
Cantika begitu shock saat melihat live show, kegiatan mesra Sylvia dengan Adam. Karena bagi Cantika melakukan itu tidak boleh dilakukan di tempat umum. Apalagi di depan orang lain.
Sylvia dan Adam pun melepaskan pagutan mereka. Keduanya saling melepas senyum. Dan pancaran rasa cinta hadir di kedua mata orang itu.
" Cantika, kenalkan ini Adam." Dengan senyum mengembangnya Sylvia mengenalkan laki-laki yang ada di sampingnya itu.
" Adam, kenalkan ini istrinya Alex, namanya Cantika." Sylvia juga mengenalkan Cantika kepada Adam.
" Halo, Cantika senang berjumpa denganmu." Adam pun mengulurkan tangannya ke arah Cantika.
" Aku juga senang bisa berjumpa dengan anda." Balas Cantika.
Cantika sengaja menangkupkan kedua tangannya di dadanya. Dan Adam pun mengerti.
" Cantika, kamu wanita yang sangat cantik." Katanya sambil tersenyum ramah.
" Terima kasih." Balas Cantika dengan senyum simpulnya.
" Honey, siapa dia?" Tanya Alex yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Sylvia dan Adam.
*******
Satu jam sebelumnya….
Alex yang sedang bekerja di kantornya, mendapat panggilan dari salah seorang Tim pasukan bayangan miliknya yang menjadi pengawal bagi Cantika dan anak-anaknya. Alex pun menghentikan pekerjaannya, dan menerima panggilan itu.
" Tuan, saat ini Nyonya Cantika sedang bersama dengan Sylvia, berada di butik La Mode!"
" Kenapa istriku bisa bersamanya?"
" Tadi Nyonya membantu Sylvia, karena dia berkelahi bersama seorang wanita."
" Baiklah. Kalian awasi dulu butik itu, jangan sampai membuat keributan. Bila dalam waktu tiga puluh menit, istriku belum juga keluar. Kalian hubungi aku lagi."
__ADS_1
Setelah tiga puluh menit Alex kembali mendapatkan panggilan telepon dari anak buahnya. Mereka melaporkan kalau Cantika dan anak-anaknya masih di dalam butik La Mode.
Meski sudah tiga puluh menit berlalu istri dan anak-anaknya itu belum juga keluar dari butik milik Sylvia. Alex menjadi khawatir dengan keadaan mereka. Walau Alex tahu, Sylvia tidak akan berani macam-macam kepada Cantika dan anak-anaknya. Akhirnya Alex pun memutuskan untuk mendatangi butik La Mode.
Hampir tiga puluh menit Alex baru bisa sampai ke butik La Mode, karena tadi ada kecelakaan tabrakan mobil. Sehingga jalanan menjadi sempat macet. Begitu sampai di butik, saat Alex membuka pintu kaca. Dia melihat Cantika sedang berbicara dengan seorang lelaki asing.
Dengan langkah yang lebar, Alex mendekat ke arah Cantika dan laki-laki itu. Alex tidak sadar kalau ada Sylvia disana sedang bersama mereka.
" Honey, siapa dia?" Tanya Alex yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Sylvia dan Adam.
" Eh, Sayang. Kamu disini juga?" Tanya Cantika dengan nada heran, pikirannya sudah kemana-mana. Cantika sendiri sering merasa aneh dengan dirinya. Semenjak hamil dia menjadi terlalu sensitif, terhadap Alex.
" Alex kenalkan, dia Adam. Dokter yang menangani ku saat aku sakit kemarin." Kata Sylvia sambil mengenalkan laki-laki yang berdiri di sampingnya.
Jujur saja Alex sangat terkejut saat melihat Sylvia sedang bersama dengan mereka. Alex pun menerima uluran tangan dari Adam saat mereka berkenalan.
" Honey, anak-anak berada dimana?" Alex mengalihkan Cantika dengan memberi pertanyaan darinya.
" Anak-anak sedang berada di dalam kantor Sylvia. Mereka sedang memakan Snack, yang disuguhkan oleh Sylvia." Jawab Cantika.
" Sayang, apa kamu sering datang kesini?" Tanya Cantika saat mereka berjalan menuju ke kantor milik Sylvia.
" Tidak, aku tidak pernah kesini. Kecuali saat pembukaan, itu pun karena ayah sedang sakit jadi aku mendampinginya datang kesini." Jawab Alex dengan jujur, kemudian menghentikan langkahnya. Kini Alex dan Cantika berdiri berhadapan, mereka saling menatap satu sama lain. Alex tahu Cantika tadi sempat curiga kepadanya. Karena terlihat jelas dari raut wajahnya dan nada bicaranya.
" Jujur tadi aku sempat curiga terhadapmu. Kukira kamu sering kesini, karena tiba-tiba datang kesini." Kata Cantika sambil merona pipinya karena malu dengan pikirannya sendiri.
" Honey, sudah berapa kali aku bilang. Hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai, aku sayangi, dan satu-satunya yang akan mendampingiku sampai aku mati." Alex menggenggam tangan Cantika kembali, hendak melanjutkan perjalanan mereka kembali.
" Sayang…." Suara merdu Cantika membuat Alex meremang semua bulu yang ada pada tubuhnya. Alex pun membalikkan lagi badannya menghadap Cantika. Kedua mata orang itu saling mengunci satu sama lain. Kemudian Cantika menarik dari Alex, agar Alex menundukkan kepalanya. Sedangkan Cantika menjinjitkan kakinya agar dia bisa mencium bibir Alex yang menggoda baginya.
Perbuatan Cantika itu membuat Alex terkejut. Tapi detik selanjutnya Alex menikmati kegiatan mereka itu. Alex tahu ada Sylvia dan Adam tak jauh dari sana, dan kini mereka berdua memperhatikan kegiatan yang sedang dilakukan oleh Alex dan Cantika. Alex sengaja membiarkan Cantika, yang tidak menyadari kehadiran orang lain di belakang dirinya.
Alex dan Cantika menyudahi kegiatannya itu setelah merasakan oksigen di paru-parunya sudah menipis. Diusapnya bibir Cantika yang kini sedikit membengkak. Kemudian membawanya ke dalam pelukannya. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju kantor Sylvia.
__ADS_1
" Lucu sekali, istriku ini. Tadi waktu di kantorku, dia bilang tidak boleh ciuman di tempat umum. Lalu barusan dia yang menciumku duluan." Gumam Alex dalam hatinya sambil tersenyum geli.
" Aduh, ada apa denganku ya? Kenapa aku tiba-tiba mencium Alex disini! Untung saja tidak ada orang lain." Gumam Cantika dalam hati dengan menahan malu.
Saat mereka berdua masuk ke dalam ruang kantor Sylvia, dilihatnya ketiga anaknya sudah tertidur sambil duduk di sofa. Mungkin mereka kekenyangan, atau mungkin juga kelelahan.
" Bagaimana ini, Sayang? Mereka bertiga sudah tertidur." Cantika berjongkok di depan sofa tempat ketiga anaknya itu tertidur.
" Biar kan saja mereka tidur. Aku tinggal menggotongnya ke bawah satu persatu." Jawab Alex sambil memperhatikan ketiga anak-anaknya yang sedang tertidur pulas di sofa.
" Biarkan aku juga ikut membantumu, menggotong mereka ke bawah!" Kata Adam yang berdiri tak jauh dari mereka.
Alex dan Cantika pulang dengan menaiki mobil yang sama. Dan ketiga anaknya itu kini sedang duduk manis di kursi belakang. Tadi saat mereka akan menggotong anak-anaknya yang sudah tertidur. Angkasa terbangun kemudian disusul oleh saudara kembarnya yang lain. Jadinya mereka berjalan sendiri saat turun kebawah.
" Pah…. Mah! Kita akan pulang kemana?" Tanya Bintang sambil memajukan tubuhnya ke arah depan.
" Kita kerumah Grandpa dulu. Baru nanti kita pulang kerumah." Jawab Alex sambil melihat ke arah bintang sesaat sambil tersenyum.
" Bintang sudah tidak sabar ingin cepat-cepat ke kamar milik Bintang. Katanya sudah didekorasi ulang ya, Pah!" Ucap Bintang dengan nada riangnya.
" Iya, nanti kamu pasti suka." Kata Alex sambil tersenyum hangat kepada Bintang dengan melihatnya sekilas.
*******
Teman-teman mampir ke Karya Baru novelku, Judulnya : 3 Dekade yang Disempurnakan.
Minta dukungannya, ya.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA MUMPUNG HARI SENIN
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.
__ADS_1
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
TERIMA KASIH.