
Dua setengah jam sebelumnya,
Gaya sedang berada di Rumah Sakit HARAPAN menjenguk Arga, yang katanya mau dibuatkan bubur sum-sum olehnya. Saat baru selesai menyiapkan bubur untuk Arga, telepon genggam miliknya berdering. Dan terlihat nama Zahra yang tertera di sana.
" Assalammu'alaikum, Kak Gaya."
" Wa'alaikumsalam, Zahra. Tumben nelepon !" Gaya tertawa senang menggoda istri Fatih itu.
" Kakak Gaya, sedang sibuk nggak?"
" Nggak juga, memangnya ada apa ? Jadi curiga !"
" Zahra mau ngasih tahu, kalau Kak Cantika mau menikah hari ini."
" APA....!!!" Teriak Gaya sangat terkejut mendengar berita yang diberitahu oleh Zahra.
" Kamu sedang nggak berbohongkan, Zahra!"
" Ih, Kak Gaya. Ngapain juga Zahra berbohong. Ini beneran !"
" Terus kenapa kamu yang menghubungi Kakak. Cantika-nya mana?"
" Mereka masih sedang berdiskusi !"
" Jadi kapan pernikahan mereka akan dilaksanakan ?"
" Mungkin nanti setelah Dzuhur,"
" Baiklah sekarang Kakak akan kesana!"
" Ok. Zahra tunggu ya. Kalau bisa bawa gaun pengantin untuk Kak Cantika sekalian." Pinta Zahra.
* * * * * * *
Setelah Gaya mengakhiri pembicaraannya dengan Zahra. Gaya bersiap - siap mau ke butik terlebih dahulu untuk ambil gaun pengantin untuk Cantika, kemudian akan pergi ke mansion Lukman. Dimana rencana pernikahannya akan di laksanakan disana.
" Ada apa Gaya ? Siapa yang akan menikah ?" Tanya Arga.
" Cantika katanya hari ini mau menikah !"
Jegerrr....
Arga terasa ada guntur yang menyambarnya. Saat mendengar kabar yang diberitahu oleh Gaya barusan.
" Bukannya mereka akan menikah tiga bulan setelah lamaran." Kata Arga.
" Aku juga tidak tahu kenapa mereka memajukan pernikahannya secepat ini," Gaya melihat dengan jelas wajah Arga yang terluka saat mendengar kabar pernikahan Cantika.
" Aku pulang, mau pergi ke sana dan menghadiri pernikahan sahabatku." Gaya beranjak dari kursinya.
" Tunggu aku ikut !" Kata Arga.
" Kamu itu pasien yang sedang dirawat."
" Tidak apa - apa aku sudah baikan sejak kemarin. Dan besok juga rencananya mau pulang."
" Baiklah. Kalau begitu aku urus kepulangan mu pada pihak Rumah Sakit." Gaya menyerah juga.
__ADS_1
* * * * * * *
Setelah dari butik, Gaya dan Arga mendatangi kediamannya Lukman Hakim. Salah seorang orang berpengaruh dan terpandang di negeri ini.
" Kak Gaya akhirnya datang juga." Pekik Zahra senang.
" Sekarang sedang dimana Cantika ?"
" Kak Cantika lagi di kamar. Sedang mempersiapkan diri." Jawab Zahra.
" Eh, Kak Arga juga ikut ? Aku dengar Kak Arga tertembak saat menyelamatkan anak - anak ?" Tanya Zahra pada Arga.
" Iya. Dan sekarang sudah baikan." Jawab Arga ramah.
Zahra dan Gaya masuk ke kamar Cantika. Sedangkan Arga ikut gabung sama Alex dan yang lainnya di halaman samping.
" Cantika kenapa kamu nggak bilang - bilang mau menikah hari ini ?!" Gaya mencubit dua pipi Cantika.
" Hehehe.... Saking gugupnya aku sampai lupa."
" Ah, gawat Christina belum dikasih tahu !" Cantika teringat seorang sahabat baiknya yang satu lagi.
" Sudah aku beri tahu dia. Dan mungkin sebentar lagi dia sampai kesini."
" Ayo ceritakan kenapa kamu memajukan rencana pernikahan kalian ?!"
Cantika pun menceritakan alasan dia dan Alex mempercepat pernikahannya.
" Ini sich sebenarnya, Alex sudah tidak sabar untuk bisa menyentuhmu !" Kata Gaya dengan santainya.
Plak,
" Bukan begitu juga, Gaya !" Muka Cantika jadi merah mendengar perkataan Gaya.
" Oh atau jangan - jangan kamu yang sebenarnya sudah tidak tahan ingin cepat - cepat di Halalin sama Alex !" Gaya makin gencar menggoda Cantika.
" Ah, terserah kamu saja !" Cantika masang wajah cemberut.
" Ah, Zahra sepertinya ini benar. Kalau Cantika sudah tidak sabar ingin di Halalin sama Alex." Gaya dan Zahra tertawa menggoda Cantika yang sedang cemberut.
" Iyalah Kak Alex kan ganteng, Kak. Pasti banyak yang suka." Kata Zahra.
" Hahaha.... Itu benar. Sahabatku ini takut dia diembat sama wanita lain. Jadinya cepat - cepat aja di nikahi biar bisa diikat." Gaya masih saja menggoda Cantika dengan kata - katanya.
" Kalian itu senang banget menggoda aku. Tidak tahu kalau aku lagi gugup." Kata Cantika berusaha menyudahi godaan mereka berdua.
" Kita itu lagi menghibur calon pengantin biar tidak gugup lagi. Benarkan ?" Gaya mengedipkan matanya pada Zahra yang masih menahan tawa.
" Aku rasa kalian menghibur diri kalian sendiri. Tidak peduli sama aku !" Cantika masih cemberut.
" Aduh sudah dong jangan cemberut lagi. Ayo kita siap - siap. Gaun yang mana, yang akan kamu gunakan?" Tanya Gaya, karena tadi dia bawa tiga model gaun pengantin.
" Aku suka yang ini." Cantika menunjukan gaun pengantin yang sederhana tidak banyak hiasannya.
" Ya itu sesuai dengan karakter kamu." Kata Gaya.
" Ok. Tinggal menunggu Christina bagian yang merias wajahnya." Lanjut Gaya.
__ADS_1
Tok,
Tok,
Pintu kamar ada yang mengetuk dari luar. Dan saat Gaya membuka pintu terlihat Christina berdiri sambil tersenyum dan mengangkat peralatan make up artist miliknya.
" Akhirnya orang yang ditunggu - tunggu sudah datang !" Kata Gaya senang.
" Iya, dan gara - gara sahabatku mau menikah mendadak, aku jadi merubah lagi jadwal agenda ku." Kata Christina.
" Christina maafkan aku sudah merepotkan mu," kata Cantika.
" Nggak apa - apa. Lagian kita sudah janji kalau teman kita menikah, kita harus ikut membantunya." Christina memeluk Cantika.
" Terima kasih, ya." Cantika sangat senang punya sahabat yang selalu ada membantu dirinya.
Ke empat perempuan itu sedang berbincang - bincang mengenai pernikahan. Dan mereka membicarakan banyak hal. Apalagi Christina juga akan menikah dengan Mark dalam waktu dekat ini. Mereka bertiga banyak bertanya pada Zahra, karena diantara mereka Zahra-lah yang sudah berumah tangga. Disela - sela obrolan mereka sering di selingi tawa, saat menggoda Zahra. Apa lagi mulut Gaya dan Christina yang kayak nggak ada filter-nya.
" Ah. Kak Gaya sama Kak Christina senang banget menggoda aku !" kini Zahra yang jadi objek kejahilan mereka berdua.
" Kita berdua penasaran Fatih itu kalau sama kamu seperti apa sifatnya." Kata Gaya.
" iya, dan nggak nyangka kalau dia sangat suka bermanja - manja sama istrinya. Fatih itu kaku banget orangnya." Gaya masih saja bersuara.
Tok,
Tok,
Suara pintu diketuk dari luar oleh seseorang. Dan menghentikan obrolan ke empat perempuan itu. Cantika pun membukanya dan terlihat kalau adiknya yang berdiri disana.
" Ada apa, Er ?"
" Kak Cantika, katanya ada yang mau dirundingkan lagi. Tolong kebawah sebentar, " Erlangga berdiri di depan pintu dan hanya kepalanya saja yang melongok ke dalam.
" Baiklah Kakak akan turun kebawah."
" Aku turun dulu ke bawah, ya. Katanya ada yang mau dirundingkan lagi," Kata Cantika.
" Emang apa lagi sich, yang mau dirundingkan lagi ?!" Kata Gaya yang kesal karena acara bincang - bincang-nya terganggu.
\* \* \* \* \* \* \*
Saat Cantika turun ke bawah, di ruang keluarga sudah banyak orang berkumpul disana. Kemudian Khalid pun memberi tahu pembicaraan di teleponnya bersama Ja'far barusan.
Alex dan Cantika pun menyetujui keinginan keluarga besar Cantika. Arga yang sedang berdiri disana dan memperhatikan Cantika pun tersenyum senang, saat melihat wajah Cantika merona dikala Alex menatapnya dan mengajaknya bicara.
\* \* \* \* \* \* \*
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA.
KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.
__ADS_1
DUKUNG AKU TERUS.
TERIMA KASIH.