
Setelah Sakti bercerita tentang masa lalunya dengan keluarganya dan keluarga Cantika mereka memutuskan malam bersama.
" Tidak terasa sudah masuk waktu magrib." Kata Sakti ketika terdengar suara adzan dari masjid komplek.
" Om, akan senang kalau kita bisa makan malam bersama. Kita bisa bercerita tentang kehidupan keluarga kita." Ajak Sakti.
" Tentu, Om. Kami juga akan senang bila bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama." Jawab Cantika atas ajakan Sakti.
" Kalau gitu. Ayo kita makan di restoran milik Tante!" Ajak Venus, istrinya Sakti.
" Cantika, mereka anakmu itu kembar?" Tanya Sakti yang sejak tadi sudah ingin ditanyakan kepadanya.
" Iya, Om. Anak-anak ayo salim sama Opa…?" Cantika bingung mau sebut nama yang mana.
" Senyaman kamu saja? Tapi orang-orang memanggil saya Sakti. Dan Om sudah terbiasa dengan panggilan itu." Kata Sakti.
Cantika pun berpikir itu panggilan yang lebih baik. Karena salah satu anaknya bernama Angkasa. Jadinya nanti merasa tidak enak saat dia panggil nama anaknya, disaat ada Om-nya disana.
" Baiklah. Berikan salam kepada Opa Sakti." Suruh Cantika kepada Si Trio Kancil.
" Opa Sakti, kenalkan nama saya Angkasa." Angkasa pun mencium tangan Sakti dengan takzim.
" Oh, nama yang sama dengan Opa, ternyata!" Sakti tersenyum saat mendengar nama Angkasa.
" Nama aku Bintang, Opa." Kali ini Bintang yang mencium tangan Sakti.
" Ah, gadis cantik ini bernama Bintang!" Jujur Sakti agak terkejut mendengar nama cucu Kakaknya itu sama dengan nama saudara perempuannya.
" Langit, Opa." Langit pun melakukan hal yang sama dengan dua saudara kembarnya.
" Oh, Cantika. Kamu menamai anak-anak kamu dengan nama kita bertiga?" Pekik Satria tidak percaya dengan nama ketiga anak dari keponakannya itu.
" Iya, sebenarnya. Saat Ayah di temukan hanyut di tepi sungai. Dia memakai gelang yang tertulis tiga nama itu. Dan Cantika menyematkan nama itu untuk nama anak-anak." Jelas Cantika dengan senyum malunya.
" Ah, gelang permata itu!" Pekik Satria.
" Ya, kami bertiga memakainya. Itu pemberian dari temannya ayah. Khusus dibuat untuk kita bertiga!" Kata Sakti.
__ADS_1
Setelah bersalaman dengan Sakti, ketiga anak itu juga bersalaman dengan Venus, Andromeda, dan Galaksi.
Kedua anak Sakti sangat senang langsung punya keponakan tiga orang. Bahkan Galaksi senang sekali kepada Bintang. Dia menuntun bintang kemanapun dia pergi.
Sedangkan Andromeda terkagum-kagum dengan kecerdasan dua anak laki-laki Cantika.
Sebenarnya Andromeda merasa tertarik kepada Cantika saat pertama kali tadi masuk ke dalam ruang tamu. Bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi hatinya langsung patah, saat Erlangga mengenalkan Alex sebagai suaminya Cantika. Dan Andromeda tanpa sadar selalu melihat ke arah Cantika, semenjak duduk di ruang kerja.
Alex yang merasakan, adanya aura ketertarikan dari Andromeda terhadap Cantika. Dia langsung membuat pertahanan dengan melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Cantika. Dan itu membuat Cantika malu, sebenarnya. Tapi saat melihat sorot mata Alex, yang sedang merasa terancam. Jadinya dia biarkan saja Alex berbuat semaunya.
*******
Saat mereka semua pamit, mau pergi makan malam bersama. Pelangi juga mau ikut dengan mereka.
" Tunggu Pelangi, kamu mau kemana?" Tanya Shinta, Mama-nya Pelangi. Menghalangi jalan mereka saat akan keluar rumah.
" Pelangi mau ikut sama Om Sakti." Kata Pelangi sambil berjalan meninggalkan Sinta.
" Jangan pergi, Pelangi. Kamu tahu kan kalau Andre dan keluarganya mau kesini sebentar lagi!" Cegah Hari, Papa tirinya Pelangi.
" Maaf Om, sudah Pelangi bilang. Kalau Pelangi tidak mau dijodohkan." Pelangi menatap nyalang ke pada Hari.
" Pelangi tidak peduli. Karena Pelangi nggak cinta sama Andre." Tolak Pelangi.
" Ah lupa! Pelangi belum mengenalkannya!" Ucap Pelangi.
" Kenalkan, Erlangga. Pacarnya Pelangi, yang nanti akan jadi suaminya Pelangi!" Pelangi memeluk lengan Erlangga yang kebetulan sedang berdiri di sampingnya.
Semua orang yang berada di sana sangat terkejut. Dan kini semua mata memandang kepada Erlangga meminta penjelasan. Bahkan Erlangga sendiri sangat terkejut dengan ucapan Pelangi.
" Tunggu, kamu itu bicara apa sich?" Erlangga langsung menatap Pelangi meminta penjelasannya.
" Aku sudah bantu kamu bertemu dengan keluarga Om Sakti. Sekarang gantian kamu yang membantu aku!" Bisik Pelangi dengan nada penuh penekanan. Seolah dia tidak mau dibantah oleh Erlangga.
" Jadi apa benar kamu adalah kekasihnya, Pelangi?" Tanya Sinta sambil menatap Erlangga penuh selidik.
Erlangga yang ditatap seperti itu merasa tidak nyaman. Dan dia juga bingung mau bicara apa. Belum juga Erlangga membuka mulutnya, Hari sudah bersuara.
__ADS_1
" Memangnya dia punya apa? Aku yakin kalau dia juga masih kuliah! Masih minta uang kepada orang tuanya!" Kata Hari.
" Terserah aku, Om. Mau dia masih kuliah! Minta uang sama orang tuanya! Aku nggak peduli!" Kata Pelangi dengan suaranya yang tegas.
" Karena hanya Erlangga laki-laki yang aku inginkan!"
" Sama seperti Mama yang tidak peduli dengan permintaanku. Dan kalian bilang jangan ikut campur dengan urusan kalian. Begitu juga dengan aku! Kalian jangan ikut campur urusan aku!" Pelangi mengungkapkan isi hatinya penuh dengan emosi.
" Sudahlah Mbak. Jangan memaksa Pelangi lagi. Biarkan dia, dengan pilihannya sendiri." Kata Venus.
" Aku hanya ingin yang terbaik buat anakku!" Kata Sinta sambil menatap Venus.
" Aku selama ini, tidak mau ikut campur dengan urusan rumah tangga Mbak dan Hari. Tapi beda dengan Pelangi. Dia anak, kakakku. Dan aku punya hak untuk ikut campur dalam segala urusannya. Setelah Kak Jupiter menyerahkan hak asuh Pelangi kepada ku dulu." Venus membalas tatapan tajam Sinta.
Venus pun menarik tangan Pelangi, keluar rumah. Dia tahu bahwa keponakannya tidak mau dijodohkan, apalagi ini perjodohan bisnis. Seperti janjinya terhadap Kakak kandungnya dan ayahnya. Venus akan menjaga Pelangi.
*******
Selepas waktu isya, mereka makan malam bersama di salah satu restoran milik Venus. Ternyata restoran itu adalah tempat favorit keluarga Cantika saat makan diluar.
Mereka menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang, dan bersenda gurau. Apalagi dengan adanya Si Trio Kancil, yang semakin menambah ramai suasana dengan celotehannya.
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Alex untuk membicarakan masalah harta peninggalan Dokter Lazuardi.
" Om Sakti, sebenarnya. Beberapa hari yang lalu, aku dan Erlangga mendatangi rumah kalian yang sudah hangus terbakar itu. Dan disana aku menemukan beberapa dokumen dan aset-aset harta kekayaan milik keluarga Lazuardi."
" Oh, masalah aset kekayaan milik ayah. Sebenarnya aku kurang tertarik dengan itu. Beberapa tahun yang lalu, saat aku bertemu dengan orang kepercayaan ayah yang mengelola perkebunan dan pabrik-pabrik. Dia bilang bahwa hasil keuntungan dari perusahaan itu sudah dibagi menjadi tiga bagian. Dan tiap bulannya uang hasil keuntungan dari sana ditransfer ke rekening milik kita."
" Aku yang sudah mengganti identitas ini. Tentu menolaknya, karena aku harus benar-benar membuang semua hal apa saja yang berhubungan dengan Angkasa. Tetapi dengan kalian keluarga kakakku, aku nggak bisa mengabaikannya." Sakti berkaca-kaca.
" Aku ikhlas memberikan semuanya kepada kalian." Lanjutnya lagi.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.