Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 85


__ADS_3

Tak terasa waktu terus bergulir dengan cepat. Cantika dan anak - anaknya sudah kembali lagi ke rumahnya. Dan sesuai keinginan Cantika dulu kalau dia yang ingin mengisi semua perabotan rumah yang baru. Dia pergi belanja semua kebutuhan itu bersama Alex.


     Kini hari resepsi pernikahannya Fatih digelar dengan sangat mewah dan megah. Keluarga Hakim yang merupakan keluarga terpandang dan termasuk keluarga konglomerat yang berpengaruh. Mengundang banyak tamu ke acara itu. Lebih dari sepuluh ribu tamu undangan yang menghadiri acara itu. Para tamu dibagi menjadi empat waktu. Mengingat begitu banyaknya tamu undangan. Pagi, siang, sore, dan malam hari.


     Walau begitu banyak menerima tamu, Fatih dan Zahra selalu memasang wajah ceria dan bahagia. Begitu banyak untaian do'a dan harapan untuk pasangan pengantin itu.


     Saudara dan kaum kerabat Fatih semuanya datang. Walau mereka semuanya orang - orang sibuk, tapi di hari bahagianya Fatih mereka sempatkan untuk datang.


" Honey, kamu istirahat dulu!" Perintah Alex pada Cantika yang sejak tadi ikut mengatur bagian konsumsi hidangan utama dan desert.


" Iya, Sayang ini juga mau istirahat." Cantika tersenyum manis pada Alex. Dan Alex malah mencium sekilas bibir Cantika sebagai balasan senyumannya.


" Ayo ikut aku!" Ajak Alex sambil menggandeng mesra tangan Cantika.


" Anak - anak dimana?" Tanya Cantika.


" Mereka sedang sibuk merayu Gaya dan Arga. Aku sampai merasa heran dengan kegigihan mereka dalam menjodohkan Gaya dan Arga." Kata Alex sambil tersenyum.


" Sayang sebenarnya kita mau kemana?" Cantika diajak Alex ke belakang bangunan Hotel Luna.


" Ketempat yang hanya ada aku sama kamu." Alex tertawa jahil.


     Saat sudah sampai di tempat tujuan, Alex rupanya telah menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Dengan dekorasi yang indah, dimana lampu - lampu hias berwarna - warni dengan meja dan dua kursi yang saling berhadapan. Cantika sungguh terharu atas kejutan dari Alex untuknya.


" Terima kasih Sayang, untuk kejutannya." Kata Cantika sambil memeluk Alex.


" Apa kamu suka, Honey?" Alex membalas pelukan Cantika dengan lebih erat seolah tidak mau berpisah.


" Ya, sangat suka." Ucap Cantika penuh semangat.


" Kalau begitu ayo kita makan dulu, aku tahu sejak tadi kamu belum makan!" Alex menggeserkan kursi untuk istrinya itu.


" Alex, Daddy kemana sejak sore tidak kelihatan?" Cantika baru ingat sama ayah mertuanya yang baru datang tadi pagi, langsung ikut ke gedung Hotel, tanpa istirahat terlebih dahulu.


" Daddy tadi ketemu sama temannya, Mungkin mereka keasyikan bicara sampai lupa waktu." Jawab Alex.

__ADS_1


" Alex….!" Panggil seseorang merusak suasana romantis mereka berdua.


" Hai, Sylvia ada apa datang kemari?" Tanya Alex dingin. 


     Kalau Cantika saat ini hatinya terasa bergemuruh melihat seorang wanita berpenampilan seksi dan gaun pesta yang sangat terbuka pakaiannya. Wanita yang beberapa hari yang lalu telah mengacaukan pikirannya. Cantika memandang Sylvia yang tengah menatap Alex dengan pandangan penuh memuja.


" Alex aku rindu padamu!" Kata Sylvia.


" Kalau aku tidak!" Ucap Alex penuh penekanan.


" Alex aku dengar dari Daddy kalau kamu ingin menikah?" Sylvia yang tidak tahu malu masih saja berdiri disamping Alex dan mengajaknya bicara.


" Sylvia apakah mata kamu buta? Tidak lihat aku sedang makan." Kata Alex dingin.


" Kenapa kamu terus saja ngoceh ngajak aku bicara!" Alex menatap tajam Sylvia.


" Aku hanya ingin tahu siapa wanita yang akan kamu nikahi?" Tanya Sylvia.


" Bukannya kamu sudah tahu, siapa perempuan yang ingin aku nikahi!" Jawab Alex.


"  Aku rasa dia wanita yang tidak cocok untuk dijadikan Nyonya ANDERSSON!" Sylvia mulai naik nada bicaranya.


" Dengarkan aku Sylvia!" Teriak Alex sambil berdiri.


" Aku tidak peduli, kamu mau cucu orang kepercayaan Grandpa, atau Orang yang ada dalam lindungan Daddy. Kalau kamu mengusik kehidupanku dan keluargaku, maka aku tidak akan segan dalam menghancurkanmu dengan perlahan dan lebih menyakitkan!" Peringatan dari Alex.


     Sylvia mulai ketakutan, tubuhnya gemetaran. Kemudian dia pergi menjauhi Alex dan Cantika.


" Honey, maafkan aku. Makanlah kembali makananmu, nanti tidak enak." Kata Alex sambil menatap Cantika dengan pandangan memohon.


" Sayang, apa kamu tidak apa - apa?" Cantika malah balik bertanya pada Alex.


" Aku tidak apa - apa, Honey." Alex tersenyum simpul.


" Apa sebaiknya kita pulang duluan saja?" Tanya Cantika terlihat mencemaskan Alex yang sejak kedatangan Sylvia, moodnya jadi jelek.

__ADS_1


" Tidak, Honey. Lagian malam ini kita akan menginap di Hotel ini!" Jawab Alex menolak ajakan Cantika.


" Kalau begitu kita jalan - jalan saja disekitar sini!" Ajak Cantika ingin mengembalikan mood Alex agar lebih baik.


     Alex dan Cantika pun berjalan - jalan sambil bergandengan tangan. Jemari tangan mereka saling terpaut satu sama lain. Cantika banyak berbicara hal yang lucu, agar Alex terpancing senyum dan tawanya lagi. Dan itu terbukti, dalam waktu lima belas menit, mood Alex telah baik kembali. Seolah - olah kejadian tadi itu tidak pernah terjadi.


     Cantika dan Alex membawa ketiga anaknya tidur di kamar hotel kelas VVIP lantai tertinggi khusus keluarga Hakim. Di dalam kamar hotel itu terdapat dua kamar tidur lagi layaknya sebuah apartemen. Hotel Luna dulunya milik Alex, tapi diberikan pada Fatih demi ditukar sama seorang arsitek kebanggaan Fatih agar bisa menjadi orangnya. Dan membawanya ke Amerika untuk memegang sekaligus menjadi salah satu perancang desain di perusahaan property KINGDOM.


     Si Trio Kancil yang kelelahan langsung tertidur nyenyak begitu mereka membaringkan tubuhnya di kasur. Sedangkan Alex dan Cantika menempati satu kamar lainnya. Seperti malam - malam sebelumnya, Alex selalu menanamkan benih pada Cantika. Keinginannya punya anak banyak ingin cepat - cepat terealisasi. Dan Cantika pun menyetujui keinginan suaminya itu.


\* \* \* \* \* \* \*


     Kini sekolah anak - anaknya sudah memasuki masa liburan sekolah. Dan akhirnya Alex bisa melakukan perjalanan bulan madunya atau lebih tepatnya disebut darmawisata. Tentu saja jadinya mereka pergi secara rombongan.


     Di dalam pesawat pribadi miliknya, yang sengaja didatangkannya dari Amerika, Alex dan Cantika duduk di kursi bersebelahan. Kemudian ketiga anaknya yang duduk di seberang mereka. Fatih dan Zahra di kursi belakangnya. William dan Mentari duduk di kursi belakang si kembar. Gaya dan Arga yang dipaksa ikut sama Si kembar duduk berdampingan di kursi belakang Fatih, Mark dan Christina duduk di kursi belakang Gaya. Sedangkan Akira, Michael, dan Ghazali duduk di belakang kursi William.


    Erlangga tidak bisa ikut karena dia sudah kembali ke pondok pesantren, Minggu lalu. Dan Aria tidak diberi izin sama orang tuanya.


     Dan tujuan darmawisata mereka adalah pulau milik Alex yang merupakan hadiah pernikahan dari Christhopher. Dan pulau milik Fatih juga tidak jauh dari milik Alex. Jadi Fatih juga bisa pergi kesana.


" Honey, apa kamu tahu?" tanya Alex dengan suara rendahnya.


" Ini namanya bulan madu yang tak semanis madu!" Lanjutnya lagi.


Cantika yang mendengar ucapan suaminya itu hanya tersenyum dikulum, " Tenang Sayang, nanti aku akan menjadikannya semanis madu!"



\* \* \* \* \* \* \*


Jangan lupa klik like, fav, hadiah, dan juga vote nya.


kasih bintang lima juga ya.


dukung aku terus.

__ADS_1


terima kasih.


__ADS_2