
" Apa benar kamu yang bernama Cantika ?" Tanyanya dengan aksen luar.
" Oh orang luar !" Bisik orang yang duduk di kursi sebelah meja tempat meja Cantika berada.
" Iya benar saya Cantika. Anda siapa ?"
" Aku wanita masa lalu Alex," Katanya dengan suara sombongnya.
" Oh. Hai !" Jawab Cantika sambil tersenyum.
Melihat reaksi Cantika seperti itu membuat wanita tadi agak geram.
" Kenalkan nama ku Sylvia,"
" Seperti yang sudah anda tahu, nama ku Cantika."
" Ku dengar kalau Alex akan menikahi mu !"
" Iya, apa yang anda dengar itu benar. Kita berdua akan menikah." Jawab Cantika santai.
" Kamu mau menikahinya karena hartanya kan !" Suara Sylvia meninggi.
" Anda salah sangka." Jawab Cantika singkat.
" Jangan bohong !!! kamu mau menikah dengannya. Karena dia CEO GALAXY, iya kan !"
" Aku tidak tahu kalau Alex seorang CEO GALAXY," Jujur Cantika tidak tahu perusahaan yang dimiliki oleh Alex. Dia berpikir kalau Alex bekerja di perusahaan baru yang masih berkembang, yang dibuatnya sendiri seperti Fatih, makannya punya banyak teman - teman yang hebat.
" Kalau bukan karena hartanya mana mungkin wanita baik - baik seperti mu, mau menikah dengan seorang pemerkosa !" Kata Sylvia sinis.
" Apakah itu kehidupan masa lalu Alex ?" Tanya Cantika.
" Iya, dia adalah laki - laki laki paling brengsek dan seorang pemerkosa !" Sylvia makin menegaskan kata - katanya.
" Ya, kalaupun apa yang anda katakan itu benar. Saya tidak masalah, karena itu merupakan bagian dari masa lalu Alex yang harus aku terima." Jawab Cantika, dan itu malah memancing emosi Sylvia.
" Kamu juga tidak tahu betapa kejam diri Alex itu !" Sylvia mulai gusar.
" Kalau aku sudah yakin mau menikah dengan Alex. Berarti aku harus menerima diri Alex apa adanya." Cantika tersenyum ramah pada Sylvia.
Mendapat respon seperti itu dari Cantika, Sylvia sangat kesal.
" Dan apa kamu yakin kalau kamu akan menjadi satu - satunya wanita yang akan di hatinya !" Sylvia tak kehabisan akal berusaha agar Cantika meninggalkan Alex.
" Tidak. Dan aku tahu ada beberapa wanita di hatinya." Jawab Cantika.
Cantika berpikir kalau di dalam hati Alex. Pasti ada Mommy yang telah melahirkannya. Mama Aurora yang mengasuhnya. Terus Bintang anak perempuannya.
__ADS_1
Sylvia menahan rasa kesalnya yang memuncak terlihat dari genggaman tangannya yang terkepal erat.
" Setelah tahu ini semua, apa kamu masih yakin ingin menikah dengan Alex ?" Tanya Sylvia penasaran.
" Ya, tentu saja keputusan ku tidak berubah." Jawab Cantika.
" Ternyata kamu wanita yang gila. Sudah tahu keburukan Alex, tapi tetap saja mau menikah dengannya." Sylvia sudah benar - benar habis kesabarannya.
" Baik buruknya yang ada di dalam diri Alex, aku sudah terima saat memutuskan menerima dirinya saat pesta lamaran dulu." Lagi - lagi Cantika menjawab dengan tenang dan tersenyum ramah.
" Akh !!" Sylvia pun pergi meninggalkan cafe dengan perasaan sangat kesal.
* * * * * * *
" Cantika duduk di kursi taman setelah pulang dari cafe. Melihat anak - anaknya yang sedang bermain panahan. Katanya mereka menemukannya di dalam gudang saat memasukan kembali mobil mainan tadi.
" Cantika, kalau anak - anak di ajarin bela diri nggak apa - apakan ?" Tanya Lukman yang sedari tadi ikut duduk di kursi dengannya.
" Maksud Kakek ?"
" Bagi anak - anak orang kaya, sungguh rentan dengan kasus penculikan. Baik itu karena mereka menginginkan uang tebusan, atau karena balas dendam bisnis orang tuanya."
Cantika hanya terdiam, dia sungguh takut kalau anaknya berubah menjadi pribadi yang kasar.
" Lihatlah kejadian baru - baru ini."
" Tidak sampai dua Minggu, mereka sudah dua kali terlibat kasus penculikan."
Lukman memperhatikan ketiga bocah yang sedang asik main panahan bekas cucu - cucunya dahulu.
" Cantika takut kalau mereka malah menyalah gunakan kemampuannya nanti." Kilahnya.
" Makanya mereka harus dikasih pengarahan dan selalu dalam pengawasan kita."
" Alex dan lainnya juga begitu. Sejak kecil mereka sudah banyak belajar untuk menjadi anak yang mandiri dan bisa menjaga dirinya sendiri, walau selalu ada yang mengawasi dan mengikuti mereka diam - diam." Kata Lukman mengenang cucu - cucunya itu.
" Sebaiknya Cantika bicarakan dulu dengan Alex dan anak - anak." Jawab Cantika.
" Kakek harap kalian bisa bertindak bijak untuk kebaikan anak - anak."
* * * * * * *
Sore hari setelah anak - anak capek bermain seharian, mereka mandi bersama Alex lagi. Mereka sangat senang bila mandi bersama. Dan Cantika yang akan menyiapkan baju untuk mereka.
Setelah selesai semuanya, Lukman dan Gendis mengajak ketiga anak itu belajar di ruang perpustakaan yang sangat luas dan memiliki banyak buku dari berbagai jenis bacaan. Hampir semua buku - buku yang terkenal di dunia ada disana. Buku yang memiliki berbagai macam bahasa di dunia pun juga ada.
Sementara Alex sedang duduk sambil memangku laptopnya, mengerjakan sesuatu dengan sangat khusu. Cantika pun datang menghampirinya memberikan segelas teh hangat dan setoples kue.
__ADS_1
" Ini minum dulu mumpung masih panas !"
" Terima kasih,"
" Habiskan, Ya !" Cantika pun beranjak dari sana.
" Kudengar tadi ada masalah di cafe ?" Tanya Alex sambil memandang Cantika.
" Masalah yang mana, ya ?" Cantika malah balik bertanya.
Mendengar perkataan Cantika yang malah balik bertanya, membuat Alex mengerutkan alisnya.
" Tadi di cafe katanya ada masalah ?" Tanya Alex ulang.
" Kalau masalah booking tempat sudah dapat di selesaikan dengan baik."
" Kalau masalah kedatangan Sylvia ke cafe...." Cantika belum selesai berbicara Alex sudah memotongnya.
" Apa yang dilakukan Sylvia kepada mu ?" Tanya Alex panik dan terkejut. Saat dia mendengar nama Sylvia diucapkan oleh Cantika.
Melihat respon Alex seperti itu membuat Cantika curiga. Cantika hanya diam bingung mau jawab apa. Sylvia tadi hanya memberitahu soal masa lalu Alex saja, yang menurutnya nggak terlalu penting, karena tiap orang punya masa lalu yang ingin dilupakannya atau di tutupnya rapat - rapat dari orang lain.
Alex yang tadinya duduk di sofa, kini berdiri dan berjalan ke arah Cantika. Terlihat wajahnya yang sangat panik.
" Cantika apa yang telah dia katakan kepadamu !" Tanya Alex dengan suara naik satu oktaf. Dan Cantika tidak suka itu.
" Dia mengatakan sesuatu yang tidak penting menurut ku." Jawab Cantika kesal karena Alex tidak memanggil dirinya dengan panggilan Honey seperti biasanya.
Cantika diam berpikir kenapa dirinya sangat kesal saat Alex memanggil dengan menyebut namanya. Padahal orang lain pun sama, saat memanggil dirinya pasti menyebut namanya. Ternyata Cantika lebih suka saat Alex memanggilnya dengan sebutan Honey.
" Katakan dengan jujur," suara Alex melemah syarat akan permohonan.
" Aku sudah bilang, kalau dia membicarakan sesuatu yang tidak penting menurut ku."
" Aku tahu siapa itu sebenarnya Sylvia !"
" Kamu jangan percayai setiap Omongan Sylvia !" Alex gusar karena Cantika tidak memberitahu apa pembicaraan mereka tadi padanya.
" Ya, Aku lebih percaya sama kamu, Alex. Dari pada kepada Sylvia yang baru saja aku temui siang tadi." Jawab Cantika dengan suara dinginnya.
Mendengar perkataan barusan Alex terkejut. Dia merasa kalau Cantika yang sedang berdiri di hadapannya bukan Cantika yang dia kenal.
\* \* \* \* \* \* \*
Harusnya ini up tadi sore !!!!
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, VOTE.
__ADS_1
KASIH BINTANG LIMA JUGA, YA.
DUKUNG AKU TERUS.