Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 15


__ADS_3

     Langit yang masih berada di dalam ruang rahasia itu, banyak melihat hal-hal yang tidak boleh di ketahui olehnya. Banyak sekali penemuan yang bahkan malah akan merugikan manusia dan alam dunia juga. Bahkan tulisan mereka begitu lengkap sampai sedetail-detailnya. Cara pembuatan bom atom yang melebihi kekuatannya dari bom atom "Little Boy" yang menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki.


     Langit pun menemukan cara melakukan operasi tanpa menggunakan obat bius. Buku itu di buat oleh murid jurusan kedokteran yang berasal dari Rusia, pada tahun awal '50-an. 


"Fokus Langit! Jangan tergoda membaca yang tidak ada hubungannya dengan misi," kata Langit kepada dirinya sendiri. Saat dia begitu ingin membaca buku tentang pembuatan senjata canggih, yang punya daya hancur yang besar.


"Ahk ini, surganya ilmu pengetahuan. Semua ada di sini! Hal paling kuno sampai ke yang modern dan canggih." Langit sungguh ingin membaca semua buku di sana. Semua bukunya di tulis secara komplit.


"Akan bahaya jika buku-buku ini jatuh kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab," gumam Langit sambil memilah-milah buku mencari karya milik para profesor yang meninggal di bunuh baru-baru ini.


    Langit tidak tahu kalau waktu sudah memasuki subuh. Kalau alarm di jam tangannya berbunyi.


"Apa? Gawat aku kesiangan!" Langit terkejut karena jam sudah menunjukan jam 04.00 dan biasanya alarm jam weker di kamar asramanya juga pasti berbunyi.


"Mudah-mudahan Kawasaki enggak sampai bangun!" Harapan Langit sambil dia keluar dari ruangan itu.


     Setelah dia berhasil ke luar dari lorong gelap itu, dan menggeserkan kembali bufet washtafel ke posisi semula. Langit pun keluar dari toilet. Langit menyangka tidak akan ada siapa-siapa di ruang kantor kepala sekolah. Ternyata dia salah. Ada seseorang yang juga sedang asik memeriksa dokumen di meja kerja kepala sekolah.


    Langit diam tidak berkutik karena orang itu belum menyadari kehadirannya. Maka Langit pun bergerak di kegelapan itu dan mendekati jendela kaca, kemudian membuka kuncinya. Dia hanya perlu pengalihan orang yang sedang membuka lembaran kertas yang menggunakan penerangan senter kecil miliknya. Agar dia bisa segera melompat ke luar lewat jendela.


     Sepertinya keberuntungan selalu mengitari Langit. Sebab tiba-tiba jendela sebelah pojok yang paling jauh dari tempatnya. Tiba-tiba saja terbuka, dan orang itu pun mengalihkan perhatiannya. Sehingga dia pun berjalan ke arah jendela untuk menutupnya kembali.


    Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Langit. Dia pun langsung melompat keluar dari lantai lima ke pohon yang ada di dekat jendela itu. Untung Langit menggunakan baju Anti peluru, meski dia mengalami gesekan dengan dahan dan ranting-ranting pohon itu tidak mengalami luka.


    Langit terdiam dulu sebentar, sambil mengawasi jendela tempat dia keluar tadi. Ternyata orang itu menutup kembali jendelanya. Langit dapat melihat dengan jelas orang yang tadi berada di meja ruang kerja itu.


"Lovely?" Meski dia memakai penutup wajah dan kepala. Langit masih bisa mengenalinya hanya melihat matanya saja. 


"Ternyata benar ... dia pasti sedang melakukan sesuatu di sini," gumam Langit dalam hatinya.


    Setelah jendela itu tertutup, dan bayangan Lovely tidak terlihat lagi. Maka Langit cepat-cepat melompat turun dan berlari ke kamarnya.


*******

__ADS_1


    Saat Langit masuk ke dalam kamar, dia kembali di kejutkan. Sebab Kawasaki sedang berdiri di samping kasurnya.


    Langit memutar otaknya agar Kawasaki mengira boneka itu dirinya yang masih tertidur meski alarm sudah berbunyi. Dia pun mengeluarkan peluru obat biusnya dan ditembakan ke tengkuk Kawasaki.


    Saat Kawasaki tidak sadarkan diri dan akan terjatuh. Langit dengan sigap menahan tubuhnya. Kemudian dia membaringkan ke tempat tidurnya.


"Untung ada senjata buatan papa!" Langit menghembuskan napasnya.


"Malam ini lelah sekali!" Langit menghempaskan tubuhnya di atas kasur, sambil menggulung kembali boneka tiruannya. Tidak lupa dia juga mematikan alarm yang sejak tadi berbunyi.


     Langit pun menyembunyikan tas ransel yang berisi buku-buku hasil karya para Profesor yang meninggal karena dibunuh. Selain itu dia juga membawa beberapa buku karya orang-orang yang berhubungan dengan para Profesor itu.


*******


     Seperti biasa Langit akan menjemput Almahira untuk berangkat sarapan ke rumahnya Dewi. Langit langsung tersenyum saat melihat Almahira keluar bersama Hikari.


"Assalamualaikum, Alma. Ohayo gozaimasu Hikari," sapa Langit.


"Ohayo, onii san," balas Hikari.


     Mereka pun berangkat bersama. Langit merasa Almahira berbeda hari ini. Biasanya di sering mendapati dirinya melirik kepadanya. Namun hari ini dia sama sekali tidak meliriknya. Malah asik berbicara dengan Hikari.


*******


     Langit menarik tangan Almahira saat akan masuk ke dalam kelas. Dia membawanya ke tangga darurat. Sebab di sana jarang ada orang lewat. Almahira sebenarnya melakukan perlawanan, tapi Langit malah menggendongnya ala bridal style.


"Langit turunkan aku!" teriak Almahira.


"Ada yang perlu kita bicarakan!" Tegas Langit sekilas melihat ke arah Almahira dan mereka adu pandang. Akhirnya Almahira pun diam tidak berkutik.


     Begitu sampai di tangga darurat, Langit langsung menurunkan Almahira. Entah apa yang sedang dipikirkan Almahira saat itu. Saat Langit menurunkan tubuhnya. Almahira malah menarik jas almamater Langit sehingga tanpa sengaja bibirnya menyentuh sudut bibir Langit.


    Sepertinya gen keluarga Green di dalam tubuhnya terpicu hormonnya. Oleh sentuhan lembut bibir Almahira. Sehingga Langit tidak menyia-nyiakan kejadian itu. Meski ini ciuman pertamanya, tapi dia sudah sering melihat mama papa melakukannya. Ditambah Bintang yang sering nyosor ke Gazali. Jadi secara teori dia mengerti.

__ADS_1


     Almahira merasakan tubuhnya melayang, dan kini badannya merasa tidak bisa bertumpu di kedua kakinya yang terasa lemas. Langit pun memeluk tubuh Almahira agar tidak terjatuh. Keduanya benar-benar sudah lupa sama dunia luar. Mereka hanyut oleh napsunya tanpa ingat akan dosa. Ternyata bisikan setan lebih kuat, walau hanya sebentar.


     Perbuatan mereka tanpa di sengaja dilihat oleh seseorang yang mengikuti dari tadi. Orang itu membelalakkan mata dan menutup mulutnya agar tidak terdengar suara pekikkannya.


     Langit dan Almahira melepaskan pagutan mereka, dan napas yang saling memburu. Namun Langit tidak melepaskan pelukannya.


"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Almahira pelan sambil menatap Langit.


    Langit terkejut karena dia merasa kalau Almahira 'lah yang duluan menciumnya. Namun dia mengalah, biasanya wanita itu tidak mau disalahkan, selalu lelaki yang salah dimatanya.


"Karena aku menyukaimu!" Langit mengungkapkan isi hatinya dengan suaranya yang pelan tapi tegas.


    Mata Almahira langsung berkaca-kaca saat mendengar pengakuan perasaan Langit barusan. Saking senangnya dia tidak bisa berbicara, hanya air matanya yang mengalir membasahi pipinya yang merona.


"Maaf … aku tidak akan memaksa perasaanmu kepadaku," kata Langit dan melepaskan pelukannya di tubuh Almahira. Dia mengira kalau Almahira tidak punya perasaan suka seperti dirinya.


    Sementara orang yang tadi sedang bersembunyi. Kini merekam video antara Langit dan Almahira.


*******


Maaf kalau ada typo, atau huruf yang double atau kurang. Akan aku revisi kembali bila ditemukan kesalahan.


Terima kasih.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.


*******

__ADS_1


__ADS_2