
Pesawat mereka telah mendarat dengan selamat, dan kini mereka menaiki kapal laut menuju ke pulau milik Alex. Si Trio Kancil sungguh sangat senang saat mereka menaiki kapal. Berbeda dengan Gaya yang mabuk laut. Sehingga Cantika harus menggosok punggung Gaya dengan minyak angin. Cantika tidak menyangka kalau Gaya bisa mabuk laut. Karena dia itu sudah biasa naik kapal pesiar.
" Kak Gaya, ini minum air hangat dulu!" Mentari menyodorkan gelas yang berisi air hangat uang dikasih sedikit madu.
" Gaya, kamu nggak apa - apakan?" Tanya Cantika cemas yang sejak tadi melihat sahabatnya itu berbaring lemah.
" Aku nggak apa - apa. Mungkin karena kecapekan beberapa hari ini." Kata Gaya setelah meminum habis air hangatnya itu.
Begitu sampai di tempat tujuan, Gaya langsung ditangani oleh dokter yang ada disana.
Bangunan - bangunan di pulau milik Alex itu rata-rata berupa rumah minimalis yang berukuran sedang dan memiliki dua lantai. Bangunannya sendiri dibuat dari tembok dan kayu, dan tiap rumah memiliki kolam renang pribadi. Bagian Pulau yang diisi dengan rumah-rumah yang berjajar di sisi pantai itu hanya sisi sebelah Timur dan Barat sehingga bisa melihat saat matahari terbit dan terbenam di dalam rumah.
Selain wisata laut, ternyata di pulau itu juga ada wisata untuk pegunungan. Karena di pulau itu ada satu gunung yang tidak aktif. Disana juga ada sekitar dua puluh lima rumah di sisi Timur, dan dua puluh lima rumah di sisi Barat, seperti yang di sisi pantai. Jumlah total rumah yang bisa disewa di pulau itu ada seratus rumah, di pantai dan di gunung. Alex dan Cantika memilih rumah yang ada di sisi pantai karena anak-anaknya suka berenang. Selain rumah itu ada satu bangunan megah mirip Hotel, yang merupakan kantor pengelola resort dan tempat para karyawan disana tinggal. Lantai dasar juga dijadikan restoran yang mewah dan elegan, untuk para wisatawan makan di sana, bila sedang tidak ingin makan di tempatnya.
Alex dan Cantika memilih rumah di sisi pantai sebelah Timur, agar bisa menyaksikan matahari saat terbit. Ternyata yang lainnya pun sama lebih suka memilih di sisi Timur.
" Papa, ayo kita berenang!" Ajak ketiga anaknya, padahal Alex sedang ingin bermesraan dengan istrinya.
" Ayo, kalian mau berenang dimana?" Tanya Alex dan beranjak dari kasurnya.
" Dilaut….!" Jawab mereka kompak.
" Ya sudah kalau begitu ayo kita pergi sekarang."
" Kita pergi dulu Honey. Nanti menyusul ke pantai, ya!" Alex pamit pada Cantika yang sedang merapihkan barang bawaannya.
" Tunggu Sayang, kalau kamu berenang harus pakai baju jangan polosan!" Cantika memberi peringatan keras pada suaminya.
Melihat reaksi istrinya seperti itu, Alex malah tertawa.
CUP
" Oke, hanya kamu yang boleh lihat aku polosan!" Alex mencium singkat bibir Cantika sebelum pergi.
*******
Saat Alex dan anak - anaknya telah sampai di pantai, ternyata yang lainnya pun sudah berada disana. Mereka sedang asik berenang. Hanya Fatih dan Zahra yang sedang berjalan - jalan menyusuri bibir pantai sambil bergandengan tangan.
" Om Ghaza, kita ikut!" Teriak Angkasa saat melihat Ghazali mau naik motor boat.
" Papa, kita naik itu juga!" Ajak Langit.
" Ok." Alex meminta disediakan lagi dua motor boat pada petugas disana.
Jadinya Angkasa naik dibonceng Ghazali, Alex membonceng Bintang, dan Willi membonceng Langit. Mereka hanya berputar di sekitar laut dangkal. Walau begitu membuat ketiga bocah itu sangat senang.
__ADS_1
Cantika duduk di kursi pantai bersama Mentari. Dan memperhatikan kegiatan orang - orang disana. Sedangkan Gaya sedang istirahat di kamarnya.
Arga sedang bermain voli pantai bersama Akira dan Michael. Serta seorang lagi adalah wisatawan lain. Mark dan Christina sedang berenang di pantai.
Mereka bermain sampai tengah hari, dan kembali ke tempat penginapan masing - masing. Dan rencananya mereka akan makan bersama di restoran.
" Alex….!" Panggil seseorang saat Alex dan keluarganya sedang menuju meja yang telah tadi dipesannya.
" Kalian!" Pekik Alex terkejut.
" Hai, Cantika!" Sapa seorang wanita berkulit eksotis.
" Halo," jawan Cantika.
Yang menyapa Alex adalah George, sedangkan yang menyapa Cantika adalah Olivia adik kandung Sylvia. Mereka sedang bersama pasangannya masing - masing. George dan Amanda, sedangkan Olivia bersama Jacky.
" Sedang apa kalian disini?" Tanya Alex menaruh curiga kepada teman - temannya itu.
" Kita sedang berlibur." Jawab George sambil merangkul kekasihnya, dan tersenyum simpul.
" Mumpung lagi cuti, aku ajak istriku pergi bulan madu lagi yang ketujuh kalinya, karena belum berhasil membuatnya hamil." Jacky tertawa jenaka sampai matanya tinggal segaris.
" Ho, entah mengapa aku merasa kalau kalian sedang mengikuti ku," kata Alex dengan pandangan penuh selidik kepada empat orang itu.
" Tapi baguskan kita bisa liburan bersama lagi seperti dahulu," Kenang Jacky.
" Ya benar, mana Fatih? Sudah lama kita kumpul - kumpul bersama. Apalagi kita sekarang sudah punya pasangan. Dan tidak akan ada yang kabur lagi seperti dahulu!" Goerge tertawa.
" Terserah kalian, tapi jangan ganggu aku dan keluarga ku!" Tegas Alex.
" Alex, apakah mereka itu anak - anak mu?" Tanya Olivia.
" Ya, kenalkan ketiga anak kembarku," Alex mengenalkan ketiga anaknya.
" Mereka yang lelaki mirip sekali denganmu." Kata Jacky sambil memperhatikan wajah Angkasa dan Langit.
" Ya, dan yang perempuan mirip Mommy Ana," kata Alex.
Akhirnya acara makan siang bersama di restoran berlangsung sangat seru setelah kedatangan Fatih dan William. Mereka merasa sedang reunian bersama teman kampusnya.
" Bagaimana kalau kita melakukan permainan seperti dahulu lagi?" Ide George.
" Wah kayaknya seru!" Jacky memberi dukungannya.
" Nggak ah, malas," jawab Alex.
__ADS_1
" Ayo kita main. Al, kamu jangan jadi pecundang!" Kata William.
" Apa Kakek Willy, tidak ingat waktu itu jadinya seperti apa?!" Kata Alex.
" Dan Aku juga nggak mau membuang waktuku untuk permainan seperti itu!" Tolak Alex dengan nada bicara yang tegas.
" Sayang, memang jenis apa permainan itu?" Cantika bertanya sambil berbisik.
" Truth or dare," jawab Alex.
" Kalau kalian mau lakukan silahkan saja. Aku dan keluargaku mau pergi jalan - jalan. Ayo Honey, ajak anak - anak. Kita akan melihat matahari terbenam," ajak Alex.
Saat Alex akan pergi, dia mengancam orang - orang yang ada disana.
" Awas kalau kalian menargetkan keluarga ku dalam permainan kalian!"
" Fatih apa kamu mau bergabung bersama mereka atau ikut denganku?!" Ditatapnya Fatih yang masih duduk.
" Tidak, aku sudah punya agenda dengan istriku. Ayo Dek, kita pergi!" Fatih menggandeng Zahra.
" Akhirnya mereka pergi juga," kata George.
" Itu kan gara - gara kamu, duluan yang memulai. Jadinya Alex nggak mau lagi ikut permainan ini!" Gerutu William.
" Memangnya ada kejadian apa?" Tanya Mentari pada William.
" Itu...."
* * * * * * *
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAHNYA, VOTE NYA
KASIH BINTANG LIMA JUGA.
DUKUNG AKU TERUS YA.
TERIMA KASIH.
KUNJUNGI JUGA KARYA AKU YANG LAINNYA.
__ADS_1