Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 47


__ADS_3

     Angkasa sudah dipindahkan ke ruang ICU, dia mengalami koma. Luka di kepala dan tulang rusuk mengalami patah. Gumpalan darah yang ada di kepala berhasil dikeluarkan, begitu juga dengan gumpalan darah di bahunya.


     Bintang terus menangis dan menghubungi Ghazali, meminta rekomendasi dokter terhebat yang bisa mengobati Angkasa agar bisa cepat sembuh. Berbeda dengan Langit yang langsung menghubungi orang tuanya dan memberitahu apa yang sudah terjadi pada Angkasa.


     Alex pun langsung datang ke rumah sakit tempat Angkasa di rawat, begitu sampai di bandara. Tadinya Alex hanya ingin mengunjungi Perancis untuk membawa dokumen milik Helsinki. Namun, tadi Jonathan memberi tahu keadaan Angkasa. Jadinya, dia datang ke Italia untuk memeriksa keadaan Angkasa.


     Alex pun memutuskan akan membawa Angkasa kembali ke Amerika, untuk mendapat perawatan intensif di rumah sakitnya. Paris belum tahu keadaan Angkasa saat ini karena tidak ada satu orang pun yang memberi tahunya.


      Bintang dan Langit pun ikut pulang ke Amerika sedangkan Athena dan Akira mengurus jenazah San Marino.


     Peter meminta Madina untuk mengundurkan acara pernikahan mereka sampai Angkasa sehat. Peter ingin pernikahannya disaksikan oleh tuan yang dia layani dari dulu. Madina pun bersedia dan akan mengunggu sampai waktu itu.


******


     Paris yang masih shock atas penculikan terhadap Chelsea. Kini memeluk erat tubuh bayi yang berumur satu tahun lebih sedikit, seolah takut akan ada yang membawanya lagi.


    Chelsea pun diam dalam pelukan Paris, dia tidak merasa terganggu dengan pelukan itu. Justru Chelsea malah membalas pelukan Paris. Ada beberapa orang yang menjaga di setiap sudut lantai rumah. Isabella memerintahkan anak buahnya untuk berjaga-jaga dari serangan lawan atau musuh kelompok mereka.


    Paris pun menanyakan keadaan Angkasa dan saudara-saudaranya kepada Isabella, tetapi dia tidak tahu apa yang sudah terjadi di markas kelompok Red Dragon. Isabella meminta Paris untuk menunggu kabar dari Jonathan atau anak buah yang lainnya.


"Isabella, aku merasa sangat resah saat ini. Apa tidak ada kabar dari Angkasa atau dari Bintang dan Langit?" tanya Paris lagi kepada Isabella yang sedang meninabobokan anaknya.


"Iya. Kalau mereka tidak menghubungi kamu, berarti mereka sedang sibuk," jawab Isabella.


"Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," gumam Paris dan dia pun berdoa dalam hati untuk keselamatan semuanya.


******


     Paris baru tahu kondisi Angkasa keesokan harinya, saat Jonathan memberi tahu kalau Angkasa sudah selamat mendarat di Amerika dan mendapat perawatan intensif di sana. Paris pun pingsan saat mengetahui kalau Angkasa masih dalam keadaan koma. 

__ADS_1


     Alex meminta Jonathan untuk mengantarkan Paris ke Amerika dengan menggunakan jet pribadinya. Jonathan dan Isabella akhirnya yang mengantarkan Paris ke Amerika.


******


      Kepulangan Paris di sambut oleh Cantika di bandara. Paris yang terus menangis semenjak dari Italia, menumpahkan perasaan dia kepada mama mertuanya.


     Paris pun meminta langsung ke rumah sakit tempat Angkasa dirawat. Dokter tidak mengizinkan satu orang pun untuk mendekati Angkasa, jadi hanya lewat dinding kaca mereka bisa melihnya.


     Paris pingsan kembali saat melihat kondisi Angkasa saat ini. Cantika pun takut terjadi apa-apa kepada menantunya, langsung meminta kepada salah seorang dokter di sana untuk memeriksa kondisi kesehatan Paris.


"Bagaimana, dokter keadaan menantu saya?" tanya Cantika


"Dia baik-baik saja. Hanya perlu banyak istirahat," jawab dokter mengenai kondisi Paris.


     Cantika menjaga Paris di rumah sakit sedangkan Bintang mengasuh Chelsea dan Rain di mansion keluarga Andersson. Si kembar Shine dan Sky juga berada dalam pengawasan Langit.


     Alex dan Cantika terus berdiam menunggui Angkasa dan Paris. Apalagi keadaan Angkasa belum ada perubahan. Paris juga begitu siuman yang pertama kali ditanyakannya adalah Angkasa. Ada trauma bagi Paris, yaitu takut ditinggalkan oleh orang yang dicintai dan disayangi olehnya.


     Angkasa pun mulai sadar saat pagi harinya. Dia baru hanya bisa membuka mata dan masih belum bisa melakukan apapun. Cantika menangis lagi melihat putra sulungnya seperti itu. Paris bisa lebih tegar, hanya melihat Angkasa membuka matanya saja dia sudah senang.


"Darling, apa kamu bisa melihat aku?" tanya Paris dengan suaranya yang lembut.


     Angkasa mengedipkan matanya satu kali sebagai jawaban kalau dia bisa melihat Paris. Paris pun tersenyum senang mendapatkan jawaban itu.


"Angkasa apa kamu bisa menggerakkan tubuh kamu?" tanya Alex yang merasa aneh dengan kondisi Angkasa yang hanya diam saja.


     Angkasa mengedipkan matanya dua kali, bahwa dia tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Alex pun meminta dokter untuk memeriksa keadaan Angkasa lebih terperinci lagi. Kenapa Angkasa tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya?


     Dokter ahli syaraf pun didatangkan untuk mengobati Angkasa. Ternyata akibat dari banyaknya tulang-tulang yang patah menyebabkan ada urat yang terjepit. Bagian itu yang menjadi pengobatan diutamakan dulu. Untuk melihat apa nantinya Angkasa bisa menggerakkan tubuhnya lagi.

__ADS_1


******


     Satu bulan sudah Angkasa di rawat di rumah sakit, dia sudah bisa menggerakkan semua anggota badannya. Angkasa juga menjalani semua pengobatan dan terapi ditemani oleh Paris. Keduanya malah menikmati waktu bersama di rumah sakit.


"Honey, kapan kita bisa pulang? Aku sudah cepat-cepat ingin keluar dari sini." Angkasa memeluk tubuh Paris dari belakang.


"Tunggu perintah dari dokter dulu. Aku yakin kalau kamu sudah ingin pergi honeymoon, iya 'kan?" Paris memutarkan kepalanya ke arah Angkasa.


"Iya tentu saja. Kita bersenang-senang dan buat anak yang lebih lucu dari Chelsea dan Rania." Angkasa masih agak kesal karena Chelsea lebih memilih Bintang dan Ghazali dibanding dirinya.


"Darling, apa kamu masih kesal karena Chelsea bilang tidak rindu padamu tadi siang? Ayo 'lah jangan seperti ini, dia itu masih balita yang senang bermain bersama temannya. Di sana ada Rania dan itu membuatnya lupa pada kita." Paris mencubit pipi Angkasa.


"Pokoknya anak kita harus lebih lucu dari anaknya Om Fatih dan Tante Mentari. Aku ingin lihat apa Chelsea masih mau tinggal di sana atau ikut dengan kita?" Angkasa masih kesal ingat Bintang tertawa saat Chelsea menyuruh memilih ingin ikut siapa? Dan jawaban bocah balita itu adalah ikut Mommy Bintang dan Daddy Ghaza, juga mau tinggal di Indonesia karena ada Rania.


     Chelsea dan Rain dibawa oleh Bintang untuk tinggal di Indonesia sedangkan Shine dan Sky masih tinggal di Amerika karena mereka harus sekolah. Langit juga sudah kembali ke Jepang karena sudah sangat rindu dengan Almahira. Dia akan membawa Almahira untuk kuliah di Amerika. Langit juga akan segera menyelesaikan jenjang pendidikan S3 di Jepang yang baru ditempuh olehnya.


******


Bagaimana acara pernikahan Athena dan Akira?


Lalu pernikahan Madina dengan Peter?


Tunggu kelanjutannya ya.


Jangan lupa klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.


Dukung aku terus.


Terima kasih.

__ADS_1


     


__ADS_2