
Cantika sedang menggoda Alex, seperti kepada anak-anaknya. Digelitik dagu Alex, sambil memanyunkan bibirnya.
" Uwuwu…. Suamiku yang tampan ini, kenapa cemberut?"
" Ayo katakan dengan jujur ada apa? Kenapa kamu kesal seperti ini?" Tanya Cantika dengan nadanya seperti kepada anak kecil.
Melihat kelakuan Cantika yang seperti itu, malah membuat Alex menahan senyumnya. Lucu dan menggemaskan, apalagi bibirnya yang dimanyunin seperti Bintang saat merajuk. Alex ingin sekali mel*h*p bibir berwarna pink segar itu.
" Ayo ada apa, cepat katakan?" Cantika mengalungkan kedua tangannya ke leher Alex. Dan ditatapnya mata biru langit milik suaminya itu. Kemudian Cantika menjinjitkan kakinya dan mengecup singkat bibir Alex. Tentu saja Alex tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Alex menundukkan sedikit badannya agar Cantika bisa berdiri dengan tegak diatas kedua kakinya.
" Aku takutnya kalau, aku ceritakan kamu akan marah. Jadi biarkan saja, ya? Aku juga sudah baik-baik saja." Kata Alex di sela-sela kegiatannya bersama Cantika.
" Sudah, sesak nafasku lama-lama kalau seperti ini terus." Cantika mendorong Alex, dan berjalan ke arah kamar mandi. Cantika sudah merasa kegerahan dan secepatnya ingin berendam.
" Mana mungkin aku berani bilang kepada Cantika. Kalau Sylvia dan Adam tadi bilang meminta waktu bersamaku seharian bersama mereka. Hanya untuk membuktikan sifat obsesi Sylvia kepadaku masih ada atau sudah hilang."
" Ternyata mereka masih saja gila!" Gumam Alex sambil membaringkan dirinya di sofa. Tanpa sadar Alex pun tertidur disana.
Cantika yang baru saja selesai mandi, melihat Alex sedang tertidur di atas sofanya. Cantika pun membangunkannya, karena sudah akan masuk waktu magrib disana. Alex yang mencium wangi dari tubuh Cantika, akhirnya membukakan kedua matanya. Dan memberikan senyum kepada Cantika.
" Ayo bangun, sebentar lagi waktu magrib. Aku akan lihat anak-anak dahulu." Kata Cantika sambil membantu Alex bangun.
Alex sengaja membangun masjid tak jauh dari kediaman mereka. Masjid yang lumayan besar, dan dipercaya kepengurusannya kepada seorang Imam yang berasal dari Indonesia dan Imam dari Arab Saudi. Alex selalu memboyong kedua anak laki-lakinya untuk shalat di masjid itu. Angkasa dan Langit pun cepat akrab dengan orang-orang yang selalu mereka temui disana.
Mereka berdua juga akrab dengan anak-anak yang belajar mengaji disana saat malam hari, atau selepas shalat isya. Alex memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk berteman dengan siapa saja, selagi mereka tidak memberikan pengaruh negatif kepada anaknya.
__ADS_1
*******
Sylvia menghubungi Cantika dan memintanya untuk membantu dia dalam mempersiapkan acara pernikahannya. Tapi karena saat itu Cantika sedang berada di Rumah Sakit, menjenguk Mbah Buyut Christopher. Jadi Cantika belum bisa memberi kepastian kapan mereka berdua bisa bertemu. Akhirnya Sylvia pun tak keberatan menunggu waktu luang Cantika. Sylvia tidak bisa meminta bantuan Olivia, karena dia sedang hamil muda dan kandungannya lemah. Jacky melarangnya melakukan hal yang bisa membuatnya kelelahan. Apalagi kehamilan itu sudah lama dinanti oleh keduanya.
" Siapa?" Tanya Mentari dengan suara berbisik, begitu Cantika kembali masuk kedalam kamar tempat Christopher di rawat.
" Sylvia." Jawab Cantika sambil berjalan mendekat ke arah Mentari yang sedang duduk di samping mertuanya.
" Gimana kepadanya Mbah Buyut?" Tanya Cantika sambil menyentuh tangan yang sudah berkeriput itu.
" Semalam sempat drop lagi. Tapi syukurlah, keadaan kembali normal setelah ditangani oleh dokter." Jawab Mentari sambil mengusap air liur yang keluar di sudut bibir mertuanya itu, memakai sapu tangan berbahan kain halus dan mudah menyerap.
" Apa kamu sudah berisi?" Tanya Cantika sambil memperhatikan Mentari yang sekarang sedikit berisi dibanding terakhir mereka bertemu bulan kemarin, saat Mentari dan William pulang ke Indonesia. Untuk menghadiri pernikahan salah satu kerabat mereka.
" Sepertinya belum." Jawab Mentari dengan sedikit nada kecewa. Padahal dia sudah berusaha agar dirinya bisa cepat hamil seperti Cantika.
*******
Cantika sedang berada di butik milik Sylvia, sesuai keinginan Sylvia untuk membantu menyiapkan acara pernikahannya dengan Adam. Sebenarnya Cantika hanya memberikan masukan atau ide dia saja. Karena Sylvia sudah menggunakan jasa Wedding Organizer. Sylvia sekarang menjadi orang yang lebih suka mendengarkan perkataan orang lain. Kalau dulu dia selalu sengaja menentang apa yang orang lain katakan.
Cantika membantu memilih baju pengantinnya dan menu makanan yang akan disajikan untuk para tamu undangan. Sylvia ingin pernikahannya nggak kalah megah dengan acara pernikahan teman-temannya. Oleh karena itu dia tak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk acara pernikahannya itu. Dan Adam yang akan mengeluarkan biaya bulan madu mereka, yang katanya ingin keliling dunia selama dua bulan.
Sylvia dan Adam ingin acara pernikahannya diadakan di Ballroom Hotel Sun milik Alex, yang terkenal itu. Dengan konsep tema Prince and Princess, sesuai dengan yang diinginkan oleh Sylvia. Dan acara pernikahan itu akan dilaksanakan enam bulan lagi. Berarti saat itu bisa diperkirakan Cantika sudah melahirkan.
*******
__ADS_1
Keluarga Alex dan Cantika menjalani kehidupan mereka dengan bahagia. Setelah usia kehamilan Cantika lebih dari empat bulan, mood Cantika sudah normal kembali. Tapi malah pindah ke Alex, yang nggak bisa jauh-jauh dari Cantika. Kalau Cantika cukup dengan mendengar suara Alex. Sedangkan Alex harus melihat wajah Cantika. Jadinya Cantika harus ikut Alex kemanapun dia pergi. Dan itu berlangsung sampai usia kandungan Cantika masuk ke tujuh bulan.
" Sayang, apa hari ini akan ada rapat lagi di kantor?" Tanya Cantika yang berdiri di hadapan Alex yang sedang duduk di sofa, sambil memasangkan dasi di leher yang kokoh milik Alex.
" Sepertinya tidak ada. Kenapa Honey?" Alex berbalik bertanya sambil mengelus perut Cantika yang sudah besar.
" Entah kenapa, hati aku merasa tidak tenang saja." Jawab Cantika sambil merapikan kerah kemeja Alex.
" Apa kamu, ingin aku tetap tinggal di rumah?" Tanya Alex di sela-sela ciumannya di perut Cantika, dan perbuatannya itu membuat para bayi yang ada di dalam perut Cantika aktif bergerak.
" Nggak juga, hanya saja aku merasa ada yang aneh dengan mereka." Cantika mengelus perutnya dengan lembut mencoba menenangkan bayinya yang bergerak terlalu aktif, dan itu membuatnya linu.
" Atau kita periksa saja mereka ke dokter sekarang. Kalau takut terjadi ada apa-apa." Ajak Alex pada Cantika yang kini duduk di pangkuannya.
" Ya, aku rasa itu lebih baik." Kata Cantika sambil memandang wajah suaminya.
" Sebaiknya kamu, jangan terlalu banyak memikirkan masalah orang lain. Tapi pikirkan saja anak-anak kita saja." Ucap Alex sambil mengelus rambut panjang Cantika yang tergerai karena habis mandi besar.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
__ADS_1
TERIMA KASIH.