Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 13


__ADS_3

Tiga jam sebelumnya….


     Alex yang sedang bersama tim Pencari anak - anaknya. Mereka berjalan masih di dalam hutan, menuju ke arah selatan. Walau sudah beberapa jam mereka berjalan, tapi tidak ditemukan lagi jejak - jejak yang ditinggalkan oleh anak - anaknya.


" Michael kamu pimpin satu tim ke bagian hutan dataran atas. Dani dan Akira, pimpinlah masing - masing satu tim, lanjutkan arah pencarian ke arah selatan. Aku dan timku akan mencari dibagian hutan dataran rendah."


     Alex berpikir kalau mereka berpencar dalam pencarian ini, akan lebih cepat menemukan anak - anaknya. Dan mereka pun berpencar ke arah yang diperintahkan oleh Alex.


" Alat komunikasi harus selalu saling terhubung!" Kata Alex sebelum mereka berpisah.


    Alex dan beberapa orang melakukan pencarian ke bagian dataran rendah hutan. Tak berapa lama dari dia mulai berjalan, handphone Alex berbunyi.


" Halo" Sapa Alex


" Assalammu'alaikum, Kak Al!" Suara Erlangga terdengar di seberang telepon.


" Wa'alaikumsalam," jawab Alex. " Ada apa, Er?"


" Kak, barusan Langit menelepon ke rumah!" Pekik Erlangga.


" Yang benar!" Alex terkejut dengan berita yang baru saja diberitahu oleh Erlangga.


" Iya, mereka bertiga selamat. Dan ditolong oleh seorang nelayan bernama Bapak Danang." Erlangga mencoba menenangkan dirinya, jangan sampai salah memberi informasi.


" Sekarang mereka sedang berada di Desa Nelayan di Pantai Selatan!" Lanjut Erlangga.


" Alhamdulillah, syukurlah mereka semua selamat." Alex dalam hatinya terus mengucapkan rasa syukurnya kepada Sang Pemilik Nyawa seluruh makhluk.


" Ayo semuanya! Kita kebagian Desa Nelayan di Pantai Selatan!" Perintah Alex pada tim Pencari yang pergi bersamanya.


" Apa Cantika sudah diberi tahu soal ini?" Tanya Alex sambil melanjutkan perjalannya menuju Desa Nelayan di Pantai Selatan.


" Belum, aku baru sampai ke rumah tapi tidak ada siapa-siapa di rumah. Ternyata kak Cantika sedang dirawat di Rumah Sakit." Jawab Erlangga dengan suara semakin rendah, karena tidak mau membuat Alex khawatir.


      Sebenarnya Erlangga cepat - cepat menyelesaikan urusannya di pondok pesantren, begitu mendengar kabar hilangnya ketiga keponakannya itu.


" Kenapa Kakakmu dibawa ke Rumah Sakit?" Tanya Alex dengan nada panik karena takut terjadi sesuatu dengan istrinya itu.


" Kak Gaya bilang, Kak Cantika mengeluarkan flek darah. Karena takut terjadi apa-apa, akhirnya Mama Aurora membawa Kak Cantika ke Rumah Sakit. Apalagi Kak Zahra tadi ada panggilan darurat dari tempatnya bertugas." Jelas Erlangga.


" Ya Allah, mudah - mudahan istri dan anakku baik - baik saja."


     Alex begitu cemas. Baru saja dia mendapat kabar gembira dengan ditemukan ketiga anaknya, dan disaat bersamaan dia harus mendengar kabar kurang menyenangkan yang menimpa istri dan calon anak mereka.


    Alex menghubungi Aurora, begitu sambungan dengan Erlangga terputus.


" Assalamualaikum, Ma. Bagaimana keadaan Cantika?" Tanya Alex tidak sabaran dengan kondisi istrinya dan calon bayinya.


" Wa'alaikumsalam. Mereka baik - baik saja, kamu jangan khawatir." Jawab Aurora.

__ADS_1


" Kamu fokus saja pada pencarian terhadap ketiga anakmu!" Lanjut Aurora.


" Mereka sudah ditemukan." Kata Alex.


" Tunggu, Cantika ingin bicara dengan kamu!" Aurora menyerahkan teleponnya.


" Assalammu'alaikum, Sayang. Bagaimana apa anak - anak sudah ditemukan" suara Cantika parau karena kebanyakan menangis.


" Wa'alaikumsalam, Honey. Mereka bertiga sekarang sedang berada di Desa Nelayan. Mereka telah ditolong oleh seorang nelayan. Dan mereka baik - baik saja." Kata Alex.


" Alhamdulillah," Cantika menangis, kali ini tangisan bahagia.


" Honey, kamu juga jaga diri baik-baik, ya. Aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu dan calon bayi kita." Suara lembut Alex menyapa ke telinga Cantika.


" Iya, Sayang. Aku akan lebih hati - hati lagi."


*******


Tim Pencari Si Trio Kancil sangat senang saat mereka melihat tiga bocah itu. Michael langsung memeluk Bintang dengan sangat erat. Dan Bintang pun membalas pelukan Michael.


" Nona.... Apa anda baik - baik saja?" Tanya Michael dengan mata yang berkaca - kaca.


" Iya, aku baik - baik saja." Jawab Bintang sambil tersenyum.


    


Alex memangku Langit dan memeriksa kakinya yang memar. Dilihatnya warna memar yang mulai berubah menjadi ungu kehijauan.


" Sudah tidak, karena kemarin Pak Danang sudah mengurutnya dan membaluri dengan obat ramuannya." Jawab Langit.


" Bahkan Langit juga sudah bisa berlari walau masih pelan - pelan." Kata Langit lagi ketika terlihat wajah Alex yang mencemaskannya.


" Memangnya kenapa kamu berlari?" 


" Apa Papa lihat Rumah Hantu di atas tebing itu?" Tunjuk Langit ke arah Rumah yang berada di atas tebing.


" Memangnya disana ada apa?" Alex mengusap pipi Langit yang kulitnya begitu lembut.


" Tadi kita main ke rumah hantu di atas tebing itu!" Kata Langit.


" Oh, ya. Ngapain kalian main kesana?" Tanya Alex.


" Tadinya mau melihat bola crystal yang memancarkan cahaya warna - warni, kalau terkena cahaya matahari."


" Tapi, apa tahu kalau penghuni rumah hantu itu. Ada seorang yang wajahnya mirip Om Erlangga, di foto yang terpajang di dinding tembok!"


" Dan nama orang itu juga sama dengan nama Langit."


    Alex yang mendengar cerita Langit, sangat terkejut. Dalam pikirannya terlintas ayah mertuanya yang telah kehilangan ingatannya.

__ADS_1


" Langit yakin wajah orang itu mirip Om Erlangga?" Alex melihat ke arah mata anaknya.


" Iya, tanya saja sama Kak Angkasa sama Kak Bintang."


" Baiklah, bagaimana kalau kita pergi kesana lagi?" Ajak Alex.


" Tapi kata Didi bilang. Tidak boleh ada yang masuk ke rumah itu?" Bisik Langit pada Alex.


    Mendengar penuturan anaknya barusan Alex tercengang sejenak, kemudian dia tertawa.


" Ternyata kalian nakal, ya. Sudah tahu dilarang tidak boleh kesana, tapi masih saja pergi." Alex mencubit gemas hidung Langit, dan Langit hanya mengaduh.


     Alex pun bertanya kepada Danang tentang rumah hantu di atas tebing itu.


" Pak Danang, kalau boleh tahu. Rumah yang berada di atas tebing itu milik siapa?" Tanya Alex saat Danang datang dan membawa ubi rebus untuk disuguhkan pada tamu dadakan yang begitu banyak orangnya.


" Saya kurang tahu, Mister. Karena rumah itu sudah lebih dari tiga puluh tahun tidak berpenghuni." Jawab Danang sambil melihat ke arah Rumah Hantu itu.


" Memangnya kenapa Mister?" Danang balik bertanya.


    Kemudian Alex pun menceritakan apa yang Langit lihat disana.


" Kalau mau bertanya soal rumah itu sebaiknya kita tanyakan kepada Sesepuh Desa. Pasti beliau tahu soal itu," kata Danang.


********


Tadinya Alex dan Danang akan pergi ke rumah Sesepuh Desa. Tetapi niatnya itu diurungkan saat mendapat pesan, kalau helikopter yang akan datang menjemput sebentar lagi akan tiba.



Saat hari menjelang sore, helikopter milik tim keamanan keluarga Khalid datang menjemput. Semua orang pun pulang dengan menaiki helikopter itu.


" Pak Danang, mungkin besok lusa. Saya akan kembali lagi, untuk berkunjung dan mendengar cerita tentang rumah itu kepada Sesepuh Desa."


" Dan Bapak sekeluarga juga harap bersiap - siap ikut bersama kami saat itu." Kata Alex sebelum mereka semua pamit.


" Baik Mister, akan saya tunggu kedatangan anda." Danang menjabat tangan Alex sebagai salam perpisahan.


********


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA DAN JEMPOL YANG BANYAK.


DUKUNG AKU TERUS YA.


TERIMA KASIH.


AYO DUKUNG AKU DALAM LOMBA KARYA ANAK GENIUS. BACA DAN KASIH JEMPOL UNTUK KARYA AKU.

__ADS_1



__ADS_2