
Sehabis sholat subuh, biasanya Alex akan mengajak anak - anaknya mengaji dan mengetes hafalan surat - surat pendek mereka. Tapi kini anak - anaknya selepas subuh malah tidur lagi, dengan alasan masih ngantuk dan lelah. Karena tidak ada kerjaan dan Cantika yang biasanya menyiapkan sarapan kini tidak, karena nanti akan disiapkan oleh pihak penanggung jawab resort. Maka Alex hendak mengajak Cantika berolahraga pagi.
" Honey, kamu sedang apa?" Tanya Alex dan mendekati Cantika yang sedang berdiri di balkon kamarnya.
" Sedang melihat pemandangan di pagi hari, sambil menunggu matahari terbit." Jawab Cantika sambil tersenyum ke arah suaminya.
" Honey, ayo kita ibadah sekaligus berolahraga pagi." Bisik Alex sambil memeluk Cantika dari belakang, saat Cantika menanti matahari terbit di ufuk Timur.
" Sayang bukannya semalam sudah."
" Hmm, tapi aku masih ingin," Alex menyingkap jilbab yang dipakai oleh Cantika dan mencium tengkuknya.
" Ayo, nanti anak - anak keburu bangun!" Alex menggendong Cantika dan membawanya ke dalam kamar.
Dan dari bawah Gaya menyaksikan kemesraan Alex dan Cantika. Dia tersenyum senang saat sahabat terbaiknya itu akhirnya menemukan kebahagiaannya.
\* \* \* \* \* \* \*
Setelah seharian kemarin istirahat, Gaya pagi ini jalan - jalan di pinggir pantai sambil menyaksikan matahari terbit. Hembusan angin laut yang menerpa tubuhnya dan mengibarkan rambutnya yang panjang, membuat Gaya merasa senang. Dilihatnya garis putih di sebelah timur dan sebentar lagi akan menampakkan Sang Raja Siang. Gaya berjalan seorang diri, karena tadi Mentari sudah lebih dahulu diboyong oleh William, dibawa entah kemana. Sedangkan Cantika masih ada di penginapannya bersama keluarga kecilnya.
" Apa keadaanmu sekarang sudah baik?" Tanya seseorang yang berada di belakangnya.
Gaya yang sedang menikmati cahaya mentari yang menyinari dirinya, dikejutkan dengan suara dan kedatangan seseorang di belakangnya. Dibalikkan badannya dan dilihatnya Arga sedang berdiri di belakangnya.
" Iya, aku sudah merasa baikkan sekarang ini." Jawab Gaya sambil tersenyum.
" Ayo kita jalan - jalan ke sebelah sana!" Tunjuk Arga pada sebuah tebing diatas lautan.
" Katanya pemandangan disana lebih indah." Arga mengulurkan tangannya dan disambut oleh Gaya.
Dan mereka berdua pun bergandengan tangan saat berjalan menyusuri pantai dan menuju tebing yang tadi dibicarakan oleh Arga.
" Apa kamu sakit karena kepikiran soal perjodohan kita?" Tanya Arga sambil memandang wajah Gaya.
" Tidak juga, bukannya kita berdua sudah sepakat akan menjalani ini dengan pelan - pelan." Jawab Gaya sambil menikmati pemandangan yang dilaluinya.
__ADS_1
" Hah…. Apa sich yang orang tua kita pikirkan?" Arga menarik nafasnya dalam - dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
" Ini awalnya karena Si Trio Kancil itu. Seenaknya saja menjodohkan kita. Ditambah meminta Om Andi untuk bicara pada Ayah. Dan nggak nyangka mereka malah setuju dengan perjodohan ini!" Gaya ingat kembali saat para pengawal keluarganya menjemput paksa dirinya di butik dan membawanya ke restoran mewah tempat perjodohannya dengan Arga dilangsungkan oleh kedua belah pihak keluarga mereka.
" Hehehe…. Kamu merasa aneh nggak punya tunangan dari mantan kekasih sahabatmu?" Tanya Arga masih tetap memandang wajah Gaya.
Gaya yang diberi pertanyaan seperti itu, langsung memalingkan wajahnya ke arah Arga. Dan Gaya hanya tersenyum membalas tatapan dari Arga.
" Kalau dibilang aneh, aku rasa tidak. Aku hanya merasa tak percaya saja. Bila kamu yang ditakdirkan menjadi jodoh untukku oleh Yang Diatas." Jawab Gaya.
Kini keduanya telah sampai di tebing yang menjadi tujuan utama mereka. Dan ternyata pemandangan disana sangat indah. Hamparan laut biru yang disinari cahaya matahari pagi. Pohon - pohon kelapa dan bakau yang tumbuh di sepanjang bibir pantai bagian selatan terlihat seperti karpet hijau, karena dilihat dari atas.
Kini keduanya duduk dibawah pohon yang sangat besar. Sambil menikmati angin sepoy - sepoy yang menerpa tubuh mereka, keduanya larut dalam pikirannya masing - masing.
" Gaya, aku sudah putuskan akan menerima perjodohan ini. Dan aku akan membuka hatiku untukmu." Kata Arga dan membuat Gaya sangat terkejut. Karena dia tahu betapa besarnya rasa cinta Arga untuk Cantika dahulu.
" Dan aku harap kamu pun sama, mau membuka hatimu untukku." Lanjut Arga.
" Bagaimana denganmu?" Tanya Arga yang masih setia memandang wajah cantik milik Gaya.
" Ya, kalau itu aku sudah tahu. Tiga tahun mengenalmu, setidaknya aku juga tahu kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirimu. Baik dan buruk tabiat yang kamu miliki juga. Kebiasaan yang sering kamu lakukan pun aku tahu semuanya." Kata Arga sambil membetulkan rambut Gaya yang diterpa angin. Diselipkannya ketelinga, rambut panjang dan halus milik Gaya itu kini tidak menghalangi wajah cantiknya.
" Kamu curang, sudah tahu segalanya tentang aku. Sedangkan aku tidak tahu banyak tentang kamu, karena Cantika tidak banyak membicarakan hal pribadi tentang kamu!" Kata Gaya.
" Mulai sekarang aku akan memberitahu apa saja yang ingin kamu ketahui tentang aku." Kata Arga dengan nada penuh keyakinan.
" Jadi Gaya, apa kamu mau menerima diriku dan perjodohan ini?" Tanya Arga dengan tatapan mata penuh harap.
" Ya, aku akan menerima perjodohan kita. Dan akan menerima dirimu apa adanya." Jawab Gaya.
" Terima kasih." Arga memandang mata Gaya yang terpancar kesungguhannya.
Dibawah pohon besar itu menjadi saksi menyatunya dua hati yang sama - sama pernah terluka oleh cinta. Arga menyentuh pipi Gaya yang mulus dan diangkatnya dagu Gaya saat bibir keduanya menyatu. Ini merupakan ciuman pertama Arga, dan tidak untuk Gaya. Karena ciuman pertamanya sudah diberikan pada cinta pertamanya dahulu.
Kedua sejoli yang baru meresmikan hubungannya itu, masih menikmati pagutannya. Apa lagi Gaya yang lebih mahir dari Arga, membuat Arga tidak mau kalah olehnya. Saat pacaran dengan Cantika, Arga belum pernah menciumnya sama sekali. Bukannya Arga tidak mau, tapi pertahanan Cantika yang begitu kuat. Jangankan menciumnya, memegang tangannya juga hanya sekilas. Tapi justru itu yang disukai oleh Arga, kalau Cantika bisa menjaga dirinya dengan baik.
\* \* \* \* \* \* \*
__ADS_1
Saat sarapan mereka makan ditempat masing - masing. Alex dan Cantika bersama ketiga anaknya sarapan nasi goreng seafood.
Fatih dan Zahra memilih sarapan di tempatnya menginap. Apalagi Zahra yang masih kelelahan, tidak ingin pergi kemana - mana pagi itu.
Sedangkan Mentari yang sejak pagi diajak jalan - jalan oleh William naik motor boot ke pulau miliknya yang kemarin tempat mendaratnya pesawat milik Alex. Dan mereka sarapan disana.
Mark dan Christina yang sejak awal ingin menghabiskan waktu berduaan memilih sarapan di restoran kemarin.
Dan para jomblo yang ikut pergi berbulan madu itu, memilih sarapan di penginapannya. Ghazali ikut gabung sama Akira dan Michael yang dilihatnya pesanan mereka datang.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA.
KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS YA.
TERIMA KASIH.
KUNJUNGI JUGA KARYA AKU YANG LAINNYA, MOHON DUKUNGANNYA.
__ADS_1