
Senyum Langit langsung pudar dari wajahnya yang tampan. Saat lift tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Semua murid yang ada di dalam sana, langsung panik.
Almahira tanpa sadar langsung memegang tangan Langit. Dia merasa takut, karena sudah terperangkap di ruang yang sempit dan terdapat banyak orang didalamnya.
Langit membalas menggenggam tangan Almahira dengan erat. "Jangan takut, ada aku di sini!" Langit menenangkan Almahira dan memberikan senyumannya.
Almahira merasa sangat beruntung ada Langit di dekatnya. Dia merasa terlindungi, dengan keberadaan murid berwajah bule itu.
Suzuki dan Toyota langsung menenangkan murid-murid yang lainnya.
"Semuanya harap tenang. Jangan panik!" Teriak Suzuki dan itu sukses membuat semuanya terdiam.
Suzuki mencoba menghubungi bagian pengawas keamanan sekolah. Sedangkan Toyota menelepon tim keamanan sekolah.
Langit mencoba, memeriksa keadaan di sekitar sekolahnya lewat kamera satelit, yang bisa dilihat lewat handphonenya. Keadaan di luar bangunan sekolah baik-baik saja. Tidak ada pergerakan dari orang yang aneh. Semua terlihat normal, dan sepertinya berhenti lift yang tiba-tiba belum menjadi berita di sana.
"Semuanya, tenang! Tim keamanan akan menolong kita. Saat ini mereka sedang menuju kemari."
Almahira menyembunyikan wajahnya di lengan Langit. Dia sebenarnya punya trauma terkurung di tempat yang sempit. Waktu kecil saat lagi main petak umpet bersama saudaranya, dia bersembunyi di dalam lemari baju, dan tanpa sengaja lemari itu dikunci karena memang setiap harinya juga selalu terkunci. Almahira, saat itu pingsan karena kekurangan oksigen.
Langit menyadari ada perubahan dengan teman sekelasnya itu. Tangan yang ada dalam genggamannya pun terasa dingin dan basah oleh keringat.
"Apa kamu takut?" bisik Langit tepat di dekat telinga Almahira.
Almahira menganggukan kepalanya dengan lemah. Dia sungguh malu, entah kenapa di berani jujur kepada Langit tentang perasaannya saat ini.
"Mau aku peluk?" tanyanya lagi karena masih menundukkan kepalanya.
Entah apa yang merasuki Almahira dia menganggukan kepalanya lagi. Padahal seumur hidupnya dia tidak pernah dipeluk oleh laki-laki lain, kecuali oleh ayah dan kakak sulungnya.
Langit pun membalikkan badannya. Agar tidak ada yang melihat perbuatannya itu. Dia memeluk tubuh Almahira yang sedikit bergetar. Di tepuk-tepuk punggungnya dengan pelan.
Almahira yang menghirup aroma tubuh Langit, dibuatnya terbuai tanpa dia sadari. Wangi yang ada pada tubuh Langit dihirupnya dalam-dalam itu membuatnya tenang.
__ADS_1
Langit yang masih memeluk Almahira. Kini sebelah tangannya memegang handphone miliknya. Memeriksa lagi keadaan di dalam gedung sekolah. Kali ini dia menyadap kamera CCTV gedung sekolah bagian dalam gedung.
Almahira tersadar kalau saat ini dirinya sedang berada dalam pelukan laki-laki asing. Bukan ayah atau kakak laki-lakinya. Almahira mendorong tubuh Langit, tapi dia kesulitan melepaskan dirinya dari pelukan Langit. Karena posisi mereka sudah terhimpit oleh yang lainnya.
*******
Beberapa orang dari Tim Keamanan sekolah di sana sedang mencoba memeriksa kerusakan lift. Posisi berhentinya juga berada di dinding antara lantai empat menuju lantai lima.
"Posisi lift berada di antara lantai empat dan lima!" seorang Tim Keamanan melaporkan kepada laki-laki yang menjabat Ketua Tim Keamanan.
"Lakukan pembukaan pintu di lantai lima!" Perintah sang Ketua Tim, "keluarkan mereka melalui atap lift! Jangan sampai mereka kehabisan oksigen di sana!" Ketua Tim memberikan instruksi penanganan penyelamatan untuk orang-orang yang berada di dalam lift.
"Baik!"
Tim Keamanan langsung bergerak cepat. Ada yang naik ke lantai lima untuk membuka pintu lift. Ada yang menghubungi Tim Kesehatan dan Rumah Sakit Matsumoto.
*******
Baru tiga puluh menit mereka terjebak di dalam lift. Namun sudah ada beberapa siswa yang mulai kesusahan napas. Langit yang masih mengawasi keadaan di luar lift menggunakan cctv lewat handphone miliknya.
Maka Suzuki memangku seorang siswa perempuan agar lebih tinggi dan menghirup udara. Begitu juga dengan Toyota, mengangkat seorang murid yang sudah hampir tidak sadarkan diri.
"Alma, apa kamu mulai kehabisan oksigen juga?" tanya Langit sambil melihat ke arah wajah Rahma yang mulai memerah.
Tanpa menunggu lama Langit langsung mengangkat Almahira, tinggi-tinggi. Agar dia bisa menghirup udara lebih leluasa.
Almahira begitu terkejut, saat tubuhnya diangkat tinggi oleh Langit. Dia bisa menghirup udara lebih leluasa dan terasa sejuk udaranya dibandingkan saat tadi, sangat panas.
*******
Atap lift terbuka, dan ada seorang dari Tim Keamanan yang muncul di sana. "Kalian semua, baik-baik saja?" tanyanya sambil menengok sedikit kepalanya.
"Kirim gas oksigen dulu! Banyak yang mulai tak sadarkan diri," pinta Suzuki sambil berteriak.
__ADS_1
Maka Tim Keamanan pun menurunkan tiga tabung terlebih dahulu. Kemudian menyusul tiga tabung lagi. Murid-murid yang sudah terlihat lemas, mereka didahulukan untuk mendapat pertolongan pertama itu.
Tim menurunkan tali pengaman untuk dinaiki oleh orang-orang yang terjebak di dalam lift. Murid yang sudah lemah dan membutuhkan pertolongan pertama yang paling dahulu di keluarkan dari sana.
Satu persatu mereka memanjat tali itu dan keluar dari lift yang terasa menyesakan. Setelah semua orang keluar maka Tim Keamanan pun akan meminta Tim Reparasi perbaikan di Matsumoto Group untuk memperbaiki lift itu secepatnya.
*******
"Alma chan … kamu baik-baik saja 'kan?" tanya temannya Almahira yang berpenampilan anggun bak seorang putri bangsawan itu.
"Iya, Hana chan. Aku baik-baik saja!" Almahira memutar badannya ke kiri dan ke kanan.
"Syukurlah," katanya dengan tarik napas leganya dan tersenyum.
"Ayo! Kalian semua yang merasa membutuhkan perawatan ikut sama Toyota sensei!" Perintah Suzuki kepada murid-murid yang ada di sana.
Hana pun mengajak Almahira untuk ikut melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Meski Almahira sudah menolaknya, tapi Hana memaksanya untuk ikut dengan Toyota sensei ke ruang kesehatan.
Saat Almahira melewati pintu lift yang masih terbuka, ada yang mendorongnya. Sampai dia kembali jatuh ke dalam lubang pintu lift. Langit yang melihat itu langsung ikut melompat ke dalam.
Langit menarik tangan Almahira, agar bisa menarik dan mendekat kepada dirinya. Dia juga langsung memeluk tubuh gadis yang sudah mencuri perhatiannya dengan sebelah tangannya. Kepala Almahira pun dia lindungi menggunakan sebelah tangannya yang lain.
Langit yang memiliki kemampuan beladiri, bisa mendaratkan tubuhnya dengan baik. Dia juga menggunakan kakinya yang jenjang sebagai tumpuan saat mendarat di atap lift. Hanya saja lift kembali jatuh ke bawah karena goncangan saat Langit dan Almahira mendarat di sana.
"Aaaahk!" teriak Almahira begitu lift terjatuh makin ke bawah.
Langit yang masih memeluk Almahira, menundukan badan mereka. Sungguh ini diluar perhitunga dirinya.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.