Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 10


__ADS_3

     Paris yang tidur sama Chelsea dikamarnya, baru bisa tidur setelah subuh. Makanya dia baru bangun tidur saat jam sudah menunjukan 08.15 selain itu, wangi dari aroma kopi yang tercium saat seseorang mengetuk pintu kamarnya. Paris tahu siapa yang berada di balik pintu.


"Oh, tidak! Chelsea kenapa kamu ngompol!" Badan Paris basah dan bau sama ompol Chelsea. Sementara, si empu malah menatapnya dengan mata yang berkedip.


"Kamu, mau merayu agar aku tidak marah! Bagus! Masih bayi, tapi pandai merayu," kata Paris sambil bertolak pinggang di depan Chelsea yang masih rebahan di atas kasur.


"Oh, tidak. Tempat tidurku ...," ucap Paris tidak tahu kata apa yang pantas untuk menggambarkan suasana hatinya saat ini.


"Ayo! Kita mandi bersama!" ajak Paris sambil merentangkan tangannya kemudian Chelsea bangun dan melompat ke dalam pelukan Paris.


"Kamu, bau sekali!" Paris menggerutu dan malah ditanggapi dengan tawa oleh Chelsea.


     Acara mandi bersama Chelsea malah memakan waktu lama karena bocah itu senang main balon busa. Saat akan diangkat malah menjerit-jerit tidak mau, masih betah berendam. Jadi, hampir setengah jam mereka berada di kamar mandi.


***


    Paris pun membuat sarapan untuk Chelsea dan dirinya. Sementara Brooklyn ikut mandi karena akan ada kelas jam 10.00 nanti. Saat ketiganya akan sarapan bel rumahnya berbunyi. Paris pun melihat tamu yang datang. Senyumnya langsung mengembang begitu melihat tamu yang datang pagi hari ini.


"Dar--hm, hai Angkasa, tumben pagi-pagi sudah berkunjung," sapa Paris.


    Angkasa menatap Paris, merasa aneh saat dia memanggil dengan namanya. Terasa asing seperti orang lain. Penampilan Paris, yang terlihat fresh karena baru selesai mandi dengan wangi shampo dari rambutnya yang digerai. Membuat pikiran Angkasa melanglang ke alam lain.


"Paris, Chelsea tidak mau aku suapi!" Brooklyn datang sambil menggendong Chelsea.


     Angkasa memalingkan wajahnya, terlihat jelas rasa kesal dan tidak sukanya. Paris melihat itu. Dia merasa kalau yang dimaksudkan Angkasa adalah dirinya. Paris pun mengalihkan perhatiannya kepada Chelsea dan Brooklyn.


"Biar nanti aku yang suapi," kata Paris.


"Tumben kamu datang pagi-pagi!" Brooklyn menghampiri Angkasa. 


     Angkasa dapat mencium wangi sabun milik Paris yang menguar dari tubuh Brooklyn. Makin yakin saja kalau mereka berdua sudah menghabiskan malam bersama.


"Aku mau membawa Chelsea. Biarkan dia tinggal bersamaku!" pinta Angkasa dan mengambil Chelsea dari gendongan Brooklyn.


"Pa-pa!" Chelsea tersenyum senang dan memeluk erat leher Angkasa.

__ADS_1


"Nanti dia menangis mencari aku. Sudah lama dia tinggal bersamaku. Jadi, sudah terbiasa dengan keberadaan aku," kata Paris.


"Nyawa Chelsea sedang diincar oleh seseorang. Aku harus melindunginya."


"Lalu ... aku?!"


"Kamu tidak akan kesepian. Bukannya sudah ada yang selalu menemani malam-malam kamu!" ucap Angkasa dengan sedikit sindiran dan tatapan merendahkan.


     Paris awalnya tidak mengerti dengan maksud ucapan Angkasa. Namun, begitu dia melihat ke arah Brooklyn, akhirnya mengerti maksud dari perkataan dari orang yang selalu ada dihatinya.


"Kamu sudah salah paham. Aku dan Brooklyn tidak pernah melakukan apa yang ada dalam bayangan di otak kamu itu. Tidak percaya? Kamu bisa buktikan sendiri!" Tantang Paris, jangan pakai perasaan dan pikiran kalau sama laki-laki jenis Angkasa langsung saja pakai tindakan atau perbuatan.


"Kamu 'kan dokter! Pasti tahu mana yang masih perawan dan yang sudah tidak per--" ucapan frontal Paris di hentikan oleh tangan Angkasa.


     Muka Angkasa dan Brooklyn sudah memerah. Kedua pemuda itu pikirannya pasti akan terseret ke alam lain kalau ucapan Paris, segera tidak dihentikan.


"Kita kembali ke permaslaahan tentang Chelsea ... tidak bisakah kamu ajak aku masuk? Atau kita bicara saja di luar?!" Angkasa yang masih berdiri di depan pintu terasa sedang mengganggu rumah tangga orang lain dengan datang pagi-pagi.


"Masuklah!" Paris pun sebagai tuan rumah merasa malu, tidak menyuruh tamunya masuk sejak tadi.


"Sadar Paris! Sadar! Jangan terkontaminasi oleh perkataan Bintang. Gara-gara Bintang otakku jadi nggak waras!" batin Paris yang otaknya kini sudah disusupi oleh perbuatan mesum ajaran Bintang.


"Dini hari tadi, aku bertemu kembali dengan wanita yang menyerahkan Chelsea kepada kita. Apa kamu masih ingat?" tanya Angkasa kepada Paris.


"Iya, wanita paruh baya yang berambut keriting," jawab Paris mengingat sosok wanita yang tiba-tiba menyerahkan Chelsea kepada Athena, saat itu.


"Dia ditemukan dalam keadaan sekarat, dan dia bilang kalau Chelsea adalah anak dari laki-laki yang bernama Caracas. Lalu ada yang mengincar nyawanya, orang itu bernama Madrid." Angkasa menjelaskan yang menjadi masalah bagi keselamatan Chelsea.


     Paris dan Brooklyn sangat terkejut mendengar cerita Angkasa. Ada rasa khawatir dan iba kepada bocah berumur satu tahun itu.


"Jadi biarkan aku saja, yang menjaga Chelsea!" pinta Angkasa.


"Tidak! Aku juga ingin menjaganya!" tolak Paris.


"Kamu jangan sampai terlibat. Mungkin saja ini akan menjadi berbahaya kedepannya. Sebelum orang itu menyadari keterlibatan kamu, lebih baik jangan ikut campur."

__ADS_1


"Aku tidak peduli, yang aku inginkan adalah selalu bersama dengan Chelsea!" 


     Terjadi perdebatan antara Paris dan Angkasa. Keduanya sama-sama keras kepala. Sampai Brooklyn pusing mendengar omongan mereka.


"Kenapa kita tidak tinggal bersama saja, di satu tempat!" usul Brooklyn.


     Angkasa dan Paris pun saling menatap. Keduanya berpikir akan sangat berbahaya kalau mereka tinggal bersama.


"Tidak!" Paris dan Angkasa langsung menolaknya.


"Lalu bagimana baiknya? Kalian sama-sama ingin menjaga Chelsea. Satu-satunya cara adalah dengan tinggal di tempat yang sama," kata Brooklyn dengan nada kesal.


"Ah, benar! Apartemen yang ada di depan milikku kosong. Kamu bisa menyewa atau membelinya. Aku dengar pemiliknya sudah pergi atau meninggal, aku kurang tahu. Tapi, tempat itu sudah lama kosong!" kata Angkasa.


"Ok. Baiklah, aku akan menghubungi bagian manajemen apartemen di sana," kata Paris. Dalam hatinya dia berteriak-teriak saking senangnya bisa tinggal dekat dengan Angkasa.


     Akhirnya, Paris dan Angkasa menjadi tetanggaan. Kamar apartemen mereka saling berhadapan. Ternyata Brooklyn juga ikut pindah. Hanya saja mereka berbeda lantai. Milik Brooklyn berada tepat satu lantai di bawah, kamar Paris. Jadinya, mereka semua bertetanggaan.


     Paris menyewa jasa orang untuk membersihkan kamar apartemennya. Sementara, dia juga membeli barang-barang furniture baru untuk mengganti milik penghuni sebelumnya. Hanya saja Paris menyimpan benda-benda pribadi pemilik sebelumnya. Mungkin, suatu hari akan dicari lagi sama pemiliknya. Dia menyimpannya di dalam dua dus berukuran sedang. Agar bisa di simpan di dalam lemari.


"Uh, mereka cantik dan tampan! Pasangan yang cocok!" kata Paris saat membereskan foto-foto pemilik sebelumnya.


*******


Paris dan Angkasa jadi tetanggaan. Apa saja yang akan terjadi sama mereka? Dengan adanya Brooklyn yang selalu mengikuti Paris kemanapun dia pergi.


Akankah Chelsea aman meski sudah berada dalam penjagaan Angkasa?


Tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2