Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 75


__ADS_3

Alex yang sedang berbicara dengan Fatih mendapat panggilan dari Jacky.


" Ada apa Jack ?"


" Aku sudah mendapatkan apa yang kamu mau."


" Oh, benarkah !"


" Ya, dan dia telah mengakuinya. Bahkan aku juga mendapatkan formula obatnya."


" Hebat. Sekarang laporkan hasil kerjamu ?"


" Untuk kasus pertama kamu. Ternyata Sylvia juga yang dulu memasukan obat ini pada minumanmu. Dulu obat ini sering digunakan oleh dokter Jo untuk menerapi pasiennya. Sehingga mereka yang berada di dalam bawah sadar bisa mensugesti bahwa mereka telah melakukan apa yang di ucapkan oleh dokter Jo."


" Berarti saat itu aku berada dalam hipnotisnya. Seakan - akan aku telah melakukannya, begitu kan ?" Tanya Alex antusias.


" Iya. Kamu benar."


" Kemudian obat ini dikembangkan lagi oleh anaknya, dokter Sam. Dan untuk kasus kedua, obat inilah yang digunakan Sylvia saat kamu berada di Bali."


" Tapi aku merasa efek kedua obat itu sangat berbeda ?!" Kata Alex.


" Ya, obat kedua yang kamu minum itu selain berhalusinasi juga bisa untuk meningkatkan gairah seksual bagi peminumnya."


" Pantas saja aku bereaksi seperti itu ?" Alex mangut - mangut.


" Memang gimana reaksinya ?" Fatih ikut nimbrung.


" Apa itu kamu, Fatih !" Teriak Jacky di seberang telepon.


" Halo, Jack. Minggu depan datang, ya. Ke pesta pernikahanku." Fatih bicara di depan phonecell Alex.


" Iya, Olivia juga ingin melihat seperti apa wajah istri kamu !"


" Jack, teruskan laporan mu!" Potong Alex.


" Untuk mendapatkan informasi ini, ternyata bayarannya cukup mahal ?!"


" Apa maksud kamu ?"


" Hehe....motor kesayanganmu rusak parah," Jacky tertawa garing tahu Alex pasti marah.


" Kamu.... bagaimana bisa itu sampai terjadi !"


" Kamu pikir mudah masuk ke sarang musuh. Masih untung aku dan yang lainya selamat." Gerutunya.


" Lalu hasil akhirnya apa sepadan dengan motor kesayanganku ?"


" Ya, kami menghancurkan laboratorium mereka." Jacky merasa bangga.


" Ah, sudah lupakan saja itu." Alex menghembuskan napasnya.


" Kamu nggak marah kan?" Jacky hati - hati saat bertanya.


" Tidak. Justru aku berterima kasih padamu." Jawab Alex.


" Jack, kamu harus datang ke Indonesia bila kamu mau melihat wanitanya Alex !" Teriak Fatih.

__ADS_1


" Benarkah itu Alex ?"


" Alex akhirnya kamu jadi manusia normal !" Jacky merasa senang mendengar berita dari Fatih.


" Berisik !" Alex pun mematikan panggilan teleponnya.


                  * * * * * * *


     Alex pun berlari ke ruang kerja Khalid berniat menemui Cantika. Dan saat dia membuka pintu, Alex tak sengaja mendengar pembicaraan Cantika dan Aurora.


" Dan untuk Sylvia...."


" Tidak, Mah. Aku tidak perlu mendengar kisahnya !" Tolak Cantika.


" Kenapa ?" Tanya Aurora heran.


" Nanti aku cemburu," Cantika merendahkan suaranya.


" Wah ternyata anak Mama sudah punya rasa pada anak nakal itu !"


     Mendengar ucapan Cantika, Alex tersenyum bahagia. Jantungnya berdetak kencang.


" Terus kenapa kamu sering melamun ?"


" Cantika malu mengatakannya, Mah."


" Nggak usah malu. Ayo ceritakan saja semuanya, biar beban kamu menjadi ringan."


" Saat melihat aset milik Sylvia, aku langsung merasa minder. Padahal kata Gaya dan Christina, aset milik aku idaman para wanita."


" Hahaha.... Maaf Cantika. Mama tidak bisa menahannya." Aurora langsung tertawa otomatis saat mendengar pengakuan Cantika.


" Kamu harus mensyukuri apa yang kamu punya."


" Cantika tahu Mah. Dan Cantika jadi ingat sama perkataan teman - teman yang telah menikah. Kalau seorang istri harus bisa memuaskan suami di atas ranjangnya, agar tidak tergoda dengan wanita lain."


" Dan Cantika mengingat - ingat siapa saja yang dulu bercerita selalu bangga karena bisa memuaskan suaminya." Kata Cantika dengan muka merah seperti tomat.


     Alex yang mendengar itu hatinya melambung tinggi jantungnya berdetak sangat cepat, dan mukanya merah sampai ke telinga dan lehernya. Senyum di wajahnya makin mengembang.


" Cantika, kamu jangan cemas. Nanti Mama kasih tips - tips biar kamu bisa memuaskan Alex."


     Alex yang sudah tidak tahan lagi mendengar pembicaraan dua wanita yang sedang memunggunginya memutuskan mengakhiri pembicaraan mereka.


Tok,


Tok,


" Assalammu'alaikum"


" Wa'alaikumsalam." Jawab keduanya sambil membalikan badannya kearah Alex.


" Tuh, ada orangnya." Goda Aurora.


     Cantika malah mengeluarkan air matanya saat melihat Alex. Dia teringat kembali kisah Alex diwaktu kecil.


" Honey, kamu kenapa ?" Tanya Alex panik dan cepat - cepat menghampiri Cantika.

__ADS_1


" Aku, entah mengapa merasakan sakit hati saat membayangkan dirimu saat masih kecil." Jujur Cantika.


" Itu cuma masa lalu. Dan aku juga sudah menguburnya dalam - dalam."


" Dan lihatlah sekarang aku baik - baik saja." Kata Alex mencoba menghibur Cantika.


" Aduh kalau saja dia sudah halal, aku akan peluk dia dengan erat."


" Sudah Honey, hapus air matamu itu."


" Al, Mama sudah menceritakan tentang kamu dan Irene. Sedangkan Sylvia...." Aurora tidak meneruskan pembicaraannya.


" Biar Al, saja yang bercerita."


" Aku tidak mau mendengarnya !" Tolak Cantika sambil menggelengkan kepalanya.


" Aku harus menceritakannya sama kamu, Honey."


" Biar tidak ada kesalah paham lagi nanti kedepannya."


" Aku nggak mau kehidupan rumah tanggaku rusak hanya karena masa lalu." Kata Alex.


" Dan mungkin saja nantinya kamu akan bertemu lagi dengan Sylvia. Akan aku ceritakan garis besarnya saja." Kata Alex lagi. Dan Cantika pun menganggukkan kepalanya.


" Setelah bercerai dengan Irene. Ayah sempat menikah lagi dengan Maria, anak  Kepala Pelayan Grandpa. Ayah menikahi Maria untuk melindungi dari mantan suaminya yang merupakan anggota mafia. Maria punya dua orang putri, yang bernama Sylvia, dia berusia tiga tahun diatas ku dan Olivia beda dua tahun di bawahku. Aku akan bertemu dengan mereka saat liburan sekolah. Dan rencananya aku akan melanjutkan sekolah menengah pertama di Amerika. Aku kembali ke rumah Daddy, dimana Maria dan kedua anaknya tinggal juga disana. Sylvia sejak awal bertemu dia selalu agresif sama aku. Dan puncaknya adalah pada malam dimana dia memberikan obat pada minumanku. Obat itu bisa memanipulasi otak hanya dengan mendengarkan kata - katanya. Dalam alam bawah sadar ku, aku memperkosa Sylvia. Tapi hatiku berusaha melawannya, karena aku tahu itu perbuatan dosa. Dan entah bagaimana aku sampai sadar kembali. Dan disaat aku sadar, pertama kali yang aku lihat...." Alex menarik napasnya dan menghembuskan lewat hidung mancungnya secara perlahan.


" Yang pertama kali aku lihat adalah Sylvia sedang memainkan burung kebanggaan ku. Dan kita sama - sama telanjang. Aku begitu shock, melihat itu. Dan aku berpikir kalau aku sudah benar - benar memperkosanya. Ditambah Sylvia berteriak - teriak sehingga orang - orang datang ke kamarku. Dia mengaku bahwa telah diperkosa oleh ku. Daddy yang mendengar itu langsung memukul ku pakai tongkat kasti yang ada di kamarku." Alex sebenarnya sudah ingin mengakhiri ceritanya saat melihat air mata Cantika kembali membasahi pipinya.


" Untungnya Mama Aurora dan Papa Khalid datang untuk pamit padaku. Mama Aurora marah sama Daddy dan membawa aku kembali ke Indonesia. Aku pun melanjutkan sekolah kembali di sini. Karena trauma ku kambuh lagi, aku dan Fatih sekolah di sekolahan yang siswa laki - laki dan perempuannya dipisah."


" Begitulah kisah aku dan Sylvia dulu."


" Kita tidak memiliki cerita indah."


" Ah, aku lupa. Kejadian di Bali juga ada hubungannya dengan Sylvia" Kata Alex.


     Cantika yang mendengar itu, mengerutkan keningnya. " Apa dia juga terlibat dalam kejadian malam itu ?"


" Iya. Sylvia dia memasukan obat yang telah dibuat lebih sempurna, ke dalam minuman aku kembali. Untungnya malam itu aku salah masuk ke kamar kamu, Honey."


" Kalau aku benar masuk ke kamarku sendiri, maka malam itu aku tidak akan bisa lolos darinya."


" Dan untuk kejadian di Bali ini, aku mau berterima kasih padanya."


" Karena berkat dia, aku bisa bertemu denganmu walau caranya salah. Dan aku jadi tahu apa itu rasa cinta, sayang, dan cemburu." Alex terus memandangi wajah Cantika.


     Cantika yang di pandangi seperti itu malah gugup dan malu. Akhirnya dia memilih menundukkan kepalanya.


\* \* \* \* \* \* \*


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


 


__ADS_2