Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 16


__ADS_3

Alex sangat terkejut saat melihat foto yang ada di pigura, yang sedang dipegangnya itu.


" Tidak mungkin!" Ucap Alex.


     Mendengar ucapan Alex, Cantika berjalan menghampiri ke arahnya.


" Ada apa Sayang?" Tanya Cantika.


" Ini…" Alex menunjukan foto yang ada di pigura itu kepada Cantika.


   Cantika juga sama terkejutnya dengan Alex.


" Bukannya itu Kakek Lukman!" Kata Cantika.


" Iya, aku yakin kalau dia Kakek Lukman." Alex menjawab perkataan Cantika.


" Berarti Kakek Lukman mengenal Dokter Lazuardi!" Cantika memandang wajah Alex.


" Ya, sebaiknya kita tanyakan itu nanti kepada Kakek Lukman.


" Ayo kita cari lagi petunjuk tentang keluarga ayahmu!" 


    Alex membuka beberapa laci yang ada di nakas dan meja rias. Saat Alex membuka album foto. Dia memperhatikan semuanya dengan teliti.


" Sayang, sepertinya ini rumah milik Dokter Lazuardi." Alex menunjukan foto keluarga yang sedang berdiri di depan rumah yang sangat besar.


" Berarti kita harus cari alamat rumah itu?" Cantika memperhatikan bangunan rumah bertingkat bergaya Eropa.


" Ya, apa kita bawa saja foto ini. Untuk diperlihatkan pada Kakek Lukman." Kata Cantika.


" Aku juga barusan berpikir seperti itu." Alex pun membawa foto itu dari dalam album.


" Kak Cantika, lihat!" Erlangga datang dan membawa album foto berukuran kecil.


     Erlangga yang tadi lebih memilih masuk ke kamar ayahnya dari pada ikut ke kamar Kakeknya. Diperlihatkannya foto saat ayah mereka sedang melakukan wisuda. Dan beberapa foto kelulusan ayahnya bersama teman - teman.


" Kita bisa cari informasi di universitas tempat ayah kuliah dulu!" Kata Erlangga.


" Tunggu…." Erlangga sedang mengingat - ingat sesuatu.


" Ah, aku ingat sekarang. Wajah orang yang mirip di foto itu. Aku pernah melihatnya saat aku datang ke universitas." Ucap Erlangga pada Cantika.


" Benarkah?" Tanya Cantika sambil tersenyum menemukan titik terang untuk bertemu dengan keluarga ayahnya.


" Iya, aku yakin. Karena aku juga sempat berbicara dengannya." Jawab Erlangga.


" Kalau begitu, kita harus bertemu dengannya." Cantika memegang kedua tangan adiknya dan tersenyum bahagia.


" Iya, Kak." 


    Alex dan Cantika menghabiskan beberapa jam disana. Dan mereka juga membawa beberapa benda yang kiranya nanti mereka butuhkan saat melakukan pencarian terhadap keluarga ayahnya nanti. 

__ADS_1


*******


Kini Alex dan keluarganya sudah kembali ke kota dan tentu saja beserta seluruh keluarga Danang.


" Pak Danang nanti akan tinggal disini dan mengurus rumah ini." Kata Alex saat menginjakan kakinya turun dari mobil.


    Danang beserta seluruh keluarganya ternganga melihat rumah yang begitu besar dan megah. Yang nantinya akan ditinggali oleh mereka.


" Pak Danang dan istri anda akan menempati kamar ini. Kalau Didi dan Dodo, kamar yang berada di sampingnya." Cantika mengajak keluarga Danang masuk ke kamar yang akan mereka tempati.


" Dodo, kamu beranikan tidur sendiri?" Tanya Cantika.


" Iya, Nyonya. Dodo sudah besar, jadi berani tidur sendiri." Jawab Dodo dan mengundang tawa orang disana.


" Ini kamar Didi." Cantika membuka kamar yang telah di desain untuk kamar anak lelaki.


" Terima kasih Nyonya. Didi sangat suka sama kamarnya." Mata Didi berbinar - binar.


" Saya mohon bantuannya, ya Pak…. Bu!" Kata Cantika kepada pasangan suami istri itu.


" Baik, Nyonya kami akan memegang dan menjalankan amanah yang telah anda berikan kepada kami." Kata Danang dengan mata berkaca - kaca.


    Ketiga anaknya pun senang karena mereka akan bermain sepuasnya bersama Didi dan Dodo. Sebelum keberangkatan mereka ke Amerika.


*******


     Setelah makan malam, Alex memutuskan menghubungi Kakek Lukman. Dan akan menanyakan tentang Dokter Lazuardi.


" Wa'alaikumsalam." Jawabnya.


" Begini, Kek. Ada yang mau Al, tanyakan kepada Kakek."


" Apa itu, Al."


" Kakek Lukman, apa anda kenal dengan seseorang yang bernama Dokter Lazuardi? Tanya Alex.


" Dokter Lazuardi yang mana?" Lukman sepertinya sudah lupa kepada temannya itu.


" Dokter Lazuardi yang memiliki seorang istri yang bernama Dokter Paramitha!" 


" Oh, Lazuardi!" Lukman baru ingat kepada teman baiknya itu.


    Kemudian Alex yang sedang menelepon Kakek Lukman itu. Dia menceritakan garis besar yang terjadi di Desa Nelayan. Dan ternyata benar kalau Kakek Lukman berteman dengan baik dengan Dokter Lazuardi.


" Kalau begitu besok kamu dan Cantik datanglah ke rumah Kakek. Akan Kakek ceritakan, apa yang Kakek tahu tentang Lazuardi." Perintah Lukman kepada Alex.


" Baiklah, Kek." Alex merasa senang.


******** 


     Saat hampir tengah malam Alex tidak bisa tidur. Dan dia malah membuka lagi album foto yang dibawanya tadi dari rumah hantu itu. Foto yang di sedang dilihatnya adalah foto-foto Lazuardi saat dia sedang menjadi seorang tentara.

__ADS_1


" Ternyata dulunya Kakek Lazuardi juga sempat menjadi tentara, ya." Alex bergumam.


" Tapi kenapa dia berhenti dan menjadi seorang Dokter, ya?" Alex membuka lagi lembaran - lembaran album foto itu.


" Terus apa ada hubungannya nggak, ya? Hilangnya ingatan Ayah Yusuf dengan keluarganya?" Alex terus bertanya dalam hatinya.


Alex, Cantika, dan Erlangga mendatangi mansion keluarga Hakim. Disana mereka disambut dengan baik seperti biasa. Lukman dan Gendis sudah menunggu kedatangan mereka dari tadi.


" Kamu itu, Al. Kenapa jarang banget main kesini?" Tanya Nenek Gendis.


" Maaf Nek. Soalnya anak - anak sedang ingin main di luar dan nggak mau diajak mengunjungi Kakek." Kata Alex.


" Baiklah cerita apa yang ingin kamu dengar tentang Lazuardi?" Tanya Lukman sambil membenarkan posisi duduknya.


" Semuanya Kek. Ceritakan apa saja yang Kakek tahu tentang beliau." Cantika sungguh menggebu - gebu. 


    Cantika sudah tidak sabar untuk mendengarkan cerita dari Kakek Lukman Semenjak semalam dirinya sudah merasa tidak tenang. Rasanya Cantika ingin cepat - cepat pagi.


*******


Lukman pun memulai ceritanya tentang dia dan Lazuardi.


" Aku dan Lazuardi kami berteman saat menjadi tentara disaat Indonesia dijajah oleh Jepang kala itu."


" Jepang banyak menjadikan para pemuda pribumi untuk dijadikannya tentara PETA. Aku dan Lazuardi berada di barisan yang sama. Tapi saat Jepang kalah pada perang dunia, mereka membutuhkan tenaga medis juga untuk membantu mereka. Karena kepandaian Lazuardi, dia direkrut untuk sekolah kedokteran."


" Lazuardi yang tadinya berasal dari keluarga berada dan terpandang, tidak menyia - nyiakan kesempatan itu. Dan Lazuardi juga lebih suka menolong orang lain. Dan menjadi tentara PETA itu juga bukan keinginannya. Dia bercerita lebih senang berjuang dengan para gerilyawan saat melawan penjajah"


" Berbeda dengan Lazuardi, aku memilih masuk sekolah Bandung Kogyo Daigaku (BKD)."


" Singkat cerita kita berpisah beberapa tahun. Dan kita bertemu kembali saat terjadi perang agresi militer Belanda kedua."


" Kita berjuang bersama para pemuda yang dulunya terbentuk dari tentara PETA. Untuk melawan Belanda dan mempertahankan kemerdekaan negara ini."


" Setelah selesai peperangan saya juga berhenti jadi tentara dan lebih mengabdi di pesantren dan perkebunan milik keluarga."


" Sejak itu kami berdua benar - benar kehilangan kontak. Dan kami baru bertemu kembali sepuluh tahun kemudian."


" Ternyata Lazuardi berhenti menjadi tentara dan lebih memilih menjadi dokter. Apalagi istrinya sakit parah setelah melahirkan anak keduanya."


" Itu adalah komunikasi dan pertemuan kami setelah lama berpisah. Dan setelah itu kami tidak pernah bertemu kembali sampai sekarang."


    Lukman bercerita dengan sesekali menatap langit-langit di ruang keluarga itu. Terlihat jelas rasa kerinduannya kepada teman lamanya itu.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


KASIH JEMPOL YANG BANYAK YA.


DUKUNG AKU TERUS.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2