
Alex sedang sarapan bersama anak - anaknya di kamar tempat dia dan anak - anaknya dirawat.
" Pah, kapan kita pulang ?" Tanya Bintang setelah menelan bubur bayi rasa kacang ijo yang jadi menu sarapannya.
" Kapan, ya ? Harus tanya dokter dulu !"
" Angkasa sudah ingin pulang ke rumah,"
" Apa lagi Langit !. Langit kan nggak sakit tapi harus ikut masuk Rumah Sakit."
Mendengar ucapan anak - anaknya, Alex hanya tersenyum. Dia kasihan melihat anak - anaknya yang sering merasa bosan karena tidak bisa bermain dengan teman - temannya. Tapi dirinya masih harus mendapatkan perawatan yang intensif, akibat luka tembak.
" Kalian bisa pulang, tapi pulangnya ke rumah Opa Khalid !" Kata Alex.
" Yah, kok kerumah Opa Khalid. Kita maunya pulang ke rumah sendiri." Kata Langit sambil memanyunkan bibirnya.
" Kalau gitu nggak boleh pulang dulu. Tunggu Papa sehat, baru bisa pulang ke rumah." Alex malah tersenyum jahil pada anak - anaknya.
" Nggak apa kok Kak. Kalau mereka maunya pulang kerumah." Kata Erlangga.
" Di rumah tidak ada siapa - siapa, Er." Alex mengingatkan, karena tiga orang yang di tugaskan untuk selalu menjaga mereka sedang dirawat di Rumah Sakit.
" Pokoknya Bintang mau pulang ke rumah !" Bintang memasang muka ngambek kepada Alex.
Alex kemudian melihat ke arah Cantika yang sedang menyuapi Angkasa. Alex mencoba meminta bantuannya. Tapi Cantika diam saja seolah tak mau membantu dirinya.
" Ya sudah kalau begitu. Papa juga akan pulang saja, nggak mau dirawat lagi disini." Kata Alex mengalah.
Cantika yang mendengar itu tak setuju, bagaimana kalau lukanya malah makin parah.
" Tidak !! Sayang, kamu masih harus di rawat disini !" Tolak Cantika.
" Tapi kan anak - anak maunya pulang. Jadi kita semua akan pulang." Jawab Alex.
" Tapi luka kamu belum sembuh benar."
" Kalau kalian pulang siapa yang akan menjaga kalian," Kata Alex sambil memandang ke arah Cantika.
Mendengar perkataan Alex, Cantika terdiam. Dia membenarkan ucapan Alex. Karena dirinya tak akan mampu melindungi anak - anaknya bila kejadian kemarin terulang kembali.
__ADS_1
" Kita bisa meminta Akira dan Mark untuk tinggal sementara di rumah. Masih ada kamar tamu yang kosong," Erlangga memberikan solusinya.
Mendengar itu Alex langsung menatap Erlangga, tak percaya dengan apa yang telah di ucapkan oleh calon adik iparnya itu.
" Er, apa yang kamu pikirkan !"
" Mengundang tamu beberapa pria ke rumah yang ada wanita dewasa di dalamnya !"
" Aku juga selama ini menahan diri untuk tidak menginap di rumah mu !"
" Gimana cara kerja otakmu itu, Er !"
Alex terpancing emosinya setelah mendengar perkataan Erlangga. Semua orang disana terkejut dengan suara tinggi milik Alex. Apalagi Erlangga, orang yang jadi sasaran Alex.
" Tenang, Kak. Kan di rumah juga ada aku."
" Apa Kak Alex tak percaya pada mereka. Teman - teman Kakak sendiri." Erlangga mencoba menenangkan Alex.
" Bukannya begitu. Tak baik mengundang laki - laki ke rumah perempuan. Apalagi untuk menginap di sana. Bisa terjadi fitnah nantinya."
" Apalagi Cantika telah terikat pertunangan dengan ku." Kata Alex dengan suara rendah.
Sebenarnya bagi Alex dan teman - temannya tidak menjadi masalah dengan luka yang mereka alami. Hanya saja Arga dan Januari, bisa saja jadi sasaran orang tak bertanggung jawab. Jadinya lebih baik mereka berkumpul di satu tempat yang sama. Tapi kini Budiono dan Baharudin telah masuk penjara. Jadi tinggal Bagus yang masih ada kemungkinan yang akan mencelakai mereka.
Alex sempat bertanya pada Alessio mengenai Bagus. Tapi Alessio tak begitu mengenal Bagus dengan baik. Alessio tidak bisa mengukur kekuatan yang di miliki oleh Bagus dan kelompoknya.
" Pa, beneran kita jadi pulang ?" Tanya Bintang antusias.
" Ya, Bintang Sayang. Kita akan pulang kalau kalian sudah menghabiskan sarapannya."
Anak - anak yang mendengar itu langsung berteriak bahagia. Dan Alex senang melihat ketiga bocah itu terus berceloteh.
" Lalu bagaimana dengan luka mu ?" Cantika bertanya pada Alex.
" Tenang saja, aku baik - baik saja. Apalagi dokter disini selalu kasih obat yang bagus." Alex tersenyum pada Cantika.
\* \* \* \* \* \* \*
__ADS_1
Alex memerintahkan pada Akira dan Mark menyiapkan barang - barang yang kira - kiranya mereka perlukan untuk berjaga - jaga di rumah Cantika. Setelah perdebatan panjang tadi antara Alex dan Erlangga, dan malah keputusan di ambil oleh Ja'far yang kebetulan menjenguk ke sana. Dan keputusannya mereka semua akan ikut menginap di rumah Cantika untuk beberapa hari.
Alex dan ke eman temannya akan ikut menginap di rumah Cantika untuk berjaga - jaga. Karena tadi pengacara Budiono memberikan rekaman pembicaraan antara Baharudin dan Budiono saat di penjara. Serta pembicaraan antara Baharudin dan Bagus yang akan membalaskan dendam anaknya yang meninggal karena ditembak polisi.
Kini semua orang pulang dan diputuskan akan tinggal di rumah Cantika, setelah Paman Ja'far memberi izin. Karena Paman Ja'far sendiri juga akan ikut menginap disana. Alex dan teman - temannya menempati kamar di lantai bawah. Dan Gaya pindah sementara tidur dengan Cantika. Dan Paman Ja'far akan tidur di kamat Angkasa dan Langit. Rumah Cantika sekarang menjadi ramai. Apalagi Ghazali dan Aria ikut gabung kesana. Mereka malah berencana bakar jagung dan barbeque di halaman samping. Apalagi Gaya sudah mempersiapkan semuanya.
Setelah magrib semua orang berkumpul di halaman samping rumah. Acara bakar jagung dan barbeque membuat semuanya senang. Anak - anak antusias ikut mengipasi jagung bakar bersama Aria dan Ghazali. Sedang bagian barbeque ada Mark dan A yang bertugas di bagian pemanggangan. Sementara B dan Akira bagian memotong daging dan sayuran lainnya. Sementara Michael dan Alessio sedang mengumpulkan informasi mengenai Bagus. Alex membantu Cantika dan Gaya di dapur, membuat minuman dan cemilan. Dan Erlangga menyiapkan tempat yang akan di pakai saat menikmati makanan yang sedang mereka buat.
" Kak sudah siap belum minumannya ?" Tanya Erlangga begitu masuk ke dapur.
" Ini sudah hampir selesai semuanya." Kata Cantika sambil menata gelas dan berbagai jenis minuman di dalam teko kaca.
" Bawa ini dulu, nanti balik lagi bawa sop buahnya." Kata Gaya.
" Kak Al, tolong bantu bawakan sop buahnya, dong !" Pinta Erlangga pada Alex yang sedang berdiri di samping Cantika sambil memasukan cemilan ke dalam toples dan mulutnya.
" Suruh Gaya saja yang bawakan." Alex menolak permintaan Erlangga.
" Wah Kak Alex ini, pinginnya berduaan dengan Kak Cantika."
Mendengar perkataan Erlangga, Alex malah tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya pada Erlangga.
" Haram....! Haram....! Kalian belum halal untuk berduaan !" Kata Erlangga.
" Kalau gitu sekarang aja kita berdua di Halalinnya." Kata Alex sambil menatap Cantika.
Cantika yang mendengar itu langsung tersedak karena dia sedang mencoba kuah dari sop buah yang baru selesai di buatnya.
Mereka disana bersenang - senang tanpa tahu bahaya yang mengintainya sudah makin mendekat.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE.
KASIH BINTANG LIMA JUGA, YA !!!
DUKUNG AKU TERUS.
__ADS_1