Trio Kancil

Trio Kancil
#LANGIT 10


__ADS_3

     Saat waktu istirahat, Langit memasuki sebuah ruang yang sering di gunakan untuk klub musik. Kebetulan sedang tidak di pakai hari ini. Dia mengeluarkan sebuah kamera pemantau berbentuk serangga. Benda itu bisa membantunya untuk mengawasi dan mencari tahu seluk beluk bangunan sekolah, tanpa di ketahui oleh orang lain.


     Layar laptopnya menampilkan sebuah ruangan menari yang ada di sebelahnya saat ini. Di sana ada murid yang sedang belajar menari balet. Tidak ada yang aneh di sana. Hanya beberapa murid perempuan dan laki-laki yang sedang berlatih untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tari balet tingkat nasional.


     Langit pun menggerakkan lagi serangga kameranya ke ruangan sebelahnya lagi. Ternyata ruangan itu milik klub drama. Banyak murid yang sedang latihan acting menangis, dan ada tiga orang yang diduga sebagai kakak pembinanya. Langit memperhatikan ada satu anak yang menarik perhatiannya. Dia adalah murid laki-laki yang kamar asramanya bersebelahan dengannya. Namanya adalah Mitsubishi, anaknya pendiam. Makanya Langit tidak menyangka, kalau dia ikutan klub drama. Bahkan sudah menjadi kakak pembina klub itu.


     Langit yang mempunyai daya ingat yang kuat, selalu menandai hal-hal aneh dan unik menurutnya. Makanya dia menandai murid yang bernama Mitsubishi itu. Dia ingin tahu apa ada hubungannya dengan Profesor Mitsubishi kenalannya. Setahu Langit, Profesor itu tidak punya anak laki-laki, selain anak sulungnya yang meninggal beberapa bulan yang lalu.


    Langit pun kembali menggerakkan kemera serangga itu ke ruang disampingnya lagi. Langit sangat senang karena itu ruang klub kebudayaan Jepang. Ada Almahira dan Hana sedang mengajarkan cara membuat teh, kepada adik kelasnya. Langit malah asik memperhatikan Almahira yang begitu anggun gerakannya ketika menuangkan teh ke dalam gelas yang berukuran kecil.


     Namun kini perhatiannya teralihkan kepada salah seorang temannya Almahira yang sedang berbicara dengannya. Langit yakin dia pernah melihat murid perempuan campuran itu. Dulu dia mengaku bernama Lovely saat pertemuannya di Eropa beberapa bulan yang lalu.


"Gawat, bagaimana kalau dia mengingat aku!" Langit menepuk jidatnya.               


      Pertemuannya dengan Lovely sungguh tidak menyenangkan baginya. Dia salah sasaran dikira dirinya adalah Angkasa yang pernah menolongnya. Bahkan dia wanita yang tidak tahu malu, berani telanjang di hadapannya. Sehingga membuat dirinya berteriak memanggil Bintang. Untuk mengusirnya dari kamar hotelnya.


"Mudah-mudahan saja dia lupa sama aku. Dia juga tahunya Bintang sebagai kekasih aku," kata Langit.


     Kejadian itu terjadi saat Langit mengantar Bintang untuk menemui Ghazali saat di Italia. Dikarenakan Ghazali nggak ada, jadinya mereka janjian sama Angkasa yang tinggal di Jerman, untuk liburan bersama. Saat itulah Langit bertemu dengan Lovely.


     Langit pun menandai Lovely, karena setahu dia perempuan itu adalah seorang mahasiswa kedokteran di salah satu universitas bergengsi di Jerman bersama Angkasa, dan baru saja lulus sarjana.


"Tapi dia di sini sedang apa? Kenapa juga masuk ke sekolahan SMA, dia 'kan sudah tua umurnya," kata Langit sambil menunjuk-nunjuk layar laptopnya.

__ADS_1


     Langit begitu terkejut, saat Lovely memberikan ciuman jarak jauh ke arah kamera serangga miliknya. Padahal kameranya berada di tempat yang agak tersembunyi. Agar tidak mengundang kecurigaan orang lain.


"Apa dia tahu ada kamera pengawas milikku yang sedang mengintai di sana?" Langit bertanya pada dirinya sendiri.


"Ternyata dugaan Bintang dahulu benar. Kalau wanita itu bukan orang sembarangan!" Langit bermonolog sambil menuliskan sesuatu di buku catatan miliknya.


"Aku bagaimana memberitahu Almahira, ya? Ternyata ada beberapa orang di sekitarnya yang sangat mencurigakan."


     Langit pun melanjutkan lagi pengintaiannya ke beberapa ruang klub lainnya. Waktu istirahat di Academy Matsumoto selama satu jam. Jadi waktu yang luang itu sering mereka gunakan untuk kegiatan klub. Waktu sore biasanya banyak digunakan untuk membuat karya cipta mereka. Baik karya individu maupun kelompok, dan itu akan banyak memakan waktu dalam pengerjaannya.


     Langit pun sebenarnya harus memilih salah satu klub yang ada di sana. Hanya saja dia belum mendaftar karena dia harus memasuki klub yang akan mendukungnya dalam menjalankan misi dia di Academy Matsumoto. Semua murid di sini bisa masuk satu atau dua klub sekaligus. Tidak ada aturan yang melarangnya, asal mereka bisa membagi waktunya saja. 


     Kalau karya cipta Langit sedang membuat yang individu di bagian programer pembuatan game dan itu juga baru gabung kemarin. Semua murid di sana setiap semesternya dituntut harus punya karya individu minimal satu karya cipta buatannya. Kalau karya cipta kelompok terserah saja.


     Langit baru pertama kali bertemu dengan guru yang mengajarkan pelajaran Matematika. Ternyata dia adalah seorang wanita seksi yang bernama Nissan. Penampilannya yang serba terbuka itu membuat para murid laki-laki makin bersemangat. Namun tidak bagi Langit, dia justru tidak menyukainya.


     Pelajaran Nissan berjalan dengan sangat ramai. Murid laki-laki terlalu banyak bertanya dan pura-pura bodoh. Hanya untuk mencari perhatiannya saja. Padahal cara penyampaian materi pelajaran sangat bagus dan mudah dimengerti.


"Langit kun, apa ada yang tidak bisa dimengerti dalam pembahasan ku?" tanya Nissan sambil menundukan badannya di depan Langit.


"Aku sudah mengerti semuanya Nissan sensei," jawab Langit sambil menundukan kepalanya.


"Oh, bagus. Jika kamu belum mengerti jangan sungkan untuk bertanya, ya!" pinta Nissan sambil tangannya terulur ke arah wajah Langit. Namun dengan sigap Langit menahan tangannya.

__ADS_1


"Maaf Nissan sensei, aku paling tidak suka saat ada yang menyentuh bagian tubuhku. Mau bagian manapun!" Langit berkata dengan suaranya yang ditekan dan tatapannya dingin. Sehingga membuat Nissan tersenyum senang, seolah dia tertantang ingin menaklukan laki-laki dingin dihadapannya ini.


    Ternyata Almahira memperhatikan interaksi antara Nissan dengan Langit. Saat matanya beradu pandang dengan Langit, dia cepat-cepat mengalihkan pandangan ke arah lain.


    Langit pun merasa kesal sama guru Matematika itu. Langit sungguh tidak suka dengan wanita yang suka mengumbar tubuhnya.


"Kalau ini terjadi kepada Kak Angkasa, dilempar tuh orang!" gerutu Langit saking kesalnya. Apalagi tadi Almahira melihatnya.


     Langit lebih suka melihat Almahira yang selalu berpenampilan tertutup dan tersenyum manis, serta tidak banyak tingkah sebagai seorang anak gadis. Padahal saat di luar jam sekolah banyak murid perempuan yang selalu berpenampilan trendy. Mengikuti mode trend masa kini.


    Kalau Hikari dia lebih suka memakai pakaian casual dan celana jeans sobek di lutut. Katanya biar mudah bergerak saat berkelahi. Bukannya dia tidak punya gaun. Baginya gaun itu dipakai hanya untuk ke pesta saja. 


    Disaat semua murid sedang ribut saling memanggil guru Matematika. Suzuki memasuki kelas dan meminta Nissan untuk ikut dengannya karena ada urusan penting.


    Karena Langit penasaran dengan urusan mereka. Maka dia pun menerbangkan kamera serangga untuk mengikuti mereka.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH

__ADS_1


*******


__ADS_2