Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 65


__ADS_3

" Apa alasan kalian untuk menikah ?!" Tanya Lukman pada Alex dan Cantika.


     Mendapat pertanyaan dadakan seperti ini membuat Alex dan Cantika terkejut.


" Karena Allah !" Jawab Alex dan Cantika bersamaan tanpa direncanakan.


     Alex mengalihkan pandangannya ke arah Cantika yang berdiri di samping belakangnya. Cantika pun melakukan hal sama, saat dirinya terkejut mendengar jawaban Alex, ternyata sama dengan dirinya.


" Bagus.... Jadi kapan kalian akan menikah ?" 


" Sekitar tiga bulanan lagi, Kek." Jawab Alex.


" Kenapa lama sekali ?"


" Al, juga maunya pas hari lamaran terus aja menikah atau paling lama satu bulan. Tapi keluarganya Cantika tidak setuju...." Alex belum menyelesaikan pembicaraannya keburu dipotong oleh Lukman.


" Siapa keluarganya ?" Potong Lukman pada Alex.


     Alex repleks menunjuk Ja'far dan Erlangga yang duduk bersisian. Dan membuat Lukman mengalihkan perhatian pada mereka.


" Kenapa kalian menunda - nunda hal yang baik ?" Tanya Lukman pada mereka berdua.


" Maaf, Pak Lukman. Kalau saya sich menginginkan mereka cepat menikah. Tapi Paman dan Bibi saya yang tidak setuju. Mereka minta waktu untuk mengenal lebih jauh tentang Alex." Jawab Ja'far.


" Kakek mau nanya sama kamu, Cantika."


" Apa kamu sudah siap kalau sekarang menikah dengan Al ?" Tanya Lukman yang kali ini mengalihkan pandangannya pada Cantika.


     Cantika terkejut dan gugup, karena dari tadi Lukman bertanya hal yang beberapa hari lalu selalu ada di pikirannya.


" In Sha Allah, siap Kek." Jawab Cantika sambil mengangukkan kepalanya.


     Mendengar jawaban Cantika, hati Alex melambung bahagia serasa banyak bunga dan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya.


" Oh, Kakek Lukman memang yang terbaik." Gumam Alex dalam hatinya.


     Alex tersenyum senang, terpancar kebahagiaan pada wajahnya. Dan semua orang disana bisa melihatnya.


" Oh lihatlah, cucuku sudah tak sabar ingin menikah !" Lukman menggoda Alex.


" Iya dong Kek. Lihat aja Fatih begitu sampai di rumah bisa langsung nikah sama Zahra."


" Sedangkan, Al. Harus nunggu dulu."


" Kamu nya aja yang gak bisa bernegosiasi sama keluarga calon pengantin."


" Kakek sich nggak ada disana waktu itu. Kita berdebat lama, mau nentuin waktu pernikahannya."


" Jangan salahkan Kakek. Kamu nggak memberitahu Kakek !"

__ADS_1


     Alex diam karena nggak akan pernah menang kalau berdebat dengan Kakeknya Fatih itu. Dan Alex merutuki kebodohannya karena lupa memberitahu orang yang paling berkuasa di keluarga HAKIM. Lukman itu tipe orang yang gigih dan pantang menyerah. Dan pandai bernegosiasi.


" Kalau gitu, Kek. Minta mereka percepat pernikahan Al sama Cantika !" Alex merayu Lukman supaya mereka bisa mempercepat waktu pernikahannya.


" Kalau begitu pertemukan Kakek dengan walinya Cantika !"


     Lagi - lagi Alex menunjuk ke arah Erlangga yang duduk di samping Ja'far. 


" Nak Ja'far sebaiknya nikahkan mereka secepatnya, biar tidak jadi fitnah."


" Kakek yang akan jadi wali nikahnya itu Erlangga. Adik kandung Cantika," Alex memberitahu.


" Oh. Nak sebaiknya kamu cepat - cepat nikahkan kakakmu itu." Lukman memandang wajah Erlangga.


     Erlangga yang dipandang seperti itu oleh Lukman merasa gugup. Terlihat yang wajahnya tiba - tiba pucat dan berkeringat dingin. Erlangga diam tak bersuara. Hanya anggukan kepalanya yang menjadi jawabannya.


" Sebaiknya kita makan dahulu. Nanti kita lanjutkan lagi obrolannya." Ajak Gendis.


     Karena kursi di meja makan sudah penuh terisi. Alex, Cantika dan anak - anaknya mereka makan di ruang keluarga. Diikuti oleh Gaya, Zahra, dan Fatih. Mereka makan duduk melingkar di atas karpet.


                   * * * * * * *


     Sementara itu di pinggiran kota, tepatnya di markas milik keluarga Khalid. Seluruh mayat penyusup yang menyerang rumah Cantika tadi malam sedang di periksa sama tim forensik. Dan dua orang yang masih hidup berada di ruang rawat.


" Sepertinya aku tahu mereka dari kelompok mana ?" Kata Alessio yang melihat hasil dari pemeriksaan tim forensik.


" Dari kelompok mana?" Tanya Mark penasaran.


" Ya, sepertinya kamu benar. Karena mereka merupakan salah satu kelompok yang membeli produk Kak Shin." Kata Akira yang sedang melihat data transaksi milik perusahaan kakaknya.


" Lalu kenapa kelompok Mafia Blackmama menyerang ke rumah Cantika ?" Tanya Mark.


     Semua orang disana saling berpandangan, satu sama lainnya.


" Jadi kapan kita akan menginterogasi kedua Penjahat itu ?" Alessio sungguh tidak sabar menunggu.


" Kita sebaiknya tunggu Bos dulu." Kata Akira yang masih asik memainkan laptopnya.


" Kamu itu kalau bagian interogasi, senang sekali."


" Hehehe ada kesenangan tersendiri saat melihat mereka tak berdaya" jawab Alessio.


" Dasar psikopat !" Jawab mereka kompak.


" Aku nggak sampai ke taraf itu !" Belanya.


" Kamu kan suka banget menyiksa mereka." Kata Mark meledek.


     Obrolan mereka terhenti saat Alex dan Khalid masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


" Informasi apa saja yang sudah di dapat ?" Tanya Alex sambil duduk dan lihat laporan di laptopnya.


" Kenapa Blackmama menyerang keluarga Cantika. Apa hubungan mereka ?" Tanya Alex lagi.


    Dan orang - orang disana diam, mereka juga tak tahu harus jawab apa. Karena mereka berpikir tak mungkin Cantika memiliki masalah dengan salah satu kelompok Mafia Italia. Justru mereka berpikir kalau Alex lah yang ada apa - apa dengan kelompok Blackmama.


" Soal itu kita belum tahu. Tapi apa Bos punya masalah dengan kelompok Blackmama?"


" Karena sepertinya nggak mungkin kalau Nona Cantika punya masalah dengan mereka." Kata Mark.


     Alex terdiam berpikir sambil melihat data laporan yang dibuat Akira di laptopnya. Alex berpikir apa masalah enam tahun yang lalu membuat mereka balas dendam padanya melalui Cantika.


" Sepertinya mereka tidak jera juga dengan apa yang telah mereka lakukan padaku dahulu." Alex menduga - duga.


" Apa mereka punya kemungkinan bekerja sama dengan Bagus ?" Tanya Khalid yang sejak tadi hanya menyimak obrolan mereka.


" Maksud Papa Khalid ?" Kini perhatian Alex teralihkan pada Khalid yang duduk agak berjauhan dengannya.


" Kamu tahu, siapa yang Papa tembak di atas gedung XY ?" Khalid menatap Alex.


" Jangan bilang kalau Bagus adalah orangnya !" Alex tak percaya.


" Ya, Bagus adalah orang yang ada di atas gedung itu." Jawab Khalid.


" Akh, sial !" Alex tak pernah kepikiran kalau Blackmama dan Bagus akan bekerja sama untuk melawannya.


" Apa Bagus adalah seorang penembak jitu, Uncle ?" Tanya Mark pada Khalid.


" Ya dia seorang penembak jitu yang sangat handal." Jawab Khalid.


" Dan jarak antara gedung XY dengan rumah Cantika bukan hal yang sulit baginya." Kata Khalid lagi.


" Apa Bagus masih hidup atau sudah mati, Pah ?" Tanya Alex.


" Dia masih hidup. Papa sengaja tak mengenai organ vitalnya, karena ingin menginterogasinya terlebih dahulu." Jawab Khalid.


" Apa mereka sekarang sudah bisa diinterogasi ?" Tanya Alessio.


" Ya mudah - mudahan saja mereka sudah sadar, dan mau berbicara." Jawab Khalid.


" Kalau begitu ayo kita pergi ke ruang rawat ?" Ajak Alex.


* * * * * * *


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH/KRISAN, VOTE NYA JUGA.


KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS.

__ADS_1


KUNJUNGI JUGA KARYA AKU YANG SATUNYA LAGI, YA.



__ADS_2