
Alex melihat ada satu pesan yang lagi yang dikirim oleh Akira.
" Tunggu apa ini?"
" Hasil otopsi keluarga Lazuardi!" Mata Alex terbelalak saat ada satu pesan susulan yang masuk ke email miliknya.
Mata Alex bergerak seiring dia membaca hasil laporan dari Akira. Matanya terbelalak dan memerah saat itu juga saat dirinya tahu keadaan tubuh semua korban.
Dilihatnya Cantika masih tertidur pulas. Alex pun beranjak dari kasurnya menuju balkon luar kamarnya. Dan dia menghubungi Akira.
" Akira apa kamu yakin akan hasil laporan dari otopsi korban yang berada di rumah keluarga Lazuardi!" Alex berbicara sepelan mungkin.
" Itu yang ditulis di dokumen rahasia, catatan penting rumah sakit yang melakukan otopsi pada mayat korban." Kata Akira.
" Aku harap ini semuanya bohong." Kata Alex.
" Apa kamu tahu hubungan para korban satu dengan yang lainnya?" Tanya Alex.
" Belum Bos!" Jawab Akira.
" Ya sudah kalau begitu. Beristirahat sana, besok kerja lagi!" Perintah Alex.
" Oke, Bos!" Jawab Akira dengan suaranya yang riang.
" Ya Allah, bagaimana aku memberitahukan hal ini kepada keluarga Cantika nanti!" Alex memegang kepalanya dengan gusar.
Betapa terkejutnya Alex saat melihat Cantika sedang duduk dan laptop miliknya berada di pangkuannya. Air matanya sudah membasahi wajahnya. Alex yang melihat itu langsung berlari ke arah Cantika dan memeluknya dengan erat.
" Honey, tenangkan dirimu." Pinta Alex sambil membenamkan wajah Cantika di dadanya. Dan Cantika masih saja menangis tersedu-sedu.
" Kenapa mereka begitu kejam?" Kata Cantika di sela-sela isak tangisnya.
" Itu cara kerja, mereka." Alex mengeratkan pelukannya mencoba memberikan ketenangan kepada Cantika.
" Kenapa mereka harus melakukan itu terhadap keluarga ayah?" Kini Cantika mengangkat kepalanya, menghadap Alex.
" Aku juga tidak tahu, Honey!" Ucap Alex sambil mengusap air mata di pipi istrinya.
" Apakah sekarang mereka tidak akan mencari Om Sakti?" Tanya Cantika lagi dengan matanya yang sembab, seolah air matanya tidak ada habis untuk mengeluarkannya.
" Untungnya Om Sakti, dia telah mengubah identitasnya. Jadi tidak perlu khawatir." Jawab Alex.
" Tapi kita tidak tahu, soal Tante kamu yang bernama Bintang. Apa dia masih hidup atau tidak, sekarang ini!" Lanjut Alex.
" Tenang saja Papa Khalid pasti akan membantu kita." Alex membaringkan tubuhnya dan Cantika yang berada di dekapannya.
" Sekarang tidur, supaya besok kita bisa mengunjungi Om Sakti. Karena aku akan memajukan keberangkatan kita." Alex mencium kedua kelopak mata Cantika.
__ADS_1
*******
Bintang dan Satria mendatangi universitas tempat Rizki mengajar. Mereka ingin mengetahui identitas anak dari Kakaknya.
" Maaf pagi-pagi sudah datang mengganggu kamu." Kata Bintang saat baru bertemu Rizki kembali setelah nggak bertemu selama beberapa bulan.
" Nggak apa-apa, kok. Justru aku senang bisa membantu sahabatku." Ucap Rizki.
" Waktu itu ada pasangan suami istri yang meminta alamat rumah Langit, kakakmu. Awalnya mereka menelepon Papa untuk meminta alamat rumah Kak Langit. Dan Papa memintanya untuk datang kesini."
" Sebenarnya yang mereka cari adalah keluarga Dokter Lazuardi. Yaitu kamu dan Kak Angkasa." Rizki menceritakan apa yang Dekan, Papanya Rizki ceritakan kemarin.
" Ayo kita ke ruang kontrol, karena aku yakin kalau mereka tertangkap oleh kamera CCTV." Ajak Rizki dan berjalan menuju ruang kontrol.
Rizki, Bintang, dan Satria memasuki ruang kontrol yang disana ada dua orang yang sedang mengawasi semua layar monitor kamera CCTV.
" Pak apa yang aku minta kemarin sudah selesai?" Rizki menghampiri lelaki seumurannya.
" Eh, Pak Rizki. Ini sudah saya simpan disini. Kebetulan wajah mereka ada yang tertangkap dengan jelas." Jawabnya.
" Terima kasih, Pak!" Rizki tersenyum ramah.
" Kalau begitu saya ikut disini saja, ya!" Kata Rizki sambil tersenyum.
" Boleh-boleh, silahkan! Ada laptop yang sedang nganggur nih!" Lelaki itu menyerahkannya kepada Rizki.
" Ah, ini orangnya. Anak dari Kak Langit, cantik banget, kan? Aku pernah berpapasan saat mereka keluar dari kantor Papa saat itu!" Tunjuk Rizki pada gambar yang menunjukkan wajah Cantika.
" Eh, kedua orang ini! Aku kemarin melihatnya saat berada di lobi hotel Artemis!" Pekik Bintang sambil menunjuk layar laptop.
" Benarkah?" Tanya Satria dan Rizki bersamaan.
" Iya benar, aku yakin. Karena aku memperhatikan interaksi dia dan suaminya yang berwajah bule." Ucap Bintang meyakinkan keduanya.
" Kalau begitu kita tanya kepada pihak hotel. Mungkin saja mereka salah satu tamu di sana?" Kata Satria.
" Iya. Aku minta foto wajah kedua orang ini, ya!" Pinta Bintang kepada Rizki.
" Tentu saja boleh."
" Kalau nggak salah nama perempuan ini Cantika dan suaminya Alex." Lanjut Rizki sambil menuju mesin printer.
" Nama yang bagus, sesuai dengan wajahnya yang cantik." Kata Bintang.
" Ini, kalau ada apa-apa, jangan sungkan minta tolong padaku lagi." Rizki menyerahkan tiga lembar foto Cantika dan Alex.
" Terima kasih."
__ADS_1
Bintang dan Satria pun pamitan kepada sahabatnya itu. Dan sekarang mereka akan kembali lagi ke hotel. Untuk mencari keberadaan Cantika dan Alex.
*******
Cantika dan keluarga hari ini akan mengunjungi beberapa rumah kerabat mereka untuk bersilaturahmi, sambil pamit karena akan pergi ke Amerika.
Yang didatangi pertama kali adalah rumah tetua keluarga besar Kakek Oemar. Disana mereka hanya sebentar tidak lama, dengan alasan harus mengunjungi kerabat yang lainya.
Selanjutnya mereka mengunjungi rumah Kakek Lukman. Disana mereka agak lama disana. Apalagi Aurora ada disana. Mereka juga makan siang bersama di sana. Mereka sampai waktu ashar berada di sana.
" Pah, Alex titip Erlangga, ya. Tolong tempatkan orang yang bisa dipercaya disisinya." Pinta Alex kepada Khalid.
" Kamu tenang saja, Papa menyiapkan beberapa orang di kampusnya dan tempatnya bekerja." Kata Khalid.
" Aku tadinya mau mengajak sekalian Erlangga. Tapi dia tidak mau, lebih memilih disini." Kata Alex.
" Yang Alex khawatirkan adalah kalau ada kelompok itu yang menyadari identitas Erlangga." Lanjut Alex.
" Tenang saja karena bagaimanapun Erlangga dikenal dengan anaknya Yusuf Abdulmalik." Khalid menepuk pundak Alex.
Dan terakhir adalah mengunjungi rumah Sakti. Karena Sakti pulang kerja sore hari, jadi rumah dia sengaja yang dikunjungi paling belakangan.
" Om, sangat menyayangkan keberangkatan kalian yang dipercepat. Padahal Om, masih ingin banyak bercerita tentang keluarga kita." Kata Sakti yang merasa sedih dengan kepergian keluarga keponakannya itu.
" Tenang saja, Om. Kalau liburan kita usahakan pulang ke sini." Kata Alex dan dibenarkan oleh Cantika.
Cantika dan keluarganya baru pulang setelah isya, karena anak-anaknya anteng bermain dengan Galaksi. Bahkan mereka sampai harus makan malam disana.
*******
Saat Cantika dan keluarga kecilnya sampai di rumah. Danang dan Lastri menyambut kedatangan mereka.
" Tuan tadi ada tamu yang mencari Nyonya Cantika!" Kata Danang.
" Siapa, Pak?" Tanya Cantika.
" Pasangan suami istri, yang bernama Bintang dan Satria. Kalau tidak salah mereka bilang , besok akan datang lagi kesini!" Lanjut Lastri.
Cantika begitu terkejut saat mendapat kabar ini.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL, BUNGA, ATAU KOPI.
TERIMA KASIH.
__ADS_1