
Hari ini Cantika disibukan membantu untuk persiapan acara resepsi pernikahan Fatih. Muali dari hantaran pengantin, kado - kado untuk pengantin. Juga baju yang akan mereka gunakan.
" Sayang, apa semuanya sudah beres ? " Tanya Aurora, mamanya Fatih kepada Cantika.
" Sudah , Ma ".
Aurora meminta Cantika memanggilnya Mama seperti Fatih. Karena dia sudah menganggapnya sebagai anak. Dia juga sering memperkenalkan Cantika sebagai putrinya kepada orang lain.
Apalagi dia tidak punya anak perempuan. Kedua anaknya laki - laki, Al Fatih dan Al Ghazali.
" Kamu malam ini nginap di sini sama si Trio Kancil, ya ! " Pintanya.
" Iya, Ma. Baju buat besok biar nanti di antarkan Gaya kesini " , kata Cantika mengiyakan permintaan Mama angkatnya itu.
" Kak Cantika, aku ajak anak - anak main ke mall, ya ? " Ghazali datang di ikuti Trio Kancil dibelakangnya.
" Nggak boleh !!! " Aurora melarang anaknya pergi.
" Main di rumah aja juga bisa ", lanjutnya.
" Katanya tadi kalian mau berenang. Tuh ajak Om Ghazali sekalian " , Cantika tidak ingin membuat anak - anaknya sedih.
" Iya, Om. Kita berenang saja di kolam renang belakang rumah ! " Ketiganya sangat antusias.
Akhirnya Ghazali mengikuti ajakan si Trio Kancil itu. Padahal dia ngajak ke mall itu hanya modus untuk bisa bertemu dengan pacarnya. Karena Mamanya melarang pergi keluar rumah.
" Om, telepon aja Tante Amira- nya suruh datang kesini. Kita berenang bareng ", usul Angkasa, yang melihat raut wajah Ghazali berubah masam.
" Boleh juga, tuh. Tunggu, Om mau telepon dulu, ya " , semangatnya Ghazali kembali.
* * * * * * *
Sementara itu Fatih disuruh Papanya menjemput keluarga Kakek Darma di bandara. Tanpa sengaja berpapasan dengan Alex di parkiran yang baru saja datang ke Indonesia.
" Al, kamu baru datang ? Sama siapa ? " tanya Fatih sambil memeluk saudaranya itu.
" Tuh sama si Kakek ! " , dagunya mengarah pada pemuda bule berambut pirang yang sedang memasukan tasnya ke dalam bagasi mobil.
__ADS_1
" Hai, Kakek Willi. Aku kira mau datangnya nanti untuk resepsi yang di adakan oleh Mama " , sambil memeluk Kakek Willi-nya.
" Huh, aku mau protes sama Mama Aurora. Nikahin anaknya nggak bilang - bilang. Apa dia mau menjadi ponakan yang durhaka " sewotnya. Dia manggil Aurora , Mama. Karena Fatih dan Alex memanggilnya Mama. Dan Aurora tidak ambil pusing dengan sebutannya. Walau pada kenyataannya William adalah paman Aurora.
William adalah adik tiri ayah Aurora. Dari istri muda kakeknya yang mana merupakan kakak seniornya dikampus dulu. Aurora dan Anastasia (- ibu Alexander) yang mendukung bersatunya dua insan yang terpaut jauh beda usia.
William usianya terpaut beda satu tahun dengan Alex dan Fatih. Dirinya ingin dipanggil Kakek sebagai panggilan kehormatannya. Padahal itu kejahilan Alex dan Fatih untuk William saat mereka sedang belajar mengenai struktur pohon keluarga. Awalnya dia menolak, karena merasa dirinya masih kecil, masa dibilang Kakek. Setelah mendengar penjelasa Fatih dan diangguki Alex, akhirnya dia setuju. Malah bangga akan panggilannya itu. Apalagi teman - temannya di Amerika ikutan panggil Kakek tanpa tahu apa itu Kakek.
" Kalian mau nginap di mana ? " Tanya Fatih.
" Ya di rumah kamulah ! " Jawab William
" Kayaknya ngak bisa, deh. Nginap di apartemen aku aja, ya " kata Fatih.
" Emangnya kenapa, kan kita sudah biasa tinggal disana kalau datang kesini. Kan kita punya kamar masing - masing di rumah " , kali ini Alex yang bicara.
" Saudara dari keluarga Papa semua nginap dirumah. Jadi rumah udah penuh " Fatih beralasan.
Sebenarnya dia takut Cantika dan Alex, bertemu disana. Karena kesibukannya dikantor, dia belum bercerita mengenai Alex kepada Cantika. Begitu juga sebaliknya, Alex belum tahu mengenai Cantika.
* * * * * * *
Acara berjalan dengan lancar. Semua orang terlihat bahagia. Apalagi kedua pengantin itu, senyum bahagia tidak lepas dari wajah mereka. Tempat berlangsungnya acara dibagi dua, laki - laki dan peremuan dipisah. Sehingga Alex tidak bertemu dengan Cantika di acara itu.
" Ma aku mau langsung pulang ke cafe. Karena nanti malam mau ada yang sewa tempat untuk acara ulang tahun. Jadi sore harinya harus sudah disiapkan " jelas Cantika kepada Aurora.
" Baik sayang. Apa anak - anak juga mau ikut ?", tanyanya.
" Katanya pingin ikut " ,kata Cantika
" Kita mau tiup balon yang yang besar - besar , Nek " Bintang merentangkan tangannya keatas kebawah membuat pola lingkaran.
Mereka pun pamit setelah shalat Dzuhur di masjid komplek pesantren.
* * * * * * *
Di cafe Cantika dan anak buahnya sedang menyiapkan bahan - bahan untuk acara nanti malam. Acara akan diadakan di lantai dua sesuai keinginan klient. Sehingga tidak menggangu aktifitas layanan di lantai satu. Anak - anaknya sibuk meniup balon di bantu tiga karyawan lainya yang sedang tidak bertugas, salah satunya Aria. Dia begitu semangat mendekor ruangan itu agar terlihat menarik.
__ADS_1
Cantika sedang di dapur lantai satu menyiapkan menu untuk hidangan pesta. Begitu selesai, dia ikut membantu melayani pembeli yang mengunjungi cafenya.
Di tidak sadar sejak tadi ada seorang pria yang terus memperhatikannya.
" Apa dia orangnya, ya ? " Alex menduga - duga Cantika sebagai perempuan di Hotel itu.
Jantungnya berdetak lebih kencang, apalagi saat melihatnya tersenyum serasa ada banyak kupu - kupu berterbangan di perutnya. Padahal dia tahu, wanita itu tersenyum pada orang lain.
" Mister, Can I Help You ? " tanya Cantika begitu berdiri di samping Alex.
Mata mereka bertemu, dan saling pandang beberapa saat. Sampai Cantika memundurkan beberapa langkahnya, tersadar akan wajah bulenya mirip dengan wajah kedua anak laki-lakinya.
Wajah Cantika langsung berubah pucat. Apalagi saat mendengar suara Angkasa yang sudah berada di sisinya.
" Ma, di panggil Om Aria. Katanya kue ulang tahunnya mau di simpan dibelah mana ? "
Cantika melihat ke arah Angkasa kemudian ke arah laki - laki yang duduk di kursi sampingnya. Begitu mirip, tidak ada satu pun bagian darinya yang dibuang. Seolah meyakinkan dirinya bahwa laki - laki dewasa dan anaknya itu adalah bapak dan anak.
Laki - laki itu adalah Alex yang kebetulan singgah mau minum kopi, yang tidak kalah terkejutnya saat melihat anak laki - laki versi mini dirinya berdiri di samping wanita itu.
" Kak Angkasa lama banget disuruh tanyain sama Mama. Mau di simpai dimana tuh kue ulang tahunnya !? " tiba - tiba Bintang datang sambil bertolak pinggang dan bibir merahnya manyun, dan pipi cabby-nya kembung.
Lagi - lagi Alex terkejut melihat gadis keci yang wajahnya begitu mirip dengan mendiang Mommy-nya itu. Mereka seperti anak - anak yang ada di foto pemberian Fatih beberapa hari yang lalu.
Kali ini kedua bocah itu yang terkejut melihat wajah laki - laki yang duduk disamping tempat mereka berdiri.
" Ma, apa dia itu Papa ? " tanya kedua anak itu barsamaan.
* * * * * * *
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, SAMA VOTE.
KASIH BINTANG LIMA JUGA.
DUKUNG AKU TERUS YA.
TERIMA KASIH.
__ADS_1