
Beberapa menit sebelumnya ...
Bintang begitu keluar dari kamar Luna, langsung menghubungi Ghazali.
"Assalamualaikum, Abang Ghaza," salam Bintang dengan suaranya yang merdu dan manja.
"Wa'alaikumsalam, my baby cute," jawab Ghazali dengan suaranya yang lembut.
"Hari ini jadi kita makan siang bersama!" Bintang mengingatkan suaminya itu makan siang bersama.
"Iya, Sayang. Jadi dong, aku juga sudah selesai memeriksa para pasienku." Jawab Ghazali sambil terkekeh dan itu kedengaran oleh Bintang.
"Baiklah, Bintang meluncur kesana! Tunggu aku ya, Bang!" Bintang berbicara dengan suaranya yang genit, karena ingin menggoda suaminya. Itu malah membuat Ghazali makin tertawa terkekeh.
Bintang berjalan dengan langkah penuh semangat empat lima, karena mau makan siang bersama suaminya. Saat Bintang akan berjalan menuju lift yang bersebelahan dengan tangga darurat. Ada seseorang yang mendorongnya, sehingga Bintang jatuh dari tangga.
"Ahk….!" teriak Bintang begitu dia didorong ke arah bawah tangga.
Meski sempat berpegangan pada besi pinggir tangga. Tetap saja Bintang terjatuh ke bawah. Adapun jarak dari atas sampai tempat Bintang jatuh sekitar dua meter, itu membuatnya sakit.
"Ahk … sakit!" Bintang memegangi perutnya.
Bintang merasa ada yang keluar dari daerah intinya. Kemudian tangannya meraba ke belakang bokongnya, dan dia melihat darah membasahi gamisnya di bagian sana.
"Darah?" gumam Bintang dengan matanya yang terbelalak.
"Tidak!" teriak Bintang sebelum dia pingsan, karena saking shock-nya dia.
*******
Ghazali melihat jam di dindingnya. Dia menunggu Bintang sudah lebih dari lima menit. Namun orang yang di tunggunya belum juga datang. Maka dia pun akhirnya memutuskan akan menjemput Bintang di ruang inap Luna yang berada di ruang VVIP.
Saat akan menaiki lift, dari dalam lift sebelah yang baru turun. Terlihat ada beberapa perawat yang mendorong mengeluarkan brankar pasien, dalam kondisi darurat penangananya.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Ghazali, saat melihat pasien itu adalah Bintang. "Apa yang terjadi kepadanya?" tanya Ghazali sambil ikut berlari mendorong brankar yang terbaring istrinya di sana.
"Pasien ditemukan di bawah anak tangga yang menuju lantai lima," jawab salah seorang perawat.
"Apa! Mana mungkin karena dia baru saja meneleponku tidak kurang dari sepuluh menit!" Ghazali panik saat melihat banyak darah di gamis yang sedang dipakai oleh Bintang.
Ghazali langsung memeriksa keadaan Bintang. Dia terkejut saat darah yang keluar itu sumbernya dari inti Bintang. Maka ia pun memanggil Dokter ahli kandungan.
Ghazali sudah tidak menentu perasaannya, saat dokter kandungan yang dibantu oleh asistennya. Memeriksa keadaan Bintang, di bagian rahimnya.
"Dokter Ghazali, Nona Bintang mengalami keguguran," suara Dokter itu dengan sangat lemah.
Bagai disambar petir di siang hari, Ghazali sangat terkejut. Serasa ada godam yang dipukulkan ke arah dadanya. Begitu sakit saat mendengar kalau mereka baru saja kehilangan buah cintanya dengan Bintang.
Waktu hari pertama kali mereka melakukan hubungan suami istri, dia tidak menggunakan pengaman, begitu juga Bintang tidak minum pil KB. Ghazali memberikan obat pil KB kepada Bintang saat mereka tinggal di mansion. Itu terjadi saat menyembunyikan Bintang, untuk memancing Handoko keluar persembunyiannya.
Ghazali tidak menyangka kalau saat pertama kali dia melakukannya, ternyata langsung membuahkan hasil. Meski itu kini tidak bisa diselamatkan.
"Dokter tolong tangani istri saya dengan baik," pinta Ghazali kepada Dokter ahli kandungan terbaik di rumah sakit Harapan.
Alex dan Cantika yang akan pulang ke Amerika keesokan harinya pun akhirnya membatalkan niat mereka. Langit dan Angkasa yang baru tiga hari berada di negara tempat mereka menuntut ilmu, kembali lagi ke Indonesia demi menemui kembaran mereka.
Ghazali tidak hentinya menangis sambil menggenggam tangan Bintang. Husna dan Selena yang baru tahu ada kejadian yang menimpa Bintang. Saat mereka baru kembali dari masjid rumah sakit setelah berjamaah sholat Dzuhur.
Para perawat membicarakan istri Dokter Ghazali yang jatuh dari tangga dan mengalami keguguran. Kejadian itu membuat heboh di Rumah Sakit Harapan.
Husna dan Selena menangis, melihat kondisi Bintang yang pucat pasi. Mereka tidak menyangka akan ada kejadian begini. Padahal tadi Bintang terlihat sangat bahagia saat akan makan siang bersama suaminya.
"Tuan Ghaza, saya sudah memeriksa cctv. Pelaku sudah bisa di identifikasi. Dia adalah Hera, istri dari mantan suami Luna." Michael dan Bagaskara, ketua tim keamanan keluarga Hakim. Melaporkan hasil penyelidikannya.
"Aku ingin dia ditangkap dan beri dia hukuman yang setimpal!" perintah Ghazali sambil melihat ke arah Michael dan Bagaskara.
"Baik, Tuan!" jawab Michael dan Bagaskara, kemudian mereka keluar dari ruang inap Bintang. Michael mengepalkan tangannya dengan sangat erat, saat melihat keadaan nona muda kesayangannya, yang kini terbaring tak sadarkan diri. Sebelum dia menutup pintunya.
__ADS_1
Cantika dan Alex, juga menangis melihat keadaan Bintang saat ini. Bahkan mereka harus kehilangan calon cucu yang baru berusia beberapa hari dalam kandungan Bintang.
*******
Michael dan Bagaskara melacak keberadaan Hera. Mereka melacak melalui telepon genggamnya, tapi nihil. Benda kotak pipih itu sudah dia buang di tempat sampah.
Bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan juga mereka meretas kamera cctv-nya. Kamera cctv jalan-jalan utama yang ada di ibu kota juga mereka retas, guna mencari keberadaan Hera. Kini keberadaan Hera bagaikan ditelan bumi. Keberadaannya tiba-tiba tidak diketahui oleh siapapun.
"Dimana sebenarnya orang ini bersembunyi!" Michael mulai gusar karena sudah satu jam lebih, dia memeriksa ratusan kamera cctv.
"Apa sebaiknya, kita memeriksa kembali dari awal lagi. Siapa itu Hera? Orang-orang yang punya hubungan dengannya? Tempat yang sering dia datangi?! Hobi dia? Terutama masa lalu dia!" kata Bagaskara sambil melihat ke arah Michael.
Michael diam terpaku, larut dalam pikirannya. "Ada beberapa kemungkinan kenapa seseorang bisa tiba-tiba menghilang." Michael mengetuk-ngetukan jarinya di atas paha kanan dia sendiri.
"Ayo, aku punya ide yang bisa membuat dia keluar dari persembunyiannya dengan suka rela!" Michael berdiri dan berjalan keluar, dari ruangan itu.
Bagaskara pun mengikuti mantan agen pasukan bayangan itu. Bekerja sama dengan Michael, membuat Bagaskara mendapat pelajaran baru. Walau kadang mereka berdua berdebat terlebih dahulu.
*******
Michael melakukan sebuah trik licik, dan itu membuat Bagaskara marah-marah. Itu tidak sesuai prinsip dirinya. Namun Michael tidak peduli. Dia tetap akan menjalankan apa yang ada dalam pikirannya, yang penting bisa membuat Hera tertangkap dan di hukum sesuai dengan perbuatannya.
Michael menculik anak Hera, dan membuat video yang sangat ekstrim. Hanya untuk membuat Hera keluar persembunyiannya.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
*******
__ADS_1