
Tinggal menghitung hari, untuk acara pertunangan antara Bintang dan Aria. Namun itu malah membuat Bintang menjadi bimbang apalagi kemarin Isabella memberitahu kalau Ghazali masuk ke rumah sakit akibat kelelahan bekerja.
Ketika mendengar itu hati Bintang merasa sakit, dan dia akan pergi ke Italia saat itu juga. Namun Cantika menghentikannya dan menasehatinya, kalau acara penting yang telah lama direncanakan olehnya dan Aria akan segera dilaksanakan. Bintang marah dan mengurung diri di kamarnya.
"Bintang masih mengurung diri di kamarnya?" tanya Alex kepada Cantika yang kini sedang berdiri di depan pintu kamar Bintang.
"Iya, dia itu masih labil pikiran dan emosinya," jawab Cantika sambil berjalan kerah Alex kemudian memeluknya.
"Honey, kamu kenapa?" tanya Alex saat mendengar suara isak Cantika.
"Aku kemarin memarahi Bintang, dan dia marah nggak mau keluar kamarnya. Bahkan makan pun dia tidak mau." Cantika menangis merasa bersalah kepada Bintang, karena selama umurnya dia tidak pernah marah seperti kemarin kepada Bintang.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi kemarin pada kalian?" tanya Alex, karena dia batu sampai ke Indonesia tadi subuh.
*******
Satu hari sebelumnya …
" Halo, Isabella! Ada apa? Kamu jadikan datang ke Indonesia?!" Bintang sedang berbicara lewat telepon dengan Isabella.
"Maaf Bintang aku tidak tahu bisa atau tidak datang ke Indonesia besok?! karena Ghazali masuk rumah sakit dan sampai sekarang dia belum sadarkan diri," kata Isabella memberitahu Bintang.
"Om Ghaza kenapa?!" tanya Bintang dengan panik.
"Dia kelelahan, baik itu pikirannya maupun fisiknya," jawab Isabella.
"Tapi Om Ghaza tidak apa-apakan?" tanya Bintang lagi.
"Tidak tahu, karena hasil pemeriksaannya belum keluar. Bintang apa kamu tahu Ghaza sampai bisa seperti itu?" Isabella balik bertanya.
"Om, kenapa?" pikiran Bintang sudah bercabang kemana-mana.
"Dia kerja mati-matian agar bisa secepatnya pulang ke Indonesia untuk bertemu denganmu. Sepertinya dia tidak terima kalau kamu akan menjadi milik orang lain. Ghaza begitu sangat mencintaimu, Bintang! Hanya kamu yang dia inginkan! Dia jatuh cinta kepadamu sudah sangat lama, tapi menahannya karena takut kamu akan menjauh darinya," kata Isabella menjelaskan dan itu membuat Bintang makin ingin bertemu dengan Ghazali.
Setelah mengakhiri pembicaraannya di telepon dengan Isabella. Bintang langsung ingin pergi ke Italia saat itu juga. Ketika Bintang menelepon pilot perusahan Galaxy, Cantika yang kebetulan mendengarkannya langsung memotong pembicaraan Bintang, dan meminta pilot itu membatalkannya.
"Bintang! apa kamu sadar dengan apa yang sedang dilakukan sekarang?!" pekik Cantika dengan geram.
"Iya Bintang akan ke Italia menemui Om Ghaza?!" tanpa sadar Bintang membentak Cantika.
"Bintang kamu sudah berani membentak Mama!?" kata Cantika dengan nada sedihnya saat mendengar Bintang bicara dengan nada sangat tinggi kepadanya.
"Bintang harus ke Italia, Om Ghaza masuk rumah sakit! Dia tidak sadarkan diri sampai sekarang, Ma!" terlihat jelas kepanikan di wajah dan nada bicara Bintang. Bintang tidak sadar kalau dirinya dari tadi berteriak di depan Cantika.
"Bintang! sadarkan diri kamu!" Cantika mengcekram kedua lengan Bintang dengan kuat, dan membuat Bintang memekik kesakitan.
"Apa kamu tahu perbuatanmu itu akan merugikan banyak pihak?!" lanjut Cantika.
"Bintang ingin bertemu sama Om Ghaza sekarang juga!" Teriak Bintang meluapkan emosinya.
"Bintang tiga hari lagi kamu akan bertunangan dengan Aria!" pekik Cantika.
"Sekarang katakan kepada Mama. Siapa yang sebenarnya kamu cintai itu? Ghaza atau Aria?" tanya Cantika dan itu menyadarkan Bintang.
__ADS_1
Bintang tidak tahu harus menjawab apa, karena dia sendiri masih merasa bingung dengan perasaannya sekarang. Dia tidak tahu siapa yang sebenarnya dia cintai sekarang ini.
"Bukannya kamu ingin menikah dengan Aria, tapi kenapa kamu selalu tidak bisa lepas dari Ghaza. Sebenarnya kamu ingin menghabiskan waktu sisa hidupmu dengan siapa?" Cantika bertanya kembali kepada Bintang.
"Bintang tidak tahu … " jawab Bintang dengan suaranya yang rendah.
"Sekarang pikirkan baik-baik siapa yang akan kamu pilih. Jangan karena keserakahan mu, membuat dua hati laki-laki itu terluka bahkan hancur." Cantika berkata dengan sangat tajam.
"Pilih salah satunya,dan lepaskan yang lainnya," lanjutnya lagi.
"Bintang … bingung, Ma. Sekarang harus bagaimana?" Bintang kini menangis.
"Kembali dan renungi apa kata hatimu. Jangan sampai kamu salah pilih, karena kelabilan emosi dan pikiranmu itu membuat orang lain terluka," kata Cantika mengingatkan Bintang.
*******
Bintang yang semenjak kemarin mengurung diri di dalam kamarnya, bahkan tidak makan nasi. Dia hanya makan snack dan untungnya poci air putihnya masih utuh jadi dia nggak perlu keluar kamar.
Bintang benar-benar merenungi perasaan dia yang sebenarnya kepada dua orang laki-laki yang selalu memporak-porandakan hati dan pikirannya selama ini, terutama Ghazali. Menyebut namanya saja Bintang sudah sangat senang, apalagi bila dia memanggil dirinya jantungnya berdebar-debar lebih kencang. Itu tidak dirasakan saat Aria memanggil namanya.
"Apa sebenarnya orang yang aku cintai itu Om Ghaza?" gumam Bintang sambil melihat foto Ghazali di tangannya.
Bintang mengambil kertas dan pensilnya, kemudian dia menulis, beberapa pertanyaan untuk dirinya.
Saat paling menyenangkan bila menghabiskan waktu?
\* Om Ghaza
Jantung akan berdebar dengan kencang saat bersama?
\* Om Ghaza
\* Om Ghaza
Orang pertama yang dicari saat sedih?
\* Om Ghaza
Orang pertama yang dicari saat kesulitan?
\* Om Ghaza
Orang yang paling ingin di temuinya sekarang?
\* Om Ghaza
Orang yang paling tidak di inginkan kehilangan olehnya ?
\* Om Ghaza
Orang yang sering ada dipikirannya?
\* Om Ghaza
__ADS_1
Orang yang sering membuatnya khawatir?
\* Om Ghaza
Bintang menulis bermacam pertanyaan itu sesuai apa kata isi hati dan pikirannya.
"Apa-apaan ini kenapa semua jawabannya Om Ghaza?!" pekik Bintang tak percaya dengan tulisan di kertasnya.
"Jadi benar kata orang-orang kalau aku cintanya sama Om Ghaza," gumam Bintang sambil membaca kembali pertanyaan-pertanyaan itu.
"Ya Allah, apa yang harus Bintang lakukan sekarang?!" gumam Bintang sambil memejamkan matanya.
"Kabar Om Ghaza sekarang bagaimana, ya?" tanya Bintang sambil melihat handphone-nya.
Bintang pun menghubungi Isabella untuk mengetahui keadaan Ghazali. Ternyata Isabella sedang berada di kediaman mertuanya. Jadi tidak tahu informasi keadaan Ghazali.
Kali ini Bintang menghubungi Aria untuk membicarakan masa depan mereka.
"Om, sedang sibuk nggak?" tanya Bintang setelah beberapa saat percakapan mereka.
"Kenapa?" Aria malah balik bertanya.
"Bintang ingin bertemu," jawab Bintang dengan hati yang was-was.
"Ayo kita makan siang bersama!" ajak Aria dengan penuh semangat.
Mendengar suara semangat dari Aria seperti itu, membuat Bintang makin bimbang, dengan keputusannya. Disaat Bintang sedang bingung seperti itu, terdengar suara ketukan di pintunya.
"Mama … ada apa?" tanya Bintang saat melihat Cantika di depan pintu kamarnya.
"Kamu sudah buat keputusan?" tanya Cantika kepada Bintang. Hanya anggukan yang diberikan Bintang sebagai jawaban.
"Bintang bingung, Ma!" kali ini tangisan Bintang lansung pecah.
"Lakukan yang terbaik menurutmu, Mama dan Papa akan mendukungmu segala keputusan kamu.
********
Kini Bintang dan Aria sedang makan di restoran Nusantara langganan Bintang. Hari ini Bintang sudah membuat keputusannya.
"Om, kita batalkan saja pertunangan ini," kata Bintang saat di tanya ada perlu apa oleh Aria barusan. Air mata Bintang langsung membanjiri pipinya yang mulus.
"Kenapa?" tanya Aria dengan matanya yang mulai berkaca-kaca, karena dia bisa menjawab penyebabnya.
"Karena ... setelah Bintang renungi dan dipikir kembali ... Bintang tidak bisa melanjutkan hubungan ... lagi dengan ... Om," kali ini tangisan Bintang benar-benar pecah.
"Apa karena Ghaza?" tanya Aria melihat Bintang penuh selidik dengan air matanya yang sudah tidak bisa di tahan kembali.
"Ya, ternyata ... orang yang ... Bintang sukai ... adalah Om Ghaza!" kata Bintang sambil menganggukkan kepalanya.
*******
Mampir ke Karya Aku " DIPAKSA MENIKAHI CUCU MANTAN SUAMI sudah mulai UP lho!!!!
__ADS_1