
Langit sudah menyusun rencana untuk penyusupan ke rumah sakit. Kini tinggal menunggu waktu untuk dia beraksi saja. Sebab jam pelajaran belum selesai, ditambah dia juga harus mengerjakan tugas kelompoknya setelah pulang sekolah.
Langit memandangi Almahira yang duduk di samping depannya. Dia nggak pernah menyangka kalau gadis berhijab itu memiliki banyak kelebihan. Dari hasil pengamatannya sendiri dan informasi yang di dapat dari Hikari, melalui pesan lewat email.
Langit juga dapat merasakan kalau Almahira itu menyukai dirinya. Dari cara dia menatapnya, malu-malu saat ditatap balik, yang mudah merona wajahnya digoda olehnya. Bahkan Hikari lebih blak-blakan dalam memberikan penilaian dan pengamatannya terhadap Almahira. Serta memaksa dia untuk mengakui perasaannya terhadap Langit.
Saat ini sedang pelajaran Suzuki, Langit pun memperhatikannya dengan seksama. Suzuki termasuk laki-laki genius yang di usia sembilan belas tahun sudah memiliki gelar master. Hanya saja dia tidak mau menjadi seorang profesor. Bahkan dia bercita-cita ingin menjadi guru TK. Namun gagal karena muka dia yang datar dan terkesan dingin. Banyak sekolah yang menolaknya.
*******
Setelah jam pelajaran habis dan kelas bubar. Langit dan Kawasaki menuju ke ruang laboratorium untuk melaksanakan tugas kelompok. Ruang laboratorium di Academy Matsumoto, ada lebih dari tiga puluh ruangan. Tiap tingkatan di beri sepuluh ruangan laboratorium. Sementara laboratorium bahasa memiliki lima ruangan dan itu dipakai semua tingkatan.
"Langit kun, kita masuk ke ruang laboratorium ini!" Kawasaki masuk ke ruang laboratorium nomor lima.
Langit pun mengikuti Kawasaki memasuki ruangan itu. Ternyata ada beberapa murid kelas lain juga yang sedang mengerjakan tugas kelompok mereka. Langit satu kelompok dengan Kawasaki dan tiga teman laki-laki lainnya.
Kelompok mereka berencana membuat sebuah robot yang bisa mencari benda atau objek yang jatuh ke dalam sela-sela ruang sempit. Sehingga kesulitan karena harus menggeser meja atau kursi.
Padahal Langit sudah bisa sampai tahap membuat robot yang bisa membantu pemadam kebakaran, saat mengevakuasi korbannya. Mencari dan mendeteksi para korban yang terjebak di dalam kebakaran itu.
Namun Langit harus menyesuaikan dirinya dengan teman-temannya. Dia tidak boleh terlalu menonjol dalam hal pelajaran. Setidaknya jangan menjadi murid nomor satu sampai sepuluh, itu yang dikatakan oleh Akira saat Langit akan sekolah disini, dulu.
"Langit kun, bisakah kamu merangkaikan kabel-kabel ini, aku akan merangkai yang sebelahnya lagi." Kawasaki menyerahkan kabel-kabel yang berwarna-warni itu.
"Baiklah Kawasaki kun, aku akan mencobanya," kata Langit.
Sementara ketiga temannya yang lain, merangkai bagian luar untuk robot mereka. Kelimanya kompak membuat robot itu.
Pandangan Langit teralihkan kepada sekelompok orang yang membuat robot mirip manusia. Bahkan segalanya mirip, dari warna kulit luarnya, rambut dan bulunya.
"Lihat! Mereka membuat sesuatu yang sangat fantastis," kata Langit sambil menunjuk ke arah sekelompok murid di pojokan.
"Oh mereka kan anak-anak genius tekenal sampai ke luar negeri!" Kata salah seorang teman Langit.
__ADS_1
"Kelompok mereka buat robot manusia versi laki-laki," kata Langit dan di iyakan oleh Kawasaki.
"Versi perempuan di buat oleh kelompok itu!" Tunjuk salah seorang dari teman Langit, ke arah sekelompok murid perempuan.
"Lovely," gumam Langit saat melihat salah seorang dari kumpulan para murid perempuan di sana.
"Apa kamu berbicara sesuatu?" tanya Kawasaki.
"Tidak. Hanya saja aku penasaran dengan kelompok murid laki-laki yang membuat robot manusia itu," kata Langit. "Siapa saja mereka?"
"Kelima orang itu adalah Yamaha kun, Mitsubishi kun, Hino kun, Subaru kun, dan Daihatsu kun," jawab Kawasaki sambil menunjuk satu persatu para murid itu.
"Jadi dia juga bermarga Mitsubishi?" tunjuk Langit ke arah murid laki-laki yang sedang mencoba menggerakkan tangan robotnya.
"Iya dia Mitsubishi Dai kembarannya Mitsubishi Akai," jawab Kawasaki.
"Oh jadi mereka itu kembar? Bukan kembar identik, ya!" Langit menggangguk-anggukan kepalanya.
"Apa kamu tahu, keluarga Mitsubishi itu pasti terlahir punya kembaran. Tidak ada yang tidak kembar. Sejarah mencatat keluarga unik itu dari seratus tahun yang lalu, dan pastinya mereka itu keluarga kaya raya," Kawasaki kalau lagi kumat dia nggak akan kalah sama perempuan kalau sedang bergosip.
Karena robot yang dibuat kelompok Langit susunannya sederhana, tiga hari pun selesai untuk merangkaikannya saja. Untuk memulai semuanya dari awal, mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sekitar empat sampai lima bulan, waktu yang mereka perlukan untuk membuatnya. Sedangkan para murid anak genius butuh tiga bulan untuk menyelesaikan pembuatannya.
*******
Langit pun sepulang dari laboratorium. Pergi menyelinap ke ruang rawat inap Honda. Dia menyamar menjadi seorang perawat. Kebetulan hanya ada baju perawat itu di bagian laundry. Secara luwes dan tanpa canggung, Langit memasuki ruang inap yang dijaga ketat di depan pintunya. Ada dua orang penjaga, yang suka jaga bergantian. Selama dua puluh empat jam nonstop.
Setelah Langit menunjukan tanda pengenalnya kepada penjaga. Dia memasuki ruang itu, dan melihat Honda sedang berbaring sambil menatapnya. Maka Langit berjalan dengan pelan, berusaha tidak membuat kegaduhan. Dia tahu ruangan itu ada kamera pengawasannya. Honda begitu terkejut saat pemuda yang kini berada di depannya adalah Langit. Orang yang sedang ditunggu-tunggu kedatangannya.
Langit yang pura-pura menjadi seorang perawat. Di sedikit tahu tentang ilmu kedokteran karena Angkasa menekuni dunia medis. Langit pun mengecek tensi darah Honda. Selagi itu dia berbicara dengan Honda.
"Honda san, sebenarnya apa yang terjadi pada hari itu?" tanya Langit sambil mengambil posisi membelakangi kamera pengawas.
"Aku tidak begitu ingat semuanya. Seakan-akan ingatanku telah dihapus. Ingatan terakhirku adalah ada dua orang masuk, begitu aku selesai bicara denganmu," kata Honda masih dalam keadaan lemah.
__ADS_1
Langit pun memperhatikan raut wajah Honda, yang terasa aneh menurutnya. Kemudian dia memeriksa pupil Honda yang tidak bisa fokus lebih dari lima detik.
"Apa anda merasa ada yang aneh pada tubuh anda, Honda san?" tanya Langit sambil memeriksa denyut nadi di leher dan pergelangan tangannya.
"Aku … tidak yakin dengan apa yang aku rasakan sekarang," jawabnya dengan ragu-ragu.
"Kenapa?" Langit kembali memperhatikan keadaan Kepala Sekolah Academy Matsumoto itu.
"Karena lidahku terasa mati rasa, dan aku merasa selalu berhalusinasi," jawabnya lagi.
"Apa dokter bilang sesuatu tentang kondisi tubuh anda?" tanya Langit kemudian dia mengedarkan penglihatannya ke segala penjuru ruangan itu.
"Tidak. Kenapa?" Honda merasakan was-was hatinya.
"Aku bukan ahli dalam ilmu kedokteran atau psikolog. Hanya saja aku merasa ada yang sengaja berbuat begini kepada anda. Mungkin saja tujuan orang itu ingin membuat anda menjadi gila. Dengan halusinasi yang dirasa nyata oleh anda, Honda san." Langit memperhatikan ekspresi Honda, yang begitu terkejut.
"Ahk … kamu harus cari orang yang bernama Manza sama. Dia orang jenius yang bersembunyi dari dunia karena tidak mau otaknya di manfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab." Honda mengingat seseorang yang selalu bisa mengobati banyak penyakit.
"Dimana dia berada sekarang?" tanya Langit dengan penasaran.
Honda memberikan isyarat mata kepada Langit, kemudian membisikan sesuatu ke telinga Langit, dan ditanggapi anggukan olehnya.
"Langit sama, ada ruang rahasia dibalik kamar mandi, di ruang kepala sekolah. Di sana ada beberapa catatan penting mengenai Academy Matsumoto. Menyusup 'lah kesana, saat malam hari!" Perintah Honda kepada Langit.
"Maka kamu akan mengetahui segala rahasia Academy Matsumoto. Kemudian carilah orang-orang yang telah membunuh para profesor itu," kata Honda dengan napas yang berat.
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
__ADS_1
*******