Trio Kancil

Trio Kancil
#BINTANG 51


__ADS_3

     Michael mendatangi anaknya Hera yang sedang bermain di taman. Dia bermain dengan anak-anak kecil lainnya. Dalam pengawasan pengasuhnya dan beberapa ibu muda lainnya.


"Hai adik kecil, siapa namanya?" tanya Michael kepada anak perempuan berusia sekitar tiga tahun.


"Olin (Orin)," jawab anaknya Hera, dengan nada bicara khas anak balita.


"Olin kesini sama siapa?" tanya Michael lagi.


"Sama onty!" sambil menunjuk ke sekelompok ibu-ibu yang sedang bergosip.


"Olin cantik sekali. Boleh Om foto?" rayu Michael.


"Boleh … Olin suka di foto!" jawabnya sambil tersenyum manis.


    Maka Michael pun mengambil foto Orin beberapa gaya dan ekspresi. Karena dia suka di foto jadi mudah diarahkan. Michael meminta Orin berekspresi menangis, maka dia pun melakukannya.


"Orin anak yang pintar. Sekarang Om, ambil video Orin yang cantik ini. Ekspresi wajah Orin seperti tadi yang Om minta, ya!" kata Michael dan diangguki oleh Orin.


    Saat pengasuhnya masih saja lengah. Michael membius Orin dan membawanya pergi dari sana. Michael mengantarkan Orin ke rumah Hera dengan cara menyusup. Kemudian menidurkan Orin di kamar tamu, yang jarang dipakai.


    Michael membuat sebuah video yang sudah di edit olehnya. Kemudian dia memasangnya di berita internet. Dalam waktu lima menit sudah hampir jutaan yang melihat beritanya.


    Berita tentang seorang anak kecil yang digantung di atas sebuah sebuah gedung. Langsung mendadak viral dan bahan pembicaraan di banyak orang.


*******


    Hera yang berada di dalam persembunyiannya marah-marah, karena dia dilarang ke luar untuk menyelamatkan anaknya. Padahal dia sudah menangis-menangis memohon pada dua laki-laki yang sedang duduk di depannya.


"Aku mohon Agen C, biarkan aku menyelamatkan Orin!" tangis Hera.


"Tidak!" tolak Agen C sambil menyesap rokoknya.


"Agen D, bantu aku! Selamatkan Orin," pinta Hera.


"Ini semua salah Kakak kamu. Seandainya saja dia tidak ikut campur dan melakukan tindakan bodoh itu. Malam itu juga kita bisa menghabisi Bintang, dan Handoko tidak akan di penjara. Sehingga pundi-pundi uang kita tidak akan berkurang!" Agen D yang sedang memangku laptop miliknya dan mencoba meretas cctv milik Rumah Sakit Harapan.

__ADS_1


"Si al! Sistem keamanan mereka kuat sekali. Sulit untuk dimasuki," umpat Agen D.


"Lagian, anak itu bukan hasil dari suami kamu. Jadi biarkan saja!" kata Agen C yang kini sedang memeriksa pistolnya.


"Walau anak itu bukan anak suamiku! Tapi dia adalah salah satu aset yang bisa membuatku kaya," balas Hera.


"Berhentilah merengek Agen G! Aku pusing mendengarnya!" bentak Agen D. Hera adalah salah satu dari agen ALFABET. Atau dia sering disebut sebagai Agen G.


"Apapun yang terjadi kita harus selamatkan rekan-rekan kita yang sedang dalam tahanan Khalid! Camkan itu baik-baik di dalam kepalamu!" kata Agen C.


"Ya, hanya tinggal kita bertiga yang masih tersisa. Mereka juga sedang menaruh harapan kepada kita, yang bisa membebaskan dari penjaranya Khalid." balas Agen D.


*******


    Hera tetap memaksa ingin menyelamatkan anaknya. Maka Agen D yang datang ke lokasi, dimana Michael sedang menunggunya.


    Michael merasa kalau Hera bukan wanita biasa, karena Bintang punya gerak refleks yang bagus. Sedang apapun dia, kalau mendapat serangan mendadak. Pasti bisa memberikan balasan atau menahan serangan dari lawannya, untuk pertahanan dirinya.


    Terbukti dari rekaman cctv, Hera mendorong dan menendang Bintang dalam gerakan yang cepat. Meski Bintang sempat menahan serangannya.


    Michael melihat ada sebuah pergerakan yang memasuki area gedung, dari jarak radius lima kilometer. Maka Michael pun mulai mengambil posisi. Sementara Bagaskara sudah siap yang posisinya ada di tempat yang lumayan jauh dari gedung.


"Oh, ternyata kamu orang pengecut yang menggunakan trik kotor! Menyandera seorang bocah! Menjijikan!" Agen D berbicara dengan berteriak, sampai terdengar menggema di seluruh area kosong itu.


"Aku hanya mengikuti cara kerja kalian," Michael menyeringai sambil menatap merendahkan Agen D.


    Agen D mengeluarkan tembakannya dengan cepat. Namun Michael dapat menghindarinya dengan mudah. Akibat sering bermain dengan si Trio Kancil yang tidak mau kalah, membuat pergerakan Michael masih gesit meski usianya hampir setengah abad.


   Michael pun menembakan pelurunya sesaat setelah dia berguling ke samping. Dia menembak paha kiri dan betis kaki kanan Agen D. Agar pergerakan kakinya dapat dihambat olehnya.


   Agen D menggunakan dua pistol, dan memberondong Michael dengan timah panasnya. Ada satu peluru yang mengenai bahu kirinya. Namun itu tidak bagi Michael, karena tangannya masih bisa digunakan untuk menembak dan memukul.


   Keadaan di sana, sebenarnya diluar prediksi keduanya. Michael tidak menyangka, walau musuhnya itu adalah seorang Agen yang cerdik. Dia tidak akan kalah, demi Bintang.


    Begitu juga dengan Agen D, dia yang termasuk salah satu ketua tim di kelompok Agen ALFABET. Sampai-sampai kewalahan melawan Michael yang sudah tua. 

__ADS_1


    Michael dan Agen D, saling adu pukul dan adu tendang. Keduanya sama-sama muntah darah. Mereka berkelahi hampir satu jam. Tenaganya juga sudah banyak terkuras. Napasnya pun sudah ngos-ngosan.


"Aku harus cepat-cepat menghabisinya! Tenagaku juga sudah habis," gumam Agen D.


"Lebih baik aku habisi dia sekarang juga!" gumam Michael.


*******


    Agen C dan Hera menyusup ke Rumah Sakit Harapan. Mereka akan menyusup ke ruang bawah tanah tempat beberapa teman agen di rawat di sana.


    Saat Ghazali berjalan di lorong lantai atas. Dia melihat ada dua orang yang berseragam dokter dan suster, yang berjalan menuju ke ruang bawah tanah. Ghazali menjadi curiga dibuatnya, karena dokter yang bertugas untuk merawat dan mengawasi para penjahat itu adalah dia sendiri. 


"Ada dua orang asing memasuki ruang bawah tanah." Ghazali yang berlari menuju lift, sambil menelepon bagian keamanan rumah sakit, agar mengaktifkan keamanan di ruang bawah tanah. Semua pintu dan jendela akan mengunci otomatis, serta dinding dan gerbang besi akan secara otomatis tertutup dan terkunci.


    Pasukan tim keamanan keluarga Hakim, pun berdatangan ke rumah sakit. Agen C dan Hera sudah terkurung di ruang bawah tanah. Keduanya pun sudah menyiapkan skenario terburuk, bila terjadi sesuatu kepada mereka.


"Oh, tidak! Ternyata pergerakan kita sudah ketahuan. Memang ya, tim bentukan Khalid itu hebat-hebat!" Agen C bersiul karena kagum akan kehebatan dan kecepatan tim keamanan keluarga Hakim, dalam melakukan pergerakan.


"Kenapa? Apa kamu menyesal dulu nggak ikut gabung sama tim mereka?" tanya Hera sambil memandang Agen C.


"Iya, seandainya aku tidak termakan iming-iming dari Agen J. Tentu aku sudah ikut bergabung dengan Tim keamanan milik Khalid," jawab Agen C.


"Untungnya, kamu tidak jadi ikut gabung! bisa-bisa merusak reputasi Tim Keamanan Keluarga Hakim," Ghazali yang sudah memakai seragamnya masuk ke ruangan bawah tanah.


"Wah, Tuan Muda Ghazali. Senang bisa bertemu denganmu!" kata Agen C.


"Kalau aku tidak!" kata Hera.


DOR ...


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


    


__ADS_2