Trio Kancil

Trio Kancil
#BINTANG 17


__ADS_3

Tiga bulan kemudian …


    Bintang dan keluarganya sedang sibuk dengan persiapan untuk acara pertunangan Bintang dan Aria yang tinggal seminggu lagi. Cantika juga semenjak satu Minggu yang lalu sudah datang ke Indonesia bersama Si Kembar Shine dan Sky, juga Si bungsu Sulaiman.


     Sedangkan Alex hanya tinggal tiga hari saja, setelah itu kembali lagi ke Amerika untuk menyelesaikan pekerjaannya dahulu sebelum ambil cuti panjangnya. Dia tidak bisa jauh-jauh dari Cantika dan si bungsu Sulaiman. Sedangkan Si kembar itu walau masih kecil, tapi mereka berdua bisa mandiri.


     Cantika mengajak Bintang ke butik milik Gaya, untuk mencoba baju yang akan di gunakan di hari pertunangannya nanti. Sedangkan ketiga anak-anak lainnya memilih bermain di rumah Erlangga, bersama sepupu mereka.


"Bintang ayo, kamu sudah siap?!" tanya Cantika yang kini berdiri di depan pintu kamar putri satu-satunya itu.


"Sudah, Ma."


     Bintang pun membuka pintu kamarnya, dan sudah berpenampilan cantik dan anggun dengan gamis warna salem, dan jilbab motif yang serasi dengan gamisnya yang polos.


"Aduh, cantik banget sich! Putri siapa ini?" goda Cantika saat melihat Bintang keluar dari kamarnya.


"Putrinya, Nyonya Alexander Green Andersson!" jawab Bintang sambil tersenyum jahil kepada Cantika.


"Ayo, kamu sudah siapkan?" tanya Cantika sambil mengelus pipinya Bintang yang mulus dan lembut.


"Sudah dong, Ma. Ayo nanti Tante Gaya marah karena terlalu lama menunggu," ajak Bintang sambil menggandeng tangan Cantika dan menuruni anak tangga.


    Bintang dan Cantika naik mobil berdua, dan para pengawalnya mengikuti di mobil belakang mereka. Bintang yang bertugas menyetir sekarang. Alasannya dulu saat masih kecil, Mamanya yang selalu menjadi sopir kemana pun mereka pergi. Maka sekarang giliran sebaliknya, tugas anaknya yang menjadi supir.


"Cepat banget sampainya?!" tanya Cantika sambil membuka sabuk pengamannya.


"Saking hebatnya Bintang mengemudi, Mama sampai tidak merasa kalau sudah sampai," kata Bintang mulai menyombongkan dirinya di hadapan Cantika.


"Iya … iya. Kamu memang hebat dalam mengemudi. Mama akui itu!" balas Cantika.


    Kini keduanya berjalan memasuki butik milik Gaya, yang kini telah banyak berubah. Jadi lebih besar dan lebih komplit barang-barangnya. Baik dalam jenis model pakaian dan aksesorisnya. Butik Gaya ini dibuat khusus untuk wanita. Jadi yang boleh masuk hanya wanita saja. Namun disediakan juga tempat tunggu khusus laki-laki di bangunan itu.


     Bintang sedang mencoba baju yang khusus dibuat untuknya. Bajunya sengaja dibuat lebih longgar, sehingga tidak membentuk di tubuhnya yang tinggi dan langsing itu.

__ADS_1


"Mama, lihat!" Bintang keluar dari kamar pas-nya.


"Wah cocok sekali!" Cantika berjalan mendekati Bintang.


"Lihat calon pengantin kita ini, makin cantik saja?!" goda Gaya kepada Bintang.


"Iya, anak siapa dulu?!" tanya Cantika sambil tersenyum jahil kepada Gaya.


"Ish, kamu ini … tapi benar juga sich. Bintang itu cantik karena nggak mirip sama kamu?!" balas Gaya sambil tertawa.


    Wajah Bintang itu mirip banget atau duplikatnya Anatasya, nenek dari pihak papa-nya. Cantika pun memang mengakui kecantikan ibu mertuanya yang sudah lama meninggal itu.


"Ya, mommy Ana itu memang cantik, makanya daddy bilang tidak ada yang bisa menggantikan dia di hatinya," kata Cantika sambil memasang wajah sebal kepada Gaya.


"Hahaha … ngambek," Gaya malah asik menggoda Cantika.


"Jadi ini sudah boleh Bintang bawa, Tante?" tanya Bintang saat keluar dari kamar pas-nya dengan membawa baju yang barusan di cobanya.


"Nggak kerasa kamu sudah dewasa sekarang dan akan menikah. Padahal aku merasa baru kemarin ikut ngurus kamu yang masih bayi," kata Gaya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tante ini. Kalau baru kemarin itu empat anak Tante, apalagi sekarang mau tambah yang ke lima," balas Bintang sambil tersenyum jahilnya.


"Iya, benar tuh. Kak Arga senang banget membuat kamu hamil, sampe lima kali," kata Cantika membalas godaan dari Gaya tadi, merasa puas dia.


"Et ... kata mas Arga, aku paling cantik saat hamil. Jadinya dia senang membuat aku hamil. Bahkan sampe lima kali," balas Gaya nggak mau kalah.


"Ish … Tante itu nggak mau kalah," Bintang berjalan keluar dari ruangan itu.


"Kamu, punya agenda tambah anak lagi nggak? Mentari juga sedang hamil tujuh bulan, aku maju lima bulan, lalu kapan kamu mau hamil lagi?" tanya Gaya sambil tertawa menggoda Cantika.


"Ngapain punya anak lagi, aku sudah punya setengah lusin. Kamu siap-siap aja lagi dua tahun mendatang menanti kehamilan kamu yang ke enam," balas Cantika sambil meleletkan lidahnya kepada Gaya, kemudian dia cepat-cepat keluar dari ruangan Gaya.


"Ih, dasar Cantika. Mendo'a kan aku biar hamil lagi. Memangnya aku apaan," gerutu Gaya sambil menyusul Cantika dan Bintang keluar.

__ADS_1


    Setelah mencoba baju untuk acara pesta pertunangan, kini Bintang memasuki bagian sepatu dan sandal. Sebenarnya, sepatunya sudah disiapkan oleh Gaya. Menurut Bintang sepatunya itu kurang nyaman, karena memiliki hak yang cukup tinggi. Sedangkan dia lebih suka yang tidak pakai hak.


"Mama, ini bagus tidak?" tanya Bintang sambil memperlihatkan sepatu yang dipakai di kakinya.


"Bagus itu, cocok sama bajunya," jawab Cantika sambil memperhatikan kaki Bintang.


"Nggak itu jelek, ganti!" tiba-tiba ada suara yang menginterupsi pembicaraan Cantika dan Bintang.


      Mendengar kata-kata barusan, membuat Bintang merasa jengkel. Di angkat kepalanya dan melihat dua pemuda yang memiliki wajah yang serupa.


"Kak Angkasa … Langit!" Bintang langsung berlari dan memeluk dua saudara kembarnya itu.


"Kenapa kalian berdua datangnya terlambat?!" Bintang memeluk erat tubuh keduanya tanpa mengurangi kekuatan tangannya.


"Lepas dulu Kak Bintang … Langit tercekik," kata Langit yang tubuhnya ketarik kebawah karena perbedaan tinggi badan mereka.


    Bintang memiliki tinggi badan 172 cm, sedangkan Langit 185 cm, dan Angkasa 183 cm. Jadi Si Bungsu yang memiliki tubuh yang paling tinggi menyamai Alex


    Kini Si Trio Kancil sudah kumpul kembali, untuk merayakan pesta pertunangan Bintang di tanggal kelahiran mereka. Bila ketiga sudah kumpul, maka akan terjadi kehebohan. Kini ruang kantor Gaya yang jadi korbannya. Mereka bertiga asik bercerita apa saja yang telah mereka alami selama mereka bertiga berpisah. Tak lupa cemilan yang banyak dan minuman yang bermacam rasa ada di atas meja.


"Cantika, akan berapa lama lagi mereka bercerita sambil makan snack hampir habis tiga kantong kresek besar itu?!" tanya Gaya yang makin shock melihat gaya makan cemilan Si Trio Kancil.


"Tenang sebentar lagi waktu Dzuhur, mereka akan bubar dengan sendirinya," jawab Cantika sambil melihat-lihat koleksi rancangan Gaya yang terbaru.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


   

__ADS_1


__ADS_2