Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 49


__ADS_3

     Langit dan Kawasaki Kenzo janjian mau ngedate bareng dengan membawa pasangannya masing-masing. Ada taman hiburan baru milik Kawasaki Group, yang baru dibuka. Tentu saja mereka bisa merasakan semua wahana permainan dengan fasilitas mewah dan layanan nomor satu.


     Almahira dan Matsumoto Hana sangat antusias menerima ajakan ini. Apalagi mereka bermain dan mengabiskan waktu sama pasangan. Ternyata Hikari juga merengek ingin ikut juga. Jadinya, Suzuki Hoshi mau tidak mau ikut acara ngedate bareng.


     Hari Sabtu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Hari ini adalah pembukaan jadinya pasti ramai pengunjung yang ingin tahu dan merasakan taman hiburan yang dirancang dengan mewah dan pelayanan khusus. Para pengunjung bebas memilih mau menaiki wahana apa saja. Saat masuk ke gerbang, alat sensor akan berbunyi jika terdeteksi benda berbahaya. 


     Selain wahana yang berbagai macam jenisnya. Ada juga bagian kolam renang yang di rancang seperti laut sungguhan. Jadi pengunjung berasa sedang berenang di pantai dan laut. Aquarium raksasa juga ada, seakan-akan kita sedang hidup di dalam laut, jenis berbagai macam ikan laut ada di sana. Bahkan area kutub atau gurun pasir pun ada. Hutan hujan tropis dibuat semirip mungkin.


     Disediakan juga beberapa hotel berbintang lima di sana. Restoran Asia, Eropa, Timur Tengah, atau Amerika Latin ada di sediakan. Bahkan pengunjung pun bisa nge-booking hotel maksimal selama satu bulan. Tempat ini juga bisa dijadikan tempat tujuan honeymoon, bagi pasangan pengantin baru.


    Ketiga pasangan itu benar-benar menghabiskan seharian itu di sana. Bahkan Kawasaki Kenzo menyarankan mereka menginap di hotel, agar besok bisa melanjutkan lagi ke wahana yang belum sempat terjelajahi.


     Pasangan Kawasaki Kenzo dan Matsumoto Hana, sudah pasti akan menghabiskan malam itu di salah satu hotel bintang lima dengan fasilitas super. Hikari merengek lagi pada Suzuki. Apalagi malam itu Kawasaki Kenzo menawarkan secara gratis untuk menikmati fasilitas mewah itu.


    Almahira dan Langit ragu-ragu, apalagi besok siang mereka akan mengunjungi rumah Rafli dan Kartini. Sehingga Langit menolaknya. Dikarenakan Langit dan Almahira tidak menginap di sana. Maka, Hikari dan Suzuki pun tidak jadi menginap di sana.


*******


"Ah ... gagal mau menghabiskan malam Minggu dengan Hoshi kun!" Hikari menggerutu karena dia mengharapkan bisa bermalam di sana.


"Kapan-kapan kita bisa menginap di sana sepuasnya kamu," kata Suzuki sambil mengacak-acak rambut Hikari. Si empu hanya bisa berteriak marah-marah karena rambutnya jadi berantakan.


"Benar? Jangan bohong!" Hikari meminta kepastian.


"Iya, setelah menikah. Kita honeymoon di sana," jawab Suzuki dan malah direspon oleh Hikari dengan mencebik.


    Langit dan Almahira yang duduk di kursi belakang hanya tersenyum melihat tingkah Hikari. Mata Langit menangkap pergerakan yang aneh dari mobil di belakang mereka.


"Suzuki san, ambil jalan memutar!" perintah Langit, mendadak.


"Ada apa Langit sama?" tanya Suzuki Hoshi belum tahu kondisinya.


"Ada mobil aneh yang mengikuti kita." Langit menengok ke arah belakang.

__ADS_1


     Suzuki pun mengikuti arahan Langit. Kini posisi Hikari pindah ke belakang Langit pindah ke depan. Ternyata bukan hanya satu mobil yang mengincar mereka. Melainkan ada empat mobil.


     Untungnya kemampuan menyupir Suzuki, bisa diandalkan. Mereka kejar-kejaran di atas kecepatan maksimal berkendara. Kali ini mereka bukan lagi berjalan menuju arah jalan pulang. Jalan menuju rumah Shin Kishimoto di barikade sehingga Suzuki tidak bisa menerobosnya. Ditambah setiap dia berhasil lolos dari kejaran mobil di belakang, akan ada mobil baru yang mengejar mereka.


"Sebenarnya, siapa mereka?" tanya Langit dengan kesal karena sekarang sudah ada lima mobil yang memepet mereka sehingga sulit lolos di depan ada satu mobil samping kanan dan kiri, kemudian di belakang ada dua.


"Mereka Yakuza dari kelompok Taiga!" teriak Hikari.


"Apa mereka Yakuza saingan ayahmu?" tanya Almahira.


"Iya. Kelompok Yakuza Taiga itu saingan kelompok Yakuza Tora," jawab Hikari.


"Ah! Si al!" umpat Suzuki karena kini mereka sudah dikepung dan mau tidak mau mobil mereka saling beradu. Seandainya dia sendirian yang menaiki mobil itu, maka dia tidak akan segan-segan membenturkan mobilnya ke mobil lawan.


     Akhirnya mobil Suzuki yang sudah penyok bagian sisi-sisinya, mau tidak mau harus memelankan lajunya. Saat mobil depan menahan lajunya dan mobil belakang mendorongnya.


     Langit yang sejak tadi sudah mengirim sinyal darurat dan minta bantuan kepada Akira. Namun, belum nampak bala bantuan akan datang.


"Sayang, kamu bawa ini, ya! Masih ingatkan cara menggunakannya?" Langit memberikan satu pucuk pistol dan satu boks kecil peluru bius.


"Iya. Aku sudah bisa menggunakannya," jawab Almahira sambil menerima pistol itu.


     Sedangkan Langit membawa dua pistol dibalik jaket dan punggungnya. Pistol buatan Mazda dan satu lagi pistol buatan dirinya.


*******


     Langit dan Suzuki melancarkan tembakan ke arah musuh. Mereka sengaja memicu agar musuh juga dengan gencar menembakan pelurunya, agar cepat habis. Langit menembak ban mobil lawan sehingga kehilangan kendali akhirnya saling adu satu sama lain.


     Sedangkan Suzuki tangan sebelah menyetir dan sebelah lagi menembak. Akhirnya Hikari maju ke depan mengambil alih kemudi karena Suzuki kewalahan.


     Diluar dugaan mereka kalau jalanan sudah dibarikade, oleh kelompok Yakuza Taiga. Hikari pun menghentikan lajunya, jadinya mobil mereka mundur. Namun, salah seorang dari mereka menembak ban mobil Suzuki. Untungnya Hikari bisa mengendalikan, meski akhirnya mobil itu berhenti dan dikepung oleh ratusan orang.


"Apa kalian sudah siap!" Suzuki melihat arah Langit kemudian Almahira.

__ADS_1


"Iya, sudah siap!" kata Langit dan Almahira bersamaan.


"Ya Allah, selamatkan hamba-Mu yang lemah ini. Aku dan istriku belum menyempurnakan kewajiban suami istri. Bila, selamat dari sini aku nggak akan menundanya lagi." Langit bergumam dalam hati, meratapi nasibnya yang belum juga merasakan indahnya surga dunia, seperti yang dikatakan oleh Ghazali dulu. Meski dirinya sudah lama nikah.


"Hoshi kun, jangan mati! Aku tidak mau kehilangan kamu." Hikari menakup wajah Suzuki Hoshi, kemudian mencium semua wajahnya.


"Justru, aku yang harus bilang itu kepadamu. Jangan sampai mati atau aku akan gila karena tidak bisa bersamamu," bisik Suzuki sebelum mencium bibir tunangannya yang sudah jadi candu bagi dia.


"Aku juga pasti akan begitu." Hikari membalasnya setelah pagutannya terlepas.


Langit dan Almahira tidak melakukan hal seperti itu. Hanya saja Langit membisikan sesuatu kepada Almahira, dan membuat pipinya langsung merah merona. Sedangkan, bibirnya tersenyum ditahan karena malu-malu tapi mau.



Langit dan Suzuki keluar dari mobil dan menjadikan pintu sebagai perisai dari serangan tembakan lawan.


*******


Apakah bantuan akan datang?


Bagaimana dengan keselamatan mereka berempat?


Siapakah orang yang sudah menembak ban mobil Suzuki?


Tunggu kelanjutannya ya.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2