
Hari ini semenjak pagi-pagi sekali Cantika sudah menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan orang diduga sebagai Tante Bintang.
" Honey ini masih terlalu pagi untuk menyambut tamu." Kata Alex sambil memeluk Cantika dari belakang.
" Aku ingin membuat hidangan dan makanan yang aku sangat suka. Mungkin saja kita memiliki selera yang sama." Kata Cantika sambil membuat sup buntut dan puding mangga. Tidak lupa juga keripik ubi ungu dan keripik singkong yang sudah disiapkannya di dalam toples berukuran besar.
" Hehe…. Menurutku perpaduan makanan itu tidak cocok." Kata Alex dan itu mendapat tatapan tajam dari Cantika.
" Maaf Honey, tidak semua orang suka makan sup buntut dan ditutup dengan makan puding mangga." Lanjut Alex setelah merasakan adanya sinyal bahaya.
" Kenapa tidak membuat rujak cuka andalan kamu itu? Pasti akan enak saat dimakan siang-siang." Alex memberikan idenya.
" Bilang saja, itu maunya kamu!" Kata Cantika.
" Hehe….!" Alex hanya bisa tersenyum malu.
Cantika yang melihat itu dari samping hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum geli. Karena dia tahu kalau suaminya itu begitu suka dengan makanan semua jenis rujak-rujakan, entah apa itu selagi namanya rujak, pasti dia suka.
" Tenang saja, aku sudah buatkan rujaknya buat suamiku tercinta!" Bisik Cantika sambil menahan senyum.
" Benarkah?" Tanya Alex dengan mata berbinar.
" Iya, aku simpan didalam kulkas!" Lanjut Cantika.
" Oh, terima kasih Honey!" Alex menciumi wajah Cantika dan membuatnya tertawa dan berteriak.
*****
Jam delapan pagi, Bintang dan Satria sudah datang ke rumah Cantika. Dan saat itu Lastri yang membukakan gerbangnya.
" Assalamu'alaikum." Salam Bintang begitu gerbang dibuka.
" Wa'alaikumsalam." Jawab Lastri.
" Silahkan masuk! Nyonya dan Tuan sudah menunggu anda!" Lastri membuka lebar pintu gerbangnya. Sebenarnya itu pintu gerbang otomatis, tapi Danang semalam mematikan sistem otomatisnya.
Satria dan Bintang pun memasuki halaman rumah Alex yang luas dan memarkirkan mobilnya di depan teras depan. Karena nanti akan di parkiran oleh Danang.
" Assalamu'alaikum." Salam kedua orang itu begitu masuk ke dalam rumah Alex.
" Wa'alaikumsalam." Balas Cantika dan Alex bersamaan ketika menuruni anak tangga.
Cantika yang melihat tamunya sudah datang sangat senang. Dia berlari menuruni anak tangga dan itu membuat Alex berteriak mengingatkan kandungannya.
__ADS_1
" Honey, hati-hati. Ada baby di dalam perutmu!"
Cantika langsung memeluk tubuh Bintang begitu tiba di depannya. Begitupun sebaliknya, Bintang memeluk tubuh Cantika.
" Honey, kamu membuat aku jantungan!" Alex berlari menyusul Cantika.
" Tante, Cantika senang bisa bertemu!" Kata Cantika tanpa melepaskan pelukannya.
" Tante juga senang. Tidak menyangka kalau Kak Langit bisa selamat malam itu. Dan punya putri yang sangat cantik." Kata Bintang diikuti isak tangis.
Sementara kedua lelaki yang berada disana dan saling pandang setelah melihat istri mereka yang masih saja berpelukan dan enggan melepaskannya.
" Apa kabar Om Satria!" Sapa Alex sambil mengulurkan tangannya. Dan disambut baik oleh Satria.
" Baik…. Sangat baik!" Jawab Satria sambil tersenyum.
" Honey, sepertinya kita duduk dulu." Ajak Alex.
" Oh, maaf. Saking senangnya sampai lupa. Duduk dulu Tante, Om!" Cantika melepaskan pelukannya kepada Bintang.
Kini mereka berempat duduk dikursi yang ada di ruang tamu. Dan Cantika meminta izin mau memberitahu kabar kepada Sakti, kalau Bintang sudah datang.
" Tunggu dulu Tante, saya mau menghubungi dulu Om Sakti. Eh, maksud saya Om Angkasa!" Kata Cantika.
" Iya, Tante. Beliau adalah adik ayah, atau kakak Tante." Cantika tersenyum hangat, dan itu malah membuat tangis Bintang makin tergugu.
Satria memeluk istrinya yang menangis saat mengetahui kalau masih ada saudaranya yang lain masih hidup. Karena selama ini dia berpikir kalau dirinya sudah sebatang kara.
" Kak, apa Tante Bintang sudah datang?" Tanya Erlangga yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Mendengar suara seseorang yang memasuki ruang tamu, Bintang mengalihkan pandangannya kepada orang yang baru saja datang itu. Dan betapa terkejutnya Bintang saat melihat orang yang mirip sekali dengan Kakak Sulungnya, baik wajahnya maupun suaranya.
Bintang langsung berdiri, dan menatap Erlangga dengan seksama. Begitu juga Erlangga melihat perempuan paruh baya yang berdiri tak jauh darinya.
" Kak Langit!" Bintang langsung berlari dan memeluk Erlangga begitu erat.
" Kakak…. Bintang, senang bisa bertemu lagi!" Kata Bintang yang tidak sadar kalau yang sedang dipeluknya itu bukanlah Langit.
" Tante, dia adalah Erlangga. Adiknya Cantika!" Kata Alex memberitahu karena kesalah pahaman.
Bintang pun melepaskan pelukannya, dan melihat wajah Erlangga. Ditelisiknya wajah pemuda yang ada di depannya itu dengan seksama. Bagaimanapun Bintang melihatnya seperti Kakaknya tidak ada bedanya. Diusapnya wajah Erlangga, mata, hidung, bibir, dan dagu Erlangga.
" Kamu memiliki wajah yang begitu serupa dengan Kak Langit." Kata Bintang masih dengan derai air matanya.
__ADS_1
" Iya, Tante. Semua orang yang mengenal ayah, pasti akan bilang kalau Erlangga mirip banget dengan ayah." Kata Erlangga sambil tersenyum.
" Ya, kalian sangat mirip sekali. Bagai pinang dibelah dua. Suara dan senyuman kalian pun sama persis." Kata Satria yang sejak tadi memperhatikan wajah Erlangga.
" Benarkan, aku merasa sedang berhadapan dengan Kak Langit." Bintang menghapus air matanya yang membasahi pipinya.
" Sekarang Kak Langit ada dimana?" Tanya Bintang kepada Cantika dan Erlangga.
******
Kini mereka berlima duduk, dan mereka menceritakan tentang Yusuf, ayah mereka. Yang dulunya adalah Langit putra sulung dari pasangan Dokter Lazuardi dan Dokter Paramitha.
Bintang menangis tersedu sedan saat mendengar kisah hidup kakaknya yang dia sayangi. Ternyata kehidupannya tidak seberuntung dirinya.
" Maafkan Tante yang tidak mengetahui keberadaan kalian. Jujur Tante dulu menyangka kalau Kak Langit tidak selamat malam itu. Jadi yang Tante cari adalah Kak Angkasa. Walau sampai sekarang belum bisa ketemu." Kata Bintang masih dengan derai air matanya yang tidak henti-hentinya keluar dari matanya.
" Tidak apa-apa, Tante. Kami berada dalam asuhan Kakek dan nenek, juga Paman Ja'far dan Bibi Sinar. Mereka juga sangat menyayangi kami." Balas Cantika, dia tidak mau Bintang terus merasa bersalah.
*****
Hampir tiga puluh menit, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah Alex. Dan terdengar suara orang berlari mendekat, setelah terdengar pintu mobil ditutup dengan keras.
Kini Sakti memasuki ruang tamu, rumah Alex dengan nafas yang putus-putus. Dan dilihatnya ada Cantika bersama Alex dan Erlangga yang duduk menghadap ke arahnya, dan dua orang lagi memunggunginya.
" Cantika, dimana Tantemu?" Tanya Sakti.
Mendengar suara seseorang di belakangnya, Bintang dan Satria membalikan badan mereka. Dan mereka terpana dihadapannya ada seseorang yang wajahnya mirip dengan Dokter Lazuardi.
" Kak Angkasa!" Teriak Bintang.
" Angkasa!" Panggil Satria.
*******
Catatan : Aku sedang menyiapkan karya baru, tunggu ya!
Semoga kalian suka!
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN, VOTE NYA MUMPUNG LAGI HARI SENIN.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL, BUNGA, ATAU KOPI YA.
__ADS_1
TERIMA KASIH.