Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 25


__ADS_3

Erlangga, sangat senang sekali saat mendengar ada yang tahu tentang, orang yang mirip dengan Om Angkasa.


" Kalau boleh tahu Kak Andromeda yang tadi kalian maksud, itu mahasiswa jurusan apa?" Tanya Erlangga lagi.


" Ah, Kak Andromeda itu bukan mahasiswa. Tapi dosen baru yang akan mengajar disini. Dia lulusan luar negeri, dan baru pulang kesini setelah selesai dengan gelar S3-nya." Jawab gadis berambut sebahu.


" Oh, pantas saja aku berkeliling mencari dia di berbagai fakultas tidak ketemu-ketemu. Dan orang-orang tidak mengenalnya." Gumam Erlangga.


" Bisa minta alamat rumahnya,nggak?" Tanya Erlangga lagi.


" Kami kurang tahu, tentang itu. Karena yang kami kenal itu, adik sepupunya." Jawab gadis berambut pendek.


" Tanya saja nanti pada Pelangi!" Kata gadis berambut keriting lagi.


" Baiklah, kalau boleh tahu. Orang yang namanya Pelangi itu, di fakultas apa?" Tanya Erlangga lagi.


" Nggak usah capek-capek cari orangnya. Tuh dia sedang berjalan kemari!" Kata gadis berambut pendek sambil memonyongkan bibirnya ke arah belakang Erlangga.


    Erlangga pun membalikkan badannya, dan dilihatnya Si Gadis Gila tadi sedang berjalan ke arahnya. Dengan menebar senyumannya ke semua orang yang ada di kantin.


" Eh, Si Ganteng kita ketemu lagi." Kata gadis yang tadi bertabrakan dengannya di lorong kampus, dengan senyuman manisnya.


" Pelangi, dia sedang mencari Kak Andromeda!" Kata gadis berambut keriting.


" He, mencari Kak Andro? Memangnya ada urusan apa Si Ganteng ini mau mencari Kakak sepupu aku?" Pelangi mengedipkan matanya ke arah Erlangga. Dan itu membuat mual Erlangga yang melihatnya.


" Sebenarnya yang aku cari itu Om Angkasa. Adik dari Ayahku, yang terpisah dan tidak ada kabarnya." Kata Erlangga dan kembali duduk di kursinya karena pesanannya sudah datang. Dan Pelangi pun ikut di meja Erlangga, duduk tepat didepannya.


" Tapi Papanya Kak Andromeda itu namanya bukan Angkasa!" Kata Pelangi sambil memandang wajah Erlangga penuh memuja.


" Orang ini yang saya cari!" Erlangga menyodorkan foto berwajah Angkasa saat dia remaja. 


     Dan Pelangi pun mengambil foto itu. Dilihatnya dengan seksama wajah yang berada di foto. Pelangi mengerutkan keningnya, seolah dia sedang berpikir sangat keras.


" Tapi wajah orang ini memang mirip dengan Om Sakti?" Pelangi malah berbicara sendiri sambil mengusap-usap dagunya.


" Siapa kamu bilang barusan?" Tanya Erlangga saat Pelangi menyebutkan nama.


" Ya, orang ini mirip dengan Om Sakti. Papanya Kak Andromeda!" Jawab Pelangi.


     Erlangga makin mengerutkan keningnya, dan dirasakan sakit menyerang kepalanya. Mendengar ada nama baru lagi.


" Aduh…. Siapa lagi itu Om Sakti!" Gumam Erlangga sambil mengurut keningnya yang dirasa pusing.


" Boleh aku minta alamat rumah orang tua, Kak Andromeda?" Akhirnya Erlangga memutuskan ingin bertemu dulu dengan orang yang disebut sebagai Om Sakti itu.


" Kebetulan Om Sakti dan keluarganya akan mengunjungi rumahku nanti sore. Kamu ikut aku pulang ke rumah aku saja." Kata Pelangi dengan senyum penuh kebahagiaan.

__ADS_1


" Hem… Hem…!!!" Suara Gadis-gadis yang sejak tadi memperhatikan interaksi antara Pelangi dan Erlangga. Dan itu membuat Erlangga salah tingkah.


     Sejujurnya Erlangga kurang nyaman saat harus berinteraksi dengan gadis-gadis yang tampilannya modis dan seksi. Karena dia terbiasa hidup di lingkungan pesantren. Yang menjaga jarak dengan orang yang bukan mahramnya.


" Baiklah, aku minta alamat rumah kamu. Nanti aku akan datang bersama Kakak perempuan ku." Erlangga memberikan pensil kepada Pelangi, dan membalikan foto tadi.


" Dengan senang hati. Dan aku tunggu kedatanganmu di rumah." Kata Pelangi dengan senyuman Seribu Watt miliknya.


     Selesai makan Erlangga cepat-cepat pulang ke rumah Cantika. Dan menceritakan hasil pencarian tentang orang yang mirip Om Angkasa.


" Bagaimana, Kak? Apa kita temui saja orang itu?" Tanya Erlangga dengan tatapan penuh harap.


" Ya, kita temui dulu orang itu. Soal benar atau tidaknya dia Om Angkasa, biar menjadi urusan belakangan." Jawab Cantika.


" Baiklah, kalau begitu. Kita nanti pergi kesana sekitar jam lima kurang saja." Ajak Erlangga. Dan Cantika menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


" Er…. Pelangi itu gadis yang cantik, ya?" Goda Alex pada adik iparnya itu.


     Mendengar ucapan Alex, Erlangga memanyunkan bibirnya. " Bukan tipe kesukaanku!" Jawabnya, sambil pergi.


    Mendengar jawaban dari Erlangga, membuat Alex tertawa. " Honey lihat kelakuan adik kamu!".


Cantika hanya mencubit paha Alex sebagai respon dari ucapan suaminya itu.


*******


" Maaf Anda mau bertemu dengan siapa?" Tanyanya karena merasa asing dengan wajah tamunya.


" Saya sudah buat janji dengan Pelangi, tadi siang. Dan diminta datang ke rumahnya." Jawab Erlangga setelah menurunkan kaca mobil.


" Oh, temannya Non Pelangi. Silahkan masuk!" Satpam itu pun membuka pintu gerbang yang setinggi dua meter setengah.


    Erlangga pun mengetuk pintu depan rumah Pelangi.


" Assalamu'alaikum." Salam Erlangga.


" Wa'alaikumsalam." Jawab salam dari orang di dalam rumah.


    Saat pintunya dibuka. Ada wanita paruh baya yang berpenampilan anggun menyambut kedatangan mereka.


" Maaf cari siapa, ya?" Tanya wanita itu.


" Saya temannya Pelangi, Buk." Jawab Erlangga


" Siapa Mah?" Tanya suara berat dari laki-laki paruh baya, yang muncul di belakang wanita tadi.


" Ini temannya Pelangi katanya." Kata wanita anggun itu.

__ADS_1


" Oh, mau bertemu dengan Pelangi." Ucap lelaki paruh baya itu dengan nada sinis.


    Alex yang tidak suka dengan sambutan tuan rumah seperti itu. Langsung memalingkan wajahnya.


" Maaf, sebenarnya kedatangan kami kesini mau bertemu dengan orang yang bernama Om Sakti." Kata Erlangga langsung to the points.


    Erlangga tidak tahu ada apa, kenapa tuan rumah itu menyambut kedatangan tamunya dengan muka masam dan berbicara dengan nada sinis.


" Kalau mau bertemu sama Sakti, kenapa kesini?" Tanya lelaki paruh baya itu.


" Karena Pelangi bilang, kalau Om Sakti akan datang kerumahnya sore ini."


" Jadi dia menyuruh, aku untuk datang kesini saja." Jawab Erlangga.


" Eh Si Ganteng sudah datang. Ayo masuk ke dalam. Ngapain berdiri di depan pintu!" Ajak Pelangi yang baru datang.


" Tunggu, ya. Om Saktinya masih dalam perjalanan kesini." Kata Pelangi dengan ramah.


" Eh, ini siapa? Ganteng sekali, kembar identik?" Tanya Pelangi saat melihat Si Trio Kancil masuk ke dalam ruang tamu mengikuti Papa dan Mamanya.


" Mereka keponakanku. Kembar tiga!" Jawab Erlangga.


" Aaakh, lucu sekali!" Pekik Pelangi saat melihat Bintang.


" Boleh aku cubit pipinya?" Pelangi merasa gatal tangannya saat melihat pipi chubby Bintang.


" Tidak boleh!!!" Jawab semuanya serempak.


    Mendengar penolakan yang kompak dari seluruh keluarga Erlangga membuat Pelangi menciut.


" Pelangi ngapain kamu mengundang tamunya Om Sakti ke rumah ini?" Tanya lelaki paruh baya itu.


 " Nggak ada hubungannya dengan Om. Jadi biarkan saja, Om jangan ikut campur!" Jawab Pelangi dengan nada tegasnya.


    Terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah.


" Oh, itu sepertinya mobil Om Sakti!" Kata Pelangi sambil berjalan ke depan rumah.


Dan Pelangi pun menyambut ke datangan Om Sakti beserta keluarganya di depan rumah.


" Ini Om, orangnya yang tadi Pelangi ceritakan di telepon!" Pelangi datang menggandeng seorang lelaki paru baya masuk ke dalam ruang tamu.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2