
Alex yang duduk bersama dengan Sakti di bagian pojok. Sedang membicarakan masalah, aset kekayaan milik keluarga Dokter Lazuardi.
" Aku ikhlas memberikan semua harta peninggalan milik ayah kepada Cantika dan Erlangga." Kata Sakti.
" Lalu bagaimana dengan anak-anak Om, kedepannya. Kami tidak mau terjadi sengketa sesama saudara gara-gara masalah harta warisan." Ucap Alex sambil memandang Sakti.
" Hahaha…. Aku jamin mereka tidak akan mengungkit harta peninggalan ayah." Lanjut Sakti.
" Andromeda, bahkan tidak mau menjalankan Rumah Sakit dan perusahaan milikku. Dia malah memilih menjadi dosen dan koki restoran miliknya." Kata Sakti sambil melihat Andromeda yang sedang bercanda dengan Langit dan Angkasa.
" Lalu putra bungsu anda?" Tanya Alex.
" Ah, dia itu lebih suka menjadi fotografer dan arsitek." Dilihatnya anak bungsunya sedang mencubit gemas pipi Bintang yang chubby.
" Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan anda." Kata Alex.
" Sebenarnya masih ada yang saya ingin bicarakan lagi dengan Om. Dan ini sangat penting. Tapi sekarang sudah waktunya anak-anak tidur. Jadi kami harus pulang." Kata Alex.
" Apakah besok Om, punya waktu luang?" Tanya Alex.
" Bagaimana kalau lusa saja? Hari itu Om libur." Ajak Sakti.
" Baiklah, sebaiknya kita janjian bertemu di Hotel Artemis. Bagaimana Om?" Tanya Alex.
" Oke, Om akan datang kesana!" Sakti menyanggupi ajakan dari Alex.
Keluarga Cantika dan keluarga Sakti berpisah setelah mereka bertukar alamat rumah masing-masing.
*******
Anak-anak Cantika langsung tertidur, di jok belakang. Mungkin karena sudah malam atau karena capek, karena sejak tadi mereka terus ditanggap sama Om baru mereka, Andromeda dan Galaksi.
" Sayang, apa yang tadi dibicarakan dengan Om Sakti?" Tanya Cantika kepo dengan keakraban Alex dan Om-nya.
" Om Sakti menyerahkan seluruh harta peninggalan keluarga Dokter Lazuardi kepada kalian berdua." Jawab Alex.
" Kenapa Om menolak harta warisan peninggalan Kakek?" Cantika tidak mengerti.
" Karena baginya segala sesuatu tentang Angkasa harus dihilangkan dalam hidupnya. Kecuali keluarga kakaknya, yaitu kalian." Alex menerangkan.
" Oh, begitu." Cantika mengangguk-anggukan kepalanya. Sebenarnya dia tidak enak harus menerima seluruh kekayaan harta peninggalan kakeknya itu.
********
Anak-anak Cantika langsung tertidur, di jok belakang. Mungkin karena sudah malam atau karena capek, karena sejak tadi mereka terus ditanggap sama Om baru mereka, Andromeda dan Galaksi.
__ADS_1
" Sayang, apa yang tadi dibicarakan dengan Om Sakti?" Tanya Cantika kepo dengan keakraban Alex dan Om-nya.
" Om Sakti menyerahkan seluruh harta peninggalan keluarga Dokter Lazuardi kepada kalian berdua." Jawab Alex.
" Kenapa Om menolak harta warisan peninggalan Kakek?" Cantika tidak mengerti.
" Karena baginya segala sesuatu tentang Angkasa harus dihilangkan dalam hidupnya. Kecuali keluarga kakaknya, yaitu kalian." Alex menerangkan.
" Oh, begitu." Cantika mengangguk-anggukan kepalanya. Sebenarnya dia tidak enak harus menerima seluruh kekayaan harta peninggalan kakeknya itu.
*****
Keluarga Alex dan keluarga Khalid, sedang menunggu kedatangan keluarga Sakti, di Hotel Artemis. Saat jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, keluarga Sakti datang ke Hotel Artemis. Kali ini pelangi nggak ikut.
Orang kepercayaan Khalid menyambut kedatangan keluarga Sakti di depan lobby hotel. Dan mengantar mereka ke ruangan lantai paling atas. Dimana Alex sudah menunggu kedatangannya.
" Pah, kenalkan ini Om Sakti dan keluarganya!" Cantika mengenalkan Sakti beserta keluarganya kepada Khalid.
" Senang bertemu dengan anda!" Khalid menjabat tangan Sakti.
" Saya juga senang bertemu dengan anda." Balas Sakti.
" Maaf, kalau tidak salah anda adalah Tuan Khalid Hakim. Pengusaha sukses yang terkenal itu?" Tanya Sakti.
" Haha… anda bisa saja. Saya hanya akan jadi pengusaha biasa kalau tidak dibantu oleh para karyawanku." Kata Khalid merendah.
" Ya, dia anak saya." Jawab Khalid.
" Saya tidak menyangka akan memiliki besan seorang yang begitu terkenal." Kata Sakti.
" Akan lebih tepat, kalau anda bangga punya menantu terkenal seperti Alex!" Lanjut Khalid sambil terkekeh.
" Oh, ya. Kemarin kita hanya bicara sebentar jadi belum terlalu banyak yang aku tahu tentang Alex." Jujur Sakti.
" Kalau begitu sekarang saja tanya Alex-nya, Om. Kalau perlu interogasi dia sampai ke akar-akarnya." Fatih yang duduk di depan Andromeda, malah ngomporin Sakti.
" Hahaha…. Bisa saja. Ah, kalau tidak salah anda Dokter Zahra, ya?" Tanya Sakti kepada Zahra yang duduk di samping Fatih.
" Iya, benar saya Dokter Zahra." Jawab Zahra.
" Kepala Rumah Sakit tempat anda bekerja, adalah teman seprofesi dengan Om. Dia selalu membanggakan kamu, saat menjadi muridnya!" Kata Sakti.
" Benarkah, Om. Saya sangat senang sekali." Jawab Zahra.
" Sebenarnya, saya mengajak Om Sakti bertemu. Ada hal ingin aku tanyakan." Kata Alex.
__ADS_1
" Apa itu?" Tanya Sakti.
" Apa semasa hidupnya, Dokter Lazuardi pernah terlibat dalam sebuah organisasi?" Tanya Alex.
" Setahu saya, organisasi yang ayah ikuti adalah organisasi sesama teman dokternya. Ayah sangat aktif dalam organisasi itu." Kata Sakti.
" Selain itu organisasi sesama para pengusaha pertanian dan perkebunan." Lanjut Sakti.
" Oh. Lalu apa Dokter Lazuardi pernah terlibat dengan sebuah organisasi berskala internasional?" Alex melanjutkan pertanyaannya.
Mendengar pertanyaan dari Alex membuat Sakti tidak mengerti. Dia mengerutkan keningnya, sampai kedua alisnya yang tebal hampir menyatu.
" Aku rasa tidak pernah?" Jawab Sakti.
Kemudian Alex mengeluarkan lencana milik organisasi mafia di Rusia, Charnyy Draco.
" Ini adalah lambang dari sebuah organisasi Mafia di Rusia."
" Saya menemukan ini di dalam rumah Dokter Lazuardi yang hangus terbakar itu. Dan lebih tepatnya kami menemukan ini di kamar Bintang, saudara perempuan anda." Lanjut Alex.
" Setahu saya, ayah tidak pernah pergi ke Rusia." Jawab Sakti.
" Oh, begitu. Lalu kenapa lencana milik mereka ada di rumah itu?" Tanya Alex.
" Mungkin, ada yang menyewa pembunuh bayaran. Untuk mencelakakan keluarga kami." Jawab Sakti.
" Baiklah kita simpulkan saja seperti itu, saat ini." Kata Alex sambil memasukkan lagi lencananya kedalam kotak.
Kini mereka terlibat pembicaraan ringan, mereka banyak membicarakan pengalaman mereka di masa lalu.
*******
Sementara itu, Bintang dan Satria sedang bersiap-siap akan berangkat ke Jakarta. Bintang beberapa hari yang lalu mendapatkan telepon dari sahabat baiknya semenjak bangku menengah pertama, yang kini berpropesi sebagai dosen di universitas terkenal di Indonesia.
" Kamu sudah bisa mengendalikan diri sekarang. Jadi pasti kamu akan baik-baik saja." Kata Satria sambil merangkul pundak Bintang.
" Ya. Aku sangat senang saat Rizki memberitahu aku kalau ada orang yang mengaku sebagai anaknya Kak Langit, mencari alamat rumah kita yang dahulu." Bintang mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh membasahi pipinya.
" Padahal aku kira kalau Kak Langit tidak sempat menyelamatkan dirinya." Lanjut Bintang lagi dengan suara terisak.
" Bila nanti kamu tidak bisa menceritakan kejadian di malam itu. Maka aku yang akan menceritakannya." Kata Sakti, dan di balas anggukan oleh Bintang.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.