
Hari ini sesuai rencana Alex bersama Arthur datang menemui Ja'far. Mereka menemui Ja'far di kantornya, untuk membicarakan lebih lanjut lagi mengenai pembicaraan tadi malam. Ja'far menceritakan semua apa yang Arga beritahu semalam kepadanya, yaitu tentang kecelakaan yang diduga adalah pembunuhan berencana yang dilakukan oleh seseorang yang mengakibatkan kematian Yusuf dan Khadijah.
" Jujur saja aku tidak tahu kalau Yusuf selalu dibuntuti oleh seseorang. Karena dia tidak pernah cerita kepadaku ", Ja'far merasa bersalah karena ketidaktahuan tentang saudara iparnya waktu itu.
" Apa mungkin ada saingan bisnisnya yang dendam kepadanya ?" Tanya Alex.
" Yang aku tahu, Yusuf itu orang baik dan ramah. Dia tidak suka memaksakan kehendaknya kepada orang lain ",
" Bahkan dia selalu perhatian kepada orang lain ", kata Arthur mengenang Yusuf.
" Apa ada suatu kejadian yang melibatkannya baik secara langsung ataupun tidak langsung ", Alex menduga - duga.
" Aku tidak tahu. Tapi Yusuf itu mengalami amnesia. Dia tidak ingat siapa dirinya di masa lalunya sebelum bertemu keluarga kami ", Jawab Ja'far.
" Jadi Yusuf tidak dapat mengingat sedikit pun mengenai siapa dirinya ?" Tanya Arthur.
" Iya. Dia ditemukan hanyut di sungai oleh warga dalam keadaan terluka parah. Bahkan dia koma saat itu ", Ja'far memberitahu.
" Apa tidak ada benda atau sesuatu yang bisa jadi petunjuk siapa identitas dia sebenarnya ?" Alex menjadi antusias ingin membongkar kasus kematian calon mertuanya itu.
" Ada. Sebuah gelang bermata berlian tiga warna. Dan dibagian dalam gelangnya ada huruf yang bertuliskan Angkasa, Langit, Bintang ", jawab Ja'far.
" Apa jangan - jangan Cantika memberi nama anak - anak, terinspirasi dari sana ?" Alex terkejut.
" Ya, dari sanalah dia memberi nama anak - anaknya " Ja'far tersenyum saat melihat wajah Alex seolah tidak percaya.
" Tapi bagus juga ", Alex tersenyum.
" Mungkin saja itu nama Yusuf sebelumnya ?! ", dugaan Arthur.
" Mungkin saja, tapi saat ditanya soal itu. Yusuf tidak tahu, apakah itu adalah namanya, atau kata sandi atau kode. Malah itu membuat Yusuf selalu merasa sedih ", aku Ja'far.
" Apa sebaiknya kita temui Tuan Andi ?" Arthur menyarankan.
" Aku juga semalam sempat meneleponnya. Tapi dia bilang tidak tahu apa - apa ", kata Ja'far.
Tok !!!
__ADS_1
Tok !!!
Terdengar suara pintu kantor Ja'far diketuk. Kemudian masuk sekretarisnya, dan memberi tahu bahwa ada tamu yang bernama Andi Darmawangsa yang ingin bertemu dengannya.
Sontak ini membuatnya kaget, karena orang yang baru saja dibicarakan datang sendiri ke kantornya. Langsung saja dia meminta sekretarisnya membawa masuk Andi ke kantornya.
" Senang bertemu dengan anda, Pak ?" Kata Andi sambil menjabat tangan Ja'far begitu dia masuk.
" Sama - sama. Bagaimana kabar anda ?" Ja'far menyambut uluran tangan Andi.
" Keadaan saya baik - baik saja " kata Andi ramah.
" Kedatangan saya kemari ingin membahas apa yang anda bicarakan di telephone tadi malam ", Andi menjelaskan maksud kedatangannya.
" Oh. Kalau begitu ayo kita bicara sama - sama ?!" ajak Ja'far sambil duduk di sofa untuk menerima tamu.
Andi terdiam dan memandang Alex dan Arthur yang sedang duduk di sofa panjang. Ja'far mengerti arti pandangan Andi pada mereka berdua.
" Tidak apa - apa, Pak. Kenalkan ini tuan Arthur dan anaknya, Alex ",
" Hallo tuan Andi senang bertemu dengan anda ", Arthur berdiri dan mengulurkan tangannya.
" Senang juga bertemu dengan anda ", Andi menerima uluran tangan Arthur.
" Kita juga sedang membahas mengenai Yusuf, tadi ".
" Jadi apa yang akan anda ceritakan pada kami ?" Ja'far memulai pembicaraan itu.
" Sebelumnya saya minta maaf, karena semalam saya telah berbohong kepada Pak Ja'far. Bahwa tidak tahu apa - apa mengenai kecelakaan yang terjadi pada Yusuf " Andi menarik nafas sejenak.
" Karena saya takut pembicaraan kita di telphone disadap oleh seseorang " jelas Andi dan itu membuat Ja'far terkejut.
" Apa maksud anda, Pak ?"
" Ya, semenjak saya menyelidiki kematian Yusuf. Saya terus merasa sedang diawasi oleh seseorang ".
" Tuan Andi kenapa anda menyelidiki kematian Yusuf ?", Arthur bertanya karena penasaran.
__ADS_1
" Itu karena, putra saya ingin menikahi kekasihnya. Yang ternyata adalah putri dari Yusuf ", jawab Andi.
Dan itu membuat Alex mendengus merasa tidak suka saat Andi menyebut Cantika adalah kekasih dari Arga, anaknya. Walau memang benar begitu kenyataannya saat itu.
" Saya mencari tahu penyebab kematian Yusuf. Karena saya tahu dulu Yusuf selalu ada yang menguntitnya. Kemana dia pergi selalu ada yang mengikutinya. Awalnya saya curiga kenapa Yusuf dulu selalu diikuti oleh seseorang. Saat saya berbicara padanya, dia juga tidak tahu kenapa selalu ada yang mengikutinya. Dan saat dia meminta perlindungan pada polisi karena akan pergi ke suatu tempat. Polisi yang mengawalnya meninggal. Dan itu diduga dibunuh oleh si pelaku ", Andi memperhatikan ketiga orang yang terdiam mendengarkan ceritanya.
" Saat Yusuf akan pergi ke Surabaya, saya sempat melarangnya. Dan meminta asistennya untuk menggantikan dia di acara pembukaan Dept.store cabang baru disana. Tetapi dia bersikeras untuk pergi kesana karena sudah janji untuk bertemu seseorang ",
" Saat saya mendengar kabar kematiannya akibat kecelakaan, saya percaya begitu saja ".
" Saya yang tidak tahu masa lalu Yusuf mencoba mencari tahu tentangnya. Karena saya tidak mau Arga menikahi wanita dari keluarga yang tidak benar ",
" Maaf bukan saya menyinggung keluarga anda, Pak Ja'far. Saya hanya ingin tahu apa Yusuf adalah dari keluarga baik - baik. Karena ada insiden kalau dia selalu di buntuti orang lain ", kata Andi buru - buru saat melihat raut muka Ja'far berubah tidak suka.
" Dan saya baru mendapatkan beberapa informasi dari seseorang yang bekerja sama dengan saya dalam mencari tahu tentang kecelakaan itu. Sebenarnya itu bukanlah kecelakaan akibat supirnya ngantuk. Tetapi itu kecelakaan yang disengaja untuk melenyapkan Yusuf ", Andi membeberkan informasinya.
" Jadi apa anda sudah tahu siapa dalang dibalik kecelakaan itu ?" tanya Alex.
" Secara kasarnya sudah. Tetapi bukti kongkrit yang bisa menjerat si pelaku belum ada ", Andi mengarahkan pandangannya kepada Alex.
" Apa yang menjadi latar belakang motif dari si pelaku, melakukan itu ?" Alex bertanya lagi.
" Aku rasa untuk menutup mulut Yusuf, karena sudah tahu kejahatan yang telah dia lakukan ", walau ada nada kurang yakin Andi berspekulasi.
" Memangnya kejahatan apa yang telah dia lakukan sampai - sampai harus menutup mulut Yusuf ", kali ini Ja'far yang bertanya.
" Kejahatan besar yang bisa membuat dia kehilangan hal berharga dalam hidupnya", kata Andi.
" Karena itu, dia harus melenyapkan Yusuf secepatnya. Agar kejahatannya tidak terbongkar " lanjut Andi.
Mendengar penuturan Andi, mereka semua terdiam tidak percaya.
" Jadi kejahatan apa yang telah dia lakukan ? " Ja'far bertanya dengan tatapan tajamnya.
" Pembunuhan !! "
* * * * * * *
__ADS_1