Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 23


__ADS_3

Alex kembali mengelilingi kamar milik Dokter Lazuardi. Dia berjongkok di dekat tempat tidur. Dilihatnya di dalam kolong itu ada sebuah kalung rantai yang berliontin. Diambilnya kalung yang sudah agak hangus bagian belakangnya, karena posisi liontin itu terbalik. Bagian depan liontin itu ada ukirannya dan batu permata merah. Dibukanya liontin itu, terdapat sebuah foto di dalamnya. Seorang suami istri dan seorang anak kecil.


" Ini milik siapa, ya?" Gumam Alex sambil membolak - balikan liontin itu.


" Itu apa tuan?" Tanya Michael yang datang tiba-tiba dari arah belakangnya.


" Sebuah kalung berliontin, yang di dalamnya ada sebuah foto keluarga." Jawab Alex sambil menyerahkan kalung berliontin itu kepada Michael.


     Michael melihat dengan seksama foto di liontin itu. " Tuan apa ini milik si pelaku?" Tanya Michael sambil menyerahkan kembali kalung itu kepada Alex.


" Ya, aku rasa juga seperti itu." Jawab Alex sambil memasukan kalung itu ke dalam saku celananya.


" Bos, lihat ini!" Teriak Akira yang sedang berjongkok di dekat lemari yang telah terguling.


    Alex pun menghampirinya, dan ikut berjongkok di dekat Akira.


" Apa itu?" Tanya Alex saat Akira memegang sesuatu benda yang agak panjang, berwarna coklat kehitam- hitaman.


" Ini sebuah cerutu!" Jawab Akira. Dan menyerahkan cerutu itu kepada Alex.


    Alex pun memeriksa cerutu itu, dengan teliti.


" Ini buatan produk luar!" Kata Alex ada rasa terkejut saat mengetahuinya.


" Michael, lihatlah ini. Apa kamu nggak merasa asing dengan bentuk cerutu ini?" Alex memanggil Michael yang sedang berdiri menghadap ke luar jendela.


" Ada apa Tuan?" Michael pun datang menghampiri Alex.


" Lihatlah ini, mungkin tidak asing bagimu!" Alex menyerahkan cerutu itu kepada Michael.


" Ini…." Michael mengendus cerutu itu. Dan dia mengerutkan keningnya, dan kembali lagi mengendus bau cerutu itu untuk memastikannya kembali.


" Ya, ini adalah cerutu buatan salah satu pabrik milik kelompok Chernyy  Drakon" Jawab Michael.


" Berarti benar mereka yang telah melakukan penyerangan ini!" Alex menjadi yakin akan apa yang sejak tadi menjadi pikirannya setelah melihat lencana berlogo salah satu kelompok mafia dari Rusia itu.


" Tapi kenapa mereka melakukan ini?" Alex bertanya - tanya.

__ADS_1


" Tuan sepertinya aku ingat salah satu petinggi kelompok itu adalah orang Asia." Kata Michael saat melihat Alex berpikir dengan keras sambil memijat keningnya.


" Oh, benarkah?" Tanya Alex.


" Tuan kan tahu orang tua angkat ku, itu suaminya orang Rusia." Kata Michael.


" Dan suatu hari kami kedatangan tamu dari Rusia. Dan salah seorangnya adalah orang Asia, bila dilihat dari warna kulitnya." Lanjut Michael.


" Ya, aku baru ingat kalau ayah angkat kamu itu, seorang penghianat dari kelompok Chernyy Drakon." Kata Alex sambil manggut - manggut.


" Jadi ada kemungkinan orang Asia itulah yang telah menyerang keluarga Dokter Lazuardi?" Tanya Akira tiba - tiba dengan suara keras, dan membuat kedua orang itu terkejut.


" Kamu itu bisa tidak sich, bertanya dengan suara rendah. Jangan membuat kami terkejut!" Michael melotot ke arah Akira. Dan Akira hanya bisa nyengir lebar melihatkan giginya yang gingsul.


" Apa orang Asia itu adalah orang Indonesia yang ada di dalam foto liontin itu?" Tanya Alex pada Michael yang pernah bertemu dengan orang itu.


" Ya, sepertinya ada kemungkinan begitu." Jawab Michael, karena bagi dia mau orang Indonesia atau orang Asia Tenggara yang lainnya terasa sama, karena masih satu rumpun. Hanya saat mereka berbicara saja, dia akan bisa membedakan.


" Sepertinya hari sudah tengah hari, kita pulang saja!" Ajak Alex.


    Dan mereka pun mengikuti Alex keluar dari kamar itu. Saat mereka menuruni anak tangga ada satu peluru yang tergeletak di sana, Alex pun memungutnya. Bagi Alex apapun yang dikiranya bisa menjadi informasi, maka dia akan memanfaatkannya dengan baik.


     Michael membawa kotak box yang berisi surat - surat penting milik Dokter Lazuardi. Sedangkan Akira membawa koper milik Dokter Lazuardi yang satunya lagi.


    Saat mereka baru sampai di bawah, dan berjalan ke halaman rumah. Di sana sudah ada Si Kakek dan Yudha, yang menunggu kedatangan mereka. Karena mereka melihat mobil Alex yang kemarin, sedang terparkir di depan gerbang rumah Dokter Lazuardi.


" Mister anda datang kembali!" Si Kakek tersenyum menyambut kedatangan Alex.


" Iya, Kek. Kita sedang mencari petunjuk siapa yang telah menyerang keluarga Dokter Lazuardi." Kata Alex begitu sampai di depan Si Kakek.


" Uh...Uh…!" Yudha menarik tangan ayahnya dan menunjuk kepada Erlangga yang berjalan di belakang Akira.


    Si Kakek pun mengalihkan perhatiannya kepada orang yang sedang ditunjuk oleh anaknya itu. Dan dilihatnya sosok pemuda yang sudah lama dirindukannya.


" Den Langit!" Teriak Si Kakek dan berlari ke arah Erlangga dan langsung memeluknya, begitu juga dengan Yudha ikut memeluk Erlangga.


    Sedangkan Erlangga yang mendapat serangan dadakan itu hanya diam mematung tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


" Den Langit…. Eh maaf. Nak kamu anaknya Den Langit, ya?" Tanya Si Kakek kepada pemuda yang memiliki wajah mirip anak sulungnya Dokter Lazuardi.


Erlangga memandang ke arah Alex dan minta tolong padanya. Karena dia tidak mengenal Kakek - Kakek dan lelaki paruh baya, yang sedang memeluknya itu.


" Erlangga itu namanya, Kek. Dia adiknya Cantika." Kata Alex menjawab pertanyaan Si Kakek karena Erlangga diam tak mengerti.


" Erlangga, nama yang bagus. Nak kamu punya wajah yang mirip dengan Den Langit." Kata Si Kakek dengan mata yang mengeluarkan air matanya.


" Senang bertemu dengan anda Kek." Kata Erlangga sambil tersenyum.


" Uh...Uh…" Yudha berusaha mengajak Erlangga berbicara, karena dulu Langit juga suka mengajaknya berbicara.


    Erlangga yang melihat seorang pria paruh baya itu sedang berusaha mengajaknya berbicara. Mengalihkan perhatian padanya.


" Senang juga bisa bertemu dengan anda." Erlangga tersenyum hangat kepadanya.


" Oh, kenalkan anak Kakek, Yudha. Dia dulu berteman dengan anak - anaknya Pak Dokter." Kata Si Kakek.


" Halo Om Yudha apa kabar?" Erlangga mengulurkan tangannya yang sebelah kanan, dan tangannya yang sebelah lagi sibuk memegang koper dan kotak perhiasan.


    Yudha pun mengulurkan tangannya, masih dengan tangis bahagianya.


" Tuan ini barangnya akan disimpan di mobil mana?" Tanya Michael yang baru sampai disana.


" Di…" Alex belum selesai bicara, dia dikejutkan oleh tindakan Yudha.


" Aaaaaakh…!" Yudha langsung berlari bersembunyi di belakang badan Alex.


" Ada apa?" Tanya Alex pada Yudha.


" Uh.... Uh..." Dan Yudha pun menunjuk ke arah Michael.


    Alex, Akira, Erlangga, dan Michael saling pandang.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.

__ADS_1


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.


TERIMA KASIH.


__ADS_2