Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 34


__ADS_3

    Angkasa yang melihat dua orang yang dikenalnya, walau sekarang wajah mereka lebih dewasa. Apalagi wajah perempuan yang memanggilnya Kakak, mirip sekali dengan wajah ibunya.


" Bintang!" Balas Sakti dengan dada yang bergemuruh saking senang dan terkejutnya dia.


    Bintang langsung berlari sambil menangis dan memeluk tubuh kakaknya yang selama ini dicarinya. Sakti pun membalas pelukannya dengan sangat erat. Menyalurkan rasa rindu yang teramat sangat, kepada adik perempuannya yang disangkanya telah meninggal. 


" Kakak….! Selama ini, Bintang terus mencari Kakak. Kenapa Kakak nggak ada kabarnya?" Bintang menangis tergugu masih memeluk Sakti.


" Maafkan Kakak, yang tidak tahu kalau kamu dan Kak Langit masih hidup saat itu." Sakti membelai hijab yang dipakai oleh adik kesayangannya.


" Aku mencari kemana-mana informasi tentang Kak Angkasa, tetapi tidak bisa menemukan." Kata Bintang di sela-sela isakan tangisnya.


" Justru Kakak nggak mencari informasi lebih dalam tentang kalian. Karena informasi yang Kakak dapat, bahwa semua penghuni rumah sudah meninggal." Sakti mengurai pelukannya. Dilihat wajah adik yang dulu begitu manja, kini telah menjadi wanita cantik dan anggun.


" Sekarang kamu jadi makin cantik, tapi masih saja cengeng." Goda Sakti saat melihat kembali wajah Bintang, dan dia malah mendapatkan cubitan sebagai balasannya.


" Angkasa apa kabar?" Tanya Satria yang sejak tadi sudah berdiri di sampingnya.


" Tunggu…. Kamu…. Apa kamu Sakti anaknya Pak Dirman?" Tanya Angkasa karena merasa familiar dengan wajah dan suaranya.


" Iya ini, aku. Lawan kamu sejak kecil." Kata Sakti sambil tersenyum bahagia bisa bertemu dengan saudara angkatnya itu.


    Bintang melepaskan pelukan pada Sakti dan membiarkan Kakaknya kini memeluk suaminya.


" Jadi kamu juga selamat! Syukurlah!" Kata Sakti sambil memeluk tubuh dari orang yang dulu selalu jadi partner jahilnya.


" Ya, aku dan Bintang bisa selamat karena Kak Langit." Ucap Satria.


    Mendengar perkataan barusan, Sakti menyadari kalau dirinya tidak tahu, apa yang telah terjadi pada hari itu.


" Om…. Tante, sebaiknya kita semua duduk dulu." Kata Cantika mengingatkan mereka yang masih berdiri di tengah ruang tamu.


" Ah, iya. Sampai tidak sadar kalau kita masih berdiri!" Kata Sakti tertawa malu.


    Kini mereka semua sudah duduk di sofa setelah melepas rindu tadi. Saat mereka akan memulai pembicaraan, ketiga anaknya Cantika menuruni anak tangga. Dan saat melihat Satria, mereka bertiga sangat senang disangkanya Galaksi juga ikut.


" Opa Sakti…. Om Galaksi-nya mana?" Tanya Bintang sambil mencium tangan Sakti, dan diikuti oleh kedua saudaranya.


" Om Galaksi nggak ikut kesini. Opa sendirian tadi datangnya kesini." Jawab Sakti dan dia bisa melihat dengan jelas wajah kecewa dari ketiga cucu Kakaknya itu.

__ADS_1


" Kalian bertiga, kenalan dulu sama Oma Bintang dan Opa Satria!" Ucap Cantika kepada Si Trio Kancil.


    Bintang dan Satria terdiam saat melihat ketiga bocah yang kemarin dilihatnya saat di lobi Hotel Artemis. Mereka berdua tak menyangka kalau anak yang mereka bilang lucu itu, ternyata masih kerabatnya.


    Ketiga anak kembar itu pun mencium tangan Bintang dan Sakti dengan takzim. Dan menyapa mereka dengan diikuti senyumannya yang manis.


" Assalamu'alaikum, Oma…. Opa!" Salam mereka bertiga.


" Wa'alaikumsalam." Jawab keduanya.


" Cantika mereka semua ini anak kami?" Tanya Bintang sambil mengalihkan penglihatannya ke arah Cantika.


" Iya Tante, mereka kembar tiga!" Jawab Cantika.


" Wah nggak nyangka kalau anak kecil yang kita temui di lobi hotel itu adalah cucunya Kak Langit." Kata Bintang dengan mata yang berbinar-binar.


" Apa kalian mau main ke rumah Om Galaksi?" Tanya Alex tiba-tiba kepada ketiga anaknya.


" Mau!" Jawab ketiganya kompak.


" Kalau begitu biar Pak Danang yang mengantarkan kalian kesana. Ajak sekalian Didi dan Dodo juga." Alex beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah depan rumah.


    Cantika tahu, kenapa menyuruh anak-anaknya bermain kerumah Galaksi. Karena dia tidak mau ketiga anak itu mendengar cerita yang akan dibahas disini.


*******


" Bintang sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarga kita?" Tanya Sakti.


" Bintang juga tadinya nggak mengerti kenapa sampai orang-orang itu datang kerumah kita dan membuat keributan dirumah." Bintang mulai menangis kembali ketika kejadian dulu berputar di memorinya. 


Sekitar tiga puluh satu tahun yang lalu…


" Langit, tolong antar Angkasa ke bandara ya!" Pinta Lazuardi kepada anak sulungnya yang sedang membaca buku.


" Baik, Yah. Besok jam berapa berangkatnya?" Tanya Langit sambil menyimpan kembali buku yang selesai dibacanya ke rak buku di sampingnya.


" Tidak, berangkatnya dipercepat nanti malam." Kata Lazuardi dengan sorot mata tidak ingin dibantah saat Langit sudah membuka mulutnya untuk bertanya kembali.


" Baiklah, jam berapa jadwal keberangkatan pesawatnya?" Tanya Langit.

__ADS_1


" Jam sepuluh malam, kalian berangkat dari rumah selepas isya." Kata Lazuardi sambil keluar ruangan perpustakaan keluarganya itu.


*******


    Lazuardi menemui Dirman yang sedang berada di halaman belakang sedang memberi makan ikan di beberapa kolam yang sengaja dibuat untuk menernak berbagai jenis ikan.


" Dirman, apa kamu sudah menyiapkan semuanya" tanya Lazuardi kepada sopir pribadi sekaligus orang kepercayaannya.


" Sudah, Pak! Apa benar mereka juga akan datang kemari?" Tanya Dirman dengan suara yang pelan namun masih jelas dapat didengar bahkan oleh Bintang yang sedang rebahan di dekat jendela paviliun yang tepat di belakang Lazuardi sedang berdiri.


" Ya, dan ada kemungkinan mereka akan datang kemari nanti malam!" Ucap Lazuardi.


" Apa Bapak tahu siapa mereka?" Tanya Dirman lagi karena penasaran.


" Aku tidak tahu siapa mereka. Tapi aku tahu kalau aku akan jadi target selanjutnya. Karena sekarang tinggal aku yang masih hidup di Tim Garuda." Jawab Lazuardi.


" Kalau kamu mau pergi, mumpung masih ada waktu. Jangan sampai kamu menyesal!" Lanjut Lazuardi.


" Tidak, Pak. Sampai mati pun aku akan terus berada disini untuk mendampingi dan berjuang bersama." Kata Dirman


" Koper kiriman dari Pak David saya sudah simpan di lemari kamar Non Bintang." Lanjut Dirman.


" Bagus, sebaiknya kita menyediakannya di setiap ruangan. Karena kita tidak tahu ada berapa orang yang akan datang." Lazuardi ikut memberi pakan ikan yang sudah siap di panen.


" Siapa yang akan memanen ikan-ikan ini?" Tanya Lazuardi sambil mengambil jala miliknya yang ada di dekat kolam itu.


" Sebentar lagi akan datang Ujang dan anaknya Yudha. Dan mereka akan membawa teman yang lainnya." Jawab Dirman.


" Bagus, usahakan hari ini selesai semuanya! Karena tidak ada waktu lagi." Lazuardi berhasil menangkap beberapa ikan yang lumayan besar. Dan memasukkannya ke dalam ember.


" Ayo, untuk terakhir kalinya kita bakar ikan bersama!" Kata Lazuardi sambil tersenyum.


" Aku harap ini bukan yang terakhir, Pak! Kalau bisa Minggu depan dan Minggu kedepannya lagi kita bisa makan ikan bersama." Balas Dirman.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA MUMPUNG HARI SENIN.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL, BUNGA ATAU KOPI.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2