Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 42


__ADS_3

     Tanpa diduga Subaru Sora melemparkan belatinya ke arah Mitsubishi Akai. Sasarannya adalah dada sebelah kiri. Namun, Langit menendang kaki Mitsubishi Akai, sehingga dia jatuh dengan kaki menekuk, dan belati itu hanya melukai pelipisnya.


     Hal yang tidak diduga oleh Langit dan teman-temannya, adalah Subaru Sora ternyata membawa pistol dan menembakan ke arah Mitsubishi Dai, yang sedang berbaring tidak sadarkan diri. Meski Lovely, sempat menendang tangan Subaru Sora yang memegang pistol. Peluru itu masih berhasil mengenai perut Mitsubishi Dai.


     Subaru Sora yang masih memegang pistolnya, langsung menembak ke arah Lovely, Langit, dan Mitsubishi Akai. Lovely terkena pahanya, Mitsubishi Akai terkena bahu kiri, dan Langit kena lengannya. Namun, di saat bersamaan, Langit berhasil melemparkan belati milik Subaru Sora, yang tadi dilempar ke arah Mitsubishi Akai. Sehingga, berhasil menancap di tangan yang memegang pistol.


     Kawasaki Kenzo, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan menendang perut Subaru Sora, sampai dia terlempar membentur dinding gua. Matsumoto Hana, langsung mengamankan pistol milik Subaru Sora.


    Langit, berlari ke arah Subaru Sora, kemudian memukul tengkuknya hingga pingsan. Tangannya yang terluka pun dia balut dengan sobekan baju miliknya. Sisanya buat membalut lukanya sendiri.


    Teman-teman yang lainnya juga membantu penghentian darah, orang yang terkena tembakan tadi. Dari semua orang yang terkena tembakan, Mitsubishi Dai 'lah yang parah. Peluru bersarang di perutnya.


"Langit kun, bagaimana ini? Keadaan Mitsubishi Dai, malah semakin kritis!" Yamaha Ryu memberitahu Langit, tentang kondisi temannya.


"Mudah-mudahan, bantuan secepatnya datang," kata Almahira dengan penuh berharap.


"Ya, semoga saja." Hino Rey yang ikut menutup luka Mitsubishi Dai, menimpali ucapan Almahira.


    Langit pun kini perhatiannya teralihkan kepada Daihatsu Sena dan Daihatsu Yosuke, yang berdiri di dekat Almahira. Langit jadinya waspada, takut seperti Subaru Sora tadi, membawa pistol secara diam-diam. Maka Langit pun berjalan dan berdiri di dekat Almahira yang masih memeriksa keadaan teman-temannya yang semalam tidak sadarkan diri.


*******


    Saat pagi hari ada suara kapal pesiar terdengar dan terlihat dengan jelas. Kapal pesiar milik Matsumoto, akan berlabuh ke pelabuhan yang sudah rusak akibat ledakan bom kemarin.


    Terlihat ada Akira berdiri di dek kapal. Langit senang karena pesannya sampai juga kepada penjaga kesayangannya.


     Semua murid-murid yang ada di pulau itu dinaikan ke kapal pesiar yang mewah itu. Ternyata di sana juga sudah ada dua orang dokter yang akan mengobati luka-luka yang terluka.


    Semua murid beristirahat di kamar yang sudah disediakan. Subaru Sora, juga di masukan ke kamar dan di jaga ketat oleh para bodyguard milik Matsumoto.

__ADS_1


     Langit yang sudah mendapat pengobatan untuk bahunya yang terkena tembakan. Akhirnya dia bisa beristirahat di kamar. Namun, tidak sampai setengah jam. Akira datang bersama dengan Matsumoto Heiji, kakeknya Matsumoto Hana.


"Langit sama, kenalkan ini Matsumoto Heiji. Komisaris Matsumoto Grup. Beliau ingin berbicara dengan Anda, secara langsung." Akira dan Matsumoto Heiji, duduk berhadapan dengan Langit.


Matsumoto Heiji, memiliki postur tubuh yang tegap, meski sudah tua. Wajahnya juga terlihat berkarismatik. Sisa ketampanan semasa mudanya juga masih terlihat di wajahnya yang sudah berkeriput.


"Apa yang Anda ingin bicarakan?" tanya Langit dengan penuh hormat.


"Ini mengenai kasus yang sudah terjadi di Laboratorium Matsumoto. Apa Langit sama, sudah menemukan titik terangnya?"


"Kalau itu, aku masih abu-abu. Masih banyak misteri yang tertutup kabut."


"Apa, kasus di Laboratorium Matsumoto, itu masih ada hubungannya dengan kasus di Pulau Hi?"


"Bisa jadi. Itu tergantung dengan misteri yang masih tertutup kabut itu, yang jelas kalau orang-orang yang serakah 'lah yang menyebabkan semua ini."


    Matsumoto Heiji, diam sesaat. Dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Namun ragu-ragu untuk mengatakannya kepada Langit.


"Aku harap Matsumoto san, selalu berhati-hati dengan beberapa orang yang berada di sekitar Anda. Mereka bisa saja menjadi musuh dalam selimut." Langit mengutarakan pikirannya karena Matsumoto Heiji, orangnya kurang teliti. Berbeda dengan cucunya, Matsumoto Hana.


"Jadi, benar ada orang dekat yang ingin mencelakai aku!" serunya sambil menatap Langit dengan tatapan yang seolah berkata 'apa yang aku pikirkan selama ini ternyata benar.'


"Iya. Karena banyak para petinggi di Academy Matsumoto, yang terlibat di kasus ledakan bom di Pulau Hi, dulu. Dan aku harap, Anda bisa bekerja sama untuk menyelesaikan kasus itu. Kasihan keluarga para korban, tidak pernah mendapat keadilan. Karena pihak kalian selalu menyembunyikan kebenarannya."


"Aku sudah minta kerjasama dengan kepala polisi pusat, dan pak komisaris sendiri yang akan turun tangan langsung mengenai kasus ini. Kasus lama dan kasus baru di Pulau Hi, akan di buka kepada publik."


"Baguslah kalau begitu. Karena akan ada banyak yang menjadi tersangka adalah orang-orang yang memiliki pengaruh besar. Maka berhati-hatilah!" Langit mengingatkan Matsumoto Heiji, akan orang-orang yang menjadi musuh dalam selimut.


    Langit dan Matsumoto Heiji, pun mengakhiri pembicaraan mereka. Langit pun mendatangi kamar Almahira. Namun, saat tiba di sana. Langit melihat beberapa murid perempuan sedang berkumpul dan bersenda gurau.

__ADS_1


    Tentu saja kedatangan Langit membuat murid-murid perempuan itu histeris. Langit hanya menyapa dan memberikan salam saja kepada  Almahira. Akhirnya Langit pun, kembali lagi ke kamarnya. Niatnya mau sayang-sayangan sama Almahira, ternyata tidak bisa.


     Saat Langit, hendak kembali ke kamar. Dia bertemu dengan Lovely, dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk berbicara di restoran kapal.


"Aku terkejut saat melihatmu di Pulau Hi, tadi. Bagaimana keadaan Angkasa?"


"Hm, dia baik."


"Apakah sekarang dia sedang ada di Jepang?"


"Tidak. Dia tidak ada di sini."


"Kamu itu ... apa tidak bisa lebih ramah kepadaku, seperti perlakuan kamu kepada Alma?!"


"Maaf, aku tidak begitu dekat dengan perempuan, yang sembarangan."


"Ish, baiklah. Aku ingin bertanya sama kamu. Apa kamu juga sedang menyelidiki kasus yang ada di Laboratorium Matsumoto?" bisik Lovely.


"Aku tidak mau terlibat dengan sesuatu yang membuat aku dalam bahaya," kata Langit bertolak belakang dengan kenyataannya. Sebab dari kecil hidupnya selalu terlibat dalam bahaya, bersama dengan saudara kembarnya.


"Tadinya aku mau kamu membantu aku. Saudara mommy menjadi salah korban yang dibunuh di Laboratorium Matsumoto. Dia sempat berbicara kepada mommy, kalau dia telah melakukan sebuah kesalahan, dengan bekerja di Laboratorium Matsumoto. Dia tidak terima kemampuannya di salah gunakan. Maka, dia memutuskan akan berhenti bekerja di sana. Namun, sehari setelah bercerita dengan mommy, ternyata dia ditemukan telah meninggal dunia."


*******


Kasus pembunuhan berantai yang menimpa para profesor di Laboratorium Matsumoto, akan mulai dibuka secara perlahan.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


__ADS_2