
Alex dan yang lainya saling pandang satu sama lainya. Karena reaksi dari Yudha saat melihat Michael.
" Maaf Mister, Yudha kalau melihat bule berambut pirang suka histeris begitu." Kata Si Kakek.
Michael itu memiliki rambut yang berwarna kuning terang. Dan berbadan tinggi tegap yang sangat proporsional. Dan otot lengan yang kuat.
" Oh, apa lelaki yang kamu gambar kemarin juga itu orang asing?" Tanya Alex pada Yudha. Dan Yudha pun menganggukan kepalanya.
" Oh, pantas saja para polisi kesulitan menemukannya saat itu." Kata Alex.
" Kenalkan ini keluarga jauh saya, namanya Michael." Alex mengenalkan Michael kepada Si Kakek dan Yudha.
Akhirnya mereka pun berkenalan, walau tadi Yudha, masih sempat menolaknya. Tidak sampai lima belas menit mereka berbincang-bincang. Kemudian Alex pamit mau pulang.
*****
Kini Alex sedang berada di ruang keluarganya. Mereka semua kini tengah berkumpul, kemudian Alex menceritakan kejadian dan hal-hal apa saja yang telah mereka temukan di puing-puing rumah yang terbakar itu.
Alex juga mengundang Khalid dan Lukman untuk datang kerumahnya. Untuk membicarakan masalah saham-saham yang dimiliki oleh Langit di berbagai perusahaan.
Kemudian mereka mendengarkan cerita Alex,tentang ada kemungkinan orang asing yang terlibat dengan penyerangan ke rumah Dokter Lazuardi.
" Honey, bagaimana menurut kamu?" Tanya Alex kepada Cantika.
" Aku tidak peduli terhadap orang-orang yang telah menyerang ke rumah Kakek malam itu."
" Yang lebih aku pedulikan adalah mencari keberadaan saudara-saudara Ayah, yang lainnya." Jawab Cantika.
" Ya, dan juga kasusnya sudah kadaluarsa. Karena sudah lebih dari tiga puluh tahun yang lalu." Lanjut Lukman.
" Baiklah pengacara keluarga Hakim akan mengurus aset-aset yang telah ditinggalkan oleh Ayah dan Kakek kalian." Khalid berbicara setelah selesai membaca dan memeriksa semua dokumen-dokumen peninggalan Langit dan Lazuardi.
" Erlangga akan mencari lagi, mahasiswa yang mirip Om Angkasa. Siapa tahu dia ada hubungannya." Kata Erlangga. Dan Cantika pun menyetujuinya.
Setelah semuanya selesai dibicarakan, mereka memutuskan pulang kembali ke rumah mereka masing-masing.
*****
__ADS_1
Kini Alex sedang berada di kamar tidurnya. Karena seharian tadi dia mencari kebenaran dari kejadian di rumah mertuanya. Dia mengabaikan pekerjaan miliknya. Walau dia tinggal di Indonesia, tetapi dia masih memantau perusahaan-perusahaan miliknya.
Kadang sebulan sekali Alex akan kembali ke Amerika dan mengurus pekerjaan yang harus ditanganinya secara langsung. Alex akan tinggal di Amerika tiga sampai lima hari di sana. Walau kadang Cantik memintanya jangan terlalu lelah, Alex tidak menggubrisnya. Karena dia tidak mau lama berpisah dengan anak dan istrinya.
Cantika tidak bisa ikut menyertai Alex kemanapun dia pergi. Karena ketiga anaknya masih sekolah dan dia tidak mau merepotkan yang lainnya. Mereka memutuskan akan pindah ke Amerika setelah kenaikan kelas anak-anaknya.
" Sayang, masih belum selesai?" Cantika menaiki tempat tidur mereka, dimana Alex sedang duduk bersandar sambil memangku laptopnya.
" Belum Honey." Jawab Alex sambil tersenyum ke arah Cantika.
" Jangan terlalu memaksakan diri." Kini Cantika memijat bahu Alex. Dan Alex menikmati pijatan dari istrinya itu.
" Nggak Honey, aku akan berhenti saat aku merasa lelah." Alex masih melanjutkan pekerjaannya.
" Apa menurut kamu saudaranya Ayah masih hidup?" Tanya Cantika masih dengan memijat bahu Alex.
Alex yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, menyimpan laptop itu di meja samping tempat tidur. Kemudian menarik Cantika agar duduk di pangkuannya. Kini mereka berdua saling berhadapan.
" Aku berharap mereka masih hidup." Jawab Alex sambil merapikan anak rambut Cantika.
" Aku sungguh ingin sekali bertemu dengan mereka." Kata Cantika, dan kini dia yang memegang wajah suaminya itu. Dilihatnya mata beriris biru langit yang selalu menghipnotisnya itu.
Cantika hanya bisa memejamkan matanya meresapi gerakan lembut dari bibir suaminya itu. Dan terakhir bibir lembutnya yang selalu membuat dirinya terbuai.
*****
Erlangga keesokan harinya kembali mengelilingi kampusnya. Walau dia baru tercatat sebagai mahasiswa baru disana. Erlangga tidak malu terhadap para seniornya.
Erlangga berbekal foto Angkasa yang dibawanya dari rumah hantu dulu. Dia menanyakan kepada setiap orang yang ditemuinya di universitas itu.
Hari pertama dia belum berhasil menemukannya, bahkan informasinya pun tidak ada sama sekali. Tapi Erlangga tidak menyerah.
Dan kini hari kedua, pencarian Erlangga. Di kampusnya tapi di fakultas yang berbeda dengan hari kemarin. Saat dirinya berjalan di koridor ada seorang mahasiswi berlari dan menabrak dirinya.
" Awas….!" Teriak seorang gadis kepada Erlangga yang sedang berjalan sambil menunduk.
Brug!
__ADS_1
Gadis itu terjatuh di pelukan Erlangga.
" Aduh…. Maaf!" Kata gadis itu kepada Erlangga yang masih berada di bawahnya.
" Kamu tidak apa-apa?" Tanya gadis itu pada Erlangga dengan posisi yang masih sama.
" Ya, saya tidak apa-apa. Tapi bisakah kamu menyingkir dari atas tubuhku!" Kata Erlangga tajam.
Bukannya menyingkir, gadis itu malah terdiam sambil melihat wajah tampan Erlangga. Gadis itu telah terpesona oleh ketampanan wajah Erlangga, sehingga dia tidak sadar kalau dia masih duduk di atas tubuh Erlangga. Dan mereka berdua telah menjadi tontonan beberapa mahasiswa disana.
" Hai nona menyingkirkan dari atas tubuhku!" Erlangga mulai kesal terhadap gadis yang berada di atas tubuhnya. Erlangga pun berinisiatif mendorongnya. Tapi Si Gadis itu malah menarik tangan Erlangga yang mendorong tubuhnya, sehingga sekarang malah Erlangga yang berada diatas tubuh gadis itu.
" Dasar wanita gila!" Erlangga marah terhadap gadis itu, sambil berdiri kembali. Erlangga pun berjalan kembali menyusuri lorong kampusnya.
" Hai, Ganteng siapa nama kamu?" Teriak gadis itu dengan suaranya yang cempreng.
" Hehe…. Tampan banget." Si Gadis itu tersenyum sambil memandang Erlangga yang pergi menjauh darinya.
Erlangga pun kembali mencari orang yang dicarinya. Dia bertanya kepada siapa saja yang ditemuinya. Sampai dia masuk ke kantin kampusnya, karena merasa lapar. Dan saat dia duduk di meja paling pojok. Di sampingnya ada beberapa mahasiswi yang sedang asik bercanda gurau. Sambil menunggu datang pesanan soto ayam miliknya, Erlangga mencoba bertanya kepada mereka.
" Maaf, apa kalian pernah melihat orang ini?" Tanya Erlangga kepada salah satu diantara mereka, sambil menyodorkan foto Angkasa remaja.
" Ini kayak Kak Andromeda!" Jawab salah seorang gadis berambut keriting.
" Iya mirip Kak Andro, tapi kayak bukan juga?" Seorang temannya yang berambut pendek menimpali.
" Ini foto zaman mana? Kayak foto zaman dahulu kala!" Gadis berambut sebahu menarik foto itu dari temannya.
" Ya, itu adalah foto Pamanku. Dan aku beberapa hari yang lalu melihat seorang mahasiswa disini mirip Pamanku. Keluarga kami kehilangan kontak dengannya." Kata Erlangga.
" Sebaiknya kita tanyakan dulu kepada Pelangi." Kata gadis berambut keriting lagi.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.