
Langit berlari ke arah jendela, dia menengok ke bawah, di sana sudah terpasang dua trampolin yang berukuran besar. Dia pun melihat waktu yang ditunjukan oleh timer bom tinggal 30 detik lagi.
Merasa tidak ada banyak waktu lagi. Langit membopong tubuh Almahira, dan meminta istrinya itu memeluknya erat.
"Shin dan, Suzuki san, dan Hikari. Nanti melompat ke bawah, di sana sudah ada trampolin yang sudah disiapkan." Kata Langit sambil memberi isyarat melalui matanya.
"Aku yakin kalian akan bisa menjinakkan bom itu. Aku duluan!"
Langit pun melompat ke bawah dari lantai lima. Langit mengambil posisi berpelukan dengan Almahira, agar saat jatuh tidak mengalami saling benturan saat mendarat.
Para petugas pemadam kebakaran dan pasukan keamanan dari kepolisian dan tentara yang sedang mengepung gedung laboratorium. Dikejutkan oleh teriakan Langit saat dia melompat ke bawah.
"Semuanya! Cepat berlindung dari ledakan bom!" Teriak Langit dengan keras, dan itu otomatis membuat orang-orang yang ada di sana spontan menundukan badan mereka.
*******
Para petugas pemadam kebakaran yang sedang memadamkan api dari tiga gedung yang sudah hancur akibat dari ledakan bom sebelumnya. Kini Laboratorium Matsumoto, diguncang lagi oleh ledakan bom yang meruntuhkan gedung itu. Semua yang ada di sana, menyaksikan bagaimana gedung yang telah ratusan tahun itu berdiri. Kini hancur oleh ledakan bom yang memiliki kekuatan yang besar.
Langit melindungi Almahira dengan menggunakan tubuhnya. Banyak martial bangunan yang berterbangan di area sekitar. Sedangkan Angkasa dan Bintang berlindung di dekat mobil yang tadi mereka gunakan.
Langit langsung membopong tubuh Almahira, agar menjauh dari reruntuhan gedung. Dia takutnya akan ada bom lainnya di sana.
"Langit kun!"
"Alma chan!"
Kawasaki Kenzo dan Mitsubishi Hana berlari ke arah Langit dan Almahira. Mereka terlihat sangat panik.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi?!" tanya Kawasaki Kenzo begitu berhadapan dengan Langit.
"Panjang ceritanya," jawab Langit dengan suara yang lemah.
Langit sungguh sangat lelah baik fisik maupun pikirannya. Dia benar-benar ingin istirahat. Angkasa dan Bintang berlari ke arah Langit dan Almahira.
"Langit!" Teriak kedua kembarannya itu.
"Kak ... aku lelah," Langit mulai kehilangan kesadarannya setelah menurunkan Almahira.
__ADS_1
Untungnya Angkasa dan Bintang dengan sigap menahan keduanya. Angkasa menggendong Langit, sedangkan Bintang menggendong Almahira.
Kawasaki Kenzo dan Mitsubishi Hana, terdiam dan terpana saat melihat Angkasa dan Bintang, membawa Langit dan Almahira.
"Tunggu! Hikari chan dan Suzuki sensei, belum ketemu?!" tanya Mitsubishi Hana.
"Kita tanyakan keberadaan mereka kepada komisaris kepolisian saja," kata Kawasaki Kenzo sambil menarik tangan tunangannya itu.
*******
Langit tidak sadarkan diri sampai tengah hari. Berbeda dengan Almahira yang hanya pingsan sekitar satu jam. Cantika dan Alex pun langsung terbang ke Jepang saat semalam Akira memberitahu kalau Langit mengirimkan pesan tanda bahaya.
Angkasa dan Bintang menunggu kedatangan orang tuanya, yang baru sampai ke bandara. Mereka datang menggunakan pesawat jet pribadinya. Terlihat sangat jelas, wajahnya Cantika, begitu sembab. Dia menangis terus menerus saat diberitahu kondisi Langit yang tidak sadarkan diri.
Langit yang masih lemah, dia menatap seluruh anggota keluarga dan kedua mertuanya. Mereka tampak senang, saat beradu pandang dengannya. Langit juga tersenyum saat dilihatnya ada Almahira yang duduk disisi kirinya.
*******
Langit teringat kepada Hikari, Suzuki Hoshi, dan Shin Kishimoto. Dia menanyakan kabar ketiga orang itu. Tidak ada seorang pun yang menjawabnya. Akira hanya bisa menangis, saat Langit bertanya kepadanya.
Keberadaan ketiga orang itu belum diketahui. Apalagi puing-puing bangunan laboratorium, belum semuanya bisa di periksa. Ada banyak korban akibat dari ledakan bom di laboratorium. Mereka adalah anak buah dari kelompok Taiga. Meski ada beberapa pegawai dan ilmuwan yang sedang berada di keempat bangunan gedung di area Laboratorium Matsumoto.
*******
Kepala Intelijen dan Komisaris Kepala Kepolisian datang menjenguk Langit. Mereka mengucapkan terima kasih karena sudah membantu menyelesaikan kasus pembunuhan berantai para ilmuwan di Laboratorium Matsumoto.
Angkasa dan Bintang juga turut membantu karena mereka sudah mengamankan keberadaan Toyota Eiji dan Lovely. Dari hasil interogasi kalau Lovely dan Toyota Eiji adalah orang yang sudah melakukan serangan kepada Honda, di ruang kepala sekolah dulu. Lovely juga yang memasukan cairan obat halusinogen ke dalam cairan infus dulu. Toyota Eiji juga yang melakukan penyerangan terhadap Langit, saat di kamar asrama dulu. Kejadian lift juga itu perbuatan keduanya. Pelaku yang mendorong Almahira juga adalah Lovely, dia mencurigai Almahira karena dia selalu terlihat berkomunikasi dengan Nissan Yukari, sepupu dari dokter yang dibunuh oleh Toyota Eiji dan Lovely, karena telah memberikan obat yang salah kepada adiknya Toyota Eiji.
*******
Saat tengah malam, Langit yang sedang istirahat. Merasakan ada kehadiran orang lain. Maka dengan sigap, dia melayangkan pukulan begitu ada orang yang mendekat di arah sampingnya. Betapa terkejutnya Langit, saat orang yang menahan pukulannya adalah Shin Kishimoto.
"Shin Oji san!" teriak Langit senang.
"Halo, Langit kun," balas Shin Kishimoto.
"Bagaimana bisa …?" Langit ingin melanjutkan kata-katanya tapi terhenti saat dilihatnya Suzuki Hoshi dan Hikari masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kalian selamat dari ledakan bom itu?!" tanya Langit dengan tatapan tidak percaya.
"Ceritanya agak panjang. Langit sama yakin ingin mendengarnya?!" tanya Suzuki Hoshi.
"Iya! Tentu saja!" jawab Langit dengan penuh semangat karena dia sangat penasaran.
*******
Tiga puluh detik sebelum bom meledak…
Shin melihat Langit dan Almahira sudah melompat ke luar gedung, merasa lega. Setidaknya dia tidak akan ditanya oleh Alex nanti kenapa tidak melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan anaknya.
"Hoshi kun cepat buka pintu lemari paling pojok, kalau terkunci paksa harus sampai terbuka!" Perintah Shin kepada calon menantunya.
"Baik!" Suzuki Hoshi pun membuka paksa pintu lemari paling pojok, saat dibuka ada tiang besi di dalam sana.
"Otou san! Tiang besi apa ini?!" tanya Suzuki.
"Cepat kamu duluan meluncur ke bawah!" Perintah Shin Kishimoto kepada calon menantunya.
Shin menyerah tidak bisa menjinakkan bom yang meniru buatan Mazda. Maka dia memotong kain kulit yang di pasang di perut Hikari. Shin menyuruh Suzuki masuk duluan dan meluncur ke bawah lewat tiang besi itu.
"Hikari cepat susul Hoshi kun!" perintah Shin kepada anaknya.
"Tapi, bagaiamana dengan Otou san?!" tanya Hikari.
"Aku akan susul kalian." Shin tersenyum ke arah putrinya, dia sibuk memasukan bom ke dalam kotak anti api, yang ada di ruangan itu.
Shin pun melemparkan bom yang tersisa tinggal tujuh detik lagi. Dia sendiri kemudian masuk ke dalam lemari dan melompat ke bawah, ruang bawah tanah laboratorium.
*******
Satu Bab lagi bagian Langit akan Tamat. Syukur-syukur hari ini bisa. kalau nggak buat besok lagi.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.
TERIMA KASIH.