Trio Kancil

Trio Kancil
#BINTANG 34


__ADS_3

     Bintang dan Ghazali memasuki Mall Mega, yang masih sepi karena baru jam sembilan pagi. Hanya ada para karyawan yang sedang beres-beres tokonya masing-masing. Ghazali masuk ke ruangan manager, yang kebetulan sudah mereka kenal.


"Oh, Nona Bintang dan Ghazali. Kenapa kalian ada di sini?" tanya sang manager.


"Kami butuh pakaian baru, tolong carikan yang cocok untuk kita berdua!" pinta Ghazali sambil menyerahkan kartu ATM miliknya.


"Baik, tunggu di sini dulu. Kalian sudah sarapan?" tanya manager itu sambil melihat ke arah Bintang yang makin terlihat sangat cantik hari ini.


"Tidak, kami sudah makan," tolak Ghazali sambil berdiri untuk menghalangi Bintang.


"Baiklah, aku akan segera kembali," kata manager itu dengan tersenyum ramah.


"Om, buat apa kita ganti baju di sini. Biarkan saja mereka mengikuti kita ke mansion Hakim. Di sana mereka tidak akan bisa masuk. Bahkan untuk masuk ke komplek perumahannya saja tidak akan bisa," kata Bintang sambil memainkan pensil yang ada di meja.


"Aku tidak suka ada yang mengganggu saat kita hanya berduaan, istriku," kata Ghazali sambil mencubit pipi chubby Bintang.


"Sampai kapan sich, Om akan memperlakukan aku seperti anak kecil?" tanya Bintang sambil cemberut.


"Sampai kamu bisa memberikan aku banyak anak," jawab Ghazali dengan senyuman menggodanya.


"Om ingin punya anak berapa?" tanya Bintang menatap Ghazali serius.


"Ya, nggak jauh dari Kak Al, deh." Ghazali mengedipkan matanya sebelah ke arah Bintang.


"Maksud Om, Bintang harus melahirkan enam anak?!" tanya Bintang dengan nada terkejut.


"Aku ingin punya banyak anak yang mirip kita berdua," kata Ghazali sambil membelai jilbab istrinya yang masih belia itu.


"Iya, tapi jangan enam anak ya? Kebanyakan," kata Bintang sambil menundukan kepalanya. Karena sekarang otaknya sudah berpikir ke arah yang suka dibicarakan oleh teman-temannya saat sekolah di Amerika dulu.


     Setelah berganti pakaian, Ghazali membawa Bintang menaiki mobil Ghazali  yang baru saja di tukar oleh salah satu tim keamanan Hakim. Kini tidak ada lagi yang mengikuti mereka. Karena mobil yang tadi mengikuti Ghazali kini sedang mengikuti orang yang salah. Ghazali sengaja mengerahkan orangnya untuk pergi ke luar kota yang punya tempat wisata yang indah. Agar dikira mereka langsung pergi berbulan madu.

__ADS_1


      Ghazali sudah tidak sabar ingin cepat-cepat sampai ke mansion miliknya. Agar bisa menghabiskan waktu berduaan dengan Bintang. Senyumnya terus mengembang dari keduanya, sampai mereka datang ke tempat tujuan.


"Om Ghaza!" teriak seorang anak laki-laki. Dia berlari ke arah Ghazali lalu memeluk kakinya.


"Raihan sedang apa kamu di sini?" tanya Ghazali kepada keponakannya itu.


"Aku akan tidur di sini, bersama Om!" kata bocah berumur empat tahun itu.


"Kenapa ingin tidur di sini bersama dengan Om? Ayah sama Bunda kamu, mana?" tanya Ghazali tidak terima malam pertamanya harus di ganggu oleh duo keponakannya itu.


"Tuh mereka lagi di taman belakang, bersama dengan yang lainnya," jawab Raihan.


"Bersama yang lainnya?" gumam Ghazali.


     Ghazali cepat-cepat datang ke taman yang ada di belakang bangunan mansion. Ternyata di sana sudah ada banyak orang sanak keluarganya. Ghazali kesal karena merasa telah jatuh ke dalam jebakan mereka. Orang yang Ghazali suruh untuk membawa mobilnya dan mobil yang mengikuti mereka sejak keluar dari rumah Alex, ada di sana.


"Hai Ghaza! ngapain kamu masih di sana! Ayo sini kita lagi buat barbeque!" teriak Fatih, dan ada Alex yang sedang mengacungkan tusukan dagingnya ke arah Ghazali.


"Kalian sudah menipuku!" kata Ghazali begitu sampai di dekat kakak dan papa mertuanya itu.


"Awas! Kalau kamu sampai curi start duluan!" ancam Alex sambil mengarahkan pisau daging ke arah Ghazali. Sedang Ghazali hanya bisa menelan air liurnya, saat melihat ancaman papa mertuanya itu.


     Sesuai hasil perundingan kemarin, pernikahan Bintang dan Ghazali akan dimajukan, tetapi Bintang dapat dibawa oleh Ghazali setelah acara resepsi yang akan digelar dua Minggu lagi.


     Ghazali hanya pasrah tidak jadi menghabiskan malam pertama di hari pernikahannya itu. Apalagi dou keponakan di tambah adiknya Bintang, Rain yang seumuran dengan Si Dou Rusuh. Nempel terus kepada Bintang, sehingga Ghazali tidak bisa bermesraan walau sebentar dengan istrinya itu.


"Oh, Baby. Kapan kita bisa berduaan saja tanpa ada yang mengganggu," bisik Ghazali kepada Bintang di sela-sela kegiatan mereka yang asik membuat barbeque.


"Nanti dua Minggu lagi. Sabar ya Om." Bintang mengelus dada suaminya itu.


      Acara mereka berlangsung sampai siang hari. Dilanjutkan dengan kumpul-kumpul bincang antar keluarga mereka. Kebanyakan mereka malah menggoda pasangan pengantin baru itu.

__ADS_1


*******


     Para Agen bayaran sedang mengadakan rapat atas keinginan klien mereka. Agenda mereka di rapat kali ini adalah untuk merencanakan misi yang sedang dijalani.


"Klien memberi kita informasi kalau target akan melangsungkan acara resepsi di Hotel Artemis." Agen S yang memimpin rapat kali ini, karena dia adalah pimpinan mereka.


"Hotel yang terkenal punya pengamanan yang ketat," kata Agen Z.


"Iya. Oleh karena itu kita harus sebisa mungkin menculik Si Target sebelum sampai hotel. Namun bila sudah terlanjur sampai hotel maka kita akan menggunakan cara kita seperti biasanya," kata Agen S.


"Kenapa target dengan bayaran tinggi selalu sulit ya?!" kata Agen X yang seperti tidak semangat mengikuti misi kali ini.


"Aku kira tadinya ini misi yang mudah karena hanya membuang seorang gadis ke tempat pengasingan. Ternyata dia bukan target biasa," timpal Agen Z sambil mengetuk-ngetukkan pisau belati miliknya di atas meja pertemuan itu.


"Katanya kemarin tikus yang dicoba untuk menculik nona muda itu, dengan mudah dapat diringkus oleh pengawalnya," ucap Agen V sambil mengepulkan asap rokoknya ke atas.


"Ternyata Si nona muda itu bukan gadis biasa. Dia menguasai ilmu bela diri dan bisa menggunakan pistol," tambah Agen Y yang berhasil mengetahui identitas Bintang yang sebenarnya.


"Jadi taktik apa yang akan kita gunakan untuk dapat menculik si nona muda ini?!" tanya Agen L, orang yang jarang bicara itu akhirnya buka suara.


"Kita akan menculiknya ketika dalam perjalanan ke hotel. Itu tugas untuk Agen Z dan Agen P. Bila gagal maka akan dilanjutkan dengan rencana kedua. Yaitu Agen V dan Agen M akan menyamar sebagai tim penata rias pengantin dan tim bagian konsumsi," terang Agen S.


"Agen Y, kamu bagian mengawasi keadaan situasi di sana. Agen X dan Agen L kalian berjaga di pelabuhan. Agen O dan Agen R kalian berjaga di bandara karena kita tidak tahu jalur mana yang akan kita ambil saat penculikan itu." Agen S menunjuk beberapa Agen yang sedang berkumpul di sana.


*******


Bukan hanya para agen itu yang sedang rapat. Alex dan Khalid juga sedang rapat dengan tim keamanan milik keluarga Hakim.


*******


Jangan lupa baca juga karya aku yang batu. Tentang kisah Mentari, Fatih, dan Zahra.

__ADS_1



__ADS_2