
Seharian ini Cantika disibukan dengan persiapan untuk acara lamaran nanti malam dirumahnya. Dibantu oleh Bibi Sinar, Mentari, Gaya, dan beberapa karyawan cafenya. Sementara Christina tidak bisa membantu karena sedang ada pemotretan di Bandung, dan rencananya nanti sore baru bisa bergabung. Gaya dan Mentari antusias menghias ruangan menjadi cantik dihiasi bunga mawar merah dan pink, serta lampu - lampu hias yang dibawanya dari cafe yang selalu dipakai saat mendekor ruangan kalau ada acara - acara tertentu. Sedangkan Cantika dan Bibi Sinar memasak hidangan yang akan disajikan untuk makan bersama nanti malam. Sedangkan karyawan cafe membuat beberapa dessert untuk makanan ringannya.
Acara akan dilaksanakan sekitar jam delapan malam. Tinggal lima belas menit lagi acara akan dimulai. Cantika sudah tampil cantik dengan setelan gamisnya yang berwarna merah marun diserasikan dengan jilbabnya. Riasan diwajahnya sederhana namun membuatnya berkali - kali jauh lebih cantik. Cantika merasa sangat gugup, dan kini dia duduk di depan meja riasnya di dampingi Gaya dan Christina.
" Udah santai aja, jangan gugup begitu ", kata Gaya sambil tersenyum jahil.
" Tenang Say, tarik nafas mu kemudian keluarkan pelan - pelan ", Christina memberi saran.
Cantika menarik nafasnya dalam - dalam, kemudian dikeluarkannya pelan - pelan. Dia mengulanginya beberapa kali, mencoba menghilangkan rasa gugupnya. Tapi tetap saja masih terasa gugup, dan tangannya sangat dingin sekali.
" Aduh, kok aku gugup banget, ya "
" Nih minum teh anget dulu biar terasa rileks ", Mentari datang membawa secangkir air teh hangat.
Dan ini membuat Cantika merasa lebih baik. Mungkin air hangat yang masuk ke dalam tubuhnya, bisa mengendurkan syaraf - syarafnya yang tegang. Dan kini terdengar suara mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya. Cantika menengok di jendela kamarnya yang berada dilantai atas. Dilihatnya ada beberapa mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya.
Paman Ja'far dan beberapa kerabat Cantika lainnya yang hadir, menyambut kedatangan tamu dari pihak laki - laki. Terdengar suara salam dan sambutan dari bawah, dan itu membuat Cantika gugup kembali.
Bibi Sinar datang menjemput Cantika di kamarnya. Cantika turun ditemani Gaya, Cristina, dan Mentari. Saat sampai di bawah Cantika terpesona oleh ketampanan Alex, yang entah mengapa malam ini dia begitu terlihat lebih tampan dari hari - hari sebelumnya. Cantika duduk diapit oleh Erlangga dan Ja'far.
Acara berlangsung dengan Hidmat. Pihak Alex menginginkan acara pernikahan dilaksanakan satu bulan lagi, tapi pihak Cantika menginginkan waktu agak lebih lama, yaitu sekitar tiga bulanan. Karena kedua belah pihak belum mengenal lebih jauh. Sebenarnya Cantika sendiri tidak masalah kalau mereka menikah satu bulanan lagi. Tapi Kakek Oesman meminta waktu lebih lama. Dengan alasan agar keluarga Cantika bisa lebih mengenal dahulu siapa Alex. Dan itu dibenarkan oleh nenek Ratih. Mereka tidak mau karena terburu - buru dan nantinya malah berakhir dengan perceraian.
Lagi - lagi Cantika terluka perasaannya oleh sanak saudaranya itu. Belum juga menikah sudah di do'a in bercerai. Cantika menahan air matanya supaya tidak jatuh. Dan Alex melihat kesedihan di mata calon istrinya itu. Ketiga anaknya yang duduk didepan Erlangga dan Cantika kini membalikan tubuh mereka dan memeluk Mamanya. Mereka mengerti apa yang sedang didiskusikan oleh para tetua disana. Dan akhirnya di sepakati bahwa acara pernikahannya akan dilaksanakan tiga bulan lagi.
__ADS_1
Kini semua tamu yang hadir sedang menikmati makanan yang dihidangkan. Cantika duduk di dampingi Aurora dan mereka terlihat sedang bercakap - cakap.
Aurora tadi yang mewakili Alex menyematkan cincin di jari Cantika. Kini memeluk calon mantunya itu.
" Cantika, Mama senang sekali. Akhirnya kamu beneran jadi anak Mama ", Aurora memeluk Cantika dengan tangis bahagia.
" Terimalah Al dengan segala kekurangannya. Dia itu anak yang baik dan penyayang ", Aurora memandangi wajah Cantika.
" Iya ,Mah. Cantika akan menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Karena Cantika juga buka manusia sempurna. Tapi akan berusaha agar kehidupan kami terasa sempurna dengan saling melengkapi ", Cantika meyakinkan calon mertuanya.
Saat Cantika sedang asik berbincang dengan Aurora. Erlangga datang menghampiri, dan hampir bersamaan Arthur juga menghampiri mereka.
" Cantika siapakah pemuda ini ? " Arthur menanyakan Erlangga yang kini sedang berdiri disamping Cantika.
" Hallo, son. Apa kabar ?" tanya Arthur sambil menyalami Erlangga.
" Alhamdulillah baik, Om. Om sendiri bagaimana kabarnya ",
" Aku juga baik. Wajahmu mengingatkan ku akan seorang temanku lamaku. Di bernama Yusuf Abdulmalik. Tapi kabar terakhir yang aku dengar kalau dia telah meninggal dunia ", jelas Arthur.
" Maaf, tuan. Apa yang anda maksud adalah Yusuf Abdulmalik pemilik dept store MEGA " tanya Ja'far yang sejak tadi duduk tak jauh dari Cantika.
" Ya, dia memiliki beberapa dept store. Terakhir saya bertemu dengannya saat saya berkunjung ke Surabaya. Kami bertemu disana, katanya dia sedang membuka cabang baru ", Arthur mengingat kapan terakhir dia bertemu dengan temannya.
__ADS_1
Mendengar itu Cantika terkejut, karena dirinya baru ingat kalau Ayahnya punya kenalan orang asing.
" Maaf, tunggu sebentar Dad ",
Cantika bergegas mengambil foto keluarganya yang diambil beberapa saat sebelum orang tuanya meninggal. Kemudian dia memperlihatkan foto itu pada Arthur. Dan Arthur membenarkan kalau orang tertera di foto itu adalah Yusuf dan istrinya Khadijah. Cantika menangis tersedu - sedu bertemu dengan salah satu teman orang tuanya, dan kini orang itu telah jadi calon mertuanya. Dan akan menjadi ayahnya kelak.
" Oh Sayang kenapa kamu menangis ?", tanya Arthur panik saat tiba - tiba Cantika menangis.
" Arthur apa yang kamu lakukan !", Aurora memeluk Cantika mencoba menenangkan.
" Aurora, ternyata Cantika adalah anaknya Yusuf. Kawan lama aku !?",
Erlangga yang sejak masuk sekolah dasar sudah tinggal di pondok pesantren tidak begitu dikenal oleh teman atau kenalan Cantika. Begitu juga dengan keluarga Khalid yang notabene begitu dekat dengan Cantika. Mereka hanya tahu kalau Cantika punya adik laki - laki yang sedang menimba ilmu di pesantren. Erlangga memiliki wajah yang begitu mirip dengan Ayahnya, Yusuf. Sedangkan Cantika campuran perpaduan Yusuf dan Khadijah.
Ja'far menceritakan kejadian yang menimpa saudara perempuan dan kakak iparnya itu kepada Arthur. Sungguh Arthur sedih mendengarnya. Ternyata kejadian itu terjadi sesaat setelah pertemuan dengannya. Waktu itu Yusuf ingin berbicara sesuatu kepadanya. Tetapi panggilan Khadijah membuatnya urung berbicara, dan Yusuf pamit kepadanya karena istrinya sudah menunggu di mobil.
Didepan rumah terdengar suara ribut, Cantika pun melihat apa yang sedang terjadi disana. Ternyata tubuh Alex sedang ditahan oleh Fatih dan Alif. Dan seorang pria lainnya juga sama tubuhnya sedang ditarik oleh yang lainnya. Mereka sedang berusaha memisahkan dua orang itu.
" Ada apa ini ?", Ja'far yang lebih dulu sampai ke teras depan bertanya apa yang sedang terjadi disana.
Semua orang yang sedang berada di teras rumah menoleh ke arah pintu sumber suara berasal.
* * * * * * *
__ADS_1