Trio Kancil

Trio Kancil
BAB 37


__ADS_3

"Ada apa ini ?", Ja'far yang lebih dulu sampai ke teras depan bertanya apa yang sedang terjadi disana.


" Maaf Om. Arga hanya ingin bertemu dengan Cantika ", kata laki - laki yang tubuhnya sedang ditahan itu.


" Mas Arga ??? Ada apa ini, kok ribut - ribut ?! ", Cantika kaget melihat Arga yang sedang berdiri disana dengan tubuh yang ditahan oleh Aria.


" Cantika, Mas ingin bertemu dan bicara denganmu !", Arga memohon.


     Cantika terlihat bingung harus bersikap gimana. Saat semua orang disana diam dan memperhatikannya. Cantika tidak memberitahu atau mengundang Arga ke acara lamarannya. Karena takut membuat Arga terluka atau membuat dirinya goyah. Ternyata keputusannya itu salah. Mau memberitahu atau pun tidak, tetap saja akan membuat Arga terluka. Sama seperti dirinya terluka, saat Arga bertunangan dengan Anggit.


Ja'far melihat wajah Cantika yang kebingungan pun akhirnya yang bertindak duluan.


" Masuklah, dan bicaralah dengan baik - baik ", ajak Ja'far.


     Dan kini Arga dapat berbicara dengan Cantika yang ditemani Pamannya, Ja'far. Dan Alex sebagai calon suaminya.


" Cantika kenapa kamu melakukan ini " tanya Arga yang duduk berhadapan dengan Cantika.


" Mas sangat mencintaimu, Cantika. Bukannya kamu bilang akan menunggu Mas ? Saat ini Mas sedang berusaha untuk menggagalkan pertunangan ini dan itu tidak akan lama lagi. Papi juga sebenarnya bukan tidak mau memberikan restunya pada hubungan kita untuk pernikahan. Tapi karena ada sesuatu yang tidak bisa di jelaskan, sehingga Papi terus menolak, saat Arga meminta restunya untuk meminang kamu. Mau kan kamu bersabar menunggu Mas ? Dan kita akan menikah, " Arga berkata dengan sungguh - sungguh.


     Sontak saja pertanyaan Arga, memancing lagi amarah Alex. Tapi Ja'far menenangkannya. Dan meminta biarkan Arga menyelesaikan urusannya dengan Cantika. Karena mereka berdua menjadi saksi agar tidak terjadi fitnah atau hal - hal yang tidak di inginkan lainnya.


" Cantika hanya ingin membangun masa depan dengan orang yang bisa memberikan kebahagiaan bagi diriku dan anak - anak ", 


     Jawaban Cantika membuat hati Alex melambung. Ternyata Cantika percaya kalau dirinya bisa membuat dia bahagia bersama anak - anaknya.


" Tapi aku juga bisa membuat kalian hidup bahagia ", 


" Ya, Cantika tahu. Mas Arga selalu berusaha melakukan yang terbaik buat kami agar bahagia ", Cantika menarik nafas sejenak.


" Tapi Mas Arga tidak bisa memberikan kejelasan hubungan kita, mau dibawa ke arah mana ?!"


" Cantika tidak mau dicap perempuan nggak bener. Karena Cantika sudah sepantasnya membina rumah tangga ", air mata Cantika jatuh meluncur di pipinya yang mulus. Teringat cemoohan saudaranya dulu karena dirinya tak kunjung dipinang oleh Arga.

__ADS_1


" Apalagi Alex adalah Ayah dari anak - anak. Dan dia ingin hidup bersama kami menjadi satu keluarga ".


" Cantika, Mas melakukan semua ini untuk melindungimu dan anak - anak. Mas nggak mau kalau sampai kehilangan kalian ", Arga masih memberikan alasan yang sama pada Cantika. Yaitu untuk melindunginya.


" Sekarang kamu tidak perlu melakukan itu. Karena mulai saat ini tugasku lah yang akan melindungi mereka ", kata Alex sambil menatap tajam Arga.


" Apa kamu tahu, siapa yang akan kamu hadapi ?" tanya Arga seolah meragukan kemampuan Alex.


" Ya. Tidak peduli siapa mereka, akan aku hadapi ", jawab Alex tidak ada keraguan padanya.


     Ja'far yang sejak tadi menyimak pembicaraan mereka, tidak mengerti dengan pembicaraan, apa yang mereka maksudkan.


" Bahkan mungkin saja bisa mengancam nyawamu dan nyawa meraka ?" Arga memperingatkan Alex.


" Akan ku pertaruhkan nyawaku untuk melindungi orang - orang yang aku cintai ", Alex memantapkan jawabannya.


" Cantika sekarang kamu sudah terikat dengan Alex. Sebaiknya tegaskan hubunganmu sekarang dengan mereka berdua ",


" Dan untuk kalian berdua, hormati keputusan Cantika apapun itu ", Ja'far menengahi mereka.


Mendengar itu Alex merasa bahagia sekali, ingin rasanya dia memeluk Cantika dengan erat.


" Jadi dengan ini sudah jelas, ya. Arga terimalah keputusan Cantika, dengan jiwa seorang kesatria ", Ja'far menyudahi pertemuan itu.


" Arga tenang saja, aku akan menjaga mereka walau harus mempertaruhkan nyawa aku sekali pun " kata Alex.


 


Pembicaraan ini akhirnya berakhir dengan kerelaan Arga melepas Cantika. Karena dia tahu Alex akan benar - benar menjaganya.


     Saat mereka membubarkan diri, Ja'far menarik Arga, ke kamar tamu. Dan memulai menginterogasinya. Mau nggak mau akhirnya Arga menceritakan apa yang menjadi rahasianya. Ja'far sungguh terkejut mendengar cerita Arga. Serta alasan kenapa dulu, Papinya Arga selalu menolak memberikan restu kepada mereka berdua. Dirinya tidak tahu kalau ada kejadian seperti itu.


     Malam lamaran itu berakhir menjelang tengah malam. Semua tamu sudah pulang, baik dari keluarga Alex atau kerabat Cantika. Kini tinggal keluarga Ja'far yang rencananya masih mau menginap dirumah Cantika. Chistina juga yang sudah biasa ikut menginap dan tidur di kamar Gaya. Ja'far diam - diam menelepon Alex dan Arthur membicarakan masalah tadi yang sempat di singgungnya bersama Arga. Dan rencananya besok mereka akan bertemu.

__ADS_1


                 * * * * * * *


     Setelah para tamu membubarkan diri, Cantika duduk termenung di dekat jendela kamarnya. Dia tidak bisa tidur, karena memikirkan ucapan Arga.


" Apa maksud Mas Arga berbicara seperti itu, ya ?"


" Apa ada orang yang membenci aku sehingga ingin melukaiku dan anak - anak ?"


" Tapi siapa ?"


" Apa, Anggit ?"


" Kalau Anggit, kenapa Mas Arga seperti ketakutan banget ?"


     Cantika terus memikirkan beberapa kemungkinan yang membuat dirinya di benci orang lain. Walau dia merasa tidak memiliki musuh.


     Jam di dinding telah menujukan pukul satu dini hari. Cantika baru membaringkan tubuhnya di kasur dan mulai terlelap tidur.


     Dalam mimpinya Cantika melihat Ayahnya dan ibunya sedang berbicara di taman depan rumahnya. Mereka membicarakan soal acara ulang tahunnya yang akan diselenggarakan sebentar lagi. Rencananya, acaranya hanya makan - makan dengan seluruh keluarga besarnya.


     Kemudian gambaran dalam mimpinya berubah dengan kedatangan mobil ambulance yang mengantarkan jenazah ibunya dan ayahnya yang telah terbujur kaku. Cantika menangis meraung - raung dan itu terbawa ke kehidupan nyatanya.


     Mentari, Chistina dan Gaya berusaha membangunkan Cantika yang sedang menangis dalam mimpinya. Cantika pun terbangun dari mimpi buruknya itu.


" Ada apa ? Kamu mimpi buruk ? " Tanya Gaya.


" Ini minum dulu ", Mentari memberikan satu gelas air putih pada Cantika.


" Ya, aku memimpikan kedua orang tuaku. Aku teringat saat kepulangan mereka dari Surabaya, datang telah menjadi jenazah " Cantika terisak mengingat kembali kejadian belasan tahun silam.


" Itu mungkin karena tadi Om Arthur membicarakan Om Yusuf ", kata Mentari.


" Sudah ayo tidur lagi. Kamu harus banyak istirahat, karena sejak pagi kamu tenaga kamu diperas terus " Gaya membaringkan tubuh Cantika.

__ADS_1


" Ayo aku temani Mbak tidur ", Mentari tidur di samping Cantika.


                 * * * * * * *


__ADS_2