
Sehabis mereka makan - makan, mereka malah asik bercengkrama dan bercanda sampai jam sepuluh malam. Itu juga karena Cantika memperingati mereka semua. Apalagi si Kembar nggak mau di suruh tidur malah asik bermain dengan Papanya. Aria, Ghazali, dan Erlangga menjadi seksi kebersihan bekas pesta barbeque ala - ala Mark. Yang lainnya sudah masuk kamar masing - masing, walau satu kamar di isi oleh dua orang. Setelah semuanya beres dan bersih serta rapih kembali, ketiga pemuda itu juga masuk kamar Erlangga. Ghazali dan Aria tadi mereka tak sengaja main ke rumah Cantika, niatnya mau menjenguk si Kembar.
Jam sebelas malam Cantika turun ke bawah mau ngambil air minum. Saat dirinya akan berbalik ada seseorang yang membekap mulutnya. Cantika begitu terkejut, jantung dia terasa mau copot. Karena gelap Cantika tidak bisa melihat wajah orang itu. Dia hanya bisa mencium wangi yang familiar dari tubuh lelaki di hadapannya. Saat Cantika terdorong ke dekat kaca jendela dapur karena terpaan sinar dari bulan purnama, dia dapat melihat wajah dari lelaki yang selalu membuatnya tersipu malu. Ya lelaki itu adalah Alex. Tapi saat ini Alex sedang tidak menggodanya, terlihat wajah serius Alex yang memandang kearah luar rumah.
" Sial.... !"
" Aku nggak menyangka mereka secepat ini bertindak !"
Kata - kata Alex membuat Cantika takut, dan tubuhnya bergetar hebat. Alex yang menyadari itu, langsung membopong Cantika naik ke lantai atas dan menyuruhnya bersembunyi bersama anak - anak. Tapi saat akan menaiki anak tangga ada Michael ke luar kamar bersama dengan B yang tubuhnya sudah lengkap dengan seragam tempur mereka.
" Bangunkan yang lainnya !" Perintah Alex.
Alex masuk ke kamar anak - anaknya dan membangunkan mereka bersama Ja'far yang kebetulan kebagian tidur di kamar si Kembar. Alex memangku Langit, Ja'far memangku Angkasa, dan Cantika memangku Bintang. Semuanya masuk ke kamar Erlangga, karena posisi kamar Erlangga berada di samping tangga dan memiliki ruang yang lebih luas di banding dengan kamar yang lainnya. Karena dulu itu adalah kamar kedua orang tuanya. Alex mengetuk pintu kamar Erlangga dan langsung di buka olehnya.
" Ghazali, Kak Al serahkan mereka semua padamu. Tolong lindungi mereka !" Perintah Alex pada Ghazali.
" Tapi Kak Al, Ghazali nggak bawa..."
" Nih !" Alex memberikan sepucuk pistol dan sekotak kecil peluru. Serta senjata berbentuk pisau dua buah.
" Kak Gaya mana ?" Tanya Erlangga begitu mereka semua masuk.
" Akan aku bangunkan dia !" Kata Cantika setelah menyerahkan Bintang pada Aria.
Terdengar suara - suara kaca yang pecah di lantai bawah. Dan itu membuat orang - orang di lantai dua terkejut.
" Tidak Honey, kamu masuk saja kedalam. Aku yang akan bangunkan Gaya."
" Er, sandarkan kasur mu di jendela kaca untuk melingdungi kalian dari pecahan kaca dan peluru." Perintah Alex pada Erlangga. Yang langsung dituruti olehnya dan di bantu Ja'far.
Belum juga Alex berjalan meninggalkan kamar Erlangga, Gaya sudah berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
" Ada apa ini sebenarnya ?" Tanya Gaya sambil berbisik.
" Ada yang sedang ngajak main - main." Jawab Alex.
" Ghazali atur ruangan ini agar bisa di jadikan tempat berlindung dan bertahan dari serangan musuh." Perintah Alex pada Ghazali sebelum dirinya pergi dari kamar itu.
Kemudian Ghazali di bantu yang lainnya menggeser beberapa furniture yang ada di ruangan itu. Sofa panjang diletakan di dekat sebelah juru ruangan, menyamping dari arah pintu. Ja'far, Cantika dan anak - anaknya bersembunyi di balik sofa itu. Meja belajar milik Erlangga di balikan agar bisa dipakai bersembunyi oleh Gaya dan Erlangga. Sedangkan Aria dan Ghazali bersembunyi di meja nakas jati yang selalu mengapit kasur milik Erlangga. Semua waspada ke arah pintu. Kalau - kalau ada musuh yang menyerang.
* * * * * * *
Lima belas menit sebelum kejadiaan.
Alex yang sedang memantau kamera CCTV yang terpasang di seluruh rumah milik Cantika. Mendengar suara langkah yang melewati kamarnya tempat dia menginap. Dengan berjalan pelan - pelan Alex keluar kamar menuju sumber suara. Ternyata ada orang di dapur yang duduk di kursi meja makan. Melihat siluet orang itu, Alex tersenyum lebar. Tapi saat dirinya akan menghampiri orang yang baru saja berdiri itu. Dia melihat ada bayangan orang yang melompati benteng rumah Cantika. Takut orang yang sedang berada di hadapannya berteriak karena terkejut. Alex cepat - cepat menutup mulutnya. Dan dia memajukan tubuhnya melihat ke arah halaman rumah. Dan benar saja di melihat beberapa orang penyusup mulai memasuki halaman rumah.
Dengan cepat Alex membopong wanita yang selalu berkeliaran di hati dan pikirannya. Saat akan naik ke lantai atas Alex memerintahkan Michael untuk menghadang orang - orang di depan.
Sepeninggalan Alex, Michael dan teman - teman lainnya sudah siap bertempur melawan musuh. Menempati posisi yang menurut mereka strategis untuk melakukan penyerangan. Mereka sengaja tak menyalakan lampu, agar lawan tak mengetahui posisi mereka berada. Mereka menggunakan kacamata khusus produk buatan perusahaan GALAXY, yang hanya di buat untuk para anggota tentara atau pegawai GALAXY dan Tim Keamanan HAKIM.
Michael menembak tubuh orang yang mulai mendekati teras rumah. Karena mereka menggunakan peredam pistol jadinya tidak terdengar suara tembakan. Tetapi orang itu tidak mati, dia menggunakan rompi anti peluru di dalam bajunya. Karena begitu kena tembakan Michael, dia langsung menggulingkan tubuhnya ke pilar tembok di sebelah kanannya. Kemudian dia membalas tembakan ke arah dalam rumah. Rupanya pihak lawan juga menggunakan peredam suara di pistol yang mereka pakai. Agar tidak memancing reaksi warga sekitar. Ya walau begitu tetap saja gaduh dengan suara kaca yang pecah.
Prang....!!!
Prang....!!!
Bukan hanya Michael saja yang langsung menembak begitu melihat musuh dari jarak pandangnya. Alessio yang sudah terbiasa dalam situasi seperti ini, langsung bertindak sesuai instingnya. Berbeda dengan teman - teman yang lainnya. Alessio langsung menembak kepala lawannya. Karena dia tahu mereka pasti memakai rompi anti peluru. Walau begitu kepala mereka pake penutup kepala yang sudah dimodifikasi, sama halnya dengan rompi anti peluru.
" Sial....!!!" Umpat Alessio.
" Tembak matanya....!!!" Teriak Akira, setelah berhasil menjatuhkan lawan.
" Hey Akira itu produk buatan Kakak mu, ya !!!" Teriak Mark yang berada di dekat jendela pojok kanan sambil terus melancarkan tembakan pada lawannya.
__ADS_1
" Ya, dan ada tiga Kelompok Mafia yang telah membeli produk kami, baru - baru ini."
Prang....!!!
Prang....!!!
Prang....!!!
Barang - barang di rumah Cantika menjadi korban dari sasaran peluru lawan.
Sementara Alex mengambil posisi di lantai dua. Dia berada di balik sofa yang diseretnya mendekati bibir tangga. Di atas sofa itu dia menjajarkan tiga laptop miliknya yang telah terhubung dengan kamera CCTV rumah Cantika. Alex bisa mengawasi teman - temannya dari atas. Dan mengawasi lawan lewat kamera. Alex dan teman - temannya saling menghubungi lewat earphone.
" B kamu pergi ke arah dapur ! Ada musuh yang mendekat lewat sana !" Perintah Alex pada B.
" A kamu serang musuh yang berada di halaman samping rumah !"
" Michael gunakan pistol ganda milikmu dan serang musuh yang datang dari depan !"
" Mark hati - hati, musuh sudah tahu lokasi mu. Sebaiknya kamu pindah !"
" Akira gunakan senjata andalan mu ! Dan naiklah ke lantai atas !"
" Maaf Bos, ini bisa sangat berbahaya. Apa tidak apa - apa aku menggunakannya di sini ?" Tanya Akira pada Alex.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH ( BUNGA / KOPI ), VOTE.
DUKUNG AKU TERUS.
__ADS_1