Trio Kancil

Trio Kancil
Season 2 #chapter 1


__ADS_3

**Eman bulan kemudian**…


    Kini Si Trio Kancil akan menikmati liburan terakhirnya di Indonesia bersama teman - temannya. Karena rencananya mereka akan melanjutkan sekolahnya di Amerika. Alex akan memboyong seluruh keluarganya pindah ke Amerika.


" Ma, mana peralatan kemping milikku?" Tanya Bintang pada Cantika yang sedang menyiapkan sarapan.


" Bukannya kemarin kamu yang telah membereskannya sendiri." Jawab Cantika sambil menghampiri anak perempuannya.


" Kemarin disimpan disini!" Tunjuk Bintang pada sebuah sofa diruang keluarga.


" Coba ingat-ingat lagi, mungkin kamu lupa."


    Bintang terdiam sedang berpikir, mencoba mengingatnya kejadian hari kemarin. Tapi dia benar-benar nggak ingat dimana dia menyimpan tas perbekalannya. Akhirnya Bintang hanya menggelengkan kepalanya.


" Ada apa, Honey?" Tanya Alex begitu melihat Bintang dan Cantika di ruang keluarganya.


" Bintang lupa naruh ransel yang akan dibawanya untuk kemping nanti." Jawab Cantika.


" Tas ransel yang berwarna merah?" Tanya Alex ragu - ragu.


" Iya, Pah. Apa Papa tahu tas itu ada dimana?" Bintang merasa ada harapan untuk menemukan tas ransel miliknya.


" Bukanya kemarin sore kalian sudah memasukkannya kedalam mobil!" Kata Alex memberitahu Bintang.


" Ah, iya. Bintang lupa, kalau tasnya sudah dimasukan ke dalam mobil." Pekik Bintang dan dia tersenyum malu.


" Huh, ya sudah kita sarapan dulu. Keburu siang, nanti teman - teman kalian lama menunggu." Ajak Cantika.


" Angkasa dan Langit kenapa belum turun juga?" Cantika tidak melihat kedua anak lelakinya di meja makan.


Tok….!


Tok….!


" Angkasa…. Langit…. Ayo sarapan dulu. Nanti keburu siang!" Teriak Cantika dibalik pintu kamar anaknya.


" Hehe…. Maaf Mah, kesiangan. Barusan tidur lagi karena masih ngantuk." Kata Angkasa sambil tersenyum merasa bersalah.


" Mana Langit?" Tanya Cantika.


" Langit disini Mah!" Jawab Langit muncul di belakang Angkasa.


" Sudah, ayo sarapan." Cantika dan kedua anaknya turun menuju meja makan.


*******


     Disekolah Trio Kancil sudah banyak murid yang datang. Murid - murid yang ikut kemping di pinggiran hutan lindung, hanya murid - murid yang telah naik ke kelas tiga dan kelas empat.


    Angkasa menggendong tas ranselnya yang berwarna hitam. Sedangkan tas ransel milik Langit berwarna biru. Tas ransel itu berisi perlengkapan apa saja yang diminta oleh guru mereka, saat pergi kemping nanti. Dan tentu saja Si Trio Kancil membawa peralatan lainnya yaitu barang buatan Grandpa dan Papanya.

__ADS_1


" Anak - anak hati-hati, ya disana. Jangan suka keluyuran sendiri, harus selalu bersama - sama teman kalian." Cantika menasehati anak - anaknya.


" Iya, Mah!" Jawab ketiganya serempak.


" Papa…. Mama…. Kita pergi dulu!" Ketiganya mencium tangan kedua orang tuanya dengan takzim.


    Ketiganya menaiki bus wisata yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Alex dan Cantika juga sudah menitipkan anak - anaknya kepada guru mereka.


     Cantika dan orang tua murid lainnya menunggu sampai bus wisata itu meninggalkan halaman sekolah. Hati Cantika sejak kemarin sebenarnya tak menentu. Walau mencoba selalu berpikiran positif untuk menghilangkan rasa was - wasnya itu.


" Sayang, entah kenapa hati aku merasa tidak tenang sejak kemarin. Mudah - mudahan mereka semua selamat dan bisa pulang kembali lagi kerumah." Cantika mengungkapkan apa yang ada di hati dan pikirannya.


" Kita do'akan buat keselamatan dan kebahagiaan mereka." Alex memeluk Cantika mencoba memberi ketenangan pada istrinya itu.


" Honey sebaiknya kamu jangan terlalu banyak pikiran yang tidak - tidak."


" Ingat masih ada anak kita harus dijaga disini." Alex memegang perut Cantika.


" Iya, Sayang. Kadang aku lupa kalau lagi hamil." Cantika tersenyum malu.


" Ayo kita pulang, mumpung lagi nggak ada anak - anak." Alex tersenyum jahil pada Cantika. Dan dibalas cubitan di perut sixpack milik Alex.


     Kini Cantika sedang hamil dua bulan, baru Minggu kemarin dirinya tahu kalau lagi hamil. Saat dia sedang membereskan lemari pakaiannya, ternyata pembalutnya masih utuh. Maka Cantika melakukan tes menggunakan test pack dan hasilnya dua garis. Maka untuk memastikannya Cantika dan Alex pergi ke dokter kandungan. Dan hasilnya Cantika sedang hamil lima Minggu. Tentu saja kabar itu membahagiakan seluruh keluarga besarnya. Berita kehamilan ini sangat ditunggu oleh Arthur. Dan betapa bahagianya dia saat mendengar kabar akan mendapatkan cucu lagi.


*******


     Sementara anak - anak yang berada di dalam bus, kini sedang bernyanyi bahagia. Dengan suaranya yang khas anak - anak, mereka bernyanyi dengan penuh semangat.


" Langit apa kamu bawa peralatan yang diberikan oleh Grandpa?" Tanya Angkasa.


" Pasti dibawa dong. Masa kita liburan di hutan tidak akan menjelajah isinya," bisik Langit pada saudara kembarnya itu.


" Tapi nanti jangan jauh - jauh, ya." Kata Langit kembali.


     Angkasa dan Langit yang duduk di kursi yang bersisian sedang membicarakan rencana apa saja yang akan dilakukannya saat disana.


     Cuaca yang sangat cerah mendukung kegiatan wisata anak - anak sekolah itu. Ditambah kondisi jalan yang kondusif lancar dan aman.


     Saat akan memasuki daerah perbukitan, bus berjalan sengaja diperlambat. Agar anak - anak bisa melihat pemandangan di luar.


" Lihat ada laut!" Teriak Bintang, dan memancing teman - teman yang lainnya.


" Mana?"


" Iya ada laut!"


" Sangat indah bila dilihat dari sini!"


" Tapi kita tidak akan pergi ke laut," 

__ADS_1


" Yah, benar juga. Gara - gara lihat laut jadi ingin berenang."


     Seperti itulah reaksi teman - temannya Bintang saat mereka melihat lautan yang berwarna biru.


" Bu Guru, kapan - kapan kita pergi ke laut, ya!" Teriak salah seorang murid laki - laki.


" Iya, kalau ada waktu dan umur. Liburan nanti kita pergi ke laut." Kata Guru yang menjadi pendamping anak - anak. 


     Memasuki puncak banyak kendaraan yang hilir mudik.


" Duar….!!!"


" Brak….!!!"


" Boom….!!!"


" Jegger….!!!"


" Ckiiit….!!!"


    Terdengar bunyi yang memekakkan telinga yang saling beradu, dan bergantian dengan suara dentuman yang keras.


" Ada apa?" 


" Apa yang sedang terjadi!"


     Para guru bertanya dan melihat situasi di luar. Suara ledakan dan dentuman masih saling bersahutan. Bus pun menghentikan lajunya.


" Bintang!" Teriak Angkasa dan menarik saudara perempuannya itu. Mereka bertiga duduk di kursi dekat palang besi di bagian belakang bus.


" Awas….!!!" 


     Teriak Langit saat melihat ada truk yang berukuran besar melaju ke arah bus mereka. Namun naas tabrakan tak dapat dihindari lagi. Bus yang sedang berada di sisi jurang ikut terjatuh bersama truk tadi.


" Tiarap…!!!"


" Pegangan yang kuat pada kaki kursi kalian!" Teriak Angkasa pada semua orang yang ada di dalam bus itu.


     Bus wisata terguling beberapa kali saat jatuh ke bawah jurang. Angkasa tangannya sebelah memeluk Bintang sangat kuat. Dan sebelahnya lagi berpegangan kuat pada tiang besi.


    Suara jeritan penumpang Bus dan suara benturan Bus yang menghantam tanah saling menyatu.


" Aaaaaakh….!!!"


" Brak…. Brak…. Brak….!!!"


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN , VOTE NYA.

__ADS_1


KASIH BINTANG LIMA JUGA YA.


TERIMA KASIH.


__ADS_2