Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #Chapter 44


__ADS_3

" Daddy? Sylvia?" Cantika terkejut dengan kedatangan ayah mertuanya dan saudara tiri Alex.


" Cantika, ternyata kalian sudah sampai." Arthur memeluk Cantika senang karena menantunya sudah tiba di Amerika.


" Alex, kenapa kamu memundurkan jadwal keberangkatan mu?" Tanya Arthur dengan nada kesal kepada anak semata wayangnya. Karena Arthur sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi. Tapi ketika baru akan berangkat Alex memberitahu bahwa jadwal keberangkatannya di undur.


" Ada urusan yang lebih penting." Jawab Alex sambil tersenyum ke arah Cantika.


" Bagaimana keadaan Grandpa, sekarang?" Tanya Arthur kepada Jennifer yang duduk di kursi samping brankar Christopher.


" Dia belum sadarkan diri." Jawab Jennifer sambil memegang tangan suaminya.


" Kalian pulanglah, istirahat dahulu. Pasti kalian masih capek setelah seharian melakukan perjalan jauh." Saran Jennifer kepada Aurora.


" Tidak Jenni, tujuan aku dan Khalid datang kesini karena ingin menemui Grandpa. Jadi biarkan kita disini." Pinta Aurora.


" Alex sebaiknya kamu ajak istri dan anak-anak kamu pulang. Kasihan mereka pasti sangat kelelahan." Saran Khalid sambil melihat Si Trio Kancil sedang tertidur di sofa rumah sakit yang ada di dalam kamar itu.


" Baiklah, Pah. Al akan ajak mereka pulang." Kata Alex.


    Kini Alex dan keluarganya pulang menuju ke mansion milik Arthur. Alex berangkat menggunakan mobilnya yang dikendarai oleh Fernando. Tadi Alex meminta Fernando untuk menjemputnya di Rumah Sakit.


   Sebenarnya Arthur juga mengajak Alex dan keluarganya naik ke mobilnya. Tapi karena ada Sylvia yang ikut dengan mobil Arthur. Alex menolak ajakan Daddy-nya itu. Alex tidak mau melihat wajah Cantika menjadi kesal atau marah karena Sylvia yang masih saja suka mencari kesempatan untuk mendekati Alex.


    Ternyata dugaan Alex benar, saat sudah sampai ke mansion, Sylvia juga ikut menginap disana. Tentu saja itu membuat Cantika cemburu. Apalagi saat makan malam, Sylvia terus saja mengajak Alex berbicara. Tapi tidak ditanggapi oleh Alex. Bahkan bagi Alex seolah-olah Sylvia itu tidak ada.


" Sayang, ayo kita pergi. Aku sudah waktunya kita ke kamar." Ajak Cantika dengan suaranya yang mendayu merdu membuat desiran di hati Alex saat mendengarnya.

__ADS_1


   Alex tahu Cantika sedang merasa cemburu. Tapi entah kenapa Alex suka melihatnya kali ini. Biasanya Alex akan panik saat Cantika merasa cemburu, tidak suka saat mendiamkannya.


" Tunggu sebentar lagi Honey, ada yang ingin aku bicarakan dengan Daddy." Jawab Alex sambil tersenyum ke arah Cantika dan memegang tangannya.


" Kalau begitu aku pergi ke kamar duluan. Kalau sampai lima menit tidak menyusul. Maka selama tujuh hari, aku akan tidur dengan anak-anak." Bisik Cantika sambil mengedipkan matanya.


    Baru saja dua langkah, Cantika membalikkan badannya. " Walau cuma satu detik, aku tidak akan mentolerirnya." Lanjut Cantika sambil tersenyum.


    Alex yang mendengar itu, cepat-cepat memberitahu Arthur, kalau besok sebelum pergi ke kantor perusahaannya. Ada sesuatu yang penting yang akan dibicarakan olehnya. Setelah itu Alex berlari ke dalam kamarnya dengan Cantika. Takut kalau sampai terlambat, bisa gawat urusannya nanti.


    Begitu Alex masuk ke dalam kamar, ternyata Cantika sedang berada di dalam kamar mandi. Akhirnya Alex memutuskan akan menunggunya sambil membuka laporan dari anak perusahaannya.


    Alex sedang fokus sama pekerjaannya, sampai tidak tahu kalau Cantika sudah keluar dari kamar mandinya. Melihat Alex yang tak acuh pada dirinya, membuat Cantika kesal. Tanpa banyak bicara Cantika mengambil bantalnya dan selimut di lemari. Langsung saja dia tidur di sofa yang ada di kamar Alex. Cantika langsung menyelimuti dirinya dengan selimut yang tebal.


    Alex yang baru saja selesai mengerjakan tugasnya memeriksa hasil laporan perusahaannya. Dilihatnya pintu kamar mandi telah terbuka, tapi Cantika tidak kelihatan saat keluar. Alex pun bertanya dalam hatinya, kemana Cantika pergi? Karena di sampingnya tidak ada. Saat Alex turun dari tempat tidurnya, dilihatnya ada gundukan besar di sofanya. Begitu Alex dekati, dia baru sadar kalau buntelan di atas sofa adalah istrinya, yang sejak tadi sudah ditunggu.


" Honey, kenapa tidur disini?" Tanya Alex sambil menggoyangkan bahu Cantika. Tapi Cantik diam saja, tak bergerak.


    Alex menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkannya lewat mulut. Tanpa berbicara lagi Alex langsung menyibakkan selimut yang dipakai oleh Cantika. Niatnya akan membopong Cantika untuk dipindahkan ke atas tempat tidurnya. Betapa terkejutnya Alex melihat penampilan Cantika yang sangat begitu menggoda. Terselip rasa kecewa di hati Alex, karena tadi dirinya tidak menyadari saat Cantika keluar kamar mandi.


" Ah, Honey. Kenapa penampilan kamu begitu menggoda malam ini." Kata Alex sambil mengangkat tubuh Cantika dan memindahkannya ke tempat tidur.


    Dengan menahan hasratnya sekuat tenaga, Alex pun tidur dengan memeluk tubuh Cantika. Tapi Cantika langsung membalikkan badannya, jadinya Alex memeluknya dari belakang.Karena Cantika sedang marah sama Alex, maka dia diam saja. 


    Terdengar suara ketukan pada pintu kamar Alex. Maka Alex pun memutuskan untuk membuka pintu kamarnya. Dalam hati Alex merutuki kepada orang yang sudah mengganggunya malam ini. Saat Alex membukakan pintu kamarnya, ternyata Sylvia adalah orang yang sudah mengganggunya.


" Apa kamu sudah tidur, Alex?" Tanya Sylvia dengan suaranya yang khas empuk.

__ADS_1


" Iya, ada apa sudah menggangguku?" Tanya Alex tanpa basa-basi. 


" Aku hanya ingin berbicara berdua denganmu, karena ada sesuatu hal yang penting." Kata Sylvia dan itu mampu terdengar sampai ke telinga Cantika.


   Mendengar itu, Cantika langsung bangun dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang tak kalah menggoda dari Sylvia. Apalagi dengan perutnya yang sudah mulai buncit karena kehamilannya yang memasuki bulan ketiga. Makin terlihat seksi di mata Alex dan Sylvia.


" Ada apa Sayang, kenapa Sylvia datang kesini malam-malam begini?" Tanya Cantika sambil berjalan mendekat ke arah Alex.


" Ini, Honey. Sylvia tadi bilang mau ada yang ingin ditanyakan kepadaku." Jawab Alex dengan cepat.


" Memangnya tidak bisa menunggu sampai besok, Sylvia?" Cantika memandang Sylvia sambil mengangkat dagunya ke atas terkesan angkuh, dan dia juga memperlihatkan kalau dirinya tidak akan kalah olehnya.


" Karena aku dan suamiku sedang menikmati waktu kita berdua. Aku harap kamu mengerti dengan ucapanku ini!" Kata Cantika dengan nada bicara yang tajam.


    Sylvia yang melihat Cantika yang seperti itu, membuatnya jengkel setengah mati.


" Sayang, ayo kita lanjutkan lagi. Bukannya kamu tadi bilang masih menginginkan aku." Ajak Cantika dengan suaranya yang menggoda. Dan itu membuat darah Alex yang sejak tadi berdesir kini menjadi bergejolak.


" Maaf Sylvia, seperti yang dibilang oleh istriku. Kita sedang tidak ingin diganggu." Kata Alex sambil memeluk tubuh Cantika.


" Jadi permisi!" Alex langsung menutup pintu kamarnya dengan cepat kemudian menguncinya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.

__ADS_1


BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.


TERIMA KASIH.


__ADS_2