itu yang memajang foto wajah mereka yang masih belia dan anak - anak. Pigura foto di sini wajah mereka telah dewasa dan remaja.


" Er, sudah ada gambaran wajah kamu saat usia dua puluhan" Tunjuk Alex pada foto Langit yang terpajang di sana, yang selamat dari amukan Si Jago Merah.


" Harusnya kamu senang, punya wajah tampan seperti dia." Kata Akira yang berjalan di belakang Erlangga.


" Ya iyalah, karena kita Ayah dan Anak!" Erlangga membalikan kepalanya mengarah kepada Akira.


*******


Alex memasuki kamar paling dekat dengan bibir tangga. Saat masuk ke kamar yang hampir hangus semuanya itu, masih ada sisa - sisa mainan robot dari tokoh Marvel. Sudah bisa dipastikan kalau kamar itu pasti dulunya adalah kamar milik Angkasa.


" Wah parah banget kebakaran di kamar ini!" Kata Akira saat dia masuk kedalam kamar itu.


" Sepertinya tidak ada yang bisa kita cari disini," kata Akira lagi.


" Tidak, justru kalau tempat ini dibuat hancur berarti ada sesuatu yang ingin dihilangkan" kata Alex.


" Kak Al, lihat ini!" Erlangga menunjukan sebuah pistol yang berada di balik pintu yang dibuka tadi.


" Dan lihat ini Tuan." Michael menunjukan sebuah peluru yang ada di atas ranjang tempat tidur.


" Sepertinya ada orang yang ditembak saat dia tertidur di atas tempat tidur ini." Lanjut Michael.

__ADS_1


    Alex pun melihat ke tempat yang di maksud oleh Michael.


" Siapa orang yang sedang tidur di kamar ini saat tragedi itu terjadi?"


" Bukannya ketiga anak Dokter Lazuardi, mayatnya tidak ditemukan!" Kata Alex sambil berpikir.


" Mungkin dia selamat dari tembakan itu." Kata Michael.


" Michael bawa peluru itu, kita cocokan dengan pistol ini." Alex menyerahkan pistol temuan Erlangga tadi.


" Baik, Tuan. Akan saya periksa nanti." Michael menerima pistol itu.


" Ayo kita lanjutkan lagi!" Alex keluar terlebih dahulu dari kamar itu.


" Huh, sayang sekali miniatur robot - robot ini. Pasti mahal harganya." Kata Akira sambil memandang beberapa robot yang sudah hangus dan tak berbentuk sebagiannya.


*******


Kini mereka berempat memasuki kamar milik Bintang dilihat ada banyak pigura fotonya yang hangus terbakar itu, tapi ada satu yang selamat hanya hangus piguranya saja.


" Wah, disini pasti terjadi baku tembak, ya." Kata Michael yang melihat lemari besi yang terguling dan banyak peluru yang bersarang di sana.


" Tapi kenapa di dalam kamar seorang gadis kecil malah terjadi baku tembak, ya?" Tanya Akira, sambil berjongkok di depan lemari yang diduga dulunya sebagai lemari pajangan untuk boneka - bonekanya yang kini sudah habis terbakar.


" Apa gadis itu seorang yang bisa menggunakan pistol?" Tanya Akira lagi.


" Jangan samakan dia dengan anak - anak gadis Yakuza!" Kata Alex sambil menjitak kepala Akira.


" Hehehe…. Bercanda Bos." Akira malah ketawa garing.


Akira membuka lemari yang ada di kamar itu dan menemukan sesuatu.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


KUNJUNGI KARYA AKU YANG LAINNYA JUGA YA.


MAMAKU WANITA SUPER & PAPAKU SUPER GENIUS

__ADS_1


__ADS_2