
Suzuki memanggil Nissan kemudian membisikan sesuatu. Nissan pun menganggukan kepalanya. Kemudian pergi setelah urusannya selesai.
"Anak-anak ayo kerjakan tugas kalian terus kumpulkan oleh ketua kelas dan simpan di meja aku di ruang guru.
"Baik, Nissan sensei!" teriak hampir semua murid. Nissan pun keluar ruangan kelas.
Langit pun dengan cepat mengerjakan tugas Matematika penuh semangat. Bila sudah selesai dia akan dengan santai bisa mengetahui apa yang sedang terjadi.
Diam-diam Langit memantau dan mendengarkan apa yang sedang dilakukan serta dibicarakan oleh Suzuki dan Nissan. Langit memasang earphone di sebelah telinganya.
"Suzuki san, ada apa?" tanya Nissan begitu mereka meninggalkan ruang kelas belajar.
"Kita harus menemui dulu Honda san!" ajak Suzuki dengan langkah lebar.
"Apa! Jadi Honda san sudah sadar dari komanya?" Nissan bertanya karena sangat terkejut saat baru mengetahui kalau atasannya sudah siuman.
"Iya, dan ini masih dirahasiakan dari orang lain," jawab Suzuki.
Langit masih mengawasi pergerakan mereka sampai mereka masuk ke dalam lift. Langit sengaja tidak memasukan kamera serangganya karena takut membuat curiga Suzuki dan Nissan. Mereka pasti akan merasa aneh saat melihat ada serangga yang ikut masuk ke dalam lift. Atau mereka akan merasa aneh jika ada serangga yang terus mengikuti mereka.
Langit akan mengincar saat mereka di rumah sakit saja. Maka dia langsung mengirimkan kamera pengawas jarak jauhnya. Sama kamera berbentuk serangga, hanya saja yang ini lebih diperkuat lagi sinyal dan kecepatan geraknya.
Serangga milik Langit langsung terbang ke rumah sakit tempat Honda di rawat. Tidak terlalu lama saat kamera serangga itu tiba di rumah sakit.
Langit pun menghack data komputer rumah sakit. Ingin tahu ruang inap tempat Honda dirawat. Ternyata sulit juga membobol data keamanan para pasien kelas VVIP. Dia baru bisa membobol data keamanan komputer utama milik rumah sakit. Disaat bersamaan terdengar suara Suzuki di bagian bagian administrasi dan menyapa orang di sana.
Langit pun dengan hati-hati menerbangkan kembali kamera serangganya, sebelum ketahuan Suzuki. Langit memasukan serangga itu ke ruang rawat Honda. Di sana terlihat kalau Honda sedang berbaring di atas kasur pasien.
Langit pun menempatkan kamera serangga di posisi yang strategis. Agar dia bisa mengawasi sekaligus mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan.
"Kawasaki kun, bisakah aku izin ke luar! Tugasku sudah selesai," Langit menyerahkan buku tugasnya kepada ketua kelas.
"Iya, boleh. Kamu mau mana? Apa tidak enak badan?" tanya Kawasaki saat Langit hendak menjauh darinya.
__ADS_1
"Aku rasa begitu," jawab Langit kemudian keluar kelas dengan membawa laptopnya.
Almahira yang mendengar pembicaraan antara Langit dan Kawasaki. Menjadi cemas dengan keadaan Langit. Dia juga rasanya ingin ikut dengan Langit. Melihat keadaan dia sekarang, dan bertanya apa yang sedang dirasakan olehnya.
*******
Langit masuk ke ruang kesehatan, di sana hanya ada satu perawat yang sedang bertugas. Langit meminta izin untuk istirahat di sana dengan alasan semalam kurang tidur karena mengerjakan tugas. Perawat itu pun mengizinkannya tapi hanya satu jam saja. Langit pun memasuki salah satu bilik kamar yang paling pojok.
*******
Langit melanjutkan lagi mengintainya terhadap guru-guru yang kini sudah memasuki ruang inap Kepala Sekolah. Dilihatnya Suzuki berdiri di samping kanan dan Nissan duduk di samping kiri brankar tempat Honda berbaring.
"Honda san, ada apa?" tanya Suzuki begitu melihat Honda membuka matanya.
"Hati-hati ada seorang agen yang ahli telah menyusup ke dalam sekolah. Aku tidak tahu siapa? Pada saat itu dia memakai baju hitam-hitam dan memakai penutup wajah dan kepala. Hanya saja gerakan dia sangat gesit sampai-sampai aku tidak sadar dengan apa yang sudah dia lakukan kepadaku."
"Berapa orang yang mendatangi anda saat itu?" tanya Suzuki lagi penuh penasaran.
"Anehnya, semua cctv yang menuju ruang Kepala Sekolah tidak ada yang aneh," jawab Suzuki semakin penasaran.
"Apa!" Nissan terkejut saat mendengar perkataan Suzuki. "Bagaimana bisa?"
Suzuki hanya mengangkat kedua bahunya, "itu yang didapat oleh tim keamanan."
Honda juga merasa ada yang aneh dengan dirinya. Dia tidak ingat apa yang sudah terjadi pada dirinya. Dia tahu-tahu sudah berada di rumah sakit. Katanya dia kemarin koma akibat dari luka di kepalanya. Dia tidak tahu bagaimana sampai bisa terluka seperti itu. Dalam ingatannya dia sedang menunggu Langit karena ada yang mau dibicarakan dengannya. Namun begitu selesai menutup telepon, ada dua orang masuk ke ruang kerjanya. Hanya sampai situ saja yang bisa dia ingat. Terlalu beresiko kalau Langit ketahuan sebagai agen yang sedang menjalankan misi.
"Ada apa Honda san?" tanya Nissan dengan pandangan khawatirnya.
"Tidak ada apa-apa," jawab Honda pelan.
Honda berpikir kalau dirinya harus waspada juga terhadap orang-orang disekitarnya. Dia tidak tahu siapa musuh sebenarnya dan dalang di balik semua kejadian di sekolah.
Hanya satu orang yang bisa dipercaya olehnya, yaitu Langit. Sebenarnya dia ingin menghubungi murid gadungan itu. Namun, dia tidak bisa menyuruh orang lain, hanya dia yang boleh menghubunginya langsung.
__ADS_1
"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Suzuki karena melihat Honda seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Tidak ada hanya saja saya ingin istirahat lagi. Titip murid-murid di sekolahan. Jangan sampai suatu insiden terjadi lagi. Perketat keamanan!" Perintah Honda kepada Suzuki dan Nissan.
"Apa perlu aku turunkan anak buahku?" tanya Nissan sambil tersenyum.
"Kamu jangan berbuat gila! Mau memasukkan para Yakuza ke lingkungan sekolah," Suzuki memandang kesal ke arah Nissan.
"Siapa tahu, nanti pelakunya bakalan cepat ketemu," kata Nissan sambil mengacungkan dua jarinya dan senyum lebar di wajahnya.
"Sudah kita keluar biarkan Honda san beristirahat!" ajak Suzuki sambil berjalan, "kami pamit, Honda san."
"Iya, kalian juga hati-hati."
"Iya," jawab Suzuki dan Nissan bersamaan.
"Hei jangan lupa, calon istri kamu juga dari keluarga Yakuza!" Nissan tertawa terbahak begitu menutupkan pintu kamar inap Honda.
Kini tinggal Honda sendiri di ruangan itu. "Bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan Langit sama, ya?" Honda bermonolog tapi bisa kedengaran oleh Langit.
Langit pun yang sedang berada di ruang kesehatan, langsung kembali lagi begitu dia selesai melaksanakan tugasnya. Bahkan kamera serangga yang tadi dipakai untuk mengintai pun sudah kembali kepadanya.
Kini Langit akan mempersiapkan dirinya untuk menyusup ke rumah sakit. Tepatnya ke kamar tempat Honda di rawat. Honda ingin bertemu dengannya pasti ada sesuatu yang sangat penting. Serta hanya dia yang boleh tahu itu.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
*******
__ADS_1