
Satu Minggu kemudian….
Alex sedang menggendong salah satu bayinya, dan menimang-nimangnya dengan pelan. Karena sejak tadi bayinya itu tidak mau diam, selalu menangis walau sudah diberi ASI oleh Cantika.
" Sayang, apa dia sudah tidur?" Bisik Cantika sambil berjalan ke arah Alex dengan menggendong satu putra kembarannya. Kemudian diletakkannya bayi itu di box bayi yang ada di dekat ranjangnya.
Cantika sengaja belum menggunakan kamar bayi untuk anak-anak kembarnya itu. Karena Cantika ingin bisa mengawasi dengan baik kedua bayi kembar itu. Jadi saat menangis karena ingin menyusu ASI atau pipis jadi bisa langsung ditangani.
Alex menjawab pertanyaan Cantika dengan anggukan kepalanya. Karena takut membangunkan anak yang sedang di gendongnya. Cantika pun meminta Alex untuk menidurkan bayinya ke dalam box bayi dengan perlahan.
Setelah lebih satu jam, akhirnya Alex dapat bernafas dengan lega. Salahnya juga karena saat bayinya sedang asik menyusu pada Mamanya, Alex malah mengganggunya karena sangat gemas dengan bayi mungil itu. Karena merasa terusik, bayinya langsung menangis kencang.
" Honey, ayo tidur! Kamu harus banyak istirahat agar cepat pulih."
Cantika pun menuruti perintah Alex, untuk cepat-cepat tidur selagi kedua bayinya itu tertidur. Sedangkan Alex hanya memeluk dan membelai rambut Cantika yang panjang, agar Cantika merasa nyaman dan cepat tertidur. Alex menjadi sering ikut begadang semenjak bayi kembarnya lahir satu Minggu yang lalu. Walau lebih cepat dari perkiraan, tapi untungnya kondisi kedua bayi itu dalam keadaan baik dan tumbuh kembangnya pesat. Makanya kemarin siang sudah bisa dibawa pulang ke rumah.
Alex sudah mempersiapkan untuk acara akikah kedua putranya di bantu oleh kedua Imam Masjid yang ada di dekat rumahnya, yang akan dilaksanakan nanti pagi harinya.
Acara akikah untuk kedua putra kembar Alex, berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Keluarga Cantika yang ada di Indonesia semuanya sengaja datang, untuk menjenguk Cantika dan bayi-bayinya. Sekalian ikut melancarkan acara akikah untuk Si Kembar.
" Kak Cantika, kenapa kedua anakmu semuanya mirip Kak Al?!" Erlangga yang kini sedang ikut melihat bayi Cantika sedang dimandikan oleh Tante Bintang dan Tante Venus, merasa tidak adil. Dari kelima keponakannya itu semuanya memiliki wajah bule mirip Alex dan bermata biru langit, khas keluarga Green.
" Ya, nggak apa-apa. Papanya kan, berwajah bule!" Balas Cantika yang sedang menyiapkan baju untuk kedua putranya itu.
" Nyonya Cantika, itu ada tamu yang ingin bertemu?" Lastri yang tiba-tiba datang dari balik pintu kamarnya, memberitahu pada Cantika perihal tamunya.
" Siapa Bu Lastri?" Tanya Cantika sambil berjalan ke luar kamarnya.
" Tidak tahu. Tapi dia orang Indonesia dan ingin bertemu dengan Tuan atau Nyonya katanya.
Saat Cantika sudah berada di lantai satu tidak ada seorangpun disana. Dan itu membuat Cantika merasa heran.
" Bu Lastri, mana tamunya?" Tanya Cantika kepada Lastri saat tidak menemukan orang yang tadi di maksud oleh Lastri.
" Itu, Nyonya. Tamunya masih di luar gerbang rumah." Lastri menjawab dengan agak terbata, karena tadi Alex berpesan jangan sembarangan menerima tamu saat Alex tidak ada dirumah.
__ADS_1
" Oh, masih di luar gerbang. Kalau begitu biar aku saja yang menanyakannya pada pihak keamanan." Cantika pun menghubungi penjaga gerbang tentang temannya yang berasal dari Indonesia itu.
Sebuah mobil memasuki halaman mansion Alex dan berhenti dekat teras depan karena Danang memintanya berhenti disana. Kemudian turunlah seorang laki-laki tampan yang tak asing bagi Cantika. Dia membawa dua buah bingkisan yang lumayan besar untuk kado kedua putra kembarnya Cantika.
" Assalamu'alaikum,"
" Wa'alaikumsalam,"
" Hai Cantika, apa kabar?" Tanya laki-laki itu sambil tersenyum ramah.
" Alhamdulillah, baik. Kak Arga, juga apa kabar?" Balas Cantika saat tamunya sudah masuk ke rumahnya.
" Alhamdulillah baik juga. Walau kemarin malam sempat panik juga, saat mendengar kamu sudah melahirkan, padahal belum waktunya." Arga tersenyum saat melihat kondisi Cantika baik-baik saja.
" Pasti Gaya, yang menyuruh Kak Arga kesini?" Tanya Cantika dan membalas senyuman Arga padanya.
" Iya, kebetulan aku sudah lima hari di Amerika untuk mengurus bisnis baru. Tadi malam Gaya merengek ingin menyusul ke sini. Karena ingin melihat keadaanmu, apa dalam keadaan baik-baik saja?" Kata Arga memberi tahu tentang kecemasan Gaya kepada Cantika.
" Padahal kemarin aku dan Gaya banyak bercerita di telpon." Cantika memberitahu Arga kalau sebenarnya Gaya sudah tahu keadaannya sejak kemarin.
" Lalu, dimana bayinya? Apa aku boleh melihatnya?" Tanya Arga sambil melihat ke arah lantai atas karena terdengar suara tangisan bayi dari sana.
" Tentu saja boleh," jawab Cantika sambil berdiri dan beranjak ke lantai atas dan diikuti oleh Arga.
" Apa mereka sudah diberi nama?" Tanya Arga saat menaiki anak tangga dan dapat didengarnya suara bayi yang menangis saling bersahutan.
" Iya, sudah. Kemarin juga acara akihah dan sunatannya sudah dilangsungkan. Harusnya Kak Arga datang lebih awal satu hari. Biar bisa ikut acaranya." Jawab Cantika sambil menaiki anak tangga dengan hati-hati karena masih ada rasa linu.
" Maaf, kalau aku tahu kamu sudah melahirkan lebih cepat, pasti aku juga akan ikut acaranya." Arga merasa bersalah karena di hari bahagia wanita yang dulu pernah dicintainya itu, dia tidak bisa ikut hadir.
" Nggak apa-apa Kak, yang penting mereka sudah selamat."
Cantika dan Arga memasuki kamar yang ramai dengan tangisan dari dua bayi itu. Kedua anak Cantika sudah selesai di dandani dan kini telah berbaring di atas kasurnya, masih menangis dengan suaranya yang kencang.
" Kenapa Tante?" Tanya Cantika kepada kedua wanita yang sedang berusaha mendiamkan kedua bayi itu.
__ADS_1
" Mereka menangis saat diangkat dari bak mandinya. Sepertinya masih ingin bermain air," kata Venus sambil menggendong salah satu bayi itu.
" Iya, mereka itu suka sekali saat mandi. Bila kita cepat-cepat mengangkatnya dari bak bayi mereka akan menangis." Balas Cantika kepada salah satu tantenya itu.
" Cantika, kedua anakmu wajahnya mirip Alex semua!" Arga terkejut saat kedua bayi laki-laki itu menatap ke arahnya.
" Tentu saja mirip denganku. Aku kan, Papa mereka!" Balas Alex yang tiba-tiba sudah berada di belakang mereka.
" Honey, apa mereka rewel?" Tanya Alex sambil mendekat ke arah Cantika yang sedang menggendong salah satu bayinya.
" Seperti biasa mereka tidak mau mengakhiri acara mandinya," jawab Cantika sambil menimang-nimang.
" Arga, kapan kamu akan menikah dengan Gaya?" Tanya Alex saat melihat Arga sedang mengelus pipi bayi mungil yang ada dalam gendongan Venus.
" Sekitar tiga bulan lagi," jawab Arga. " Apa kalian bisa hadir ke acara kami?" Tanya Arga kembali.
" Kenapa tidak tahun depan saja? Biar aku dan keluargaku bisa datang."
Alex memberi masukkan kepada Arga, dan malah mendapat cubitan dari Cantika.
" Sayang, kamu juga dulu selalu ingin cepat-cepat menikah!"
Season 2 TAMAT
*******
BAB selanjutnya bagian Si Trio Kancil sudah pada gede, ya.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
__ADS_1
TERIMA KASIH.