
Almahira pun memasak ikan dengan bumbu seadanya. Mereka semua menyukai masakan buatan Almahira, yang katanya cuma di beri bumbu garam sama perasan jeruk lemon. Ikannya juga di bakar, karena tidak ada minyak untuk menggoreng.
Setelah makan malam, mereka berempat berunding. Besok pagi-pagi sekali harus ada orang yang dengan cepat pergi ke gudang itu, untuk membawa bahan baku yang akan digunakan untuk membuat karya cipta kelompoknya.
Setelah bagi tugas untuk besok pagi. Mereka semua cepat-cepat tidur. Sementara Suzuki berkeliling villa memastikan tidak ada hewan buas atau berbahaya yang masuk. Villa dua tingkat yang berukuran cukup luas itu, membutuhkan sekitar setengah jam, bagi Suzuki untuk memeriksanya.
*******
Kawasaki dan Almahira yang kebagian tugas untuk pergi ke gudang dan mencari bahan baku yang di perlukan, berangkat begitu matahari terbit. Mereka berdua sarapan hanya air putih dan sebuah apel, untuk mengganjal perut sementara waktu. Sebab Langit yang akan membuat sarapan, sampai mereka pulang nanti.
Perjalanan dua kilo meter, mereka tempuh dengan berjalan kaki. Masing-masing membawa tas ransel besar yang bisa diubah menjadi koper yang bisa ditarik. Jadi saat mereka pulang nanti, ransel yang telah di isi oleh bahan untuk karya mereka, tinggal ditarik saja karena berat. Selain itu juga mereka membawa tas lainnya di dalam tas ransel itu.
Kedatangan Kawasaki dan Almahira di gudang itu, ternyata paling awal. Jadi, mereka dengan bebas memilih bahan baku apa saja yang akan mereka bawa pulang nanti.
Kelompok Langit akan membuat alat penjernih dan penyaring air. Agar air yang diminum langsung oleh kita tidak mengandung bakteri dan kuman penyakit. Kebanyakan orang langsung meminum air putih yang terlihat bersih, padahal mengandung banyak penyakit.
Sebenarnya bukan hanya bahan untuk membuat karyanya saja yang mereka bawa. Kadang mereka membawa barang untuk bereksperimen sendiri. Begitu juga dengan Almahira, membawa beberapa bahan baku sesuai pesanan Langit.
Satu tas koper besar penuh untuk bahan baku karya kelompok. Serta satu tas ransel berukuran lumayan besar pesanan Langit, digendong oleh Almahira.
Gudang bangunan tiga tingkat itu menyimpan berbagai macam bahan yang sering dibutuhkan oleh para murid. Tiap lantai menyimpan kebutuhan sesuai dengan jenisnya masing-masing. Lantai satu itu menyimpan keperluan untuk para insinyur robotika--engineer mekanik, listrik, dan perangkat lunak--untuk membuat karyanya. Lantai dua untuk para ilmuwan sains. Semua jenis bahan baku dan alat yang di perlukan untuk membuat suatu formula ada. Semua murid bebas mau membawa apa saja dan seberapa banyak, selagi itu masih ada. Mau itu seng, besi, kawat, kabel, mur, baut. Itu semua kumplit dari berbagai macam ukuran dan bentuk. Alat-alat perkakas mekanik dan tukang, juga ada semua.
Kawasaki membawa koper yang sudah di isi penuh untuk keperluan karya kelompoknya. Sedangkan tas ranselnya untuk eksperimen membuat karya dia sendiri.
Almahira pun nggak kalah banyak membawa bahan yang di butuhkan olehnya dan Langit. Bahkan bukan hanya koper, dan tas ransel. Almahira juga membawa tas jinjing, yang dibutuhkan oleh Langit untuk membuat racun dan penawarnya racunnya. Sesuai dengan yang di buat oleh Mazda.
"Wah, kalian sudah selesai rupanya. Jam berapa kalian datang ke sini?" tanya Yamaha Ryu yang baru saja datang, sambil menggandeng tangan Hino Rey.
"Setelah matahari terbit," jawab Kawasaki dengan ekspresi wajah yang datar.
"Eh, ada Alma san. Senang bisa melihatmu di pagi hari yang cerah ini!" Mitsubishi Dai datang dengan Subaru Sora.
"Halo, Mitsubishi san." Almahira hanya menyapa sekedarnya saja.
__ADS_1
Saat Almahira sedang berbicara dengan Mitsubishi Dai. Almahira merasakan ada yang memeluk tubuhnya secara tiba-tiba.
"Alma chan!" Matsumoto Hana, tiba-tiba datang dan memeluk Almahira.
Almahira yang tadinya terkejut karena takut laki-laki yang telah memeluknya. Kini merasa tenang kalau ternyata tuan putri Matsumoto adalah pelakunya.
"Ohayo, Hana chan!" sapa Almahira sambil tersenyum manis.
"Ngapain kamu di sini?" tanya Hana kepada Kawasaki, yang berdiri di dekat Almahira.
"Bukan 'kamu', tapi Kenzo Kun!" balas Kawasaki kepada Hana, dengan tatapan meremehkannya.
"Maaf saja, aku tidak mau punya calon suami kayak kamu!" Matsumoto Hana, gadis yang biasanya bersifat anggun dan kalem. Kini berubah jadi pribadi yang ketus, saat berhadapan dengan Kawasaki Kenzo.
"Hana chan, jangan bilang ... Kawasaki Kenzo, adalah calon tunangan kamu?!" tanya Almahira dengan tatapan tidak percaya.
Beberapa bulan yang lalu, Hana pernah bilang kalau dirinya sudah memiliki calon tunangan dari kecil. Hanya saja dia tidak tahu siapa tunangannya itu.
"Almahira, tolong aku. Buatlah pertunangan kita berdua putus!" pinta Hana kepada Almahira dengan tatapan memohon.
Almahira terkejut mendengar permintaan dari temannya itu. Mana mungkin dia berani memutuskan hubungan dua keluarga besar dan berpengaruh di Jepang.
"Maaf, Hana chan. Aku sepertinya tidak bisa membantu." Almahira menangkupkan kedua tangannya.
"Jangan begitu Hana chan, bagaimana kalau di di dalam perut ini sudah ada generasi penerus Kawasaki!" Kawasaki mengusap perut Hana.
"Enak saja!" Hana menepis tangan Kawasaki yang berada di perutnya. "Mana ada wanita bisa hamil tanpa pernah ada yang menyentuhnya?!"
"Kalau begitu, persiapkan dirimu. Aku akan meminta kakek untuk menyiapkan pernikahan kita, begitu pulang dari sini." Satu ciuman mendarat di pipi Hana, dan membuat gadis itu marah dan memukuli Kawasaki.
Perdebatan Kawasaki dan Hana terhenti saat Mitsubishi Akai datang bersama Lovely. Pasangan hot itu langsung saja berbuat kehebohan dengan pakaian yang membuat orang geleng-geleng kepala.
Lovely memakai atasan kemben yang cuma menutup buah dadanya saja. Bawahannya celana panjang ketat. Sementara baju Mitsubishi Akai, atasan jaket yang tidak diresletingkan, sehingga menampilkan badannya yang six pack. Bawahannya juga celana ketat.
__ADS_1
"Kalian itu tidak tahu malu!" Kawasaki menatap jengah kepada pasangan yang baru datang itu.
Mitsubishi Akai yang tidak suka, kalau ada orang yang ikut campur akan segala urusannya. Menatap tajam ke arah Kawasaki.
"Apa hak kamu, mencampuri urusanku!" kata Mitsubishi Akai dengan suaranya yang berat.
"Seharusnya kalian itu berpakaian tahu tempat! Saat ini kita sedang dalam melaksanakan tugas sekolah. Bukan club malam!" balas Kawasaki dengan nada yang tinggi.
"Sepertinya kamu iri dengan tubuh kekasihku!" Mitsubishi Akai menarik Lovely untuk merapat kepadanya.
"Maaf saja! Tubuh kekasihku lebih seksi dari dia," balas Kawasaki dengan menatap tajam Mitsubishi Akai.
Perdebatan keduanya menjadi tontonan semua orang yang ada di gudang. Bahkan, Mitsubishi Akai hampir saja berkelahi dengan Kawasaki.
"Kawasaki san, sebaiknya kita kembali ke villa!" ajak Almahira sambil menarik tangan Kawasaki.
*******
Ngetik sambil rebahan jadinya ngantuk, akhirnya naskah yang sudah di tulis. hilang 😭😭😭.
APA YANG SEDANG LANGIT LAKUKAN, DI VILLA?"
**ADA KEJADIAN YANG MENEGANGKAN DI VILLA NANTI, APA ITU?
TUNGGU KELANJUTAN DI BAB SELANJUTNYA.
******
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN VOTE YANG BANYAK MUMPUNG HARI SENIN.
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
TERIMA KASIH.
__ADS_1