Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 12


__ADS_3

     Paris yang sedang tidur, merasa ada yang mencium bibirnya. Wangi tubuh Angkasa, tercium dengan jelas oleh hidung dia. Sesapan lembut di bibir membuat seluruh tubuh meremang. Paris membuka sedikit mata untuk memastikan yang sedang menciumnya adalah Angkasa. Pangeran sang pujaan hati, benar dialah pelakunya. Paris ingin sekali membalas ciuman itu. Namun, dia takut Angkasa nanti malu dan menjauh lagi. Jadi, dia memilih untuk pura-pura tidur. Meski detak jantung bertalu-talu dengan kencang.


"Semoga mimpi indah, Honey," bisik Angkasa kemudian mengecup keningnya.


     Paris, menjerit senang dalam hati. Angkasa memanggil dirinya dengan sebutan, Honey, lagi. Begitu terdengar suara pintu ditutup. Paris membuka sedikit mata, kemudian dia menggerakkan kedua tangan dan kakinya, mengekspresikan perasaan bahagia.


"I love you, Darling!" kata Paris pelan.


     Angkasa pun keluar dari kamarnya dan tidur di sofa. Dia memilih di sofa ruang tengah, agar saat Peter pulang, dapat mengetahuinya.


******


     Peter mencoba mencari informasi di klub malam terkenal. Siapa tahu orang yang bernama Madrid dan Caracas itu, terkenal di kalangan dunia bawah. Sudah dua jam dia bertanya kepada orang-orang di sana, tetapi tidak ada seorang pun tahu dengan orang yang bernama itu.


     Justru, Peter malah melihat gadis tetangga yang menyebalkan, sedang bersama pesta teman-temannya. Athena terlihat mulai mabuk, dan beberapa temannya mulai bertindak kurang ajar. Meski, dalam keadaan tidak sadar dan lemas. Athena mencoba melawan dan mulut kasarnya pun kembali ngoceh sumpah serapah. 


     Peter yang merasa kasihan pun akhirnya, mendekati Athena. Untung Athena masih mengenali dia. Jadi, tidak dianggap orang asing yang pura-pura mengaku kenal.


"Hai, Hot Daddy! Sedang apa kamu di sini?" Athena mulai mengoceh.


"Ayo, pulang!" ajak Peter dan mengulurkan tangannya.


"Tidak, mau!" Athena menepis tangan Peter.


"Kamu di sini bersama si gigolo galak?!" tanya Athena sambil mengedarkan pandangannya mencari Angkasa.


     Sebelum Athena, mengoceh lebih banyak lagi. Peter membawa paksa dan membopong Athena seperti memanggul karung beras. Sebab, gadis itu melakukan perlawanan saat akan dia bawa pulang. Peter juga pura-pura tidak tahu malu, saat Athena terus berteriak menyebutnya Hot Daddy.


"Hot Daddy, turunkan aku!"


*******


     Peter pun membawa pulang Athena ke apartemennya. Untungnya, Athena memberitahu nomor pin kunci pintunya. Sehingga, Peter bisa masuk ke dalam kamar dengan mudah. Ternyata kamar Athena itu sangat berantakan. Begitu, saat mereka masuk ke dalam kamar tidur. Banyak barang-barang pribadi milik Athena, berserakan di sana.


"Dasar gadis jorok! kamar kamu berantakan sekali!"


     Peter pun membaringkan tubuh Athena. Namun, gadis itu tidak mau melepaskannya. Tangan Athena, merangkul kuat leher Peter. Sehingga, memaksa dia menarik tangan dengan kuat. Tarikan yang hendak melepaskan tangan Athena, terhenti. Saat Athena mencium bibirnya dengan mesra dan mulai menuntut. Peter pun membalas, tidak mau kalah. Dia juga adalah laki-laki normal seperti kebanyakan orang yang memiliki napsu.


"Hentikan! Jangan sampai kita melewati batas," kata Peter yang sedang mencoba menahan hawa napsunya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita lanjut?!" Athena menantang Peter, sambil tersenyum menggoda.


"Kamu tidak sadar dengan apa yang sedang kau ucapkan! Kamu sedang mabuk!"


"Tidak! Aku masih sadar."


"Kamu jangan menyesalinya besok pagi!"


"Tidak akan."


     Peter pun pergi dengan rasa kesal. Bayangan wajah Madina, yang tersenyum ramah. Terlihat di pelupuk matanya. Seandainya saja Peter, menuruti hawa napsu. Mungkin kini, dia sedang menikmati surganya dunia, dan akan menyesal keesokan harinya.


*******


     Angkasa bangun saat masih dini hari, jauh sebelum waktu subuh. Dia ingin melanjutkan lagi pencarian informasi tentang orang tua Chelsea. Dia mencoba masuk ke komunitas para pengusaha terkenal, dilanjutkan ke pengusaha sukses, selanjutnya ke komunitas pengusaha muda.


     Dalam komunitas ini ada nama Savior Caracas, seorang pengusaha muda yang berusia 25 tahun dan sudah menikah dengan Wina. Pengusaha muda yang memiliki perusahaan pembuatan anggur.


"Apa nama Savior Caracas, ini adalah ayahnya Chelsea?" gumam Angkasa.


*******


"Pa-pa." Tangan mungil terulur ke arah Angkasa ingin di gendong olehnya.


"Halo, Chelsea, Sayang. Apa semalam tidurmu menyentak?" tanya Angkasa.


"Iya, dia tidur dengan sangat nyenyak. Untungnya, tidak ngompol seperti hari kemarin." Paris jadi kesal kalau ingat hari kemarin saat Angkasa salah paham. Mengira dirinya dan Brooklyn, sudah tidur bersama.


"Lalu, bagaimana dengan kamu? Apa semalam tidur dengan nyenyak?" tanya Angkasa kepada Paris.


"I-Iya ... aku tidur dengan nyenyak. Sampai-sampai tidak sadar kapan aku pindah tidur ke kamar," jawab Paris dengan wajah merah padam.


'setelah kejadian itu, aku tidak bisa lagi tidur. Bahkan aku memastikan kalau yang dilakukan oleh Angkasa, itu bukan mimpi,' batin Paris.


     Peter keluar dari kamarnya dengan penampilan rapi dan wangi. Itu membuat Angkasa dan Paris menatapnya heran.


"Peter, kamu mau kemana? Tumben pagi-pagi sudah berpenampilan rapi. Seperti mau kencan?" tanya Angkasa sambil tersenyum jahil.


"Aku mau mengantarkan Madina, ke perpustakaan kota. Sekalian mau mencari informasi tentang Caracas dan Madrid," jawab Peter jujur.

__ADS_1


"Bilang saja mau kencan! Mau-maunya Madina, pergi berdua sama kamu," kata Paris.


"Tidak berdua, kita akan pergi berempat. Ada dua temannya lagi yang ikut. Kalau cuma berdua takutnya ada setan yang akan membisikan sesuatu." Peter tidak sadar dengan dengan ucapannya itu sudah menyinggung dua orang didepannya.


"Ya, sudah sana pergi!" Angkasa langsung mengusir Peter.


"Maaf, Tuan Muda Angkasa, aku mau sarapan dulu," kata Peter dan dijawab dengan cengengesan Paris, sementara Angkasa hanya mendengus sebal.


     Keempat orang itu sarapan dengan tenang, sampai terdengar suara bel yang berkali-kali bunyinya. Peter pun bangkit dan ingin melihat siapa tamu yang sudah mengganggu waktu sarapannya.


"Brooklyn, ada apa?" tanya Peter begitu di buka pintunya.


"Apa Paris dan Chelsea, ada di dalam?" tanya Brooklyn dengan tidak sabaran.


"Iya, ada. Mereka sedang sarapan dengan Tuan Muda Angkasa."


"Oh, syukurlah! Aku takut terjadi sesuatu kepada mereka. Aku barusan ke kamarnya, tetapi tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana."


     Brooklyn akhirnya, ikut juga sarapan bersama di sana. Paris dan Brooklyn akan pergi kuliah. Tinggal Angkasa bersama Chelsea, yang masih ada di apartemen. Hari ini tidak ada jadwal kuliah, di rumah sakit pun bagian libur. Maka, Angkasa akan melanjutkan pencarian tentang Caracas. Sambil menemani Chelsea main.


*******


Peter yang sedang berada di perpustakaan, mencari berita baru-baru ini. Tentang orang yang bernama Savior Caracas, yang tadi sempat diberitahu oleh Angkasa. Koran-koran dan majalah bisnis, dia buka satu persatu. Mungkin saja, bisa menemukan tentang orang itu. Pencarian Peter pun tidak sia-sia, karena di salah satu majalah bisnis, ditemukan wawancara dengan Savior Caracas.


*******


Apa informasi yang didapat oleh Peter?


Siapa Savior Caracas?


Tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2